Penyakit & Kelainan

11 Gejala Usus Buntu Pada Anak yang Wajib Diwaspadai

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Usus buntu merupakan salah satu organ penting dalam tubuh. Usus buntu mempunyai nama lain appendix vermiformis. Dalam bahasa Latin, vermiformis mempunya arti “mirip cacing”, karena mengacu pada bentuknya yang kecil memanjang dan seperti tabung. Usus buntu ini terletak di perut bagian kanan bawah, berdekatan dengan katup ileocecal, dan berada di ujung caecum. [1,2,3]

Ukuran usus ini bervariasi, antara 5 – 35 cm. Namun rata-rata panjangnya adalah 9 cm. Sampai saat ini, para ahli masih belum sepakat mengenai fungsi atau kegunaan usus buntu pada tubuh manusia, dikarenakan belum adanya bukti yang jelas. Adapun beberapa kemungkinannya adalah usus buntu membantu dalam: [1]

  • Memproduksi hormon untuk mengontrol mekanisme biologis dalam tubuh
  • Memproduksi antibodi IgA
  • Menjaga daya tahan tubuh

Gangguan kesehatan pada usus buntu (penyakit usus buntu) disebut juga dengan appendicitis. Hal ini adalah sebuah kondisi di mana usus buntu mengalami peradangan yang disebabkan oleh makanan. Siapa saja bisa terserang penyakit usus buntu, namun biasanya sangat umum terjadi pada anak-anak atau remaja. [3]

Berikut akan dibahas gejala penyakit usus buntu pada anak-anak. [2,3,4,5]

1. Sakit pada perut

Sakit pada perut adalah saat terasa sakit atau tidak nyaman pada tubuh di bagian antara tulang rusuk bagian bawah sampai panggul. Sakit pada perut dapat terasa ringan hingga berat. Bisa jadi datangnya secara tiba-tiba, bisa pula terasa terus menerus selama tiga bulan (kronis), maupun terasa ringan di awal namun lambat laun terasa semakin parah (progresif). [6]

Rasa tidak nyaman ini beragam, ada yang terasa sakit, seperti ditusuk, terbakar, seperti dijungkirbalikkan, kram, juga perih. Rasa tidak nyaman ini terkadang bertambah parah apabisa tubuh berpindah posisi atau sedang batuk. [6]

2. Sakit pada punggung bagian bawah

Sakit punggung bagian bawah termasuk ke dalam salah satu gangguan yang sering dikeluhkan, bahkan oleh anak usia sekolah. Sakit pada punggung bagian bawah dapat terasa terus-menerus atau bahkan terasa tiba-tiba dan sangat menyakitkan. Sakit punggung ada dua jenis: [7]

  • Sakit punggung akut atau sakit punggung jangka pendek, yaitu sakit yang berlangsung antara beberapa hari sampai beberapa minggu
  • Sakit punggung kronis yaitu sakit yang berlangsung hingga dua belas minggu atau lebih

3. Kehilangan nafsu makan

Kehilangan nafsu makan adalah ketika seseorang kehilangan keinginan untuk makan, tidak tertarik terhadap makanan, atau merasakan mual setiap akan makan. Hal ini bisa juga disebut dengan anoreksia. Ketika mengalami hilang nafsu makan, tubuh akan merasa lemas dan kehilangan berat badan juga, serta otomatis akan kekurangan nutrisi yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tubuh. [8]

4. Mual

Mual adalah sebuah sensasi tidak nyaman di perut, bisa jadi mengarah ke muntah atau rasa tidak nyaman saja dalam waktu yang lama. Rasa mual ini bervariasi, mulai dari rasa tidak nyaman sampai terasa sangat menyiksa. Mual bukan merupakan penyakit, namun merupakan sebuah gejala dari penyekit atau kondisi tertentu. [9]

5. Muntah

Muntah sebenarnya adalah suatu cara tubuh untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang dianggap mengancam. Ini merupakan cara alami tubuh untuk langsung mengeluarkan hal-hal tersebut dari dalam perut. Bagaimana muntah bisa terjadi? [10]

Pertama, sebuah tanda atau sinyal terkirim ke salah satu bagian otak yang disebut CTZ (chemoreceptor trigger zone). Sinyal ini berisi informasi bahwa ada sebuah ancaman dalam perut dan perlu untuk dikeluarkan. Kemudian CTZ memerintahkan bagian tubuh lain untuk mulai memunculkan rasa ingin muntah, seperti mual, pucat, keringat dingin, jantung berdegup kencang, juga produksi air liur yang meningkat. [10]

Selanjutnya, bagian tubuh antara leher dan perut, yaitu diafragma, dada, dan otot perut, bersama-sama memberikan dorongan ke perut untuk mengeluarkan ancaman tersebut melalui mulut. [10]

6. Diare

Diare disebutkan sebagai suatu kondisi di mana seseorang mempunyai intensitas buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari dengan tekstur feses berupa cairan. Walaupun sama-sama lebih dari tiga kali, namun apabila feses berbentuk padat atau lembek, hal ini tidak bisa dikatakan sebagai diare.[11]

Diare dapat berlangsung selama beberapa hari dan menghabiskan cadangan air serta garam dalam tubuh. Padahal, air dan garam tersebut sangat diperlukan agar tubuh dapat pulih. [11]

7. Demam

Suhu tubuh seseorang berbeda antara satu dengan lainnya. Bisa juga berbeda antara suhu tubuh pada siang hari juga pada malam hari. Namun, suhu tubuh normal biasanya berada pada sekitar 37°C. Dikatakan demam ringan apabila berada pada suhu 37 – 39°C. Perlu waspada apabila suhu tubuh melesat hingga 42.4°C karena dapat membahayakan otak. [12]

8. Menggigil

Menggigil disebabkan oleh keadaan otot yang melebar untuk menghasilkan panas, sementara pembuluh darah mengerut untuk mencegah kehilangan panas. Menggigil bisa terjadi saat berada di lingkungan yang dingin maupun tidak. Saat menggigil berlangsung, tubuh akan merasa gemetaran atau berguncang dengan cepat. [13]

9. Terus menerus buang air kecil

Terus menerus buang air kecil ini disebabkan karena kandung kemih tidak bisa menahan rasa ingin buang air kecil. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan urinary frequency or incontinence. Pada saat ini, proses penyimpanan dan penyaluran air kencing dalam kandung kemih menjadi terganggu. [14]

11. Tinja bertekstur keras

Selain diare, gejala lain dari penyakit usus buntu adalah tinja yang bertekstur keras. Kondisi ini biasa disebut dengan konstipasi, di mana tinja bertekstur keras dan menjadikannya tertahan di rektum atau dubur. [15]

Cara pengobatan

Penanganan usus buntu biasanya dengan operasi, disebut juga dengan appendicectomy atau appendectomy. Operasi ini bertujuan untuk memotong atau mengambil usus buntu tersebut dan dilakukan dengan cara laparoskopi atau membuat sayatan kecil saja.[3]

Kemudian sebuah alat yang berbentuk ramping (laparoskop) akan dimasukkan melalui sayatan tersebut. Biasanya masa pemulihan dari operasi pemotongan usus buntu ini membutuhkan waktu 2 – 6 minggu.[4]

Alternatif lain dari operasi adalah dengan terapi antibiotik. Walaupun terapi ini biasanya hanya disarankan untuk pasien yang berada dalam kondisi terlalu lemah untuk operasi, namun studi membuktikan bahwa terapi antibiotik ini mempunyai kemungkinan berhasil hingga 70%.[3]

1. Bonnie D. Hodge, Sarang Kashyap, Arshia Khorasani-Zadeh. ncbi.nlm.nih.gov. Anatomy, Abdomen and Pelvis, Appendix. 2021.
2. Anonim. medlineplus.gov. Appendicitis. 2016.
3. Anonim. betterhealth.vic.gov.au. Appendicitis. 2014.
4. Anonim. nhsinform.scot. Appendicitis. 2020.
5. Mark W. Jones, Richard A. Lopez, Jeffrey G. Deppen. ncbi.nlm.nih.gov. Appendicitis. 2021.
6. Anonim. healthdirect.gov.au. Abdominal pain. 2021.
7. Anonim. ninds.nih.gov. Low Back Pain Fact Sheet. 2020.
8. Anonim. medicoverhospitals.in. Loss of Appetite. 2021.
9. Hye-Kyung Jung, Chung Hyun Tae, Chang Mo Moon, Seong-Eun Kim, Ki-Nam Shim, Sung-Ae Jung. ncbi.nlm.nih.gov. Chronic unexplained nausea in adults: Prevalence, impact of quality of life, and underlying organic diseases in a cohort of 5096 subjects comprehensively investigated. 2019.
10. Anonim. health.qld.gov.au. Spewing 101: Why am I Vomiting? 2018.
11. Anonim. who.int. Diarrhoeal disease. 2017.
12. Anonim. betterhealth.vic.gov.au. Fever. 2014.
13. Anonim. myhealth1st.com.au. The Chills: What are they and how can I stop the multiplying? 2021.
14. Anonim. nhs.uk. Causes Urinary incontinence. 2019.
15. Anonim. medlineplus.gov. Fecal impaction. 2021.

Share