Obat

Clenbuterol: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Clenbuterol adalah obat yang termasuk dalam kategori agonis beta-2 yang merupakan kebalikan dari beta-blocker dalam melebarkan otot bronkus. Jika beta-blocker mengurangi produksi epinefrin dan noradrenalin, maka clenbuterol akan meningkatkan keduanya.

Clenbuterol adalah obat untuk mengobati asma dan penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK). Obat ini juga populer sebagai suplemen penurun berat badan. Hal itu terjadi karena efek obat pada pertumbuhan otot dan mengurangi lemak [1,2,3,4,5,6].

Apa itu Clenbuterol?

Di bawah ini adalah informasi lengkap mengenai indikasi Clenbuterol hingga pengaruhnya pada kehamilan dan menyusui [3,4,5]:

Indikasi Obat asma (melebarkan saluran pernapasan) dan penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK)
Kategori Obat Keras
Konsumsi Dewasa
Kelas Persiapan Antiasthmatic & PPOK
Bentuk Tablet
Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap obat golongan agonis beta-2
PeringatanHipertiroidisme, insufisiensi miokard, aritmia, kerentanan terhadap perpanjangan interval QT, hipertensi, diabetes melitus, asma berat, dan kehamilan
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi clenbuterol.

Manfaat Clenbuterol

Clenbuterol adalah bahan kimia mirip steroid yang pada awalnya dikembangkan untuk penyembuhan asma pada kuda dengan merelaksasikan saluran udara di paru-paru hewan.

Clenbuterol sebagai dekongestan bekerja untuk mengencerkan darah agar tekanan darah menurun. Sedangkan sebagai bronkodilator berfungsi untuk memperlebar pembuluh yang membawa oksigen sehingga volume oksigen dalam darah meningkat.

Menariknya, orang-orang juga memanfaatkan obat ini untuk menurubkan berat badan. Kendati demikian, pasien tidak dianjurkan mengonsumsi obat diluar manfaat pokoknya sebagai obat gangguan pernapasan. [5,6]

Dosis Clenbuterol

Pembagian dosis clenbuterol pada masing-masing indikasi yaitu [3]:

Penghirupan/Pernafasan Bronkodilator
→ 20 mcg tiga kali sehari
Lisan Bronkodilator
→ 20 mcg yang dapat meningkat hingga 40 mcg setiap 2 kali sehari

Efek Samping Clenbuterol

Alasan penggunaan clenbuterol menjadi kontroversial di sejumlah negara karena mengakibatkan banyak efek samping. Apalagi jika digunakan secara berlebihan karena dapat disalahgunakan. Efek yang dimiliki clenbuterol pada jantung dan otot tergantung dari seberapa dosis yang dikonsumsi dan waktu penggunaan. Konsumsi dengan dosis tinggi dapat memperbesar efek samping jangka panjang dengan cepat. Berikut adalah efek samping penggunaan clenbuterol [2,4,5,6]:

Detail Clenbuterol

Data detail mengenai penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain, serta overdosis dari clenbuterol adalah [1,3,6]:

Penyimpanan Simpan pada suhu 15oC – 30 oC di tempat lembap dan tidak terpapar sinar matahari langsung
Cara Kerja Deskripsi: Clenbuterol adalah simpatomimetik yang bekerja dengan aktivitas dominan β-adrenergik dan memiliki aksi selektif pada reseptor β2
Interaksi dengan obat lain → Peningkatan risiko aritmia jantung jika digunakan dengan obat-obatan perusak kalium seperti thiazide atau loop diuretik, amfoterisin B, kortikosteroid.
→ Peningkatan risiko hipokalemia dan takikardia jika digunakan dengan teofilin dosis tinggi
Overdosis ⇔ Gejala: Detak jantung meningkat, napas cepat, palpitasi jantung, nyeri dada, tremor, kecemasan.
⇔ Penanganan: jika terjadi overdosis segera hubungi tim medis.

Pertanyaan Seputar Clenbuterol

Mengapa saya membutuhkan clenbuterol?

Obat ini digunakan dalam pengobatan penyakit asma. [5]

Apakah clenbuterol efektif menurunkan berat badan?

Para atlet sering mengonsumsi clenbuterol bersama dengan obat diet tinggi protein, sedang karbohidrat, dan rendah lemak. Menurut pengamatan, clenbuterol dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak tubuh bahkan ia tetap berada dalam tubuh meskipun setelah 6 hari dikonsumsi [6].

Efek apa yang dihasilkan dari peningkatan clenbuterol?

Efek samping yang diakibatkan adalah pembakaran lemak cepat, gugup, dan meningkatnya energi [4].

Apakah clenbuterol aman digunakan pada hewan ternak?

Di banyak negara, clenbuterol dilarang digunakan pada hewan ternak yang akan dikonsumsi manusia. Tahun 1994, 140 orang di Spanyol terpaksa dirawat di Rumah Sakit setelah makan daging yang mengandung clenbuterol. Dan di tahun 2006, 336 orang di China keracunan setelah makan daging babi yang terkandung clenbuterol di dalamnya [5].

Apakah clenbuterol dapat dikonsumsi bersama dengan obat lain?

Obat clenbuterol memicu interaksi obat jika digunakan bersama dengan obat diuretik, teofilin, amphotericin B, dan koritkosteroid [5].

Contoh Obat Clenbuterol (Merek Dagang)

Di bawah ini adalah  obat bermerek yang mengandung Clenbuterol [1]:

Brand Merek Dagang
Aorotech [+ Ambroxol]
Arbixil [+ Ambroxol]
Amacron Dilat [+ Ambroxol]
Broncochem F [+ Dextromethorphane, + Cetirizine]
Broncolit
Broncopulmin [+ Ambroxol]
Buclen
Clebupharm [+ Ambroxol]
Gladilex [+ Ambroxol]
Spiropent

1. Anonim. Clenbuterol. Drugs; 2020
2. Anonim. Clenbuterol. WebMD; 2020
3. Anonim. Clenbuterol. Mims Indonesia; 2020
4. Tom Seymour. Clenbuterol. Medical News Today; 2017
5. Jill Seladi-Schulman, Ph.D. Clenbuterol. Healthline; 2019
6. Anonim. Clenbuterol. Examine; 2020

Share