Makanan, Minuman dan Herbal

Daun Teter: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Daun Teter

Daun teter merupakan salah satu bagian dari tumbuhan terong teter yang masih termasuk kedalam keluarga Solanum atau suku terong-terongan. Tumbuhan teter sendiri memiliki nama ilmiah yang bernaman Solanum erianthum atau Solanum verbascifolium.

Tumbuhan terong teter sendiri meurpakan tumbuhan yang berasal dari benua Amerika, tepatnya di daerah Amerika Utara. Penyebara dari tumbuhan terong teter sendiri kurang merata, sehingga di negara kita yaitu Indonesia cukup sulit untuk menemukan tumbuhan yang satu ini.

Daun dari tumbuhan teter sendiri dipercaya memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit pada tubuh, terutama masalah pada wanita [3].

Karakteristik Daun Teter

Daun teter memiliki beberapa karakteristik yang dapat digunakan dan memudahkannya untuk dikenali dari jenis tanaman yang lainnya. Salah satu karakteristik dari daun teter adalah daun tunggal yang mana terdapat satu daun pada tiap tangkainya.

Tumbuhan teter

Daun teter juga memiliki ukuran yang cukup besar dengan bentuk yang agak menjari. Daun teter memiliki panjang 10 – 20 cm dengan lebar mencapai 10 cm yang membuatnya cukup terlihat besar.

Selain itu, daun teter memiliki warna hijau tua dengan pertulangan yang menyirip dengan tepian yang rapi dan tidak bergerigi. kemudian untuk bagian permukaan lebih halus ketimbang bagian bawah daun [3].

Kandungan Gizi Pada Daun Teter

Berikut ini kandungan gizi pada daun teler:

NamaJumlahUnit
Protein32.55%
Lemak2.90%
Serat4.80%
Kalori366.5%
Vitamin A371.72mg
Vitamin C39.99mg
Magnesium10.1mg
Kalium726.4mg
Kalsium253.9mg

Menurut data kandungan gizi diatas menunjukkan bahwa daun teter memiliki berbagai macam kandungan gizi dan salah satunya adalah kalsium. Kalsium memiliki manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang tubuh [1].

Kandungan Senyawa Daun Teter

Daun teter memiliki berbagai macam kandungan senyawa di dalamnya yang dapat memberikan manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan tubuh. Salah satu kandungan senyawa pada daun teter adalah senyawa fenolik yang penting bagi tubuh.

Senyawa fenolik merupakan senyawa serbaguna bagi tubuh dikarenakan senyawa ini memiliki begitu banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat dari senyawa fenolik yaitu dapat mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit kronis.

Selain itu, terdapat pula beberapa senyawa lain seperti kaempferol yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki peranan dalam menjaga tubuh dari timbulnya efek samping radikal bebas [1,3].

Daun teter memiliki berbagai macam kandungan senyawa di dalamnya yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Daun Teter Untuk Kesehatan

Daun teter memiliki berbagai macam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh dikarenakan memiliki kandungan senyawa dan gizi yang cukup banyak di dalamnya.

Berikut ini beberapa manfaat daun teter untuk kesehatan tubuh:

  • Sebagai Pencahar

Daun teter dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk mengobati susah buang air besar pada seseorang. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa senyawa dominan di dalam daun teter yang memiliki sifat dieuretik atau sebagai pencahar pada perut.

Beberapa senyawa yang bersifat dieuretik pada daun teter, yaitu flavonoid, solanin, sapogenols dan beberapa senyawa lain yang memiliki sifat pencahar. Namun, masing-masing dari setiap senyawa tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda dalam mengatasi susah buang air besar, salah satu contohnya yaitu senyawa flavonoid berperan dalam melunakkan feses pada seseorang agar mudah dikeluarkan.

Selain itu, peranan dari senyawa solanin dan sapogenols sebagai senyawa yang bersifat dieuretik dapat merangsang kontraksi pada usus dan menimbulkan rasa ingin buang air besar [2,3,5].

Solanin dan sapogenols merupakan salah satu senyawa khas yang terdapat pada daun teter yang mampu mengatasi berbagai macam gangguan pada kesehatan

Daun teter dapat digunakans sebagai solusi bagi wanita yang mengalami haid tidak lancar atau pada masa-masa awal haid darah tidak keluar secara lancar. Hal ini dikarenakan pada daun teter memiliki senyawa yang dapat merangsang proses haid menjadi lancar dan normal.

Daun teter diketahui memiliki beberapa senyawa, seperti solanin, diosgenin dan matidenol yang diketahui dapat berperan untuk memperlancar proses haid pada seseorang. Ketiga senyawa tersebut memiliki peranan dalam merangsang otot-otot dan saraf pada bagian harim untuk berkontraksi sehingga dapat memperlancar proses haid.

Selain itu, di dalam daun teter juga terdapat senyawa yang dapat mencegha proses penggumpalan darah pada tubuh yang dapat membuat proses haid lebih lama [1,3].

  • Sebagai Detoks Tubuh

Dibeberapa wilayah Asia, daun teter biasanya dapat digunakan sebagai minuman pembersih tubuh untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit atau bisa dibilang sebagai minuman yang berfungsi sebagai detoks tubuh.

Hal ini dikarenakan terdapat beberapa senyawa pada daun teter yang dapat melarutkan berbagai macam racun, kolesterol dan zat-zat lain yang dapat membahayakan tubuh. Senyawa-senyawa tersebut seperti flavonoid dan fenolik yang mudah sekali larut dan dapat membawa berbagai macam zat berbahaya untuk dikeluarkan melalui urin atau feses [3,5].

Senyawa pada daun teter diketahui dapat membersihkan tubuh dari berbagai macam zat beracun yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh
  • Mengobati Wasir

Daun teter juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit wasir pada seseorang. Hal ini dikarenakan daun teter memiliki senyawa yang dapat bertindak sebagai anti inflamasi atau peradangan pada tubuh, beberapa senyawa tersebut, seperti alkaloid, fosfor dan flavonoid.

Masing-masing dari senyawa tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda dalam mengatasi penyakit wasir dan bertindak sebagai anti peradangan. Salah satu contohnya yaitu pada senyawa alkaloid dan fosfor yang dapat meredakan pembengkakan pada wasir dengan cara menenangkan otot dan saraf pada bagian pembuluh darah di dekat wasir.

Hal in bertujuan agar pembuluh darah yang menjadi penyebab wasir tersebut mengurangi pembengkakannya sekaligus memperbaiki dinding pembuluh darah tersebut sehingga penyakit wasir dapat teratasi [3,6].

  • Sebagai Antibakteri

Daun teter juga dapat digunakan sebagai antibakteri bagi tubuh, terutama bagi luka terbuka untuk mencegah timbulnya infeksi bakteri yang dapat memperparah kondisi luka. Hal ini dikarenakan pada daun teter terdapat beberapa senyawa yang memiliki sifat dapat membunuh bakteri, seperti senyawa alkaloid.

Perlu diketahui, senyawa alkaloid merupakan senyawa yang terdapat di berbagai macam tumbuhan yang memberikan rasa pahit pada tumbuhan tersebut. Senyawa alkaloid dapat digunakan sebagai pengganti alami alkohol dalam mencegah infeksi bakteri pada luka [1,2].

Dengan kandungan gizi dan senyawa yang dimilikinya, daun teter dapat memberikan manfaat kesehatan yang cukup banyak bagi tubuh.

Efek Samping Daun Teter Pada Kesehatan

Daun teter sama halnya dengan tanaman herbal yang lainnya, dimana memiliki efek samping pada kesehatan apabila cara dan jumlah mengonumsinya terlalu banyak.

Berikut ini beberapa efek samping dari daun teter pada kesehatan:

Salah satu efek samping yang paling sering terjadi pada obat-obatan yang berasal dari tanaman herbal termasuk daun teter, yaitu dapat menimbulkan gejala alergi pada seseorang. Hal ini dikarenakan obat herbal memang belum benar-benar teruji keamanannya.

Karena belum teruji keamanannya inilah yang memungkinkan seseorang mengalami alergi ketika baru pertama kali mengonsumsi obat herbal yang berasal dari daun teter. Ini disebabkan adanya kesalah pahaman pada sistem imunitas tubuh yang menganggap beberapa senyawa pada daun dara membahayakan bagi tubuh.

Akibat dari kesalahan itu memunculkan berbagai macam gejala pada tubuh, seperti gatal-gatal, mual, pusing hingga ruam merah pada kulit [9].

  • Tidak Disarankan Bagi Ibu Hamil

Mengonsumsi daun teter secara oral bagi hamil sangat tidak disarankan. Hal ini mengingat dari manfaat daun teter yang dapat menimbulkan kontraksi yang hebat pada bagian rahim yang tentu saja akibat berefek buruk bagi ibu hamil.

Kontraksi berlebihan pada rahim dapat menimbulkan efek samping berupa keguguran pada ibu hamil. Maka dari itu, daun teter sangat tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil terutama bagi yang baru masuk dalam tiga bulan pertama kehamilan [3,6].

Perlu memperhatikan dalam penggunaan daun teter, terutama daun teter sangat tidak disarankan bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan keguguran

Tips Penggunaan Daun Teter

Terdapat beberapa tips dalam menggunakan daun teter sebagai obat herbal. Hal ini bertujuan agar daun teter dapat digunakan secara tepat dalam mengatasi beberapa penyakit dalam maupun luar tubuh.

Berikut ini beberapa tips dalam menggunakan daun teter sebagai oabt herbal :

  • Air Rebusan Daun Teter

Air rebusan daun teter dapat digunakan sebagai pencahar atau dieuretik untuk seseorang mengalami konstipasi atau sulit untuk buang air besar. Selan itu, air rebusan ini juga dapat digunakan sebagai pelarut senyawa racun dan kolesterol di dalam tubuh.

Cara membuat ramuan atau air rebusan dari daun teter ini juga cukup mudah. Siapkan beberapa lembar daun teter yang akan digunakan dan telah dibersihkan menggunakan air yang mengalir.

Setelah itu, siapkan panci yang berisikan air dan masukkan daun teter ke dalamnya. Rebus air tersebut sampai mendidih dan sedikit berubah warna, setelah itu matikan dan diamkan hingga hangat. Saring air ke dalam gelas dan minum sebagai obat herbal [1,3].

  • Tumbukan Daun Teter

Daun teter juga dapat digunakan dengan cara menumbuknya untuk mengobati penyakit wasir atau ambeien pada seseorang. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa senyawa pada daun teter yang dapat meringankan dan mengatasi peradangan atau inlamasi pada seseorang.

Cara menggunakan daun teter sebagai obat wasir juga cukup mudah dan tidak begitu sulit. Siapkan beberapa lembar daun teter yang akan digunakan serta bersihkan menggunakan air bersih yang mengalir.

Siapkan alat penumbuk dan masukkan daun teter ke dalam tumbukan lalu tumbuk sampai benar-benar hancur. Setelah itu oleskan tumbukan daun teter pada wasir dan diamkan beberapa saat [3].

  • Memanaskan Daun Teter

Daun teter di beberapa daerah di Afrika banyak digunakan sebagai pereda sakit kepala dengan cara memanaskannya dengan api terlebih dahulu. Daun teter dipanaskan beberapa saat diatas api dan jangan sampai terbakar cukup dipanaskan hingga terasa hangat.

Setelah itu, tempelkan pada dahi untuk beberapa saat sebagai metode untuk menghilangkan rasa nyeri dan pusing pada kepala.

Dengan tips penggunaan seperti diatas dapat memaksimalkan dan meminimalkan risiko penggunaan daun teter sebagai obat herbal

Tips Menyimpan Daun Teter

Dalam menyimpan daun teter tidak boleh secara sembarangan, hal ini dikarenakan daun teter mudah sekali layu dan kemudian membusuk. Maka dari itu diperlukan beberapa tips dalam menyimpan daun teter agar dapat bertahan lama dan tidak cepat layu, seperti berikut ini:

  • Siapkan beberapa lembar daun teter yang akan disimpan
  • Pastikan daun teter yang disimpan masih dalam keadaan yang segar dan tidak ada satupun yang mulai melayu atau membusuk.
  • Bersihkan daunt teter menggunakan tisu dan tidak perlu mencucinya dengan air karena dapat mempercepat pembusukan ketika disimpan.
  • Siapkan plastik ziplock yang baru dan dapat tertutup rapat.
  • Masukkan daun teter tersebut ke dalam plastik ziplock dan tutup rapat-rapat.
  • Setelah itu, letakkan daun teter yang telah terbungkus rapi ke dalam kulkas pada bagian freezer untuk dibekukan.
  • Kemudian ketika akan menggunakan daun teter yang telah membeku tersebut, rendam terlebih dahulu di dalam air untuk mengembalikkan kesegarannya.

Dengan menyimpan daun teter dengan cara dibekukan dapat membuat daun teter lebih tahan ketika disimpan dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, dengan metode pembekuan dapat meminimalisir pengurangan kandungan senyawa dan gizi pada daun teter [3].

Untuk mengonsumsi atau penggunaan obat herbal yang berasal dari daun teter akan lebih baik jika berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli medis terdekat

1. Sam, S. M, Udosen, I. R. and Mensah, S. I. Determination of Proximate, Minerals, Vitamin and Anti-Nutrients Composition of Solanum verbascifolium Linn. Volume 1, Issue 2. International Journal of Advancements in Research & Technology; 2012.
2. G.AdamaH, Huonga, Khoib. epiminocholestane alkaloid from Solanum verbascifolium. Volume 19, Issue 5. Pages 1002-1003. Phytochemistry; 1980.
3. Jayakumar K, Murugan K. Solanum Alkaloids and their Pharmaceutical Roles: A Review . Volume 3 Issue 6. Journal of Analytical & Pharmaceutical Research; 2016.
4. Kortei, N.K. Suetor, J.M. Aboagye, G. Tettey, C.O. Comparative study of the bioactive and chemical properties of three different Solanum spp. from Ghana. 4 (5) : 1773 - 1784. Food Research; 2020.
5. Aleksandra Kozłowska, Dorota Szostak-Wegierek. Flavonoids--food sources and health benefits. 68(2):79-85. Roczniki Państwowego Zakładu Higieny; 2014.
6. Hélio Matsuura, Arthur G Fett-Neto. Plant Alkaloids: Main Features, Toxicity, and Mechanisms of Action. (pp.1-15). Plan Toxins; 2015.
7. Siva Krishnan. Traditional Herbal Medicines - A Review. Volume 5, Issue 4. International Journal of Research and Analytical Reviews; 2018.

Share