Makanan, Minuman dan Herbal

Jamur Chaga: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Jamur chaga merupakan bahan yang dapat dikonsumsi. Manfaatnya bagi kesehatan antara lain mengandung banyak vitamin dan mineral seperti vitamin B, vitamin D, kalium, serat, zinc, zat besi, mangan, mangnesium,

Sekilas Tentang Jamur Chaga

Jamur chaga merupakan tbuh jamir yang sudah ada pada zaman dahulu. Jamur Chaga yang secara medis dikenal sebagai Inonotus obliquus adalah jamur yang tumbuh di pohon birch di iklim dingin.

Jamur Chaga memang telah digunakan selama lebih dari 500 tahun untuk berbagai keperluan pengobatan apapun dan dijadikan sebagai obat herbal. Jamur chaga termasuk tumbuh secara parasit pada birch dan pohon lainnya.

Jamur chaga mempunyai nama ilmiah Inonotus obliquus, yang umumnya dikenal sebagai chaga (Latinisasi dari kata Rusia чага), adalah jamur di keluarga Hymenochaetaceae. Jamur chaga ini biasanya paling sering ditemukan di Wilayah Circumboreal di Belahan Bumi Utara, di mana jamur itu tersebar di hutan birch [1,4].

Karaktersitik Tentang Jamur Chaga

Jamur chaga merupakan jamur yang mempunyai bentuk berbeda dengan jamur lainnya. Jamur tersebut mempunyai permukaan atas yang berwarna hitam dan resin.

Jamur chaga mempunyai ukuran yang tergantung pada ketebalan dan jenis pohon yang ditepati sebagai pertumbuhannya. Apabila jamur chaga tumbuh pada batang yang tipis, pertumbuhannya juga kecil.

Jamur Chaga

Sedangkan pada pohon yang lebih besar, ukuran jamur jaga bisa mencapai 40 cm. Jamur chaga juga mempunyai ketebalan pertumbuhan yang bervariasi mulai dari 10 hingga 20 cm.

Habitat dari jamur chaga ini adalah hutan gugur atau campuran yang tumbuh di zona iklim lembab atau agak lembab [1,4].

Kandungan Gizi Pada Jamur Chaga

Berikut ini kandungan gizi yang terdapat pada jamur chaga:

NamaJumlahUnit
Energi779kcal
Protein3.63g
Karbohidrat12.84g
Gula0.5g
Lemak1.13g
Serat57.22g
Sodium0.01g

Jamur chaga diketahui memiliki berbagai macam kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh. Salah satu kandungan gizi tersebut adalah serat yang berguna untuk mencega terjadinya sembelit atau susah BAB pada seseorang [1].

Kandungan Senyawa Pada Jamur Chaga

Jamur chaga ternyata juga mempunyai beberapa kandungan yang hampir sama dengan jenis jamur yang lainnya. Kandungan yang ada di dalamnya seperti beberapa vitamin dan mineral salah satunya vitamin D, vitamin B2, magnesium, fosfor, dan masih banyak lagi.

Selain itu jamur chaga ternyata juga memiliki sifat-sifat yang baik untuk membantu tubuh. Seperti halnya sifat antioksidan yang ternyata dimiliki oleh tumbuhan tersebut [2,3,4].

Jamur chaga baik untuk kesehatan tubuh sebagai meringankan berbagai penyakit karena terdapat berbagai kandungan yang berefek baik 

Manfaat Jamur Chaga Pada Kesehatan

Beberapa kandungan pada jamur chaga ternyata dapat memberikan efek baik bagi kesehatan tubuh. Sehingga manfaat yang didapatkan pada jamur tersebut dapat meringankan berbagai penyakit yang ada di tubuh.

Berikut di bawah ini beberapa manfaat yang diberikan oleh jamur chaga :

  • Anti kanker

Jamur chaga ternyata mempunyai peran yang dapat membantu untuk mencegah sel-sel kanker semakin berkembang. Menurut Memorial Sloan Cancer Centre, “Penelitian laboratorium dan hewan menunjukkan bahwa chaga dapat menghambat perkembangan kanker.

Di World Journal of Gastroenterology melihat efek jamur ini pada sel-sel hati manusia kanker. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ekstrak chaga mungkin dapat mencegah pertumbuhan sel kanker hati, menjadikannya pengobatan potensial untuk kanker di hati.

Penelitian tersebut memang sudah membuktikan bahwa ekstrak yang diambil dari jamur chaga ternyata baik untuk pencegahan kanker, terutama sel-sel kanker yang masih dini [4,5].

Jamur tersebut dapat mengatasi perkembangan sel-sel kanker agar tidak menyebar ke dalam tubuh 
  • Kaya Akan Nutrisi

Jamur chaga tidak kalah juga dengan jamur yang lainnya yang juga mengandung banyak nutrisi. Jamur Chaga kaya akan vitamin B, fenol, flavonoid, mineral dan enzim.

Senyawa tersebut adalah salah satu sumber asam panthothenic yang terpadat, dan vitamin yang membantu dalam proses pencernaan. Selain itu juga mengandung riboflavin dan niasin dalam jumlah yang cukup banyak pada jamur chaga ini.

Pada jamur chaga sendiri terdapat riboflavin yang merupakan salah satu senyawa yang dapat menjaga kesehatan dan pengelihatan mata agar tidak terkena penyakit rabun. Selain itu ada juga senyawa vitamin B yang berperan untuk asupan gizi bagi otak dimana dapat membuat kinerja otak lebih baik yaitu nasib [2,5].

Jamur chaga mempunyai berbagai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh yang sangat berefek khusus 
  • Antioksidan

Jamur chaga karena mempunyai banyak kandungan ternyata juga memiliki sifat antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sifat antioksidan yang dimiliki oleh jamur chaga baik untuk mencegah atau memperlambat kerusakan sel-sel tubuh yang diakibatkan oleh radikal bebas.

Kandungan senyawa tersebut yang mempunyai sifat sebagai antioksidan yaitu diantaranya fenolik dan sumber vitamin yang lainnya. Senyawa-senyawa tersebut masing-masing tentunya mempunyai beberapa peranan yang mencukupi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh [2,3,5].

Sifat antioksidan yang cukup dapat membuat tubuh terhindar dari efek radikal bebas
  • Pereda Stres

Jamur chaga juga mempunyai manfaat yang lainnya yaitu sebagai penenang atau mengurangi tingkat stres yang biasanya terjadi pada seseorang yang diakibatkan adanya gangguan otak karena sering beraktivitas dan kurangnya istirahat yang cukup. Pada jamur chaga di dalamnya terdapat nutrisi seperti vitamin B yang mampu untuk mengurangi stres atau sebagai penenang.

Vitamin B tersebut membantu kerja otak untuk menghasilkan keseimbangan bahan kimia, yang mendorong tubuh lebih cepat beradaptasi dengan berbagai suasana. Selain itu juga terdapat vitamin yang lainnya dan berguna sebagai obat alami untuk mengatasi stres [6,7]

Meredakan stres atau penenang dapat diatasi dengan mengonsumsi obat herbal dari jamur chaga secara teratur dan sesuai dosis yang dibutuhkan 
  • Melancarkan Pencernaan

Salah satu manfaat yang lainnya pada jamur chaga yaitu sebagai melancarkan pencernaan yang tersumbat sehingga susah untuk buang air besar. Di dalam jamur chaga tersebut terdapat kandungan senyawa yang cukup baik sebagai melancarkan pencernaan tersebut.

Kandungan yang terdapat di dalamnya yaitu adanya serat, senyawa tersebut memang sangta berperan penting khususnya bagian organ pencernaan. Kandungan serat tersebut dapat larut di dalam tubuh, sehingga dapat membuat feses menjadi lebih lunak.

Selain itu, serat juga dapat berguna dalam memberikan makanan bagi bakteri baik di dalam organ pencernaan [3,4].

Serat yang cukup untuk tubuh pada jamur chaga ternyata bisa dibuat untuk melancarkan saluran pencernaan 

Efek Samping Pada Jamur Chaga

Sebagai tanaman jamur tentunya khusus untuk jamur chaga juga mempunyai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh tubuh. Hal ini tentunya harus diperhatikan cara mengonsumsinya yang tepat dan benar.

Berikut di bawah ini efek samping dari jamur chaga untuk kesehatan :

Alergi terdahap obat herbal dari tumbuhan alami ternyata bisa juga didapatkan. Hal ini karena pada jamur tersebut terdapat kandungan senyawa yang tidak cocok pada tubuh saat dikonsumsinya.

Senyawa tersebut apabila terdapat di dalam tubuh dan tidak dicerna secara keseluruhan dapat mengakibatkan alergi seperti adanya gangguan pada kesehatan, seperti gatal-gatal, ruam merah, atau mual-mual. Sehingga mengalami kondisi tersebut, maka segeralah untuk menyudahi mengonsumsi obat herbal tersebut dan akan lebih baik untuk mengkonsultasikannya kepada dokter terlebih dahulu [1,2].

  • Ibu Hamil dan Menyusui

Jamur chaga dalam kondisi apapun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui. Pada obat herbal tentunya mempunyai kandungan senyawa yang memiliki dosis yang tidak diproposikan secara detail, sehingga memungkinkan untuk membahayakan bagi janin.

Kandungan yang ada di dalam jamur chaga itu sangat perlu diperhatikan terutama ibu hamil atau menyusui, maka alangkah lebih baik jika ingin mengonsumsinya berkonsultasikan kepada dokter untuk info lebih lanjut. Senyawa yang aktif tersebut memang sangat tidak disarankan untuk janin yang masih berumur sangat mudah [1,2].

Efek samping pada jamur chaga juga bisa dapatterjadi apabila dikonsumsi secara berlebihan 

Tips Penggunaan Pada Jamur Chaga

Mengonsumsi jamur chaga ternyata bisa juga dilakukan untuk mendapatkan efek baiknya. Cara yang harus dilakukan cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Berikut tips penggunaan dari jamur chaga sebagai minuman obat herbal :

  • Teh

Pembuatan teh dari jamur chaga ternyata bisa dilakukan sebagai penggunaan untuk jamur tersebut. Cara yang dilakukan cukup mudah, dengan menyiapkan beberapa bagian jamur chaga yang baik dan terlihat bagus atau juga boleh memakai jamur chaga yang sudah di haluskan menjadi bubuk.

Masukkan bagian tersebut ke dalam gelas secukupnya saja. Lalu siapkan air yang sudah dipanaskan terlebih dahulu agar nantinya mudah menyerap atau menyatu. Tuangkan air panas itu ke dalam gelas yang sudah terisikan dengan bahan-bahan jamur chaga, tunggu hingga beberapa menit hingga semuanya tercampur.

Setelah beberapa menit larutan sudah mulai larut atau tercampur maka saringlah air teh tersebut menggunakan saringan. Hal ini bertujuan untuk memisahkan antara air dan ampasnya. Teh jamur chaga sudah siap untuk dikonsumsi dan boleh juga untuk ditambahkan rasa pemanis atau air panas lagi supaya enak rasanya saat diminum [8].

  • Dijadikan Sebagai Kopi

Jamur chaga juga bisa dikonsumsi dengan mencampurkannya ke dalam kopi bubuk. Jamur tersebut rasanya enak dan memberi mereka energi yang lebih seimbang. Hal yang diperlukan tentunya menyiapkan bubuk jamur chaga yang seperti kopi.

Masukkan bubuk jamur chaga itu sebanyak 1 sendok makan ke dalam wadah gelas. Tuangkan air panas yang sudah benar-benar mendidih ke dalam wadah gelas secukupnya juga. Diamkan selama 3 menit hingga semuanya terlarut dengan merata.

Setelah dirasa cukup larut maka saringlah menggunakan saringan supaya benar-benar terpisahkan dari ampas yang berukuran kecil-kecil. Tuangkan secara perlahan lahan agar air kopi jamurnya tidak terlalu tumpah banyak. Aduk-aduk kopi jamur itu secara merata dan boleh ditambahkan rasa pemanis sesuai dengan selera.

Kopi jamur chagapun sudah siap untuk dikonsumsi dalam keadaan masih hangat dan sangat membrikan tubuh lebih berenergi [8].

Penggunaan yang baik dan benar harus dilakukan supaya dapat dikonsumsi secara baik oleh tubuh

Tips Penyimpanan Pada Jamur Chaga

Jamur chaga apabila ingin dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama juga bisa dilakukan akan tetapi perlu melakukan tata cara simpan yang tepat. Sehingga perlu adanya tips penyimpanan yang baik untuk jamur chaga tersebut.

Simpan Dalam Kondisi Bubuk

Simpan dengan bentuk bubuk untuk jamur chaga bisa dilakukan, asalkan harus tepat dan benar. Cara yang dilakukan cukup mudah sekali, siapkan beberapa jamur chaga yang dipilih masih dalam kondisi baik dan segar.

Setelah itu cuci bersih dengan menggunakan air yang mengalir secara perlahan. Lalu potong-potong atau patah-patahkan jamur itu supaya mudah dengan cepat mengering.

Angin-anginkan dan letakkan dalam wadah yang lebar seperti tempeh. Taruhlah secara merata pada wadah itu untuk jamur chaga, dan letakkan di bawah sinar matahari.

Keringkan kurang lebih selama 2-5 hari sampai benar-benar mengering. Selanjutnya hasil keringan itu haluskan boleh menggunakan alat penghalus atau ditumbuk juga boleh.

Setelah halus maka simpanlah ke dalam wadah seperti toples atau boleh juga dimasukkan ke dalam kapsul-kapsul apabila ingin dikonsumsi di telan saja [8].

Kondisi bubuk untuk jamur chaga sangat baik sebagai proses penyimpanan dalam jangka waktu yang lama 

1. Anonym. Inonotus Obliquus (chaga). Maya World Trading; 2017.
2. Kingsley Duru., Elena G Kovaleva., Irina G Danilova., and Pieter van der Bijl. The pharmacological potential and possible molecular mechanisms of action of Inonotus obliquus from preclinical studies. 33(8): 1-15. Phytotherapy Research; 2019.
3. Alexander Hackathorn., Evan Boisvert., Katherine Masterjohn., and Holly Bellizzi. Ethanol extracts from the mushroom Inonotus obliquus (Chaga) alter melanoma cell viability and morphology. 85(1). BIOS journal; 2013.
4. Mikhail E. Balandaykin., and Ivan V. Zmitrovich. Review on Chaga Medicinal Mushroom, Inonotus obliquus (Higher Basidiomycetes): Realm of Medicinal Applications and Approaches on Estimating its Resource Potential. 17(2):95-104. International Journal of Medicinal Mushrooms; 2015.
5. JUSTYNA STANISZEWSKA., MARCIN SZYMAŃSKI., and EWA IGNATOWICZ. Antitumor and immunomodulatory activity of Inonotus obliquus. 63(2): 48-58. Herba Pol; 2017.
6. Yong Cuia., Dong-Seok Kima,b., and Kyoung-Chan Parka. Antioxidant effect of Inonotus obliquus. 96: 79–85. Journal of Ethnopharmacology; 2005.
7. Amarjeet Kaur. Biological Functions of Vitamin B complex and effects on human health in both excess and deficiency levels. 3(11); 40-47. PharmaTutor; 2015.
8. Siva Krishnan. Traditional Herbal Medicines - A Review. Volume 5, Issue 4. International Journal of Research and Analytical Reviews; 2018

Share