Tindakan Medis

Gastroskopi: Fungsi, Prosedur dan Risiko

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Hadian Widyatmojo, SpPK
Gastroskopi adalah suatu metode pemeriksaan yang digunakan untuk melihat adanya kelainan pada saluran pencernaan bagian atas, yaitu kerongkongan, lambung sampai usus halus. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan

Gastroskopi dikenal sebagai prosedur pemeriksaan sistem pencernaan atas pada pasien. Yang dimaksud dengan sistem pencernaan atas adalah kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari. [1]

Fungsi dan Tujuan Gastroskopi

Sumber gambar: medium com

Fungsi dari gastroksopi adalah untuk memeriksa kondisi serta keadaan kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari milik pasien. [2]

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan selang kecil bernama endoskop. Selang ini dilengkapi senter atau alat penerangan khusus yang dilengkapi dengan alat perekam atau kamera.

Tujuan dari gastroskopi adalah untuk menemukan kelainan, kerusakan, atau penyakit tertentu pada kerongkongan, lambung, dan/atau usus dua belas jari milik pasien. [2]

Dengan mengetahui kondisi atau penyakit yang diderita pasien pada saluran pencernaan atas mereka, maka tenaga medis atau dokter dapat memberikan tindakan lanjut secara akurat sesuai dengan data yang didapat melalui prosedur gastroskopi.

Perbedaan Gastroskopi, Endoskopi dan Kolonoskopi

Selain gastroskopi, dunia medis juga mengenal istilah lain yang disebut dengan endoskopi dan kolonoskopi.

Endoskopi adalah segala jenis atau bentuk dari proses pemeriksaan organ tubuh secara visual menggunakan selang khusus yang dimasukkan ke dalam organ tubuh pasien. [3]

Lalu, apa yang membedakan antara gastroskopi, endoskopi, dan kolonoskopi?

Kolonoskopi dan gastroskopi adalah sub bagian atau cabang dari endoskopi. [3]

Gastroskopi adalah pemeriksaan organ pencernaan atas, sedangkan kolonoskopi adalah pemeriksaan bagian usus besar dan bagian akhir dari usus besar atau rektum.

Pasien yang Membutuhkan Gastroskopi

Meski gastroskopi adalah salah satu prosedur pemeriksaan yang umum ditemukan di dalam dunia medis, namun tidak semua pasien membutuhkan prosedur gastroskopi.

Lalu, siapa yang membutuhkan gastroskopi? Pasien yang dinyatakan butuh untuk menjalani prosedur gastroskopi adalah: [4]

Persiapan Gastroskopi

Berikut ini beberapa persiapan sebelum prosedur gastroskopi dimulai: [5]

  • Sebelum melaksanakan tindakan gastroskopi, pasien akan diminta untuk puasa makan dan minum selama kurang lebih 6 jam.
  • Selain itu, dokter akan menanyakan apakah pasien sedang memiliki riwayat konsumsi obat, vitamin, dan/atau suplemen tertentu sebelum menjalani gastroskopi. Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menghentikan konsumsi obat untuk sementara sampai proses gastroskopi selesai dilaksanakan.
  • Jenis obat yang disarankan untuk tidak dikonsumsi terlebih dahulu adalah obat aspirin karena akan meningkatkan risiko pendarahan. Namun, setiap pasien akan mendapat saran yang berbeda tergantung dari kondisi serta keadaan masing-masing pasien.
  • Kemudian, dokter akan memberikan antibiotik tertentu berdasarkan kondisi serta keadaan pasien. Antibiotik akan menunjang kondisi pasien sebelum prosedur gastroskopi berlangsung.
  • Dokter akan menjelaskan secara terperinci prosedur gastroskopi yang akan diterima pasien. Apabila terdapat beberapa hal yang kurang dimengerti atau apabila ingin mendapat informasi terperinci lainnya, jangan sungkan untuk bertanya.
  • Kemudian, dokter akan memberikan angket berupa persetujuan pasien untuk melaksanakan tindakan gastroskopi. Pastikan untuk membaca angket tersebut secara menyeluruh dan terperinci agar tidak ada miskomunikasi.

Apabila terdapat penjelasan atau poin-poin tertentu yang kurang anda mengerti atau kurang sesuai, silahkan untuk bertanya atau mengajukan penjelasan.

Jika isi serta penjelasan angket tersebut sudah dipahami dan disetujui, silahkan bubuhkan tanda tangan pada angket tersebut.

Prosedur Gastroskopi

Berikut ini tahapan-tahapan gastroskopi:[1]

  • Dokter akan mempersilahkan pasien untuk berbaring. Umumnya, pasien akan diposisikan untuk berbaring menghadap kiri untuk memudahkan dokter.
  • Setelah itu, dokter akan memberikan obat pereda rasa sakit untuk membantu pasien agar berada dalam kondisi tenang dan rileks. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan memberikan obat tidur pada pasien.
  • Lalu, dokter akan memposisikan pasien untuk membuka mulutnya. Umumnya, dokter akan menyemprotkan obat pada bagian kerongkongan pasien agar kerongkongan dan mulut pasien mengalami mati rasa.
  • Kemudian, rahang pasien akan diganjal dengan sebuah penahan rahang agar mempermudah pasien dalam membuka rahangnya. Selain menahan rahang, alat ini berfungsi untuk mencegah tergigitnya lidah atau bagian lain dalam mulut pasien secara tidak sengaja.
  • Lalu, dokter akan mengarahkan selang khusus bernama Endoscope ke dalam mulut pasien. Dokter akan menginstruksikan pasien untuk menelan selang tersebut.

Tidak perlu takut dan panik karena proses tersebut tidak akan menyakitkan sama sekali. Selain itu, dokter yang menangani sudah terlatih untuk menangani prosedur tersebut.

Selama selang tersebut masih berada di dalam tubuh pasien, maka dokter akan memulai memeriksa keadaan dan kondisi organ dalam pasien meliputi kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari.

Dokter akan meniupkan udara melalui selang untuk mempermudah jalannya selang. Selain itu, udara akan membantu kamera yang terdapat pada selang untuk mendapatkan gambar visual yang lebih jelas.

Selama proses gastroskopi berlangsung, dokter mungkin akan menambahkan instrumen tertentu melalui selang endoskope. [6]

Kemudian, dokter mungkin akan mengambil jaringan atau bagian tertentu pada organ pencernaan atas pasien sesuai dengan kondisi atau penyakit yang diderita pasien. Sekali lagi, proses ini tidak menyakitkan sama sekali.

Proses gastroskopi akan berlangsung selama 15-20 menit. Apabila proses tersebut telah berakhir, maka dokter akan mengeluarkan selang endoskope pada tubuh pasien secara lembut dan perlahan.

Pasca Gastroskopi

Setelah prosedur Gastroskopi selesai dilaksanakan, perawat akan mengantar pasien menuju ruang pemulihan. Apabila pasien menerima obat tidur, maka perawat akan merawat anda hingga siuman.

Umumnya, pasien akan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk benar-benar pulih [6]. Setelah pulih, pasien akan dipersilahkan untuk pulang.

Pasien pada umumnya dilarang untuk pulang sendiri karena pasien belum memulihkan diri secara 100%.

Apabila pasien tidak memiliki tumpangan pulang atau pasien harus menyetir sendiri, maka pihak rumah sakit dapat memberikan tumpangan pulang atau supir pada pasien.

Umumnya, pasien tidak perlu melakukan puasa atau pantangan untuk makan dan minum.[7]

Namun, karena efek obat bius dan antibiotik lainnya, pasien akan mengalami sedikit kantuk selama 1 atau 2 hari.[2]

Dengan begitu, dokter akan mewajibkan pasien untuk cuti atau beristirahat di rumah sampai kondisi pasien benar-benar membaik.

Risiko Gastroskopi

Setiap prosedur tindakan medis selalu memiliki risiko, termasuk prosedur gastroskopi.

Namun, dengan kecanggihan teknologi serta majunya bidang ilmu pengetahuan kesehatan, risiko dari gastroskopi bisa sangat ditekan. [1]

Dengan demikian, tidak ada risiko berat yang diakibatkan dari prosedur ini.

Umumnya, dalam jumlah kasus yang relatif kecil, pasien akan mengalami sedikit rasa sakit pada kerongkongan akibat gesekan dari selang endoscope. [1]

Selain itu, dalam jumlah kasus yang sangat langka dan jarang ditemui, pasien akan mengalami pendarahan minor pada organ pencernaan bagian atas.

Kasus komplikasi umumnya jarang ditemui. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa gastroskopi termasuk prosedur medis dengan risiko minim.

Hasil Gastroskopi

Lama atau tidaknya hasil bergantung dari kondisi pasien. Pada umumnya, hasil dari gastroskopi dapat diperoleh dalam kurun waktu 2-3 hari. [4]    

Namun, untuk pemeriksaan lebih lanjut, hasil dari gastroskopi dapat diperoleh dalam kurun waktu 7-10 hari.

Hasil yang diberikan pada pasien berupa laporan medis atau daftar rinci apa-apa saja yang ditemukan pada tubuh pasien melalui proses Gastroskopi.

Dari laporan medis tersebut, mungkin akan didapati beberapa jenis penyakit yang ditemukan di dalam organ pencernaan atas. Beberapa penyakit yang umum ditemui adalah: [4]

  • Tukak lambung
  • Penyakit GERD, kebocoran pada lambung yang menyebabkan asam lambung naik hingga ke saluran esofagus
  • Kanker lambung
  • Varises esofagus
  • Penyakit celiac

Kemudian, sebelum diberikan kepada pasien, dokter akan menjelaskan terlebih dahulu pada pasien agar hasil dari prosedur gastroskopi lebih mudah dipahami.

1) Fletcher. 2018. Medical News Today. What to Know about Stomach Tissue Biopsy.
2) Anonim. 2017. My Dr. Gastroscopy: Examination of the Upper Digestive Tract.
3) Megraud. 2007. American Society for Microbiology. Helicobacter pylori Detection and Antimicrobial Susceptibility Testing.
4) Anonim. 2017. The American Cancer Society. Tests for Stomach Cancer.
5) Anonim. 2018. MUSC Health. Upper Endoscopy (EGD).
6) Felman. 2019. Medical News Today. What to Know about Stomach Cancer.
7) Barhum. 2020. Medical News Today. Diet Tips for Gastritis and Stomach Ulcers.

Share