Penyakit & Kelainan

8 Gejala Penyakit Darah Rendah yang Dapat Membahayakan Kesehatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Darah rendah atau hipotensi yaitu keadaan tekanan darah seseorang dibawah 90/60 mmHg. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan pada dua angka. Angka pertama disebut dengan tekanan sistolik atau kekuatan tekanan di pembuluh darah arteri saat jantung berdetak [1].

Sedangkan angka kedua menunjukkan tekanan diastolik atau kekuatan tekanan di pembuluh darah arteri saat jantung sedang beristirahat di antara detak jantung. Seseorang memiliki tekanan darah normal apabila hasil pengukurannya menunjukkan 120/80 mmHg [1].

Pada orang dalam kondisi sehat, hipotensi tidak akan menimbulkan gejala tertentu. Akan tetapi, pada lansia atau penderita penyakit lainnya ini akan mengganggu aliran darah ke jantung, otak, dan organ vitalnya terganggu. Tekanan darah rendah bisa menjadi masalah yang cukup serius [1].

Tekanan darah bisa drop secara tiba-tiba dan dapat mengancam jiwa karena pendarahan diakibatkan suhu tubuh terlalu rendah atau terlalu tinggi , gangguan otot jantung, infeksi darah, dehidrasi, dan alergi. Gejala penyakit tekanan darah rendah [5] kerap muncul ketika seseorang berdiri pada waktu lama atau bisa juga saat penderita tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya.

Berikut ini 8 gejala penyakit darah rendah yang dapat membahayakan kesehatan :

1. Pusing

Kebanyakan orang pada umumnya merasakan pusing hanya bersifat sementara saja tetapi berbeda dengan penderita darah rendah, ia merasakan pusing yang terus menerus. Gejala pusing ini disebabkan oleh ketidakmampuan darah membawa oksigen yang cukup ke otak. Keadaan ini bisa disebut dengan ortostatik hipotensi [2]. Penderita dengan hipotensi ortostatik mengalami penurunan tekanan darah sebanyak 15-35 mmHg saat posisi duduk atau terbaring.

2. Kunang-kunang dan penglihatan kabur

Gejala ini dialami saat seseorang terlalu lama berdiri atau duduk sehingga fungsi keseimbangan tubuh [1] terganggu dimana ini diakibatkan gaya gravitasi bumi membuat suplei aliran darah itu langsung menuju ke arah kaki secara cepat dan akhirnya ia terjadi penggenangan di tubuh bagian bawah, ketika darah tergenang di bagian bawah otomatis otak pun kekurangan suplei darah yang membawa oksigen.

Hal tersebut mengakibatkan otak kepala pusing dan kadang-kadang penglihatan kabur. Beberapa kasus orang yang mempunyai tekanan darah rendah suplai darahnya menjadi sangat lambat. Ketika posisi duduk berubah ke posisi berdiri [7]  harusnya tekanan darahnya normal.

Bagi penderita hipertensi harusnya bisa mensuplai darahnya ke otak itu waktunya cukup tetapi karena tekanan darahnya rendah jadi ada keterlambatan dan itu menyebabkan kenapa dia mudah cepat pusing atau pandangan kabur bahkan yang lebih parah  bisa sampai pingsan [7].

Apabila rasa kunang-kunang ini terjadi beberapa kali itu bisa saja berbahaya, ini perlu dikonsultasikan ke dokter. Untuk komplikasinya lebih banyak dialami orang lanjut usia dengan tekanan darah rendah seperti gangguan stroke [3] atau jantung.

Dalam mencegah gejala ini anda bisa melakukan olahraga ringan kemudian melakukan rehidrasi cairan tubuh karena ini yang paling penting elektrolit di tubuh itu membantu proses pengembalian suplei darah menjadi lebih baik[3].

3. Berkeringat dingin

Keringat dingin yang dialami penderita tekanan darah rendah dikarenakan respon tubuh saat mengalami dehidrasi [1]. Sedangkan dehidrasi itu sendiri bisa disebabkan kekurangan minum atau kekurangan cairan dalam tubuh. Untuk kasus yang lebih parahnya lagi  ada yang disertai dengan penyakit lain seperti: diare, magh kronis, atau gagal jantung. Dalam menghindari dehidrasi bisa diakukan pencegahan dengan memperbanyak minum minimal 8 gelas sehari

4. Kulit terlihat pucat

Kurangnya aliran darah ke seluruh tubuh membuat lapisan kulit luar terganggu, akibatnya mempengaruhi warna kulit yang terlihat pucat atau menguning [4] .

5. Detak jantung tidak beraturan

Perlu kita ketahui bahwa detak jantung pada orang normal itu antara 60-110 per menit. Apabila kita mendapati detak jantung yang kurang dari semestinya ini patut diwaspadai bisa jadi ini awal mula gejala penyakit hipotensi [4]. Terlalu sering mengalami detak jantung [1] yang tidak beraturan ini bisa berkembang menjadi aritmia dan berpotensi resiko gagal jantung.

Disisi lain, hipotensi membuat detak jantung tidak beraturan disebabkan detak jantung tidak mampu bekerja dengan baik dalam memompa darah ke seluruh organ tubuh. Apabila anda mendapati hal serupa gejala ini, anda wajib mengecek tekanan darah anda apakah sudah normal atau belum[1] .

6. Badan lemas

Badan lemas pada penderita hipotensi bisa disebabkan oleh kekurangan elektrolit [4] pada tubuh, kurang tidur, atau juga bisa disebabkan hipoglikemia vertigo. Solusi untuk menghindari badan lemas adalah memperbanyak mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi baik, meminum air putih untuk kebutuhan cairan harian, hindari melakukan aktvitas yang berat dan perbaiki waktu tidur anda [6] .

7. Ritme nafas tidak beraturan

Orang dengan penderita penyakit darah rendah sering mengalami nafas terasa pendek atau panjang bahkan tidak beraturan ini biasanya merupakan salah satu gejala yang ditimbulkan dari suatu alergi yang cukup parah atau kita lebih mengenalnya dengan syok anafilaktik [4] . Segera memeriksakan ke dokter untuk dilakukan penanganan sedini mungkin dan mencegah resiko kematian.

8. Pingsan

Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan bahwa terjadinya pingsan [4]diakibatkan oleh ketidakseimbangannya tubuh dalam menerima suplei darah. Namun, gejala pingsan juga bisa disebabkan oleh penurunan tekanan darah secara mendadak yang dikeluarkan oleh cairan tubuh kita.

Kapan harus konsultasi ke dokter?

Bilamana anda mengalami 8 gejala diatas segera melakukan check-up ke dokter untuk memastikan apakah ada gejala darah rendah atau tidak. Jika dokter mendiagnosis ada penyakit darah rendah maka dokter bisa melakukan tindakan medis dengan mengecek tensi darah [7] sehingga penanganannya lebih cepat.

Waktu terbaik dalam konsultasi kesehatan ke dokter yaitu dimulai saat berusia 15-40 tahun minimal satu bulan sekali karena masa-masa ini sangat rentan terserang penyakit darah rendah. Namun, apabila ingin melakukan pengobatan mandiri anda bisa melakukan tips sebagai berikut:

  • Lakukan olahraga secara rutin
  • Meminum air putih minimal sebanyak 8 gelas sehari sesuai anjuran dokter
  • Jangan mengkonsumsi alkohol, makanan berlemak tinggi, dan jangan mengkonsumsi obat-obatan berlebihan [7].
  • Jalani pola hidup sehat dengan memakan makanan yang sehat dan bergizi, perbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan terutama buah bit, semangka, dan bayam karena ini bisa meningkatkan tekanan darah menjadi normal.
  • Ketika duduk dan berdiri jangan tergesa-gesa, lakukan dengan perlahan untuk menjaga posisi agar tetap seimbang[6] .

Penyebab seseorang mengalami darah rendah apabila resiko tekanan darah rendah meningkat seiring pertambahan usia. Kondisi ini bisa disebabkan aliran darah ke otot jantung dan menurun seiring pertambahan usia tersebut. Disisi lain, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan penumpukan plak di pembuluh darah. Sedangkan, di luar faktor usia dan penumpukan plak penyebab penyakit darah rendah juga bisa disebabkan oleh kehamilan, diabetes atau gula darah rendah, efek samping obat tertentu, serta kelenjar tiroid kurang aktif atau hipotiroid [3].

[1] Mayo Clinic Health. mayoclinic.org. How Blood Pressure (Hypotension). 2021.
[2] Clement, D.L. escardio.org. Ortostatic Hypotension. 2018.
[3] Tikhonoff V, Zhang H, Richart T, Stessen JA. Journals.lww. Blood Pressure as a Prognostic Factor After Acute Stroke. 2009.
[4] Wessely, Simon, et.al. researchgate.net. Symptoms of Low Blood Pressure. 1990.
[5] Chen G, Li X, Gong Z, Xia H, Wang Y, Wang X, et. Al. Journals.plos.org. Hypertension as a Squela in Patients of SARS-CoV-2 Infection. 2021.
[6] Whelton PK, Carey RM, Aronow WS, Casey DE, Collins Kj, Dennison C, et. Al. Cdc.gov. Guidelines for The Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adult. 2018.
[7] Shireen R Khoury, Elizabeth V Ratchford. Journals.sagepub. hypertension. 2018.

Share