Penyakit & Kelainan

6 Penyebab Kepala Sakit Tengah Malam

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sakit kepala adalah jenis gangguan kesehatan yang umum namun juga cukup mengganggu.

Walau tergolong ringan, terkadang sakit kepala bisa berkembang cukup parah sehingga membuat penderitanya terhambat melakukan berbagai aktivitas.

Sakit kepala pada beberapa orang dapat terjadi tengah malam sehingga tidur akan terganggu.

Banyak orang tidak terlalu memedulikan sakit kepala dan menyepelekannya.

Masalahnya, sakit kepala berisiko menjadi lebih buruk dan didasari oleh kondisi yang serius.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kepala sakit tengah malam untuk diwaspadai.

1. Epilepsi Nokturnal

Kepala sakit tengah malam dan disertai dengan kondisi kejang biasanya disebabkan oleh epilepsi nokturnal [1,2].

Jika epilepsi dikenal sebagai jenis gangguan saraf yang membuat tubuhnya kehilangan kendali dalam bentuk kejang berulang (bisa terjadi pada sebagian tubuh saja maupun seluruh tubuh) [1,2].

Kejang terjadi sebagai akibat dari adanya aktivitas listrik otak yang terganggu [1,2].

Sementara itu, epilepsi nokturnal adalah salah satu jenis epilepsi yang terjadi pada saat penderita sedang tidur [1,2].

Epilepsi nokturnal umumnya terjadi pada malam hari, khususnya saat penderita tidur sehingga otomatis membangunkannya karena kejang tiba-tiba [1,2].

Setelah timbul tiba-tiba, gejala epilepsi nokturnal dapat hilang dengan sendirinya [1,2].

Namun masalahnya, kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami sulit bernafas, halusinasi, kesemutan, hingga vertigo dan nyeri kepala lainnya [3,4].

Walau bukan kasus yang sering dijumpai, epilepsi nokturnal tetap perlu diwaspadai sebagai penyebab kepala sakit tengah malam, terutama jika terjadi pada anak dan remaja [3].

2. Sakit Kepala Hipnik (Hypnic Headache)

Terbangun tengah malam karena sakit kepala juga bisa disebabkan oleh kondisi sakit kepala hipnik [5].

Sakit kepala hipnik atau hypnic headache merupakan jenis sakit kepala yang jarang dijumpai [5].

Sakit kepala jenis ini pun bisa saja terjadi berulang sampai beberapa hari atau bahkan seminggu, terutama ketika seseorang sudah terlelap [5,6].

Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit kepala hipnik daripada pria, khususnya jika sudah mencapai usia 50 tahun [5].

Belum diketahui jelas hingga kini faktor penyebab utama terjadinya sakit kepala hipnik, namun banyak teori menyatakan bahwa sakit kepala ini bersifat primer (tidak dipengaruhi oleh penyakit lain) [5].

Berikut ini adalah gejala yang umumnya terjadi saat seseorang mengalami sakit kepala hipnik [5,6] :

  • Denyutan atau nyeri di kepala akan menyebar sehingga dirasakan pada dua sisi kepala.
  • Denyutan nyeri dapat terjadi selama 15 menit sampai dengan 180 menit dalam sekali terjadi; bahkan ada pula yang sampai berjam-jam.
  • Denyutan nyeri dapat terasa ringan hingga berat.
  • Sakit kepala timbul di waktu yang sama (sekitar jam 1 hingga 3 pagi) jika berulang sampai beberapa hari.
  • Sakit kepala berpotensi dialami penderita setiap hari atau 10 kali dalam 1 bulan.
  • Peningkatan sensitivitas terhadap suara maupun cahaya.
  • Beberapa penderita juga turut merasakan mual.

Sakit kepala hipnik pada sebagian penderita terasa seperti pusing tiba-tiba karena kaget mendengar alarm [6].

3. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala berulang yang timbul tiba-tiba, khususnya menyerang area mata dan hanya dirasakan di satu sisi kepala [7,8,9].

Meski siapa saja bisa mengalaminya, penyakit ini lebih berisiko terjadi pada pria dengan usia sekitar 30-40 tahun dengan nyeri yang mudah menyebar ke dahi, wajah, leher, belakang kepala, atas kepala, dan rahang [7,8,9].

Durasi terjadinya sakit kepala adalah sekitar 15 menit hingga 3 jam dengan waktu paling sering terjadi sebelum tidur maupun tengah malam [7,8,9].

Gejala lain yang umumnya menyertai nyeri kepala adalah gejala mirip pilek, pembengkakan di area mata, serta mata merah [7,8].

4. Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)

Sakit kepala tegang juga dapat menjadi kondisi yang mendasari kepala sakit tengah malam [8,10].

Jenis sakit kepala ini biasanya terjadi dalam bentuk rasa nyeri dan tegang pada bagian dahi, leher, dan belakang kepala dengan banyak kondisi yang berkemungkinan menyebabkannya [8,10,11].

Rasa sakit di kepala karena kondisi ini bisa muncul sesekali maupun berulang (sepanjang hari maupun di hari-hari berikutnya) [8,10,11].

Jika terjadi pada tengah malam, hal ini dapat menyebabkan penderitanya sulit tidur [8,10].

Beberapa gejala lain ini dapat menyertai dan menunjukkan bahwa sakit kepala tegang sedang terjadi [8,10] :

  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara meningkat.
  • Tubuh terasa cepat lelah.
  • Daya konsentrasi menurun
  • Kekakuan dirasakan di punggung atas dan leher
  • Gampang marah

Bila gejala terus berulang semakin sering dan mengganggu kualitas tidur, sudah saatnya memeriksakan diri ke dokter.

5. Migrain

Kepala sakit tengah malam dapat pula didasari oleh faktor migrain (sakit kepala sebelah) [12].

Ketika migrain tiba-tiba timbul pada saat tidur atau di tengah malam, hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh stres, kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur (bruxisme), atau menatap layar gadget terlalu berlebihan [13].

Jenis sakit kepala ini menimbulkan nyeri di satu sisi kepala yang disertai dengan peningkatan sensitivitas terhadap suara maupun cahaya [12].

6. Tumor Otak

Kemungkinan paling serius menjadi penyebab kepala sakit dan memburuk di tengah malam adalah adanya tumor otak [14].

Walau penderita tumor otak tidak selalu mengalami sakit kepala di malam hari, sakit kepala terkait tumor di otak cenderung terjadi secara konstan dan lebih buruk pada malam hari [13].

Beberapa penderita akan merasakan rasa sakit kepala berdenyut, namun sebagian lainnya dapat mengalami sensasi nyeri tajam seperti ditusuk-tusuk [13].

Untuk mengetahui penyebab kepala sakit tengah malam, segera ke dokter untuk identifikasi kondisi dan memperoleh penanganan tepat.

1. Johns Hopkins Medicine. Nocturnal Seizures. Johns Hopkins Medicine; 2023.
2. Aatif M Husain & Saurabh R Sinha. Nocturnal epilepsy in adults. Journal of Clinical Neurophysiology; 2011.
3. B S Kasper 1, E M Kasper, E Pauli, & H Stefan. Phenomenology of hallucinations, illusions, and delusions as part of seizure semiology. Epilepsy & Behavior; 2010.
4. Centers for Disease Control and Prevention. Sudden Unexpected Death in Epilepsy (SUDEP). Centers for Disease Control and Prevention; 2020.
5. Yasir Al Khalili & Pooja Chopra. Hypnic Headache. National Center for Biotechnology Information; 2022.
6. American Migraine Foundation. Hypnic Headache. American Migraine Foundation; 2017.
7. Sharon A. Kandel & Pujyitha Mandiga. Cluster Headache. National Center for Biotechnology Information; 2022.
8. Alana Biggers, M.D., MPH & Beth Sissons. What to know about headaches at night. Medical News Today; 2019.
9. Dr. James R. Weintraub. Cluster Headache and Sleep. Michigan Headache & Neurological Institute; 2023.
10. K. Aleisha Fetters. 4 Reasons to Treat Your Headaches at Night. Excedrin; 2023.
11. Nihir Shah & Sajid Hameed. Muscle Contraction Tension Headache. National Center for Biotechnology Information; 2022.
12. Mark Gurarie & Brigid Dwyer, MD. What to Do If You Get Headaches at Night. Verywell Health; 2023.
13. Munroe Falls Family Dentistry. Headache Causes: Can Teeth Grinding and Clenching Be to Blame?. Munroe Falls Family Dentistry; 2023.
14. Lindsay Lipinski MD, FAANS, FACS. What do brain tumor headaches feel like?. Roswell Park Comprehensive Cancer Center; 2023.

Share