Makanan, Minuman dan Herbal

Daun Inggu: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Daun Inggu

Daun inggu merupakan spesies tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rutaceae. Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Ruta graveolens umumnya dikenal sebagai “rue” atau “Sadab” dalam bahasa India [2].

Daun inggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara yang kemudian didistribusikan ke seluruh belahan dunia. Tumbuhan ini digunakan dalam berbagai pengobatan, seperti ayuverda, homeopati, dan unani [2].

Karakteristik Daun Inggu

Daun Inggu

Daun inggu merupakan semak cemara kecil yang dapat tingginya dapat mencapai 0,6 hingga 0,9 meter. Daunnya bipinnate atau tripinnate dan berwarna hijau atau biru-hijau [3].

Bunganya termasuk hermaprodit dan tumbuh di malai terminal berwarna kuning kehijauan. Setiap bunganya memiliki empat kelopak yang berdiameter sekitar 1,3 cm [3].

Tumbuhan ini berbunga dari Juni hingga September sedangkan bijinya matang dari Agustus hingga Oktober [2,3]

Kandungan Gizi Pada Daun Inggu

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada daun inggu:

NamaJumlahUnit
Limonene0,45%
Sabinene0,10%
Myroxide0,77%
Pereijerene5.22%
Elemol0.35%
Citronellyl0.1%
Geijerene0.11%

Menurut data pada tabel kandungan diatas menunjukkan bahwa daun inggu memiliki banyak kandungan limonene yang sangat bermanfaat untuk keseahtan. Limonene diketahui memiliki manfaat dalam mengatasi peradangan karena bersifat anti-inflamasi pada tubuh [1,2].

Kandungan Senyawa pada Daun Inggu

Lebih dari 120 senyawa terkandung di akar dan bagian dalam udara daun inggu. Sejumlah senyawa tersebut termasuk alkanoid akridon, kumarin, flavonoid, minyak esensial, dan lain sebagainya [3,6].

Salah satu senyawa, yakni kumarin yang bersifat estrogenik dan memiliki aktivitas farmakologi sebagai antikanker. Dimana, senyawa tersebut merupakan senyawa non polar yang dapat bekerja pada sel-sel yang berproliferasi dengan cepat [3,6].

Lebih dari 120 senyawa terkandung di daun inggu, termasuk alkanoid akridon, kumarin, flavonoid, dan minyak esensial.

Manfaat Kesehatan Pada Daun Inggu

Sejumlah kandungan senyawa di dalamnya, membuat daun inggu memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut di bawah ini manfaat kesehatan pada daun inggu :

  • Sebagai Antioksidan

Antioksidan memiliki peran penting bagi tubuh. Dimana, senyawa tersebut memiliki manfaat melindungi kerusakan sel-sel pada tubuh akibat paparan radikal bebas [2].

Untuk itu, penting bagi kita untuk mengonsumsi makanan herbal yang mengandung antioksidan. Salah satu sumber antioksidan yang cukup kuat berasal dari daun inggu [2,7].

Hal tersebut dikarenakan daun inggu mengandung senyawa flavonoid, terutama quercetin dan rutin. Sejumlah senyawa itulah yang berperan sebagai antioksidan yang baik bagi tubuh [2,7].

Daun inggu merupakan sumber antioksidan yang kuat karena mengandung senyawa flavonoid, terutama quercetin dan rutin.
  • Sebagai Anti-inflamasi

Selain bermanfaat sebagai antioksidan, daun inggu juga bertindak sebagai anti-inflamasi. Efek tersebut ditemukan pada daun inggu [2].

Riset menunjukkan bahwa ditemukan adanya aktivitas anti-inflamasi pada daun inggu dengan cara menekan produksi oksida nitrat dari lipopolisakarida dalam sel makrofag murine. Selain itu, tumbuhan tersebut juga menunjukkan efek anti-inflamasi yang lebih besar dibandingkan dengan fraksi polifenol dan diklofenak [7].

  • Antipasmodik

Antipasmodik merupakan zat yang digunakan untuk meredakan kejang otot dan merelaksasi otot polos. Zat tersebut biasanya dimanfaatkan untuk mengobati iritasi pada saluran pencernaan atau irritable bowel syndrome (IBS) [2].

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antipasmodik pada daun inggu. Hal tersebut dikarenakan beberapa senyawa yang terkandung di dalamnya, seperti alkanoid dan kumarin [2,7].

  • Meredakan Nyeri Pinggang

Nyeri pinggang merupakan kondisi nyeri pada bagian punggung yang disebabkan oleh beberapa faktor. Secara umum, kondisi ini disebabkan oleh cedera otot di sekitar pinggang [6].

Namun, kondisi tersebut dapat diatasi dengan daun inggu. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan ini memiliki sifat sebagai antiperadangan dan antipasmodik di dalamnya [6,7].

Efek tersebut disebabkan oleh kandungan senyawa di dalamnya, seperti flavonoid, kumarin, alkaloid, dan minyak atsiri. Beberapa senyawa aktif tersebut membuat tumbuhan ini menjadi solusi yang baik untuk mengatasi nyeri pinggang [2,7].

Sejumlah senyawa aktif, seperti flavonoid, kumarin, alkaloid, dan minyak atsiri pada daun inggu menjadi solusi yang baik untuk mengatasi nyeri pinggang.
  • Mengatasi Masalah Menstruasi

Hampir semua wanita pasti pernah mengalami masalah ketika menstruasi. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, namun hal tersebut juga perlu ditindaklanjuti karena dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi tubuh [6].

Tak jarang, gangguan saat menstruasi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, gangguan tersebut harus segera diatasi [6].

Salah satunya, menggunakan daun inggu. Hal tersebut dikarenakan daun inggu bertindak sebagai emmenagogue [7].

Dimana, zat ini dapat membantu memperlancar menstruasi dan mengatasi kram ketika haid. Jadi, daun inggu dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ketika menstruasi [7].

Efek Samping Pada Daun Inggu

Selain memiliki beragam manfaat, tentunya penggunaan pada daun inggu memiliki sejumlah efek samping. Adapun efek samping pada daun inggu, sebagai berikut :

  • Iritasi Kulit

Daun inggu dapat memungkinkan terjadinya iritasi pada kulit. Hal tersebut dikarenakan adanya senyawa kumarin yang terkandung di dalamnya [5,7].

Senyawa inilah yang dapat mengakibatkan ruam dan mengiritasi kulit, bahkan dapat memicu dermatitis bagi kulit sensitif. Oleh karena itu, pengolahan daun inggu harus dilakukan dengan cara yang tepat agar meminimalisir terjadinya efek samping tersebut [5,7].

  • Kerusakan pada Hati dan Ginjal

Daun inggu memiliki beberapa efek samping, salah satunya dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan ginjal. Hal tersebut dikarenakan kandungan senyawa alkanoid di dalamnya [5].

Senyawa tersebut diduga dapat mengakibatkan iritasi pada hati dan ginjal. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan hati dan ginjal untuk menghindari obat herbal tersebut [5]

  • Masalah Gastrointestinal

Salah satu manfaat dari daun inggu ialah dapat mengatasi berbagai gangguan pencernaan. Meskipun begitu, tumbuhan tersebut juga dapat menimbulkan masalah gastrointestinal [5].

Efek samping tersebut dapat terjadi apabila daun inggu dikonsumsi dalam dosis yang tinggi. Beberapa masalah gastrointestinal yang mungkin dapat terjadi yaitu iritasi pada lambung, muntah, dan mual [5].

Oleh karena itu, gunakanlah daun inggu dalam dosis yang aman atau sesuai dengan anjuran dokter. Tindakan tersebut tidak lain digunakan untuk mencegah terjadinya efek samping yang lebih serius dan berakibat fatal [5].

Efek samping lainnya pada daun inggu yaitu dapat mengakibatkan aborsi. Hal tersebut dikarenakan daun inggu mengandung alkanoid yang dapat bertindak sebagai arbotifacient [5].

Dimana, senyawa tersebut dapat mengakibatkan kontraksi pada rahim dan berpotensi menimbulkan keguguran. Oleh karena itu, tumbuhan herbal ini tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil [5].

Selain itu, daun inggu juga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan ibu dan anaknya [5].

Daun inggu dapat mengakibatkan sejumlah efek samping, diantaranya iritasi kulit, aborsi, masalah gastrointestinal, serta kerusakan pada hati dan ginjal.

Tips Penggunaan Pada Daun Inggu

Sejak lama, daun inggu telah dipercaya dalam mengatasi berbagai penyakit dalam pengobatan tradisional. Tentunya, hal tersebut diikuti dengan cara penggunaannya yang tepat.

Berikut ini tips penggunaan pada daun inggu:

  • Dalam Bentuk Pasta

Salah satu penggunaan pada daun inggu yaitu dalam bentuk pasta atau tapal. Pasta tersebut berasal dari daun segar yang ditumbuk halus [7].

Pasta daun inggu memiliki sejumlah manfaat, salah satunya dapat meredakan sakit kepala dengan mengoleskannya di dahi. Selain itu, pasta tersebut juga dapat meredakan linu pinggul [7].

Daun inggu merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai teh herbal. Teh ini memiliki berbagai manfaat diantaranya, mengatasi masalah pencernaan yang lambat, sebagai antispasmodik, dan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan menstruasi [2,7].

Adapun cara menyeduh teh daun inggu, yaitu dengan menuangkan sekitar 1 cangkir air mendidih di atas 1 sdt (1 gram) daun inggu kering. Diamkan sekitar 5 hingga 10 menit, kemudian saring teh daun inggu tersebut [7].

Untuk mempermanis rasanya, dapat menambahkan madu di dalamnya. Namun, penggunaannya pun harus dibawah pengawasan dokter untuk meminimalisir terjadinya efek samping [7].

  • Air Rebusan

Selain dapat dijadikan sebagai teh herbal, air rebusan daun inggu juga dapat digunakan sebagai ramuan. Air rebusan tersebut dapat mengobati peradangan, kram menstruasi, diare, cacingan, dan demam [2,7].

Cara penyajian ramuan ini yaitu dengan menuangkan sekitar 0,5 gram daun kering ke dalam 100 ml air. Tunggu hingga mendidih, kemudian saring dan minum air rebusannya [7].

Untuk penggunaan eksternal, daun inggu dapat digunakan dalam bentuk pasta. Sedangkan untuk penggunaan lainnya, tumbuhan tersebut dapat dijadikan teh dan air rebusannya dapat diminum.

Tips Penyimpanan Pada Daun Inggu

Di samping cara penggunaannya yang tepat, cara penyimpanan pada daun inggu juga perlu diperhatikan. Hal tersebut digunakan untuk memperpanjang umur simpan dari daun inggu [2].

Berikut di bawah ini tips penyimpanan pada daun inggu:

  • Dikeringkan

Beberapa tumbuhan herbal disimpan dalam bentuk kering, termasuk daun inggu. Meskipun daunnya lebat sepanjang tahun, namun daun inggu kering lebih praktis dan tahan lama [2,6].

Untuk cara pengeringannya, hampir sama dengan tumbuhan herbal lainnya. Selain memperpanjang umur simpannya, proses pengeringan juga bertujuan untuk menghilangkan zat beracun yang terkandung di dalamnya [2,6].

Untuk memperpanjang umur simpannya, sebaiknya daun inggu dikeringkan terlebih dahulu.

1. Jehad M.Al-Shuneigat, Ibrahim N.Al-Tarawneh, Mahmoud A.Al-Qudah. The Chemical Composition and the Antibacterial Properties of Ruta graveolens L. Essential Oil Grown in Northern Jordan. Vol. 8 Num. 2. Jordan Journal of Biological Sciences; 2015.
2. Ayman M. Mahmoud, Rasha R. Ahmed, Hanan A. Soliman, Marwa Salah. Ruta graveolens and its active constituent rutin protect against diethylnitrosamine-induced nephrotoxicity through modulation of oxidative stress. Vol. 5 (10), pp. 016-021. Journal of Applied Pharmaceutical Science; 2015.
3. R. Kannan, U. V. Babu. Identity and pharmacognosy of Ruta graveolens Linn. 32(1): 16–19. Anc Sci Life; 2012.
4. Jinous Asgarpanah, Roghaieh Khoshkam. Review Phytochemistry and pharmacological properties of Ruta graveolens L. Vol. 6(23), pp.3942-3949. Journal of Medicinal Plants Research; 2012.
5. J.K. Aronson. Meyler's Side Effects of Drugs (Sixteenth Edition). 265-279. The International Encyclopedia of Adverse Drug Reactions and Interactions; 2016.
6. Jorge M. S. Faria, Ana M. Rodrigues, Inês Sena, Cristina Moiteiro, Richard N. Bennett, Manuel Mota, A. Cristina Figueiredo. Bioactivity of Ruta graveolens and Satureja montana Essential Oils on Solanum tuberosum Hairy Roots and Solanum tuberosum Hairy Roots with Meloidogyne chitwoodi Co-cultures. 64: 7452−7458. J. Agric. Food Chem; 2016.
7. Shabir Ahmad Parray, Jalal udin Bhat, Ghufran Ahmad, Najeeb Jahan, G Sofi, S M Faisal Iqbal. Ruta graveolens: from Traditional System of Medicine to Modern Pharmacology: an Overview. 2(2): 240-252. Am. J. PharmTech Res; 2012.

Share