Penyakit & Kelainan

Tinea Barbae: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Tinea barbae adalah istilah medis untjk infeksi jamur pada area kumis atau janggut. Tinea barbae biasanya berbentuk area kulit yang berwarna merah dan berbenjol-benjol, dengan pustul dan krusta kering

Apa itu Tinea Barbae?

Tinea barbae adalah infeksi jamur (dikenal juga sebagai kurap) pada area berjanggut di wajah dan leher, yang disertai dengan pembengkakan dan pengerasan kulit, juga rasa gatal. [5, 6]

Tinea barbae adalah infeksi dermatofita superfisial yang terbatas pada area berjanggut di wajah dan leher, dan biasanya menyerang remaja pria dan orang dewasa. [3]

Hal itu disebabkan karena rambut yang tumbuh di wajah baru muncul setelah seorang laki-laki mengalami pubertas. [3]

Tinea barbae termasuk penyakit kulit yang jarang terjadi karena sebagian besar infeksi kulit di area jenggot disebabkan oleh bakteri, bukan jamur. [4]

Tinea barbae lebih mudah ditemui di daerah yang bersuhu hangat dan udara yang lembab. [2]

Gejala Tinea Barbae

Area yang umumnya menjadi lokasi infeksi Tinea Barbae adalah: [1]

  • Dagu
  • Pipi
  • Leher
  • Bibir atas

Tinea Barbae dapat menyerang permukaan luar atau bagian dalam kulit yang menahan batang rambut (folikel rambut). [1]

Jika infeksinya cukup dangkal, tinea barbae terlihat seperti bercak bersisik merah muda hingga merah, dengan ukuran mulai dari 1 hingga 5 cm. [1]

Selain itu, benjolan kecil berisi nanah (pustula) juga dapat terlihat di sekitar folikel rambut di kulit yang terkena tinea barbea. [1]

Bila tinea barbae berada cukup dalam (dari permukaan kulit), bisa muncul nodul merah yang ditutupi dengan pustula atau koreng yang mengeluarkan darah dan nanah. [1]

Tinea barbae biasanya terasa gatal. Kadang-kadang penyakit ini dapat menimbulkan gejala demam dan pembengkakan kelenjar getah bening. [1]

Penyebab Tinea Barbae

Tinea barbae disebabkan oleh jamur keratinofilik (dermatofit) yang menyebabkan terjadinya sebagian besar infeksi kulit jamur superfisial. [3]

Dermatofit tersebut menginfeksi stratum korneum dari epidermis, rambut, dan kuku. Beberapa enzim, termasuk keratinase, dilepaskan oleh dermatofita, yang membantunya menyerang epidermis (kulit bagian luar). [3]

Mekanisme yang menyebabkan tinea barbae mirip dengan tinea capitis. Pada kedua penyakit tersebut, rambut dan folikel rambut diserang oleh infeksi jamur, yang berakibat terjadi peradangan. [3]

Tinea barbae juga dapat disebabkan karena bercukur dengan alat yang tidak didesinfeksi terlebih dahulu. [3]

Selain itu, binatang-binatang seperti hewan ternak, binatang peliharaan, dan kuda juga bisa menjadi sumber infeksi. [3]

Orang yang memiliki kondisi di bawah ini rentan terkena Tinea Barbea: [7]

  • Tinggal di daerah yang padat penduduk
  • Kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau obat-obatan
  • Mengalami kelembaban kronis dan iritasi pada kulit
  • Tinggal di daerah beriklim hangat dan lembab

Diagnosis Tinea Barbae

Dokter biasanya akan melakukan tes terlebih dahulu untuk mendapatkan diagnosis yang tepat pada kulit yang terkena gejala Tinea Barbae. [7]

Yang termasuk tes medis adalah pemeriksaan mikroskopis dari kerikan kulit dan pemeriksaan dengan sinar ultraviolet (Wood’s Lamp) pada area yang menunjukkan gejala Tinea Barbae. [7]

Pada beberapa jenis jamur, kadang jamur dapat terlihat seperti berpendar di bawah pemeriksaan sinar ultraviolet. [6]

Dokter juga dapat melakukan tes sebagai berikut: [6]

  • Jika Anda menjalani biopsi kulit atau culture jamur, maka dokter Anda akan mengambil sampel kulit Anda atau mengeluarkan cairan dari lepuhan yang ada dan mengirimkannya ke laboratorium untuk menguji keberadaan jamur.
  • Jika Anda menjalani pemeriksaan KOH (Kalium Hidroksida), dokter akan mengikis area kecil kulit yang terinfeksi ke slide kaca (preparat) dan meneteskan cairan yang disebut kalium hidroksida (KOH) di atasnya.

Pengobatan Tinea Barbae

Setelah dilakukan diagnosis, dokter biasanya akan memberikan pengobatan berupa obat antijamur seperti griseofulvin, terbinafine, atau itraconazole, yang semuanya merupakan obat oral (diminum). [4]

Jika area yang terkena Tinea Barbae meradang parah, dokter mungkin akan menambahkan kortikosteroid seperti prednison yang diminum untuk mengurangi gejala dan mengurangi kemungkinan timbul jaringan parut. [4]

Selain itu, beberapa treatment di bawah ini juga dapat membantu mengatasi Tinea Barbae: [7]

  • Pengobatan biasanya dengan obat topikal (khusus untuk pemakaian luar. Perawatan khusus lainnya tergantung pada lokasi infeksi.
  • Jaga agar kulit tetap kering. Jika area tersebut berwarna merah, bengkak, dan timbul tangisan, gunakan kompres yang terbuat dari 1 sendok teh garam untuk 1 liter air. Oleskan 4 kali sehari selama 2 sampai 3 hari sebelum memulai pengobatan antijamur.
  • Untuk jenggot yang terinfeksi, biarkan jenggot tumbuh. Jika perlu mencukur, gunakan alat cukur listrik dan bukan pisau cukur.

Pencegahan Tinea Barbae

Mempraktikkan perilaku sehat dan higienis dapat mencegah tinae barbae. Berikut beberapa tips untuk mencegah terkena penyakit infeksi kulit ini: [6]

  • Cuci tangan Anda setelah berinteraksi dengan hewan
  • Disinfeksi dan bersihkan tempat tinggal hewan peliharaan
  • Hindari orang atau hewan yang terkena kurap jika sistem kekebalan Anda lemah
  • Kenakan sepatu jika mandi atau berjalan di area umum
  • Hindari berbagi pergunaan barang pribadi seperti pakaian atau alat cukur
  • Jaga kulit Anda bersih dan kering

1. Anonim. Ringworm, Beard (Tinea Barbae). Skin Sight; 2021.
2. Zeena Qiryaqoz BS, Suzanne Berkman MD, & Susan Burgin MD. Tinea Barbae. Visual DX; 2020.
3. Robert A Schwartz, MD, MPH & Jacek C Szepietowski, MD, PhD. Tinea Barbae. Medscape; 2021.
4. Denise M. Aaron, MD. Beard Ringworm (Tinea Barbae). MSD Manual; 2020.
5. Charles Patrick Davis, MD, PhD. Medical Definition of Tinea Barbae. Medicine Net; 2021.
6. Elly Dock & Owen Kramer, MD. Everything You Want to Know About Ringworm. Healthline; 2019.
7. Anonim. Ringworm. Pymouth State University; 2021.

Share