Migrain: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Migrain?

Migrain adalah kondisi medis yang ditandai dengan sakit kepala hebat  atau sensasi berdenyut, serta gejala lainnya. [1, 2, 3, 4, 5]

Serangan migrain dapat berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. [1] Migrain juga dapat muncul pada anak-anak. [2]

Fakta Migrain   

Di bawah ini ada beberapa fakta seputar migrain yang harus Anda ketahui diantaranya yaitu: [1, 2]

  • Wanita lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan pria. 
  • Selain sakit kepala seseorang yang menderita migrain juga dapat mengalami mual, muntah, kesulitan berbicara, mati rasa atau kesemutan, dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
  • Pengobatan dapat membantu mencegah beberapa migrain dan mengurangi rasa nyeri.

Jenis-jenis Migrain

Jenis migrain ada banyak, namun yang paling umum ada dua yaitu migrain tanpa aura dan migrain dengan aura. Tidak sedikit penderita migrain yang memiliki lebih dari satu jenis migrain. [2]

  • Migrain Tanpa Aura

Jenis migrain ini dulunya disebut migren biasa. Sesuai dengan namanya, sebagian besar penderita migrain ini tidak mengalami aura. [2]

Ciri-ciri migrain tanpa aura diantaranya adalah serangan sakit kepala yang berlangsung 4 hingga 72 jam jika tidak diobati atau jika pengobatan tidak berhasil, nyeri berdenyut, mual, sensitif terhadap cahaya dan lain-lain. [2]

  • Migrain dengan Aura

Jenis migrain ini juga disebut sebagai migrain klasik, migrain rumit, dan migrain hemiplegik. Migrain dengan aura terjadi pada sekitar 25 persen orang yang mengalami migrain. [2]

Ciri-ciri migrain ini diantaranya adalah penglihatan terganggu, masalah sensorik pada tubuh, wajah, atau lidah, seperti mati rasa, kesemutan, atau pusing dan lain-lain.

Gejala migrain aura biasanya muncul sebelum sakit kepala dimulai, tetapi dapat berlanjut setelah sakit kepala dimulai. Aura juga bisa muncul bersamaan dengan sakit kepala. [2]

  • Migrain Kronis

Migrain kronis seringkali disebut sebagai sakit kepala kombinasi atau campuran karena dapat memiliki gejala sakit kepala dan migrain. Kadang migrain jenis ini juga disebut migrain parah dan bisa disebabkan oleh penggunaan obat yang berlebihan. [2]

Orang yang mengalami migrain ini mengalami sakit kepala migrain lebih dari 15 hari sebulan selama 3 bulan atau lebih. [2]

  • Migrain Akut

Migrain akut adalah istilah umum yang digunakan untuk migrain yang tidak didiagnosis sebagai kronis. Orang yang mengalami migrain ini mengalami sakit kepala hingga 14 hari sebulan. [2]

  • Migrain Vestibular

Migrain vestibular juga dikenal sebagai vertigo terkait migrain. Migrain ini dapat membuat keseimbangan terganggu, menyebabkan pusing, atau keduanya. [2]

  • Migrain Optik

Migrain optik juga dikenal sebagai migrain mata, migrain monokuler, dan migrain retinal. Migrain optik  adalah migrain dengan aura yang lebih jarang, tetapi tidak seperti aura visual lainnya, migrain ini hanya mempengaruhi satu mata. [2]

  • Migrain Kompleks

Migrain kompleks adalah migrain dengan aura yang memiliki gejala yang mirip dengan gejala stroke seperti: kelemahan otot, kesulitan berbicara dan hilangnya penglihatan. [2]

  • Migrain Menstruasi

Merupakan migrain yang terkait dengan menstruasi. Migrain ini bisa terjadi dengan atau tanpa aura. [2]

  • Migrain Acephalgic atau Migrain Tanpa Sakit Kepala

Migrain acephalgic dapat disebut juga dengan migrain tanpa sakit kepala, aura tanpa sakit kepala, silent migrain, dan migrain visual tanpa sakit kepala. Migrain acephalgic terjadi ketika seseorang memiliki aura, tetapi tidak mengalami sakit kepala. [2]

  • Migrain Hormonal

Migrain hormonal juga dikenal sebagai migrain menstruasi dan sakit kepala penarikan estrogen eksogen, migrain hormon berhubungan dengan hormon wanita, biasanya estrogen. [2]

Gejala-gejala Migrain 

Gejala migrain cenderung muncul secara bertahap: [3]

  • Sebelum sakit kepala: Gejala fisik dan sensorik, seperti aura.
  • Selama sakit kepala:  Selain sakit kepala berdenyut atau berdenyut ringan hingga parah, gejalanya lainnya yaitu mual, muntah, dan hidung tersumbat.
  • Tahap penyelesaian: Lelah dan mudah tersinggung

Gejala lainnya adalah: [3]

  • Sakit kepala yang semakin parah selama aktivitas fisik.
  • Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas rutin karena rasa sakit.
  • Kepekaan yang meningkat terhadap cahaya dan suara di ruangan yang gelap.
  • Berkeringat, perubahan suhu, sakit perut, dan diare.

Penyebab Migrain

Penyebab migrain belum dapat diketahui secara pasti tetapi peneliti telah menemukan ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu migrain di antaranya yaitu: [1]

  • Perubahan hormon pada wanita.
  • Minuman, termasuk alkohol, terutama anggur, dan terlalu banyak kafein, seperti kopi.
  • Stres atau tertekan.
  • Rangsangan sensorik, termasuk cahaya terang dan sinar matahari, dan bau yang menyengat.
  • Kurang tidur, terlalu banyak tidur atau jet lag.
  • Faktor fisik, seperti tenaga yang intens dikeluarkan.
  • Perubahan cuaca atau tekanan barometrik.
  • Obat-obatan,termasuk obat kontrasepsi oral dan vasodilator, seperti nitrogliserin, dapat memperburuk migrain.
  • Makanan, seperti keju yang sudah tua, asin, dan makanan olahan.
  • Zat Aditif makanan, termasuk aspartam pemanis dan pengawet monosodium glutamat (MSG), yang ditemukan di banyak makanan.

Faktor-faktor Risiko

Beberapa faktor yang membuat Anda lebih rentan mengalami migrain, di antaranya: [1, 6]

  • Riwayat keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita migrain, maka Anda akan berisiko untuk memilikinya juga. [1]

  • Usia

Migrain muncul pada usia berapa pun, meskipun yang pertama sering terjadi selama masa remaja. Migrain cenderung memuncak selama usia 30-an, dan secara bertahap menjadi tidak terlalu parah dan jarang muncul kembali. [1]

  • Seks

Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain. Hal ini dikarenakan hormon seks termasuk esterogen yang tinggi dalam tubuh wanita membuatnya lebih mungkin mengalami migrain. [1, 6]

  • Perubahan Hormon

Bagi wanita yang mengalami migrain, sakit kepala biasanya muncul tepat sebelum atau segera setelah menstruasi. Migrain juga dapat terjadi selama kehamilan atau menopause dan umumnya membaik setelah menopause. [1]

Kapan Anda harus menghubungi dokter Anda?

Jika Anda secara teratur mengalami tanda dan gejala migrain, catatlah serangan tersebut dan bagaimana cara Anda mengobatinya. Kemudian konsultasikanlah masalah tersebut pada dokter Anda. [1]

Meskipun Anda memiliki riwayat sakit kepala, temui dokter Anda jika polanya berubah atau sakit kepala Anda tiba-tiba terasa berbeda.

Temui dokter Anda segera atau pergi ke ruang gawat darurat jika Anda memiliki salah satu dari tanda dan gejala berikut: [1]

  • Sakit kepala yang parah dan tiba-tiba.
  • Sakit kepala disertai demam, leher kaku, kebingungan mental, kejang, penglihatan ganda, lemas, mati rasa atau kesulitan berbicara.
  • Sakit kepala setelah cedera kepala, terutama jika sakit kepala semakin parah.
  • Sakit kepala kronis yang lebih buruk setelah batuk, aktivitas, tegang atau gerakan tiba-tiba.
  • Sakit kepala baru muncul setelah usia 50 tahun.

Komplikasi Migrain

Ada beberapa komplikasi migrain diantaranya adalah: [4]

  • Status Migrainosus

Serangan migrain parah yang berlangsung selama lebih dari 3 hari.

  • Infark Migrain

Komplikasi langka yang kebanyakan terjadi pada wanita yang lebih muda. Ditandai oleh gejala migrain dengan aura, serangkaian sensasi yang tidak biasa seperti kilatan cahaya, penglihatan kabur, dan kesemutan tangan atau wajah. [4]

  • Aura Persisten Tanpa Infark

Migrain dengan aura yang berlangsung selama lebih dari seminggu setelah serangan.

  • Kejang yang Dipicu Migrain

Kondisi ini terlihat seperti serangan epilepsi. Terjadi selama atau segera setelah migrain dengan aura. [4]

Migrain dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya seperti: [4]

  • Depresi dan kecemasan.
  • Vertigo (kondisi ketika seseorng mengalami pusing dan terasa sedang berputar).
  • Sulit tidur.
  • Sindrom serotonin (kondisi ketika kadar serotonin dalam tubuh terlalu banyak).
  • Masalah perut.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala rebound.

Diagnosis Migrain

Jika Anda menderita migrain atau memiliki keluarga dengan riwayat migrain, dokter ahli saraf kemungkinan akan mendiagnosis migrain berdasarkan riwayat kesehatan menyeluruh, gejala, dan pemeriksaan fisik dan neurologis Anda. [1]

Jika sakit kepala yang Anda alami bukanlah sakit kepala biasa, kompleks atau tiba-tiba menjadi parah, maka perlu dilakukan tes untuk menyingkirkan kemukinan penyebab lain dari nyeri Anda seperti: [1]

  • MRI. Pencitraan MRI menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk memperoleh gambar rinci otak dan pembuluh darah. Dengan begitu, dokter dapat mendiagnosis tumor, stroke, pendarahan di otak, infeksi, dan kondisi otak dan sistem saraf (neurologis) lainnya.
  • CT scan. CT scan menggunakan sinar-X untuk memperoleh gambar rinci penampang otak. Dengan begitu, dokter dapat mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, pendarahan di otak, dan kemungkinan masalah medis lainnya yang mungkin menyebabkan migrain.

Pengobatan Migrain 

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan Migrain, tetapi pengobatan dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan serangan serta membantu meredakan gejala. [3]

Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi meredakan migrain meliputi: [1]

  • Tidur yang cukup.
  • Kurangi stres.
  • Minum lebih banyak air.
  • Menghindari makanan tertentu.
  • latihan fisik atau olahraga secara teratur.

Jika perubahan ini tidak meredakan keparahan atau frekuensi migrain Anda, dokter dapat menyarankan Anda untuk melaksanakan pengobatan lain.

Obat-obatan

Obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan jenis obat lain sering kali dapat membantu mengobati migrain. Minum obat segera setelah gejala migrain muncul dapat membantu mencegah gejala menjadi parah.

Obat pereda nyeri yang dapat membantu termasuk: [1, 3]

Obat lainnya termasuk: [3]

  • Triptan, seperti sumatriptan, untuk membantu menghalangi jalur nyeri di otak yang menyebabkan migrain.
  • Antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah.
  • Gepants yang menghalangi faktor inflamasi cgrp.
  • Lasmiditan untuk migrain dengan atau tanpa aura.

Sakit kepala dapat timbul kembali, meski sering mengkonsumsi obat sakit kepala.

Pengobatan di Rumah

Beberapa pengobatan rumahan yang dapat membantu meringankan gejala migrain diantaranya: [3]

  • Kompres dingin fleksibel, topi, atau masker untuk meredakan sakit kepala.
  • Pergi ke ruangan yang tenang dan gelap.
  • Tidur bila perlu.

Beberapa suplemen diketahui bisa meredakan migrain, meskipun belum ada bukti kuat mengenai hal ini. Suplemen tersebut diantaranya: [3]

Pengobatan non obat lainnya mungkin dapat termasuk akupunktur dan latihan leher atau terapi fisik. Pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan salah satu perawatan ini. [3]

Cara Mencegah Migrain  

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah terjadinya migrain: [2]

  • Kenali apa yang memicu migrain Anda dan hindari hal-hal itu.
  • Jaga asupan cairan. Untuk pria minumlah sekitar 13 gelas air per hari dan wanita minumlah 9 gelas air per hari.
  • Hindari melewatkan waktu makan Anda.
  • Jaga kualitas tidur yang baik. Tidur malam yang nyenyak penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Berhenti merokok.
  • Kurangi stress.
  • Pelajari keterampilan relaksasi.
  • Berolahragalah secara teratur. Olahraga tidak hanya dapat mengurangi stres tetapi juga menurunkan berat badan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment