Makanan, Minuman dan Herbal

Kentang Hitam : Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Kentang hitam mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik yang rendah, serat, dan senyawa antioksidan seperti fenolik dan flavonoid. Oleh sebab itu, kentang hitam dapat dipilih sebagai salah satu menu

Sekilas tentang Kentang Hitam

Kentang hitam (Plectranthus Rotundifolius) merupakan tanaman spesies kentang yang banyak dijumpai di negara-negara tropis dan subtropis [1].

Kentang hitam termasuk ke dalam jenis sayuran berbentuk umbi-umbian yang tergolong dalam famili Lamiceae dan sub famili Neptoideae.

Tumbuhan ini berbentuk seperti kentang pada umumnya akan tetapi daging dan kulitnya berwarna hitam [1]. Kentang hitam di Indonesia biasa dikenal dengan nama kentang klici, kentang ireng, kembili, dan sabrang.

Kentang Hitam

Kentang hitam ditemukan oleh bangsa Portugis di Pantai Coromandel di Selandia Baru dan Sri Lanka. Bangsa Portugis kemudian membawa bibit kentang hitam ke malaka dan tumbuh menjadi kentang hitam di Indonesia.

Kandungan Gizi pada Kentang Hitam

Berikut merupakan kandungan gizi kentang hitam per 100 gram [2] :

Name AmountUnit
Energi142kcal
Karbohidrat37,7gram
Protein0,9mg
Lemak0,4gram
serat1,6gram
Kadar abu3,6gram
gula34,2mg
Kalsium34mg
Fosfor75mg
Zat besi8mg
Vitamin A0mg
Vitamin B10,02 mg
Vitamin C38mg

Kandungan gizi utama dalam kentang hitam adalah karbohidrat dan serat yang merupakan kalori utama dalam kentang hitam [2].

Karbohidrat sangat baik untuk dikonsumsi dan berguna untuk sumber energi, serta merupakan salah satu karbohidrat yang memberikan efek kenyang lebih lama. Sedangkan serat dalam kentang hitam berfungsi untuk melancarkan pencernaan [3].

Manfaat Kentang Hitam bagi Kesehatan

Kentang hitam memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Berikut penjelasannya:

1. Anti Kanker

Kanker merupakan penyakit degeneratif dengan angka kematian yang cukup tinggi. Kanker dapat diobati dengan bahan-bahan alami yang kaya akan senyawa antioksidan [4].

Kentang hitam merupakan bahan makanan yang mengandung senyawa fenolik tinggi. Senyawa fenolik inilah yang berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan berperan penting sebagai penangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh [5].

Aktivitas antioksidan yang terdapat pada kulit kentang hitam lebih tinggi dibandingkan yang terdapat pada daging kentang hitam. Aktivitas antioksidan dan agen kemo preventif pada kentang hitam juga didukung dengan adanya kandungan asam ursolat dan asam oleanolik di dalamnya [5].

Agen kemo preventif merupakan suatu zat dari bahan alam yang dapat mencegah perkembangan sel kanker dengan efek samping dan yang rendah.

2. Anti Tumor

Tumor merupakan daging yang tumbuh tidak semestinya pada tubuh. Pertumbuhan daging ini disebabkan karena salah satunya yaitu pola makan yang buruk.

Mengonsumsi makanan yang berlemak dan karbohidrat tinggi dapat menyebabkan penyakit tumor [6].

Pencegahan penyakit tumor dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi akan serat dan rendah kolesterol [7]. Salah satunya yaitu kentang hitam.

Selain itu, kentang hitam menunjukkan aktivitas anti tumor in vitro yang kuat ketika diuji menggunakan sel Raji. Kandungan senyawa bioaktifnya yaitu asam triterpenik memiliki kemampuan menghambat aktivasi antigen awal EBV (Epstein-Barr Virus) yang menjadi penyebab tumor dalam sel Raji [8].

Anti tumor in vitro : Uji aktivitas anti tumor yang dilakukan pada sel tumor yang telah dipisahkan dari tubuh makhluk hidup atau organisme.

Asam triterpenik adalah sekelompok senyawa alami yang berasal dari tanaman dengan aktivitas biologis yang berperan penting dalam dunia medis. Contoh dari asam triterpenik adalah asam betulinik, asam oleanolik, dan asam ursolik yang berperan sebagai antikanker dan anti tumor.

Sedangkan Antigen EBV adalah zat yang dapat merangsang sistem imun yang menghasilkan antibodi dari EBV (Epstein-Barr Virus).

Selain itu, Kentang Hitam juga mengandung senyawa flavonoid yang tinggi. Senyawa flavonoid ini yang berperan penting sebagai antioksidan.

Antioksidan inilah yang berperan untuk menghambat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh [8].

Sel raji adalah sel yang berasal dari kultur Line Cell Lymphoblastoid (LCLs) yang merupakan turunan lymphoma Burkitt (Sejenis kanker yang terdapat pada sistem limfa) [8].

3. Obat Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditimbulkan akibat berkurangnya kinerja hormon insulin [9]. Penyakit diabetes mellitus dapat disembuhkan dengan cara mengatur asupan makanan.

Salah satu cara mengatur asupan makanan yaitu dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat serta indeks glikemik yang rendah.

Indeks glikemik inilah yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan cepat serta meningkatkan rasa kenyang dan menunda rasa lapar [10].

Indeks Glikemik merupakan angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat dalam suatu makanan.

Pemilihan karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah merupakan langkah yang sangat tepat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus. Salah satu makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah yaitu kentang hitam.

Kentang hitam diketahui mengandung jenis pati yang mempunyai kadar gula rendah sehingga kentang hitam sangat cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes [10].

4. Alternatif Diet

Diet merupakan suatu usaha untuk menurunkan berat badan agar ideal. Diet dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.

Mulai dari diet karbohidrat, diet rendah lemak, diet OCD (Obsessive Combuzier’s Diet), dan berbagai macam diet lainnya. Salah satu diet yang dianggap aman yaitu diet karbohidrat [11].

Diet karbohidrat dilakukan dengan mengurangi porsi karbohidrat yang dikonsumsi.

Diet jenis ini biasanya tidak hanya mengurangi porsi karbohidrat saja akan tetapi juga mengganti jenis kerbohidrat yang dikonsumsi. Jenis karbohidrat yang baik untuk diet yaitu yang berasal dari umbi-umbian [11].

Kentang hitam merupakan umbi-umbian yang kaya akan serat. Serat tersebut sangat diperluan untuk proses diet karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan juga menunda lapar.

Kentang hitam juga diperkaya dengan mineral-mineral yang dikandungnya seperti fosfor, kalium, zat besi, dan mineral lainnya. mineral mineral tersebut dapat menambah daya tahan tubuh tehadap penyakit [2].

5. Menjaga kesehatan Jantung

Penyakit jantung banyak disebabkan karena konsumsi makanan yang kurang baik. Makanan dengan kadar karbohidrat dan kolesterol tinggi sangat rentan menyebabkan munculnya penyakit jantung.

Kolesterol akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Penyempitan pembuluh darah ini akan menghambat jalan masuk oksigen ke dalam jantung [12].

Menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan dengan cara mengatur pola makan dengan baik. Pemilihan makanan yang sehat akan menjaga kesehatan jantung. Salah satu makanan yang sangat bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan jantung yaitu kentang hitam.

Kentang hitam diketahui mengandung banyak serat dan kalium yang dapat mengontrol kolesterol dalam tubuh [13].

Efek Samping Mengonsumsi Kentang Hitam

Mengonsumsi kentang hitam memang mempunyai banyak manfaat. Namun, di samping manfaat yang dihasilkan, juga terdapat efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi kentang hitam.

Efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi kentang hitam dapat terjadi karena kekeliruan dalam proses konsumsi atau proses pemasakan. Berikut merupakan efek samping mengonsumsi kentang hitam :

Alergi terhadap makanan jenis kentang memang jarang terjadi. Namun, ada juga yang mengalami alergi terhadap kentang hitam. Alergi kentang hitam dapat berupa gatal-gatal, ruam pada kulit, hingga sakit tenggorokan. Hal ini dikarenakan kentang hitam menghasilkan protein yang bernama patatin [14].

Patatin merupakan glikoprotein yang dihasilkan dari tanaman kentang.

Orang yang alergi terhadap lateks juga perlu berhati-hati untuk mengonsumsi kentang hitam. Hal ini dikarenakan terdapat fenomena reaktivitas silang yang menyebabkan penderita alergi lateks juga sensitif terhadap patatin dalam kentang hitam [15].

Fenomena reaktivitas silang terjadi karena zat pemicu alergi dalam lateks mirip dengan zat pemicu alergi dalam kentang hitam.

Gejala yang ditimbulkan dari alergi lateks juga mirip dengan alergi kentang hitam di antaranya gatal-gatal, kulit kemerahan, hingga tenggorokan sakit [15].

Lateks merupakan getah putih kental seperti susu yang dihasilkan dari tumbuhan.
  • Keracunan

Kentang hitam termasuk dalam keluarga Solanaceae yang mengandung senyawa beracun bernama glikoalkaloid. Senyawa beracun ini terdapat dalam kentang hitam antara lain solanine dan chaconine [16].

Solanine dan chaconine merupakan senyawa beracun yang terdapat pada tanaman kelompok Solanaceae. Senyawa ini terdapat pada tanaman untuk mempertahankan diri dari hewan herbivora.

Senyawa glikoalkaloid dalam kentang hitam dapat menyebabkan gejala-gejala ringan seperti sakit kepala, sakit perut, diare, dan mual [16].

Senyawa glikoalkaloid juga dapat menyebabkan gejala yang serius seperti sesak nafas, detak jantung cepat, tekanan darah rendah, demam, higga meninggal dunia [16].

Akan tetapi, tidak semua kentang hitam mengandung glikoalkaloid yang tinggi. Ciri kentang hitam yang mengandung glikoalkaloid yang tinggi yaitu terasa pahit di lidah apabila dimakan.

Apabila menjumpai kentang hitam yang seperti itu, sebaiknya jangan dilanjutkan untuk memakannya.

  • Akrilamida

Akrilamida merupakan kontaminan yang terdapat dalam karbohidrat apabila dimasak pada suhu yang terlalu tinggi. Akrilamida biasa dijumpai pada kentang hitam yang digoreng dan dipanggang [17].

Kontaminan merupakan suatu zat yang dapat memberikan efek berbahaya bagi makhluk hidup.

Akrilamida apabila dikonsumsi terlalu sering akan mengakibatkan kanker pernafasan, kanker ovarium, kanker mulut, dan anker esofagus [18].

Tips Konsumsi Kentang Hitam

Manfaat mengonsumsi kentang hitam dapat cepat dirasakan apabila mengonsumsinya dengan cara yang benar. Konsumsi kentang hitam yang benar yaitu menghindari penambahan bahan makanan lain seperti MSG, garam, maupun gula.

Menghindari memasak kentang dengan cara digoreng juga perlu dilakukan untuk menghindari kolesterol. Pemilihan kentang hitam saat akan membeli juga perlu diperhatikan.

Semakin bagus kondisi kentang hitam, semakin baik pula kandungan nutrisi di dalamnya [19]. Berikut tips konsumsi kentang yang sehat dan lezat :

  • Kentang hitam bakar

Kentang hitam dapat dibakar menggunakan arang. Caranya adalah siapkan arang kemudian bakar pada alat pembakar hingga arang berwarna merah api.

Kemudian siapkan kentang hitam yang sudah dibersihkan, lalu susun di atas alat pembakar yang sudah terdapat arang. Atur kematangan kentang hitam dengan cara membolak-balikkan kentang menggunakan penjepit.

Tusuk kentang hitam untuk mengetahui kematangannya. Apabila saat ditusuk sudah empuk, maka kentang hitam siap dihidangkan [20]

  • Kentang Hitam Panggang

Kentang hitam dapat dipanggang menggunakan alat oven atau wajan pemanggang. Memanggang kentang hitam menggunakan oven dilakukan dengan memasukkan kentang hitam yang sudah dibersihkan ke dalam oven dan mengatur suhu oven sebesar 220 C selama 45-60 menit. Kemudian kentang hitam siap dihidangkan.

Memanggang kentang hitam menggunakan wajan pemanggang yaitu dengan memanaskan wajan pemanggang dengan api kompor, kemudian kentang hitam dimasak di atas wajan hingga matang.

  • Kentang Hitam Rebus

Merebus kentang dapat dilakukan dengan cara memanaskan air dalam panci hingga mendidih, kemudian memasukkan kentang hitam ke dalamnya, lalu tutup dengan tutup panci. Perebusan kentang memerlukan waktu kurang lebih 30 menit hingga benar-benar matang.

  • Kentang Hitam Kukus

Mengukus kentang hitam dapat dilakukan dengan cara merebus air di dalam panci kukus yang dilengkapi sarangan hingga mendidih.

Kemudian masukkan kentang hitam yang telah dibersihkan ke dalam kukusan hingga matang. Kematangan kentang dapat dicek dengan cara menusuk kentang menggunakan garpu atau tusuk sate.

Tips Penyimpanan Kentang Hitam

Menyimpan kentang hitam tidak memerlukan banyak perhatian khusus, namun apabila salah dalam penyimpanan akan mengakibatkan kentang hitam busuk dengan cepat [21]. Berikut ini cara menyimpan kentang hitam agar tidak cepat busuk :

  1. Pilih kentang hitam yang masih dalam kondisi bagus (bentuk bulat, tidak ada bekas sayatan, dan tidak berpenyakit)
  2. Besihkan kentang hitam dari kotoran-kotoran yang menempel (Membersihkan kentang hitam dapat menggunakan lap langsung apabila kondisi kentang hitam kering, namun apabila masih basah dapat menggunakan lap yang dibasahi air).
  3. Lap kentang hitam hingga benar-benar kering (tidak lembab).
  4. Simpan di tempat yang terbuka dan kering.
  5. Hindarkan kentang hitam dari paparan sinar matahari secara langsung.
  6. Hindari menyimpan kentang hitam di dalam wadah yang tertutup karena akan membuat kentang menjadi lembab dan membusuk.

1). Alan J. Paton, Montfort Mwanyambo, Rafaël H.A. Govaerts, Kokkaraniyil Smitha, Somran Suddee, Peter B. Phillipson, Trevor C. Wilson, Paul I. Forster, And Alastair Culham. Phytokeys 129: 1–158. Nomenclatural Changes in Coleus and Plectranthus (Lamiaceae): a Tale of More Than Two Genera.
2). Jenit K. Joy, P. Siddhuraju. 2017. International Journal Of Current Pharmaceutical Research 9(4) : 65-74. Studies on Nutritional Profile and Antioxidantpotential of Different Dioscorea Sp With Plectrantus rotundifolius.
3). Julie E. Holesh, Andrew Martin. 2020. StatPearls. Physiology, Carbohydrates
4). Anita Thyagarajan And Ravi P. Sahu. 2018. Integrative Cancer Therapies 17(2) : 210-216. Potential Contributions of Antioxidants to Cancer Therapy: Immunomodulation and Radiosensitization.
5). Nugraheni M, Santoso U, Suparmo And Wuryastuti H. International Food Research Journal 18(4): 1471-1480. Potential of Coleus Tuberosus as an Antioxidant and Cancer Chemoprevention Agent.
6). Alecsandru Ioan Baba And Cornel Câtoi. 2007. The Publishing House of The Romanian Academy. Comparative Oncology.
7). Michael S Donaldson. 2004. Nutrition Journal 3: 19. Nutrition and Cancer: a Review of The Evidence For an Anti-Cancer Diet.
8). Lim Yang Mooi, Norhanom Abdul Wahabb, Nordin Haji Lajis, and Abdul Manaf Alid. 2010. Chemistry & Biodiversity 7 : 1265-1275. Chemopreventive Properties of Phytosterols and Maslinic Acid Extracted from Coleus tuberosus in Inhibiting the Expression of EBV Early-Antigen in Raji Cells.
9). American Diabetes Association. 2010. Diabetes Care 33 : S62–S69. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus.
10). Alison Gray And Rebecca J Threlkeld. 2019. Endotext. Nutritional Recommendations for Individuals With Diabetes
11). David S Ludwig, Frank B Hu, Luc Tappy, And Jennie Brand-Miller. 2018. BMJ 361: K2340. Dietary Carbohydrates: Role of Quality And Quantity in Chronic Disease
12). Kevin Mc Namara, Hamzah Alzubaidi, And John Keith Jackson. 2019. Integrated Pharmacy Research Practice 8: 1–11. Cardiovascular Disease as a Leading Cause of Death: How Are Pharmacists Getting Involved?
13). Rosa Casas, Sara Castro-Barquero, Ramon Estruch, And Emilio Sacanella. 2018. International Journal Of Molecular Science. 19(12): 3988. Nutrition and Cardiovascular Health.
14). Seppälä , Alenius H, Turjanmaa K, Reunala T, Palosuo T, Kalkkinen N. 1999. Journal of Allergy and Clinical Immunology. 103(1):165-71. Identification of Patatin as a Novel Allergen for Children With Positive Skin Prick Test Responses to Raw Potato.
15). Schmidt MHH, Raulf-Heimsoth M, Posch A. 2002. An Allergy Asthma Immunol 89(6):613-8. Evaluation of Patatin as a Major Cross-Reactive Allergen in Latex-Induced Potato Allergy.
16). Korpan YI, Nazarenko EA, Skryshevskaya IV, Martelet C, Jaffrezic-Renault N, El'skaya AV. 2004. Trends Biotechnol 22(3):147-51. Potato Glycoalkaloids: True Safety or False Sense of Security?
17). Raquel Medeiros, Vinci Frédéric, Mestdagh Bruno, De Meulenaer. 2012. Food Chemistry 133(4) : 1138-1154. Acrylamide Formation in Fried Potato Products – Present and Future, a Critical Review on Mitigation Strategies
18). Burley VJ, Greenwood DC, Hepworth SJ, Fraser LK, De Kok TM, Van Breda SG, Kyrtopoulos SA, Botsivali M, Kleinjans J, Mckinney PA, Cade JE. 2010. British Journal of Cancer. 103(11):1749-54. Dietary Acrylamide Intake and Risk of Breast Cancer in The UK Women's Cohort.
19). P. Saranraj, Sudhanshu S. Behera, And Ramesh C. Ray. 2019. Innovation in Traditional Foods. Traditional Foods From Tropical Root and Tuber Crops: Innovations and Challenges.
20). Susan Kahn. 2007. The Tauton Press. A Perfectly Baked Potato.
21). F Nourian, HS Ramaswamy, AC Kushalappa. 2003. Lebensm Wiss U-Technol 36 : 49-65. Kinetics of Quality Change Associated With Potatoes Stored at Different Temperatures

Share