Hidup Sehat

Kenali 11 Hal yang Menghambat Pertumbuhan Tinggi Badan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pertumbuhan pada anak dapat dievaluasi berdasarkan berat dan tinggi badan. Berat badan secara garis besar dipengaruhi oleh sumber makanan yang dikonsumsi.

Tinggi badan secara garis besar dipengaruhi oleh faktor genetik dari kedua orangtuanya. Kecukupan nutrisi serta aktivitas terutama aktivitas fisik juga dapat berpengaruh terhadap tinggi badan.

Apabila pertumbuhan tinggi badan yang terhambat terjadi pada usia batita maka anak dapat mengalami resiko stunting meskipun pendek tidak selalu stunting.

Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan hal-hal yang dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan yang dapat berefek panjang hingga anak dewasa.

  • Faktor Genetik

Apabila anak bertubuh pendek dengan salah satu/ kedua orang tua bertubuh pendek maka kondisi itu dapat disebabkan oleh faktor genetik. Dengan kata lain, orang tua yang bertubuh pendek cenderung memiliki anak yang bertubuh pendek pula dengan syarat catatan kesehatan anak menunjukkan level normal. [1, 3]

Seorang anak dikatakan pendek apabila memiliki tinggi badan di bawah persentil ke-3 atau ke-5 pada grafik pertumbuhan. Perawakan pendek akibat faktor genetik menunjukkan usia tulang yang tidak tertunda/normal. [5]

  • Tidak Cukup Kalori

90% anak-anak yang tidak mengalami pertumbuhan tinggi badan disebabkan oleh kurangnya asupan kalori. Kondisi ini dapat terjadi pada anak yang kurang memiliki nafsu makan atau orang tua yang abai terhadap berapa kebutuhan kalori anak per harinya. Kondisi ini dapat menjadi lebih parah pada balita yang memiliki aktivitas fisik tinggi. [2]

Pada bayi yang baru-baru lahir, kekurangan kalori ini dapat terjadi saat suplai ASI tidak mencukupi. Pada bayi berumur 6 bulan kekurangan kalori dapat terjadi karena proses pengenalan MPASI yang cukup lama.[2]

Anak mungkin juga tidak dapat makan dengan baik akibat sensitivitas oral yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengunyah dan menelan. Hal ini dapat disebabkan oleh cerebral palsy dan sumbing pada mulut. [2]

  • Gangguan Pencernaan

Seorang anak juga mungkin tidak dapat mencerna makanan karena mengalami gangguan pada pankreasnya sehingga tidak dapat menambah berat badan. [2]

Penyakit celiac merupakan gangguan pada lapisan usus yang dapat menghambat kenaikan berat badan. Penyakit ini ditandai dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang mengandung gluten. [2]

Tren penurunan berat badan harus lebih diwaspadai daripada penurunan berat badan pada suatu waktu. Tren penurunan yang signifikan dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan. [2]

  • Penyakit Endokrin

Endokrin berperan dalam pembentukan dan distribusi hormon ke seluruh tubuh. Penyakit endokrin dapat mengganggu pembentukan dan distribusi hormon tiroid. Seorang anak akan membakar terlalu banyak kalori apabila memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif. [1, 2, 3, 4]

Defisiensi Growth Hormone adalah gangguan pertumbuhan karena terganggunya hormon yang mengontrol pertumbuhan. Penyakit ini juga berpengaruh pada kinerja kelenjar pituitari yang bertugas dalam memproduksi hormon pertumbuhan. [1, 2, 3, 4]

Hipotiroidisme dapat menyebabkan pertumbuhan melambat karena kelenjar tiroid tidak cukup membuat hormon tiroid yang digunakan untuk menunjang pertumbuhan. Kadar hormon tiroid dapat diketahui dengan melakukan tes. [1, 3]

  • Intrauterine Growth Restriction

Faktor penghambat pertumbuhan tinggi badan ini disebabkan oleh perkembangan janin yang buruk selama dalam kandungan. [4]

  • Kelainan Genetik

Sindrom Turner, Down syndrome, dan achondroplasia merupakan kelainan genetik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sindrom Turner merupakan kondisi yang terjadi ketika salah satu dari kromosom X hilang sebagian atau seluruhnya. Sindrom ini menyebabkan perkembangan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat. [1]

Down Syndrome adalah fenomena ketika terdapat kromosom ke-21. Achondroplasia adalah penyakit tulang genetik yang menyebabkan lengan dan kaki menjadi pendek dan kepala anak menjadi lebih besar daripada umumnya. [4]

Kondisi lain yang dapat menyebabkan anak bertubuh pendek adalah dwarfisme, yakni tulang dan tulang rawan yang tidak tumbuh secara normal. Lengan dan kaki penderita juga nampak pendek sehingga tidak proporsional dengan bagian tubuh lainnya. Penyebab dwarfisme menyebabkan timbulnya emosi, pelecehan atau penelantaran anak.  [3, 5]

  • Pubertas Dini dan Pubertas Tertunda

Disebut pubertas dini karena tingkat pertumbuhan anak cepat di awal namun segera berhenti pada usia dini. Sedangkan pubertas tertunda adalah dimana perkembangan jauh lebih lambat dibanding orang seusianya. Pubertas tertunda disebut juga dengan Constitusional Growth Delay (CGD). [1, 3, 4, 5]

Anak-anak yang mengalami CGD dapat tumbuh dengan kecepatan normal namun tinggi badannya lebih pendek dari rata-rata. Kematangan pada anak-anak ini terjadi lebih lambat daripada orang lain yang seusia. [4, 5]

Remaja dengan CGD memiliki tulang yang terlihat lebih muda dari yang seharusnya. Memiliki berat lahir normal dan biasanya pertumbuhan melambat selama tahun pertama kehidupan. [4, 5]

Tingkat stres yang tinggi pada anak nyatanya dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan. [1]

  • Kekurangan Nutrisi

Kekurangan nutrisi seperti kalori dan protein dapat merupakan penyebab utama terhambatnya pertumbuhan tinggi badan anak yang bisa dikaitkan dengan faktor kemiskinan. [3, 5]

Sedangkan kekurangan nutrisi yang terjadi di negara maju kebanyakan disebabkan oleh diet ketat makanan dengan cara yang salah. Penggunaan obat-obatan tertentu pada ibu hamil bisa menjadi penyebab janin akan mengalami keterlambatan pertumbuhan setelah lahir. [3, 5]

Anak yang mengalami anemia khususnya anemia sel sabit akan beresiko mengalami keterlambatan pertumbuhan. [3, 5]

  • Menderita Penyakit Ginjal, Jantung dan Paru-paru

Seorang penderita kelainan gagal jantung mungkin tidak mampu makan dengan baik karena menghabiskan banyak tenaga untuk bernafas. Meski jarang terjadi namun gangguan ginjal dapat mempengaruhi pertambahan berat dan tinggi badan. [2, 4]

Apabila Anda merasa bahwa pertumbuhan tinggi badan anak mulai melambat sebaiknya anda segera pergi ke dokter anak.

Dokter mungkin akan merujuk ahli endokrinologi yang fokus terhadap masalah hormon untuk mengevaluasi lebih rinci terhadap kemungkinan penyebab pertumbuhan tinggi badan terhambat.

1. Holly McGurgan dan Karen Gill, M.D. Understanding Delayed Growth and How It’s Treated. Healthline Web; 2019.
2. Kadakkal radhakrishnan, MD. 10 Possible Reasons Why Your Child Isn’t Growing. Cleveland Clinic Web; 2020.
3. Mary L. Gavin, MD. Growth Problems. Kids Health Web; 2021.
4. Melinda Ratini, DO, MS. What to Know About Growth Disorders. WebMd; 2021.
5. Stephen Kemp, MD, PhD dan Melissa Conrad Stöppler, MD. Growth Failure in Children. Emedicine Health Web; 2020.

Share