Tindakan Medis

5 Jenis Suntik Hormon

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Suntik hormon adalah sebuah tindakan terapi yang membantu orang-orang dengan kondisi kekurangan hormon tertentu.

Penambahan hormon ke dalam tubuh orang-orang dengan kondisi medis tertentu tersebut dilakukan dengan cara minum obat penambah hormon atau melalui suntikan/injeksi hormon ke dalam tubuh.

Hormon yang disuntikkan pun merupakan hormon sintetis atau buatan yang kemudian membantu agar tubuh penderita berfungsi seperti normalnya.

Pada beberapa kasus, suntik hormon seringkali menjadi solusi sebagai pereda gejala penyakit atau gangguan hormon.

Berikut ini merupakan jenis-jenis suntik hormon yang dapat mengobati beberapa penyakit tertentu.

1. Suntik Hormon Androgen

Hormon androgen atau hormon laki-laki adalah hormon yang menjadi pengatur segala fungsi organ reproduksi pria walaupun hormon ini juga terdapat di dalam tubuh wanita dengan kadar lebih rendah [1].

Androgen sendiri merupakan kumpulan hormon laki-laki yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh; fungsi hormon androgen pada tubuh pria sendiri di antaranya adalah [1] :

  • Mengatur produksi sperma

Hormon androgen lebih tinggi kadarnya di dalam tubuh pria karena menjadi pengatur rasa ketertarikan terhadap lawan jenis [1].

Hormon androgen juga mendukung fungsi organ reproduksi pria, seperti penghasil sperma sekaligus pengendali libido atau hasrat seksual pria [1].

  • Mengatur masa pubertas

Pada masa pubertas anak laki-laki, hormon androgen berperan sangat besar, terutama dalam perubahan fisik [1].

Tumbuhnya rambut pada kaki, dada bagian atas, serta kumis merupakan hasil dari pengaturan hormon androgen [1].

Testis dan penis pada anak laki-laki yang beranjak remaja pun berkembang karena adanya hormon adnrogen [1].

  • Mengatur pertumbuhan jaringan tubuh

Hormon androgen tidak selalu mengatur fungsi organ seksual pria, sebab pertumbuhan tulang, jaringan otot, produksi sel darah merah, produksi minyak pada kulit, hingga pembentukan pigmen kulit juga terjadi normal berkat adanya hormon androgen [1].

  • Mengatur perubahan suara

Pada anak laki-laki di masa pubertasnya, perubahan suara didukung dan diatur oleh hormon androgen yang meningkat dalam tubuh [1].

Hal ini disebabkan oleh pita suara yang mengalami penebalan dan pemanjangan sehingga biasanya suara berubah lebih dalam dan berat pada laki-laki remaja [1].

Oleh sebab itu, seorang pria dengan tubuh kekurangan hormon androgen mampu mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti disfungsi ereksi yang terjadi pada umumnya [1].

Selain itu, seorang pria dengan kadar androgen sangat rendah akan mudah depresi, kehilangan daya konsentrasi, kehilangan tenaga dan libido [1].

Ketika masalah-masalah kesehatan tersebut terjadi, tandanya tubuh pria membutuhkan tambahan hormon androgen yang bisa didapat salah satunya melalui metode suntik [1].

2. Suntik Hormon Testosteron

Jika hormon androgen merupakan kumpulan hormon laki-laki, maka hormon testosteron adalah hormon androgen yang paling besar kadarnya di dalam tubuh pria [2].

Buah zakar atau testis merupakan bagian tubuh pria yang menghasilkan hormon testosteron di mana hormon ini berguna untuk beberapa fungsi tubuh, seperti [2] :

  • Produksi sperma
  • Pembentukan massa dan kekuatan otot
  • Pemadat tulang
  • Peningkat gairah seksual atau libido
  • Pengatur distribusi lemak
  • Penghasil sel darah merah
  • Pendukung pertumbuhan rambut

Suntik hormon testosteron sendiri merupakan solusi umum bagi pria dengan kondisi kadar testosteron rendah di dalam tubuhnya [3,4].

Selain itu, suntik hormon testosteron juga membantu mengatasi disfungsi ereksi [3,4].

Seorang pria dipastikan membutuhkan tambahan hormon testosteron apabila beberapa gejala atau keluhan ini dialami [3,4,5] :

  • Jumlah sperma yang menurun atau terlalu rendah
  • Libido atau gairah seks yang menurun
  • Pembengkakan payudara pria
  • Ukuran testis dan penis yang mengalami perubahan
  • Berat badan naik
  • Hot flashes (kondisi tubuh kepanasan yang ditandai dengan memerahnya kulit dan keringat yang lebih banyak dari biasanya)
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Disfungsi ereksi

Normalnya, kadar hormon testosteron dalam tubuh pria adalah 300-1000 ng/dL, namun seiring bertambah tuanya usia (terutama ketika sudah masuk usia 30 tahun), kadar testosteron akan semakin berkurang [3,6].

Penambahan hormon testosteron sering dilakukan dengan metode injeksi atau suntik dan jarang dengan metode minum atau oral karena berisiko menyebabkan gangguan kesehatan hati/liver [3,4].

Pria yang sudah memasuki usia lanjut dan memiliki sel darah merah dengan kadar tinggi biasanya tidak masuk dalam kriteria penerima suntik hormon testosteron [3,4].

Suntik hormon testosteron pada pria dengan kedua kondisi tersebut mampu meningkatkan risiko penyakit stroke serta masalah jantung [4].

3. Suntik Hormon Insulin

Suntik hormon jenis lainnya adalah suntik hormon insulin yang paling dibutuhkan utamanya oleh penderita diabetes [7,8].

Insulin sendiri merupakan hormon alami dalam tubuh pengubah glukosa menjadi tenaga dan pengatur kadar gula dalam darah [9].

Ketika insulin tidak terproduksi secara cukup, insulin tak bisa tubuh gunakan secara maksimal sehingga dibutuhkan suntik hormon insulin [9].

Penderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 pada beberapa kasus memerlukan suntik insulin untuk bisa bertahan hidup [7,8,9].

Bahkan terapi suntik hormon insulin harus dilakukan seumur hidup oleh penderita diabetes tipe 1 [1].

Sementara bagi penderita diabetes tipe 2, suntik hormon insulin umumnya diberikan atau digunakan bersama dengan obat antidiabetes sambil juga menerapkan diet khusus [1].

Walaupun dapat digunakan atau dilakukan secara mandiri oleh penderita diabetes, suntik insulin tergolong sebagai obat resep sehingga penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Suntik insulin pun terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu [8] :

  • Insulin kerja pendek, yaitu insulin yang penyuntikkannya dilakukan sebelum makan dan efeknya baru bekerja 30-60 menit setelah disuntikkan ke dalam tubuh dengan ketahanan selama 5-8 jam.
  • Insulin kerja cepat, yaitu insulin yang penyuntikkannya dilakukan sebelum makan di mana efeknya baru bekerja sekitar 15 menit setelah disuntikkan dan ketahanan efek bisa sampai 3-4 jam.
  • Insulin kerja panjang, yaitu insulin yang efeknya baru bekerja setelah lebih dari 2 jam dari waktu menyuntikkannya, namun ketahanan efek jauh lebih lama, yaitu 24 jam lebih.
  • Insulin kerja menengah, yaitu insulin yang efeknya baru bekerja 1-2 jam setelah disuntikkan ke dalam tubuh dengan 14-15 jam untuk ketahanan efeknya.

Jenis suntik hormon insulin dapat digunakan baik oleh penderita diabetes usia anak maupun usia dewasa.

4. Suntik Hormon Estrogen

Suntik hormon estrogen adalah jenis suntik hormon lainnya yang diperuntukkan bagi wanita dengan kondisi tubuh kekurangan hormon estrogen [11].

Suntik hormon estrogen umumnya memiliki fungsi atau manfaat sebagai berikut [10,11] :

  • Mengatasi kelainan indung telur atau ovarium yang menjadikan tubuh wanita tak mampu memroduksi estrogen secara memadai.
  • Mengatasi vaginitis atrofi atau kondisi vagina yang mengalami peradangan karena iritasi dan kering.
  • Mengatasi atrofi vulva atau kondisi vagina nyeri dan kering disertai dengan tak mampu mengendalikan buang air kecil (inkontinensia urine).
  • Mengatasi gejala-gejala menopause yang meliputi vagina kering, insomnia dan hot flashes.
  • Menurunkan risiko osteoporosis setelah masuk masa menopause.

Pada pria, suntik hormon estrogen mampu membantu menangani penyakit kanker prostat [10].

Namun, hingga kini belum diketahui pasti mengenai manfaat suntik estrogen sebagai pencegah penuaan dini atau penghilang kerutan dan sebagai anti-aging.

Selain dalam bentuk suntik, terapi hormon estrogen dapat dilakukan dalam bentuk obat oral/minum dan krim yang bisa dioles langsung ke vagina [11].

5. Suntik Hormon Progesteron

Hormon progesteron ada di dalam tubuh wanita maupun pria, maka suntik hormon progesteron dapat membantu kondisi tertentu wanita dan pria [12].

Hormon progesteron dikenal sebagai hormon penting bagi wanita, terutama pada masa kehamilan sebagai hormon pendukung pertumbuhan jaringan payudara, penguat dinding rahim dan pengatur supaya produksi susu tidak terjadi sampai bayi dilahirkan [12,13].

Selain itu, suntik hormon progesteron dapat membantu para wanita hamil dengan risiko keguguran tinggi agar meminimalisir kondisi berbahaya tersebut [12,13].

Meski baik sebagai penguat dinding rahim dan pencegah keguguran walau belum terbukti melalui studi ilmiah, progesteron bukan hormon yang dapat disuntikkan untuk ibu yang sedang menyusui apalagi tanpa konsultasi dengan dokter karena suntikan progesteron dapat terserap ke dalam ASI [12].

Agar fungsi dan manfaat tersebut benar-benar diperoleh secara maksimal, penting untuk menghindari penggunaan obat lain saat disuntik hormon progesteron.

Demikian beberapa jenis suntik hormon yang berguna dalam mengatasi maupun meminimalisir risiko sejumlah penyakit tertentu.

Sebelum memutuskan menempuh terapi hormon melalui metode suntik, pastikan sudah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter mengenai fungsi dan efek samping yang berpotensi terjadi.

1. Cleveland Clinic medical professional. Androgens. Cleveland Clinic; 2021.
2. George N. Nassar & Stephen W. Leslie. Physiology, Testosterone. National Center for Biotechnology Information; 2022.
3. Giovanni Corona, Alessandra Sforza, & Mario Maggi. Testosterone Replacement Therapy: Long-Term Safety and Efficacy. The World Journal of Men's Health; 2017.
4. Matthew Hoffman, MD & Minesh Khatri, MD. Is Testosterone Replacement Therapy Right for You?. WebMD; 2021.
5. M Dosani, W J Morris, S Tyldesley & T Pickles. The Relationship between Hot Flashes and Testosterone Recovery after 12 Months of Androgen Suppression for Men with Localised Prostate Cancer in the ASCENDE-RT Trial. Clinical Oncology; 2017.
6. Tony Rehagen & Melinda Ratini, DO, MS. Keep Testosterone in Balance. WebMD; 2015.
7. Michelle L. Griffith, MD, Jessica DiGiacinto & Valencia Higuera. Everything You Need to Know About Insulin. Healthline; 2021.
8. Michael Dansinger, MD. Types of Insulin for Diabetes Treatment. WebMD; 2020.
9. Sushmita Thota & Aelia Akbar. Insulin. National Center for Biotechnology Information; 2021.
10. Benjamin J. Delgado & Wilfredo Lopez-Ojeda. Estrogen. National Center for Biotechnology Information; 2021.
11. Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, R.N., IBCLC, AHN-BC, CHT & Hannah Nichols. Everything you need to know about estrogen. Medical News Today; 2020.
12. Jessie K. Cable & Michael H. Grider. Physiology, Progesterone. National Center for Biotechnology Information; 2021.
13. Michael Weber, M.D. & Chaunie Brusie. Progesterone Injections During Pregnancy: What to Expect. Healthline; 2016.

Share