Penyakit & Kelainan

Penyebab Gelisah Saat Tidur dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kegelisahan dapat digunakan untuk menggambarkan beberapa penyebab, seperti hiperaktif, kecemasan, insomnia, dan lainnya. [1]

Penyebab tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, baik dari dalam maupun dari luar. [1]

Istirahat malam yang nyenyak merupakan hal yang penting untuk berbagai macam alasan. Tidur malam akan membuat tubuh dan pikiran menjadi “mengatur ulang”. [2]

Hal tersebut sangat penting untuk fungsi kognitif dan memori, serta suasana hati yang stabil dan memperbaiki sel tubuh. [2]

Tetapi, tidak semua orang dapat merasakan istirahat yang mereka butuhkan. Sebab banyak orang yang terlalu sibuk sampai mengabaikan waktu tidur malam yang disarankan yaitu sekitar 7-9 jam. [2]

Jika seseorang merasa gelisah di malam hari, itu merupakan hal yang wajar. Tetapi kegelisahan kronis dapat berdampak besar pada kualitas hidup. [2]

Sebab dapat menyebabkan kantuk di siang hari, mudah tersinggung, berat badan bertambah, dan dapat menurunkan kekebalan tubuh serta rentan terhadap virus. [2]

Penyebab Gelisah Saat Tidur

Terdapat 3 penyebab umum yang sering dialami oleh seseorang yang merasa gelisah saat tidur, yaitu [3,1]:

  • Rapid Eye Movement (REM) Sleep Behaviour Disorder

Gangguan ini terjadi ketika seseorang secara fisik bertindak seperti berada di dalam mimpi, dengan suara, gerakan lengan, dan kaki (terkadang melakukan kekerasan).

Hal itu terjadi ketika seseorang berada dalam mode tidur REM yang terjadi beberapa kali dalam semalam.

Hal tersebut disebabkan oleh jalur saraf mencegah otot untuk bergerak selama REM dan tidak dapat bekerja secara efektif.

Faktor risiko dari gangguan ini termasuk pada obat-obatan tertentu, seperti antidepresan. Atau seorang laki-laki, dan berusia 50 tahun atau lebih tua.

Selain itu, seseorang yang memiliki gangguan neurodegeneratif, seperti penyakit parkinson, stroke atau demensia.

Bagi orang yang mengalami narkolepsi juga kemungkinan akan mengalami gangguan ini.

Apnea tidur terjadi ketika pernapasan sering berhenti saat tidur. Apnea tidur dapat dilihat dari dua tipe yang berbeda, biasa disebut dengan Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Central Sleep Apnea (CSA).

Terkadang terdapat beberapa orang yang kemungkinan menderita dua tipe tidur apnea (OSA dan CSA) secara bersamaan yang biasanya disebut dengan sindrom apnea tidur kompleks.

Gejala yang parah merupakan salah satu dari gangguan neurologi yang memerlukan diagnosis dan perawatan medis.

OSA merupakan bentuk yang lebih sering terjadi pada gangguan ini, hal ini disebabkan dengan adanya penghalang di otot tenggorokan yang menghentikan aliran udara untuk ke paru-paru.

Gejala yang paling umum terjadi dari tipe apnea tidur ini yaitu dengkuran yang terlalu keras dan gangguan tidur yang sering terjadi dapat menyebabkan kelelahan di siang hari.

CSA merupakan tipe apnea tidur yang kurang umum terjadi. Terjadinya CSA pada seseorang ketika pikiran tidak memperingatkan otot untuk mempertahankan proses pernapasan secara cukup.

Sering terbangun di malam hari, biasanya terjadi pada seseorang yang mengidap tipe apnea tidur CSA.

  • Restless Leg Syndrome (RLS)

RLS merupakan adanya dorongan yang tidak dapat dikendalikan untuk menggoyangkan atau menggerakkan kaki.

Pasien yang menderita RLS biasanya juga mengalami beberapa gejala di siang hari, seperti terlihat lebih murung, kelelahan, serta sulit untuk konsentrasi.

Beberapa orang yang memiliki gejala RLS dapat diobat dengan metode rumahan seperti pijat, peregangan, dan penggunaan kompres panas atau es.

Namun, bagi orang yang mengalami RLS dalam tingkat lebih parah, biasanya membutuhkan perawatan medis secara khusus.

  • Penyebab Kejiwaan

Kegelisahan dapat disebabkan oleh gangguan jiwa, termasuk gangguan kecemasan umum / Generalized Anxiety Disorder (GAD), gangguan hiperaktif defisit perhatian / Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), skizofrenia, dan gangguan bipolar.

Selain itu, obat-obatan tertentu yang biasanya mengobati skizofrenia, dapat menyebabkan kegelisahan seperti mondar-mandir secara terus menerus.

  • Obat atau Suplemen

Mengonsumsi beberapa obat atau suplemen tertentu dapat menyebabkan gelisah.

  • Obat: Obat tertentu seperti obat asma atau obat ADD / ADHD dapat membuat efek stimulan yang kuat dan dapat menyebabkan kegelisahan. Selain itu, mengubah dosis obat untuk mengobati skizofrenia atau penyakit parkinson dapat menyebabkan kegelisahan. Menghentikan konsumsi obat penenang tertentu, seperti benzodiazepin, dapat menyebabkan kegelisahan.
  • Suplemen: Mengonsumsi kafein yang berlebihan dapat menjadi penyebab paling umum dari kegelisahan, biasanya disebabkan oleh minuman berkafein, makan makanan yang kaya akan kafein (coklat), atau menggunakan suplemen yang mengandung kafein.
  • Penyebab Hormonal

Ketidakseimbangan hormon (endokrin) dapat menyebabkan kegelisahan.

  • Hipertiroidisme: Penyebab dari kegelisahan hormonal yang paling umum sering disertai dengan penurunan berat badan, intoleransi panas, dan jantung yang berdebar-debar.
  • Hipoparatiroidisme: Kondisi yang jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan kegelisahan serta mati rasa di sekitar mulu, kesemutan pada tangan dan kakai, kram otot, dan kecemasan.

Kapan Harus Kedokter?

Jika seseorang sering mengalami gelisah saat tidur dan terjadi secara terus menerus serta semakin memburuk, kemungkinan dapat menjadi tanda masalah besar dan harus segera periksa ke dokter. [3]

Tanda-tanda kantuk di siang hari yang berlebihan atau gangguan di siang hari lainnya, harus segera diperiksa ke dokter. [3]

Hal tersebut dilakukan agar dapat membantu seseorang dalam mengidentifikasikan penyebabnya secepat mungkin agar dapat diberikan pengobatan yang tepat. [3]

Cara Mengatasi Gelisah Saat Tidur

Untuk mengatasi gelisah saat tidur akan bergantung pada penyebab utamanya. Berikut terdapat langkah-langkah untuk menghentikan gelisah saat tidur, yaitu [3]:

  • Perbaikan Kebersihan Tidur

Dalam setiap kelompok usia, kebersihan tidur dapat berperan penting bagi kualitas tidur. Tips untuk tidur yang sehat yaitu dengan menemukan jadwal tidur yang konsisten.

Selain itu, rutinitas sebelum tidur, diet, dan olahraga juga menjadi salah satu titik awal yang baik. Membuat kamar tidur menjadi nyaman dan mengurangi adanya gangguan dapat membuat tidur gelisah menjadi berkurang.

  • Buatlah Jurnal Tidur

Membuat jurnal tidur dapat membuat seseorang dapat mempelajari lebih lanjut mengenai situasi tidur orang tersebut.

Jadi seseorang dapat melihat catatan tentang seberapa baik kualitas tidur dan berapa lama jam tidur setiap malam.

Dalam jurnal tersebut, seseorang dapat membuat catatan tentang gelisah saat tidur dan menulis masalah apapun yang berkaitan dengan penyebabnya.

Melacak jam tidur dapat memberikan wawasan tentang pola tidur dan akan membantu dalam mengetahui penyebab dari gelisah saat tidur.

1. Danielle S. Murashige, MD, PhD, & Jeffrey M. Rothschild, MD, MPH. 7 Restlessness Symptoms, Causes & Treatment Options. Buoy Health; 2020.
2. UPMC Life Changing Medicine. Top 4 Causes of Nighttime Restlessness—and How to Manage Them. UPMC; 2021.
3. Dr. Heather Wright, & Eric Suni. What Causes Restless Sleep?. Sleep Foundation; 2020.

Share