Penyakit & Kelainan

Penyebab Sakit Kepala Disertai Telinga Berdenging

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di bagian kepala terasa berdenyut atau seperti terlilit kencang oleh tali dan bisa muncul secara mendadak atau bertahap. Nyeri yang muncul bisa terjadi di salah satu sisi kepala atau di seluruh bagian kepala [1].

Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa perilaku sehari-hari yang kurang tepat, seperti kurang tidur, telat makan, dan lain sebagainya. Selain itu juga dapat dipicu oleh beberapa penyakit lain seperti salah satunya infeksi telinga yang akhirnya menyebabkan sakit kepala disertai telinga berdenging [1].

Penyebab Sakit Kepala Disertai Telinga Berdenging

Sakit kepala disertai telinga berdenging atau dalam bahasa medisnya disebut tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Tinnitus adalah sensasi telinga berdenging pada satu sisi telinga maupun kedua telinga yang bisa berlangsung dalam waktu singkat atau dalam waktu yang lama, berikut beberapa hal penyebabnya: [2]

  • Infeksi Telinga

Infeksi telinga dapat terjadi ketika bakteri atau virus menginfeksi bagian tengah dari telinga atau tepat sebelum gendang telinga. Infeksi telinga terasa nyeri disebabkan karena peradangan dan terkumpulnya cairan di telinga tengah [2].

Migrain ditandai dengan sakit kepala yang terasa berdenyut di salah satu sisi kepala. Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari [2].

Sakit kepala yang dirasakan adalah nyeri berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat, yang semakin terasa ketika bergerak, melihat cahaya terang atau mendengar suara bising [2].

Sakit kepala tegang adalah salah satu jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri dan ketegangan di dahi atau di belakang kepala dan leher. Hal tersebut sering digambarkan seperti ada tali yang mengikat kuat di kepala [2].

  • Gangguan Pembuluh Darah atau Persarafan di Otak

Sistem saraf adalah jaringan di dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi penting, salah satunya yakni fungsi tubuh seperti pertumbuhan dan perkembangan otak, sensasi atau persepsi, emosi, keseimbangan, koordinasi serta pernapasan dan detak jantung. Jika ketika kondisi sistem saraf mengalami gangguan, maka dapat mengganggu fungsi tubuh [2].

Tinnitus sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain, seperti gangguan organ dalam telinga, pembuluh darah, atau efek samping dari penggunaan obat. Maka dari itu perlu diketahui penyebab lainnya secara pasti [2].

Tinnitus perlu diketahui penyebab lainnya, dikarenakan ada kemungkinan mengarah pada penyakit meniere. Penyakit Meniere adalah gangguan pendengaran yang umumnya disebabkan kelebihan cairan di dalam telinga, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan infeksi virus seperti meningitis [3,4].

Salah satu gejala penyakit meniere adalah telinga berdenging atau tinnitus, biasanya penderita akan merasakan tekanan pada telinga sehingga kemampuan pendengaran dapat datang dan pergi sebelum akhirnya kehilangan kemampuan pendengaran sepenuhnya. Selain itu juga, gejala lainnya yakni kepala terasa pusing berputar yang muncul dan hilang secara mendadak [3,4].

Cara Mencegah dan Menangani Sakit Kepala Disertai Telinga Berdenging

Sakit kepala disertai telinga berdenging dapat dicegah dengan cara melakukan pola hidup sehat yakni dengan cara mengelola stress, makan makanan sehat dan bergizi tepat waktu, minum air putih minimal 2 liter per hari, tidur dan istirahat yang cukup, olahraga teratur sesuai dengan kemampuan, berhenti merokok, dan tidak minum minuman keras [3,4].

Jika tetap merasakan sakit kepala disertai telinga berdenging setelah mengubah pola hidup sehat, maka tindakan berikutnya dapat memeriksakannya lebih lanjut ke dokter spesialis neurologi atau dokter saraf untuk segera mendapatkan pemeriksaan, meliputi pemeriksaan fisik, tes darah, CT scan kepala, dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari timbulnya kondisi ini, sehingga dapat segera mendapatkan penanganan lebih lanjut [4].

Ketika kondisi ini menyerang dapat ditangani dengan cara minum obat pereda rasa sakit, misalnya ibu profen apabila tidak terdapat kontraindikasi pada tubuh, tidur dan istirahat di tempat gelap, dan perbanyak minum air putih [3].

Sakit Kepala Disertai Telinga Berdenging Rentan Dialami Oleh Siapa Saja

Sakit kepala disertai gangguan telinga ini terjadi pada siapa saja, dan paling banyak terjadi pada orang yang berusia 20-60 tahun. Penyakit ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan endolimfa di telinga bagian dalam [3,4].

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami kondisi ini selain rentan usia 20-60 tahun yakni beberapa diantaranya adalah menderita penyakit autoimun, memiliki riwayat meniere dalam keluarga, menderita infeksi, mengalami cedera kepala, menderita keseimbangan hormon, mengalami migrain, maupun memiliki alergi terhadap makanan [3,4].

Jika sedang mengalami gejala sakit kepala disertai telinga berdenging atau kehilangan pendengaran segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan diagnosis dan pencegahan terjadinya komplikasi [3,4].

1. G.D. Gale; Daapm. Cervicogenic Headache: A Common Cause of Chronic Daily Headache. 41(2):207-208. Headache: The Journal of Head and Face. 2001
2. Kennedy, Veronica. Causes of Tinnitus and approaches to treatment. 21(12):650-654. Practice Nursing. 2010
3. Van Esch, Babette F., Van Benthem, Peter Paul G., Van der Zaag-Loonen, Hester J., and Bruintjes, Tjasse, D. Two Common Second Causes of Dizziness in Patients with Meniere's Disease. 37(10):1620-1634. Otology & Neutorology. 2016
4. Loader, B., Beicht, D., Hamzavi, J-S., Franz, P. Tenotomy of The Middle Ear Muscles Causes a Dramatic Reduction in Vertigo Attacks and Improves Audiological Function in Definite Meniere's Diseas. 132(5):491-497. Acta Oto-Laryngologica. 2011

Share