Makanan, Minuman dan Herbal

Kubis Merah : Manfaat – Efek Samping, dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Kubis Merah

Kubis merah (Brassica oleraceae) merupakan tanaman dari keluarga Brassicaceae yang merupakan kubis-kubisan. Kubis merah berbentuk seperti kubis pada umumnya akan tetapi berwarna ungu kemerahan [1].

Budidaya kubis merah sebagian besar dilakukan di dataran tinggi. Namun, banyak juga ditanam di daerah sejuk hingga dataran rendah dengan curah hujan 850-900 mm [1].

Kubis Merah

Kubis merah mempunyai warna ungu kemerahan dikarenakan mengandung pigmen warna antosianin.

Antosianin merupakan pigmen warna alami pada tumbuhan yang dapat mengeluarkan warna merah, ungu, dan biru [2].

Hal ini yang membedakan dengan kubis lain karena kandungan antosianin dalam kubis merah dapat digunakan sebagai pewarna alami makanan, perlindungan dari kanker, anti aging, antidiabetes, dan penyakit alzheimer [3].

Kandungan Gizi Kubis Merah

Kandungan gizi kubis merah per 100 gramnya sebagai berikut [4] :

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Kubis, merah, mentah
Kalori: 31 Kalori Dari Lemak: 1.3
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.2      g 0.25 %
Lemak Jenuh0        g 0.1  %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium27       mg 1.13 %
Total Karbohidrat7.4      g 2.46 %
Serat2.1      g 8.4  %
Gula3.8      g
Protein1.4      g 2.86 %
Vitamin A22.32 %Vitamin c95 %
Kalsium4.5 %Zat besi4.44 %
© IDNmedis.com

Src : Kubis, merah, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin C57       mg95 %
Vitamin K38.2     mcg48 %
Vitamin A1116     IU22 %
Mangan0.2      mg12 %
Vitamin B60.2      mg10 %
Serat makanan2.1      g8 %
Kalium243      mg7 %
Tiamin0.1      mg4 %
Riboflavin0.1      mg4 %
Folat18       mcg5 %
© IDNmedis.com

Src : Kubis, merah, mentah

Kubis merah mengandung serat tinggi yang sangat baik untuk mengatasi masalah kesehatan seperti jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit pencernaan [5].

Selain serat, kubis merah juga mengandung kalium tinggi yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi ginjal, jantung, otot, dan syaraf [6].

Manfaat Kubis Merah untuk Kesehatan

Manfaat kubis merah untuk kesehatan sebagai berikut :

  • Anti-inflamasi

Anti-inflamasi merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan sehingga dapat meredakan demam dan juga nyeri [7].

Kubis merah berpotensi sebagai anti-inflamasi yang dapat membantu melawan peradangan yang dapat mengakibatkan penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, diabetes, alzheimer, hingga depresi [7].

Sebuah penelitian dari Anouk Kaulmann di Luxembourg Institute of Science and Technology menyatakan bahwa kubis merah dapat mengurangi aktivitas inflamasi secara efektif pada peradangan usus sebesar 22-40% yang diteliti menggunakan model buatan usus manusia [8].

Daun kubis merah juga efektif mengurangi rasa sakit pada lutut orang dewasa yang menderita artritis (peradangan sendi) dengan cara membungkus lututnya menggunakan daun kubis merah sehari sekali [9].

Selain itu, daun kubis merah juga dapat mengurangi nyeri pada pembengkakan payudara akibat menyusui dan dapat memperpanjang durasi menyusui [10].

Maka dari itu, daun kubis merah efektif digunakan sebagai anti- inflamasi contohnya yaitu mengobati peradangan usus, peradangan lutut, dan peradangan payudara.
  • Memelihara Kesehatan Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting karena berperan memompa darah ke seluruh tubuh. Memelihara kesehatan jantung perlu dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antosianin seperti kubis merah [2].

Antosianin diketahui dapat mengurangi resiko penyakit jantung termasuk mengurangi kekakuan arteri dan menurunkan tekanan darah tinggi [11].

Menurut penelitian dari Aedin Cassidy di University of East Anglia menyebutkan bahwa wanita yang secara teratur mengonsumsi makanan kaya antosianin dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko serangan jantung sekitar 11% – 32% [12].

Kubis merah diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh sehingga sayuran ini menjadi pilihan untuk mencegah penyakit jantung dengan cara mengonsumsinya saat diet [13].

  • Memperlancar Sistem Pencernaan

Kubis merah kaya akan serat larut dan tidak larut yang dapat menjaga usus tetap sehat, membantu mencerna makanan dengan mudah, serta memperbaiki tekstur tinja [14].

Serat tidak larut dalam kubis merah terdiri dari 70% dari total serat yang dapat menambah kuantitas tinja dan membantu makanan bergerak lebih mudah dalam usus, serta dapat mengurangi sembelit [15].

Sedangkan 30% sisanya merupakan serat larut yang menyediakan makanan untuk bakteri baik dalam usus yang menghasilkan asam lemak seperti asam asetat, asam butirat, dan asam propionat yang dapat meningkatkan fungsi sel-sel usus [15].

Asam-asam lemak tersebut juga dapat mengurangi peradangan dan gejala gangguan usus lainnya, seperti penyakit Crohn, iritasi usus, dan radang usus besar [16].

Penyakit Crohn merupakan penyakit radang usus kronis yang mengakibatkan peradangan pada seluruh sistem pencernaan mulai dari usus hingga anus [16].
  • Menguatkan Tulang

Kubis merah diketahui mengandung nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tulang seperti vitamin C, vitamin K, kalsium, dan kalium [4].

Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan berperan penting sebagai antioksidan sehingga dapat melindngi sel-sel tulang dari kerusakan [17].

Sedangkan Vitamin K merupakan molekul pembantu dalam pembentukan protein, termasuk osteokalsin yang merupakan salah satu protein utama dalam tulang [18].

Osteokalsin adalah protein non-kolagen yang terdapat pada matriks tulang dan berperan penting untuk proses pembentukan tulang [18].
  • Antikanker

Kubis merah diketahui mengandung senyawa sulforafan yang mempunyai aktivitas antioksidan sehingga berperan penting untuk mencegah penyakit kanker [19].

Sulforafan dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga memicu pertumbuhan sel dan melakukan apoptosis yaitu penghilangan sel yang tidak diperlukan oleh tubuh (kanker) [19].

Selain sulforafan, kubis merah mengandung senyawa antosianin yang merupakan bagian dari flavonoid yang memberikan warna ungu, merah, dan biru alami pada tumbuhan [2].

Menurut penelitian dari Li-Shu Wang dari Ohio State University menyebutkan bahwa Antosianin menunjukkan aktivitas anti-karsinogenik (mencegah pertumbuhan) beberapa tipe sel kanker yang diteliti secara in vitro (menggunakan sel yang diisolasi terlebih dahulu) dan in vivo (uji langsung menggunakan makhluk hidup) [20].

Secara in vitro, antosianin dapat melakukan pembersihan radikal, menstimulasi enzim detoksifikasi, pengurangan proliferasi (pertumbuhan kembali) sel, anti-inflamasi, apoptosis dan diferensiasi [20].

Sedangkan secara in vivo, antosianin menunjukkan aktivitas antikanker terhadap kanker saluran pencernaan dan menghambat kanker kulit dengan cara mengoleskannya [20].

  • Alternatif Diet

Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan serat dapat membantu menurunkan berat badan. Salah satunya yaitu mengonsumsi kubis merah [2].

Kubis merah diketahui mengandung serat yang tinggi. Serat ini selain melancarkan proses pencernaan, juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama [21].

Selain kaya akan serat, kubis merah juga rendah kalori dan karbohidrat. Diet rendah kalori dan karbohidrat telah menunjukkan efek signifikan terhadap penurunan berat badan [22].

  • Antidiabetes

Kubis merah merupakan sayuran kaya serat yang rendah gula dan baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Menurut penelitin dari Hazem A. H. Kataya dari UAE University menyebutkan bahwa kubis merah dapat secara efektif menurunkan kadar gula darah dan menurunkan berat badan dengan mengonsumsi kubis merah 1g/kg berat badan yang diteliti menggunakan tikus percobaan.

Hal ini dikarenakan kubis merah memiliki sifat anti-hiperglikemik yaitu dapat menurunkan kelebihan kadar gula dalam darah, dan dapat mengurangi risiko nefropati diabetik (kerusakan fungsi ginjal akibat diabetes).

Antosianin dalam kubis merah juga berperan penting dalam pengobatan diabetes karena senyawa ini dapat mengurangi resistansi insulin sehingga insulin dapat berfungsi dengan baik untuk mengatur kadar gula darah.

Selain itu, mengonsumsi kubis merah untuk terapi diabetes juga dapat mengurangi komplikasi pembuluh darah. Sehingga, kubis merah menjadi makanan yang aman untuk dikonsumsi karena tidak banyak menunjukan efek samping.

Kubis merah baik dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki aktivitas antihiperglikemik yang tinggi dan dapat mengurangi komplikasi akibat diabetes seperti nefropati diabetik dan komplikasi pembuluh darah.

Efek Samping Mengonsumsi Kubis Merah

Selain mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, kubis merah juga memiliki beberapa efek samping sebagai berikut :

  • Menyebabkan Kekurangan Tiroid (hipotiroid)

Mengonsumsi kubis merah dalam jumlah normal yaitu 400 gram per harinnya sangat baik untuk kesehatan. Akan tetapi apabila mengonsumsi secara berlebihan dapat berakibat buruk bagi kesehatan salah satunya kekurangan tiroid [23].

Kubis merah diketahui mengandung senyawa goitrogen yang dapat menghambat transportasi yodium ke tiroid. Akibatnya produksi hormon tiroid juga terhambat yang mengakibatkan hipotiroid (kekurangan tiroid) [23].

Goitrogen ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi pada kubis merah mentah. Sehingga, penderita hipotiroid tidak dianjurkan untuk mengonsumsi kubis merah mentah [24].

  • Jus Kubis Merah Menyebabkan Kekurangan Serat

Kubis merah diketahui memiliki banyak serat [4]. Namun, mengonsumsinya harus dengan cara yang tepat agar serat tidak hilang.

Membuat kubis merah menjadi jus diketahui dapat menghilangkan banyak kandungan seratnya. Serat dalam kubis merah diketahui dapat meningkatkan perasaan kenyang, menjaga kesehatan usus, membantu menstabilkan gula darah, dan dapat mengurangi kolesterol [25].

Namun, dengan membuat jus kubis merah dapat mengurangi kandungan seratnya sehingga manfaat yang diperoleh lebih rendah. Maka dari itu, mengonsumsi langsung kubis merah lebih baik daripada membuatnya menjadi jus [26].

Tips Konsumsi Kubis Merah

Mengonsumsi kubis merah harus dilakukan dengan benar agar memperoleh manfaatnya. Berikut tips mengonsumsi kubis merah :

  • Salad Kubis Merah

Langkah-langkah untuk membuat salad kubis merah adalah sebagai berikut [27]:

  1. 1 paprika merah, dipotong dadu
  2. 2½ cangkir kubis hijau, dipotong dadu
  3. 1¼ gelas peterseli, cincang
  4. 1 cangkir kubis ungu cincang halus
  5. 2/3 cangkir mozzarella vegan parut
  6. 1/3 cangkir kacang kenari yang ditumbuk kasar
  7. 10 buah zaitun hitam, iris
  8. 6 kancing jamur, iris tipis
  9. 1 sendok makan minyak wijen
  10. ½ sendok teh garam
  11. Lada hitam yang baru ditumbuk
  12. Daun mint, untuk hiasan
  13. Potong paprika merah dan masukkan ¾ potongan ke dalam
    mangkuk besar.
  14. Sisihkan potongan paprika untuk hiasan. Tambahkan bahan yang tersisa, kecuali daun mint, ke dalam mangkuk dan aduk rata.
  15. Pindahkan salad ke mangkuk saji yang menarik dan taburi atasnya dengan paprika merah yang dipotong dadu dan daun mint.
  • Tips Mengonsumsi Kubis Merah untuk Anak

Berikut tips mengonsumsi kubis merah untuk anak [27] :

  1. Pilihlah kubis merah dengan konsisi baik.
  2. Cuci hingga bersih kubis merah.
  3. Berikan potongan kecil ke anak agar mengetahui apakah ada reaksi alergi.
  4. Rebus kubis merah hingga empuk.
  5. Potong kecil-kecil hingga halus kubis merah.
  6. Campurkan ke dalam bubur nasi, aduk hingga merata.
  7. Tambahkan garam dan gula secukupnya.
  8. Bubur nasi kubis merah siap dihidangkan untuk anak.

Tips Menyimpan Kubis Merah

Penyimpanan kubis merah perlu dilakukan agar dapat tahan lebih lama. Berikut tips menyimpan kubis merah [28] :

  1. Pilihlah kubis merah yang masih segar dan baru dipetik
  2. Kubis merah tidak perlu dicuci saat hendak menyimpan karena akan membuat kubis merah menjadi lembab dan cepat busuk.
  3. Bungkus Kubis merah dengan menggunakan plastik.
  4. Simpan kubis merah di dalam kulkas.
  5. Kubis merah dalam kulkas bisa bertahan hingga 1 minggu, sedangkan di ruang terbuka dapat bertahan 2-3 hari.
  6. Saat hendak menggunakan untuk memasak, gunakan kubis dengan cara membuka lembarannya.
Kubis merah merupakan salah satu jenis kubis yang berwarna merah keunguan. Warna merah tersebut dikarenakan kubis mengandung senyawa antosianin. Kubis merah bermanfaat sebagai antiinflamasi, antidiabetes, antikanker, alternatif diet, menyehatkan jantung, melancarkan pencernaan, dan menguatkan tulang.

1). Shengyi Liu, Yumei Liu, Xinhua Yang, Chaobo Tong, David Edwards, Isobel A. P. Parkin, Meixia Zhao, Jianxin Ma. 2014. Nature Communication 23(5) : 3930. The Brassica Oleracea Genome Reveals The Asymmetrical Evolution Of Polyploid Genomes.
2). Anna Podsędek, Małgorzata Redzynia, Elżbieta Klewicka, And Maria Koziołkiewicz. 2014. Biomed Research International : 365738. Matrix Effects On The Stability And Antioxidant Activity Of Red Cabbage Anthocyanins Under Simulated Gastrointestinal Digestion.
3). Neela Chigurupati A , Lani Saiki A , Charles Gayser Jr B , Alekha K. Dash. 2002. International Journal Of Pharmaceutics 241 : 293–299. Evaluation Of Red Cabbage Dye As A Potential Natural Color For Pharmaceutical Use.
4). Anonim. 2019. United State Department Of Agriculture. Cabbage, Red, Raw.
5). Melissa M. Kaczmarczyk, Michael J. Miller, And Gregory G. Freund. 2012. Metabolism 61(8): 1058–1066. The Health Benefits Of Dietary Fiber: Beyond The Usual Suspects Of Type 2 Diabetes, Cardiovascular Disease And Colon Cancer.
6). Anonim. 2020. National Institutes Of Health. Potassium.
7). Barry Sears. 2018. Journal Of The American College Of Nutrition 34(1) : 14-21. Anti-Inflammatory Diets.
8). Anouk Kaulmann, Sylvain Legay, Yves-Jacques Schneider, Lucien Hoffmann, Torsten Bohn. 2016. Molecular Nutrition And Food Research 60(5) : 992-1005. Inflammation Related Responses Of Intestinal Cells To Plum And Cabbage Digesta With Differential Carotenoid And Polyphenol Profiles Following Simulated Gastrointestinal Digestion.
9). Romy Lauche, Nadine Gräf, Holger Cramer, Jallal Al-Abtah, Gustav Dobos, Felix J Saha. 2016. The Clinical Journal Of Pain 32(11) : 961-971. Efficacy Of Cabbage Leaf Wraps In The Treatment Of Symptomatic Osteoarthritis Of The Knee: A Randomized Controlled Trial.
10). Boh Boi, Serena Koh, Desley Gail. 2012. JBI Library Of Systematic Reviews 10(20) : 1185-1213. The Effectiveness Of Cabbage Leaf Application (Treatment) On Pain And Hardness In Breast Engorgement And Its Effect On The Duration Of Breastfeeding.
11). Taylor C. Wallace. 2011. Advance In Nutrition 2(1): 1–7. Anthocyanins In Cardiovascular Disease.
12). Aedín Cassidy, Kenneth J Mukamal, Lydia Liu, Mary Franz, A Heather Eliassen, Eric B Rimm. 2013. Circulation 127(2) : 188-96. High Anthocyanin Intake Is Associated With A Reduced Risk Of Myocardial Infarction In Young And Middle-Aged Women.
13). Vincent A. Pallazola, Dorothy M. Davis, Seamus P. Whelton, Rhanderson Cardoso, Jacqueline M. Latina, Erin D. Michos, Sudipa Sarkar, Roger S. Blumenthal, Donna K. Arnett, Neil J. Stone, Francine K. Welty. 2019. Mayo Clinic Proceedings: Innovations, Quality, & Outcomes 3(3): 251–267. A Clinician's Guide To Healthy Eating For Cardiovascular Disease Prevention.
14). Jing Yang, Hai-Peng Wang, Li Zhou, And Chun-Fang Xu. 2012. World Journal Of Gastroenterology 18(48): 7378–7383. Effect Of Dietary Fiber On Constipation: A Meta Analysis.
15). Ramulu Punna , Udayasekhara Rao Paruchuri. 2004. International Journal Of Food Science And Nutrition 55(7): 561-7. Effect Of Maturity And Processing On Total, Insoluble And Soluble Dietary Fiber Contents Of Indian Green Leafy Vegetables.
16). S Macfarlane, G T Macfarlane, J H Cummings. 2006. Alimentary Pharmacology And Therapeutics 24(5) : 701-14. Review Article: Prebiotics In The Gastrointestinal Tract.
17). Patrick Aghajanian, Susan Hall, Montri D Wongworawat, Subburaman Mohan. 2015. Journal Of Bone And Mineral Research 30(11) : 1945-55. The Roles And Mechanisms Of Actions Of Vitamin C In Bone: New Developments.
18). Maria Fusaro, Maria Cristina Mereu, Andrea Aghi, Giorgio Iervasi, And Maurizio Gallieni. 2017. Clinical Cases Mineral Bone Metabolism 14(2) : 200–206. Vitamin K And Bone.
19). Xin Jiang, Ye Liu, Lixin Ma, Rui Ji, Yaqin Qu, Ying Xin, And Guoyue Lv. 2018. Drug Design, Development And Therapy 12 : 2905–2913. Chemopreventive Activity Of Sulforaphane.
20). Li-Shu Wang And Gary D. Stoner. 2008. Cancer Letters 269(2): 281–290. Anthocyanins And Their Role In Cancer Prevention.
21). N C Howarth, E Saltzman, S B Roberts. 2001. Nutrition Reviews 59(5) : 129-39. Dietary Fiber And Weight Regulation.
22). Joanne L Slavin. 2005. Nutrition 21(3) : 411-8. Dietary Fiber And Body Weight.
23). Jagminder K. Bajaj, Poonam Salwan, And Shalini Salwan. 2016. Journal Of Clinical & Diagnostic Research 10(1): FE01–FE03. Various Possible Toxicants Involved In Thyroid Dysfunction: A Review.
24). P LANGER. 1964. Physiol Bohemoslov 13 : 542-9. Study Of Chemical Representatives Of The Goitrogenic Activity Of Raw Cabbage.
25). Melissa M. Kaczmarczyk, Michael J. Miller, And Gregory G. Freud. 2012. Metabolism 61(8): 1058–1066. The Health Benefits Of Dietary Fiber: Beyond The Usual Suspects Of Type 2 Diabetes, Cardiovascular Disease And Colon Cancer.
26). Yardfon Tanongkankit, Naphaporn Chiewchan, And Sakamon Devahastin. 2015. Journal Of Food Science And Technology 52(4): 2280–2287. Evolution Of Antioxidants In Dietary Fiber Powder Produced From White Cabbage Outer Leaves: Effects Of Blanching And Drying Methods.
27). Reed Mangels. 1982. Vegetarian Journal 36(1) : 1-36. Cabbage With Vegan Cheese Please.
28). Joon-Yong Shim, Do-Gyun Kim, Jong-Tae Park, Lalit Mohan Kandpal, Soon-Jung Hong, Byoung-Kwan Choi, Wang-Hee Lee. 2016. Journal Of Biosystems Engineering 41(4) : 373 -388. Physicochemical Quality Changes In Chinese Cabbage With Storage Period And Temperature: A Review.

Share