Tinjauan Medis : dr. Shinta Pradyasti
Histerektomi adalah tindakan operatif pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan atas dasar kondisi medis yang mempengaruhi sistem reproduksi wanita, diantaranya tumor jinak/fibroid, nyeri panggul
Daftar isi
Histerektomi adalah operasi pengangkatan rahim pada wanita. Rahim merupakan tempat bayi berkembang selama proses kehamilan.
Setelah melakukan tindakan medis ini, seorang wanita tidak bisa lagi mengalami kehamilan bahkan siklus menstruasinya pun ikut berhenti atau menopause.[1]
Pengangkatan rahim dilakukan untuk memperkecil risiko dari penyakit tertentu yang diidap oleh pasien. Dokter akan merekomendasikan prosedur medis ini apabila pasien memiliki kondisi medis sebagai berikut:[2,3,4,5]
Dalam medis, Histerektomi dibagi menjadi 4 jenis, antara lain:[2,3,4]
Sebelum melakukan histerektomi, biasanya dokter akan mediskusikan beberapa hal dengan pasien, seperti:
Dokter akan meminta pasien untuk mandi dengan sabun yang telah disediakan sebelum operasi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko infeksi.
Histerektomi dilakukan dalam beberapa metode yang berbeda. Tergantung dari riwayat kesehatan serta alasan medis pasien. Ada 3 metode yang umum digunakan, antara lain sebagai berikut:[2]
Pada prosedur ini dokter akan membuat sayatan sepanjang 5 sampai 7 inci di sekitar perut, kemudian dilakukan pengangkatan rahim melalui sayatan tersebut.
Pasien biasanya membutuhkan waktu penyembuhan sekitar 2 sampai 3 hari di rumah sakit. Setelah proses penyembuhan, bekas luka akan terlihat di sekitar sayatan.
Pada prosedur ini dokter akan membuat sayatan di dalam vagina kemudian rahim serta serviks dikeluarkan melalui sayatan tersebut.
Metode histerektomi vaginal tidak meninggalkan bekas luka, tetapi biasanya setelah operasi dokter akan memasukkan kasa ke dalam vagina untuk mengendalikan pendarahan. Setelah beberapa hari, kasa tersebut akan diambil.
Prosedur ini menggunakan alat bantu yang disebut laparoskop, yakni semacam tabung panjang yang tipis dengan kamera di ujungnya. Dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di perut lalu memasukkan laparoskop melalui sayatan tersebut.
Gambar yang diambil dengan laparoskop ditampilkan pada sebuah layar monitor dan dokter akan melakukan histerektomi sembari melihat gambar tersebut.
Pemulihan pasien dengan metode Histerektomi Laparoskopi tergolong lebih cepat karena sayatan-sayatannya yang berukuran kecil.
Umumnya metode histerektomi vaginal dan laparoskopi memiliki beberapa kelebihan dibandingkan metode abdominal.
Kelebihan tersebut seperti proses pemulihan yang lebih cepat, peluang infeksi yang lebih rendah, dan rasa sakit yang ditimbulkan tidak sesakit metode abdominal.[2]
Namun, tidak semua pasien bisa melakukan metode histerektomi vaginal dan laparoskopi. Pasien dengan berat badan berlebih dan memiliki bekas operasi sebelumnya tidak disarankan menjalani kedua metode ini karena sangat berisiko.[2]
Setelah melakukanhHisterektomi, pasien harus menjalani rawat inap 2 sampai 5 hari di rumah sakit. Bisa jadi lebih, tergantung dari riwayat kesehatan dan metode histerektomi yang dipilih.[3]
Dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan meminta pasien untuk berjalan di sekitar bangsal rumah sakit. Tujuannya agar tidak terjadi penggumpalan darah di kaki.[3]
Apabila pasien menjalani histerektomi vaginal, dianjurkan untuk memakai pembalut karena kemungkinan pasien akan mengalami pendaharan atau kecoklatan dari vagina selama 10 hari.[3]
Setelah pulang ke rumah, pasien dilarang melakukan pekerjaan berat dan berhubungan seksual setidaknya 3 sampai 4 minggu. Waktu pemulihan akan lebih lama apabila pasien menjalani histerektomi abdominal, yaitu sekitar 4 sampai 6 minggu.[3]
Histerektomi dianggap prosedur yang cukup aman. Tetapi, seperti operasi besar lainnya, Histerektomi juga memiliki beberapa risiko, yaitu: [3,4]
1. Anonim. 2019. Medlineplus. Hysterectomy.
2. Traci C Johnson MD. 2019. WebMD. Hysterectomy.
3. Debra Stang & Janine Kelbach RNC-OB. 2016. Healthline. Hysterectomy.
4. Anonim. 2020. Betterhealth. Hysterectomy.
5. Marry Ellen Ellis & Michael Webber MD. 2017. Healthline. Vaginal Bleeding Between Periods.