Penyakit & Kelainan

Gigi Busuk: Gejala – Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Gigi Busuk?

Kebersihan rongga mulut sangat berkontribusi terhadap senyum, gigi, dan gusi yang sehat. Disisi lain, kebersihan gigi yang buruk, dapat menyebabkan anda terkena risiko gigi busuk. [3]

Gigi busuk dapat terjadi akibat adanya penumpukan asam yang diproduksi oleh plak. Jika plak menumpuk, maka dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti karies gigi, penyakit gusi, ataupun abses gigi. [2]

Gigi busuk sangatlah menyakitkan, dan terkadang menjadi sangat memalukan jika terjadi pada gigi depan. Jika anda mengalami gigi busuk, segeralah pergi ke dokter. [1]

Gejala Gigi Busuk

Gigi busuk dapat menandakan adanya kerusakan permanen pada area permukaan gigi. Karena gigi berlubang dapat terjadi tanpa terdeteksi dan tanpa gejala, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter gigi. Seorang dokter gigi dapat mengidentifikasi dan mengatasi gigi berlubang dengan segera untuk mencegah gigi busuk. [3]

Gigi berlubang yang tidak terdereksi dapat menyebabkan masalah gigi yang lebih besar dan dalam. Selain lubang gigi, gejala lain dari gigi busuk adalah [3] :

Gigi busuk dapat terjadi pada orang dewasa, bayi, anak-anak, hingga remaja. Gejala dari gigi busuk pada anak umumnya sama dengan orang dewasa dengan beberapa tambahan gejala seperti [3] :

  • Gusi bengkak
  • Sifat lekas marah
  • Demam, dimana mengindikasi adanya infeksi

Jika anak anda menjadi tidak bisa diam dan tidak dapat menjelaskan lokasi rasa sakit, periksalah bagian dalam mulut untuk mengetahui gejala gigi busuk. [3]

Penyebab Gigi Busuk

Gigi busuk tidak hanya terjadi karena satu alasan saja. Beberapa penyebab gigi busuk dapat terjadi bersamaan dan menyebabkan masalah pada gigi. [3]

  • Kebersihan Gigi yang Buruk

Menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara rutin perlu dilakukan untuk menghilangkan plak gigi dan menjaga gigi tetap kuat dan sehat. Sikatlah gigi anda paling tidak 2 kali sehari dan gunakan benang gigi setiap hari. Sebagai tambahan, periksalah gigi anda dengan dokter gigi sebanyak 2 kali setahun untuk mendapatkan pembersihan yang profesional. [3]

  • Mengonsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi juga dapat berkontribusi terhadap gigi busuk. Sisa-sisa makanan ini dapat tertinggal dan menyelip di dalam gigi. [3]

Gula juga memberi makan bakteri. Bakteri yang bertambah banyak akan menimbulkan peningkatan asam dalam mulut. Jika anda makan makanan dengan kandungan gula tinggi dan tidak menyikat gigi dengan teratur, enamel (lapisan luar) gigi anda dapat rusak dengan lebih cepat. [3]

Mengonsumsi terlalu banyak minuman asam (soda dan jus) dan memiliki penyakit asam lambung GERD juga dapat menyebabkan gigi busuk. Asam dalam minuman dapat secara perlahan mengikis enamel gigi. Dengan adanya penyakti asam lambung, asam lambung dapat mengalir balik menuju esofagus dan mulut. Kondisi ini juga dapat mengikis lapisan enamel gigi. [3]

Jika kelenjar air liur tidak memproduksi air liur yang cukup untuk membasuh semua plak dan bakteri dalam mulut, anda dapat memiliki plak dan asam tambahan dalam mulut. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena gigi busuk. [3]

  • Celah Gigi

Gigi busuk juga dapat terjadi jika anda memiliki celah gigi. Celah ini dapat membuat anda lebih sulit untuk menyikat gigi secara efektif. Jika plak tertumpuk pada celah ini, plak ini dapat mengikir seluruh permukaan gigi anda. Menggunakan dental sealant untuk menjaga kesehatan gigi dapat dilakukan untuk mencegah penumpukan plak pada celah gigi. [3]

  • Defisiensi Fluoride

Fluoride adalah sebuah mineral alami yang dapat menguatkan enamel gigi, membuat gigi menjadi lebih resisten terhadap lubang. Fluoride dapat ditambahkan ke dalam suplai air publik, namun tidak umum ditemukan dalam air kemasan. [3]

Jika anda tidak menggunakan pasta gigi dengan fluoride atau minum dari suplai air publik, ada kemungkinan anda mengalami defisiensi fluoride dan berisiko terkena gigi busuk. [3]

  • Botol Bayi atau Dot

Gigi busuk juga dapat terjadi pasa usia dini jika anak anda tidur dengan sebotol susu, jus, atau formula di mulutnya.

Kesalahan yang sama juga terjadi jika anda terbiasa mencelupkan empeng anak anda ke gula atau madu saat ingin tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan gula tertumpuk pada gigi dan menyebabkan gigi busuk. [3]

Cara Mengatasi Gigi Busuk

Cara mengatasi gigi busuk sangat tergantung berdasarkan keparahan penyakit. Berikut adalah beberapa cara mengatasi gigi busuk [2] :

  • Untuk gigi busuk tahap awal, dokter gigi dapat berbicara dengan anda mengenai pengaturan gula dalam makanan dan waktu makan anda. Dokter gigi juga dapat mengaplikasikan gel fluoride, varnish, atau pasta tertentu ke area berlubang. Fluoride dapat membantu melindungi gigi dengan cara menguatkan enamel gigi, membuat gigi menjadi lebih resisten terhadap asam dari plak.
  • Dokter gigi dapat mendiskusikan dengan anda mengenai tindakan penambalan. Tindakan ini dimulai dengan membuang gigi busuk dengan bantuan anestesi lokal dan mengisi lubang yang tersisa.
  • Jika gigi busuk telah menyebar hingga ke pulpa (bagian dalam gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf), maka dokter gigi akan melakukan tindakan pembersihan akar gigi.
  • Jika gigi sudah sangat rusak dan tidak dapat diperbaliki, dokter gigi akan mencabut gigi tersebut dan mengantikannya dengan pemasangan gigi palsu, brigde, atau implantasi gigi.

Cara Mencegah Gigi Busuk

Walaupun gigi busuk adalah masalah yang sering terjadi, penting sekali untuk setiap orang melakukan pencegahan. Cara terbaik untuk mencegah gigi busuk adalah dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi sebisa mungkin. Sebagai contoh, anda dapat melakukan hal-hal berikut [2] :

  • Melakukan kunjungan ke dokter gigi secara berkala.
  • Mengurangi asupan gula, makanan tinggi karbohidrat, minuman manis, dan minuman berkarbonasi terutama beberapa jam sebelum tidur.
  • Mengonsultasikan dengan dokter mengenai beberapa obat yang juga memiliki kandungan gula. Anda dapat meminta dokter untuk mensubstitusikannya dengan obat tanpa gula.
  • Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi yang memiliki kandungan fluoride dan menggunakan benang gigi.
  • Menghindari rokok dan minum alkohol yang terlalu berlebihan. Tembakau dapat mengganggu produksi air liur di dalam mulut.
  • Segera pergi ke dokter gigi jika anda mengalami mulut kering yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat terjadi karena pengobatan tertentu, tindakan tertentu, atau kondisi medis lainnya.

1. Anonim. Rotten Teeth : Symptoms and Treatment. Colgate; 2021
2. Anonim. Tooth Decay. NHS Inform; 2020.
3. Christine Frank, DDS & Valencia Higuera. Rotten Teeth. Healthline; 2018.

Share