Obat

Fampridine: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Fampridine mulai dipasarkan di Eropa secara penuh pada tahun 2017. Obat ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berjalan dari penderita multiple sclerosis yang memiliki skala disabilitas 4-7 . [1]

Fampridine juga disebut dengan nama 4-aminopiridin. [2] Di Amerika obat ini menggunakan nama dagang Ampyra. [1]

Apa itu Fampridine?

Di bawah ini disajikan tabel yang menjelaskan fampridine baik indikasi, golongan obat, kontra indikasi dan lain-lain. [1,3]

Indikasi Meningkatkan kemampuan berjalan penderita multiple sclerosis
Kategori Obat resep
Konsumsi Dewasa
Kelas Obat sistem saraf lainnya
Bentuk Tablet
Kontraindikasi Hipersensitivitas. Pasien dengan riwayat kejang. Gangguan fungsi ginjal yang sedang sampai parah.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Fampridine:
→ Pasien yang memiliki aritmia, kelainan konduksi sinoatrial (SA) dan atrioventrikel (AV)
→ Pasien dengan gangguan ginjal sedan.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Fampridine

Pengobatan menggunakan fampridine ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berjalan pada pasien multiple sclerosis yang memiliki nilai EDSS (Expanded Disability Status Scale) 4-7. [1]

Dosis Fampridine

Obat fampridine hanya diberikan kepada orang dewasa. Berikut ini dosis yang digunakan: [3]

Dosis Fampridine Dewasa

PO/Diminum
Meningkatkan kemampuan berjalan pasien multiple sclerosis
→ 10 mg setiap 12 jam sekali
→ Dosis maksimum: 20 mg/hari

Efek Samping Fampridine

Penggunaan fampridine selain menguntungkan juga memiliki efek samping. Berikut ini efek samping yang ditimbulkan saat mengonsumsi fampridine: [3]

  • Efek samping berarti: anafilaksis atau reaksi alergi parah (menurunnya pernafasan, biduran, angiodema/pembengkakan pada kerongkongan/lidah), kejang dan infeksi saluran kemih.
  • Sistem saraf: insomnia, sakit kepala, pusing, cemas, lemas, kesemutan, gangguan keseimbangan, resiko jatuh, gemetar, memburuknya kondisi multiple sclerosis.
  • Kardiovaskular: palpitasi (jantung berdegup kencang), takikardia (denyut jantung cepat), pembengkakan pada anggota gerak.
  • Saluran pencernaan: sembelit, dispepsia (rasa tidak nyaman di perut), mual, muntah.
  • Saluran pernafasan: nasofaringitis (radang pada nasofaring), dispnea (sesak nafas), nyeri pada bagian faringolaringeal.
  • Muskoskeletal: nyeri punggung, lemas, kejang otot.

Overdosis fampridine ditandai dengan gejala seperti berikut: [3] Segera hubungi paramedis jika mengalami gejalanya.

  • Kebingungan
  • Gemetar
  • Keringat berlebih
  • Kejang
  • Status epileptikus (kejang yang berlangsung lama dan bisa mengakibatkan penurunan kesadaran)
  • Amnesia
  • Mengalami gerak koreoatetosis
  • Aritmia jantung (takikardia supraventrikular atau brakikardia)
  • Takikardia ventrikular
  • Hipotensi

Detail Fampridine

Data di bawah ini merupakan detail informasi mengenai obat fampridine seperti penyimpanan, cara kerja obat, dan interaksi dengan obat lain. [1,3]

Penyimpanan Tablet
→ Simpan di bawah suhu 25 ° C.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara Kerja Deskripsi: Fampridine adalah obat penghalang saluran kalium. Mekanisme kerja yang tepat dari obat ini belum dapat diuraikan secara penuh tetapi diperkirakan bahwa penghambatan pada saluran kalium mengurangi kebocoran arus ion dalam saraf. Oleh karena itu, menunda repolarisasi dan meningkatkan konduksi potensial aksi pada akson (serabut saraf) yang terdemielinasi. Hasilnya adalah meningkatkan fungsi neurologis pada saraf motorik tepi dan menguatkan aktivitas berkedut dari serabut otot.
Farmakokinetik:
Penyerapan: diserap secara luas dan cepat melalui saluran pencernaan. Ketersediaan hayati: 96%. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi puncak dalam plasma adalah 3-4 jam.
Penyebaran: mampu melewati pembatas darah-otak. Volume penyebaran: 2,6 L/kg. Terikat sebanyak 1-3% pada protein plasma.
Metabolisme: sebagian kecil (<10%) dimetabolisme melalui oksidasi di hati oleh CYP2E1 menjadi 3-hidroksi-4-aminopiridin dan 3-hidroksi-4-aminopiridin sulfat terkonjugasi.
Ekskresi: terutama dikeluarkan melalui urin (96%, sebanyak 90% sebagai bentuk awal obat, 4,3% sebagai 3-hidroksi-4-aminopiridin, 2,6% sebagai 3-hidroksi-4-aminopiridin sulfat), tinja 0,5%. Waktu paruh eliminasi adalah 5,2 s/d 6,5 jam.
Interaksi dengan obat lain → Meningkatkan resiko kejang jika digunakan bersama obat yang mengurangi ambang kejang seperti TCA (trikloro asetat), SSRI (penghambat ambilan kembali serotonin secara selektif), fenotiazin, butirofenon, tramadol.
→ Meningkatkan konsentarsi obat dalam serum jika digunakan bersama obat penghambat pemindah kation organik 2 (OCT2 inhibitor) seperti cimetidine atau substrat seperti metformin, carvedilol, propanolol.
Overdosis Gejala: kebingungan, gemetar, keringat berlebih, kejang, status epileptikus, amnesia, bergerak tanpa disengaja dan koreoatetosis, aritmia jantung (takikardia supraventrikular atau brakikardia), takikardia ventrikular, hipotensi.
Cara Mengatasi: perawatan sesuai dengan gejala. Aktivitas kejang yang berulang ditangani dengan benzodiazepin, fenitoin atau obat anti kejang lainnya.

Pertanyaan Seputar Fampridine

Bisakah fampridine dikonsumsi tanpa makan?

Ya, fampridine dikonsumsi tanpa makanan. [5]

Apakah setelah mengonsumsi fampridine bisa mengemudikan kendaraan?

Efek samping mengonsumsi fampridine adalah pusing sehingga tidak dianjurkan untuk mengemudikan kendaraan. [4]

Bisakah fampridine diberikan kepada anak-anak?

Tidak bisa karena tidak ada data yang menjelaskan khasiat dan juga keamanan fampridine jika diberikan pada rentang umur 0-18 tahun. [4]

Bisakah fampridine meningkatkan kecepatan berjalan penderita multiple sclerosis?

Ya, studi yang dilakukan produsen fampridine menunjukkan bahwa obat ini dapat meningkatkan kecepatan berjalan penderita multiple sclerosis. [5]

Apakah infeksi saluran kemih adalah salah satu efek samping mengonsumsi fampridine?

Ya, sebanyak 12% pasien mengalami infeksi saluran kemih. [5]

Contoh Obat Fampridine (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa merek dagang dari Fampridine: [1,4,5]

Brand Merek Dagang
Fampyra
Ampyra

1. Anonim. Fampridine (Fampyra). Mstrust; 2020.
2. Tom Brody, Ph.D. Endpoints for Immune Diseases. Secon Edition. Clinical Trials; 2016.
3. Anonim. Fampridine. Mims Indonesia; 2020.
4. Anonim. Fampyra 10 mg prolonged-release tablets. Medicines; 2020
5. Anonim. Fampyra. Drugs; 2020.

Share