Kanker Kulit A-Z – Penyebab – Gejala – Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Angelia Chandra
Indonesia merupakan negara tropis sehingga paparan sinar matahari merupakan hal yang tidak bisa selalu dihindari. Kanker kulit sendiri merupakan suatu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan... sel kulit rusak yang tidak terkendali. Faktor risiko terbesar untuk kejadian kanker kulit adalah paparan sinar UV, meskipun faktor lain juga turut berpengaruh seperti penggunaan tanning bed, orang berkulit putih, dll. Setiap individu di dunia pasti pernah mengalami penyakit kulit, namun tidak semua orang akan mendapati kanker. Ketika seseorang memiliki lesi yang tidak biasa pada kulit, katakanlah seperti adanya bercak yang mengalami perubahan warna dan meluas secara cepat, timbul benjolan pada kulit yang bentuknya tidak simetris dan tidak bisa hilang, atau tahi lalat yang sudah ada sejak lama namun tiba-tiba membesar secara cepat dan berubah bentuk bahkan berdarah, sebaiknya periksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan selanjutnya. Seperti halnya kanker pada umumnya, kanker kulit juga dapat menyebabkan kematian karena dapat menyebar ke organ lain. Meskipun menyebabkan kematian, kanker kulit dapat dicegah dengan selalu mengenakan tabir surya dengan kadar SPF yang sesuai baik pada wajah maupun tubuh, selalu konsumsi makanan yang tinggi antioksidan dan olahraga teratur. Perlu diingat pula bahwa meskipun menggunakan tabir surya sebaiknya tetap meminimalisir lamanya paparan sinar matahari karena SPF yang terkandung memiliki batas masa kerja, untuk lebih jelas konsultasikan dengan dokter ahli kulit untuk mengetahui jenis tabir surya yang cocok dan sesuai dengan aktivitas. Read more

Apa Itu Kanker Kulit

Kanker kulit adalah sebuah kondisi ketika sel kulit abnormal tumbuh dan berkembang. Umumnya, perkembangan sel abnormal ini dipicu oleh paparan sinar matahari.

Kanker Kulit
Contoh Kanker Kulit

Meski demikian, sel abnormal atau sel kanker tak selalu muncul pada area kulit yang terpapar sinar matahari. Maka di kulit bagian tubuh tertutup pun bisa terkena.

Fakta Tentang Kanker Kulit

  1. Dari tahun 1973, angka kasus kanker kulit baru sekaligus kematian karena kanker kulit terus meningkat sebanyak 44%, khususnya akibat melanoma.
  2. Penyebab utama dari 90% lebih kasus kanker kulit adalah paparan sinar matahari.
  3. Risiko kanker kulit paling tinggi dan mengancam jiwa adalah pada orang Asia, Afrika-Amerika, dan Latin.
  4. Setiap jamnya lebih dari 2 orang dapat meninggal karena mengidap kanker kulit di Amerika Serikat.
  5. Di usia lanjut, yakni rata-rata 70 tahun, 1 dari 5 orang Amerika dapat mengembangkan kanker kulit.
  6. 1 orang per jam dapat meninggal karena kanker kulit.
  7. Di Amerika Serikat setiap harinya ada 9.500 orang lebih terdiagnosa kanker kulit.
  8. Lebih dari 58 juta orang di Amerika mengalami jenis pre kanker paling umum yang bernama actinic keratosis.
  9. Di Amerika Serikat, ada lebih banyak orang yang didiagnosa kena kanker kulit ketimbang angka kasus kanker lainnya per tahun.
  10. Perawatan kanker kulit di AS per tahun biayanya sampai kurang lebih $ 3,3 miliar untuk kanker kulit melanoma dan $ 4,8 miliar untuk kanker kulit non-melanoma. Jika ditotal maka seluruhnya adalah $ 8,1 miliar.
  11. Walau langit tampak mendung, tetap waspada karena sinar ultraviolet matahari 80%-nya bisa menembus awan dan memapar kulit.
  12. Wanita pengguna tanning bed dengan usia kurang dari 45 tahun memiliki risiko melanoma lebih tinggi.
  13. Wanita pengguna tanning bed dengan usia antara 15-29 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena melanoma di bagian torso/batang tubuh.

Jenis-jenis Kanker Kulit

Kanker kulit dibagi menjadi beberapa jenis yang sangat penting untuk diketahui dan dikenali satu per satu supaya mampu menentukan pilihan pengobatannya.

Jenis dan Tipe Kanker Kulit

1. Karsinomal Sel Merkel

Jenis kanker kulit ini sangat jarang, namun pada kasus jenis kanker ini, pertumbuhan sel abnormal sangat cepat. Bahkan karena penyebarannya ke luar area kulit menjadikannya sulit diobati.

2. Melanoma

Kanker kulit jenis ini dikenal paling mematikan walaupun termasuk langka karena pertumbuhannya cepat dan tidak terkontrol.

Kemunculan melanoma adalah dari melanosit, yakni jenis sel kulit. Cek tahi lalat bila memilikinya, simetris atau tidak, berkembang atau tidak, multiwarna atau tidak, dan tepinya teratur atau tidak.

3. Limfoma Kulit

Sel abnormal awalnya tumbuh pada bagian sistem daya tahan tubuh. Kasus limfoma yang berawal dari kulit memang sangat jarang, dan disebut dengan limfoma kulit karena sel abnormal menyerang kulit.

4. Sarkoma Kaposi

Sel abnormal tumbuh di pembuluh darah dan juga limfa dengan tanda-tanda berupa bercak berwarna kecoklatan, merah atau keunguan pada kulit.

Namun tak hanya di bagian kulit, bahkan kanker ini dapat tumbuh di bagian dalam mulut. Perkembangannya pun bisa ada di organ lain, seperti saluran pencernaan, paru-paru dan kelenjar getah bening.

5. Actinic Keratosis

Kondisi ini sebenarnya adalah pra kanker yang umumnya terjadi karena efek paparan matahari berlebihan. Tandanya adalah lesi kemerahan, memiliki sisik dan bertekstur kasar.

Jika terdapat lesi dengan tanda demikian pada area lengan, telinga, wajah, dan punggung, segera coba periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah itu actinic keratosis.

6. Karsinoma Sel Basal

Kanker kulit paling umum dialami banyak orang adalah karsinoma sel basal yang lambat perkembangannya dan memiliki kemungkinan besar untuk diobati.

Tanda dari keberadaan kanker ini adalah munculnya lesi pada kulit dengan bentuk bintik atau benjolan yang hampir seperti mutiara sehingga seringkali diabaikan dan terlambat diobati.

7. Karsinoma Sel Skuamosa

Kanker kulit jenis ini juga termasuk umum dengan kemunculan tanda benjolan berwarna merah muda tapi tidak akan bisa dihilangkan.

Umumnya, benjolan ini akan menimbulkan rasa nyeri dan gatal, bahkan bisa juga mengalami perdarahan. Teksturnya seperti kutil dan bila disentuh terasa kasar.

Stadium Kanker Kulit

Pada umumnya, tingkat keparahan kanker dilihat dari seberapa luas penyebaran sel kanker di dalam tubuh, seperti pada kasus kanker otak ataupun kanker paru-paru.

Pada jenis kanker paling umum, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa terdapat lima tahapan atau stadium.

  • Stadium 0 : Sel kanker terdapat hanya di bagian teratas kulit atau epidermis. Belum terjadi penyebaran sama sekali pada tahap ini.
  • Stadium 1 : Kanker ini tak lebih dari 2 cm ukurannya dan belum mencapai organ di sekelilingnya maupun kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium 2 : Kanker sudah lebih dari 2 cm dengan risiko bahaya lebih tinggi. Hanya saja, penyebaran belum sampai ke kelenjar getah bening atau organ lain di sekitarnya.
  • Stadium 3 : Kanker telah menyebar hingga ke kelenjar getah bening terdekat, bahkan sampai pada tulang wajah.
  • Stadium 4 : Kanker metastasis telah terjadi, yakni kondisi kanker sudah sebesar 3 cm lebih dan menyebar lebih luas ke organ tubuh lain.

Penyebab Kanker Kulit

Sel-sel abnormal yang tumbuh pada jaringan kulit secara tidak terkontrol dan memicu sel kanker terbentuk berasal dari mutasi pada DNA sel-sel kulit.

Kanker kulit selalu bermula dari lapisan kulit teratas yang disebut dengan istilah epidermis.

Epidermis sendiri merupakan penyedia pelindung sel-sel kulit yang berbentuk lapisan tipis.

Selain itu, DNA yang sebagian besar mengalami kerusakan di dalam sel kulit sebenarnya bisa juga efek dari tanning bed ataupun paparan sinar UV matahari.

Namun bukan hanya sinar matahari yang bisa berperan dalam timbulnya sel kanker kulit, ada pula faktor lainnya yang perlu dikenali agar bisa diwaspadai.

1. Tahi Lalat

Risiko kanker kulit semakin tinggi ketika seseorang memiliki banyak tahi lalat, termasuk juga tahi lalat abnormal.

Tahi lalat disebut abnormal ketika bentuknya tidak teratur dan jauh lebih besar dari tahi lalat normal sehingga kemungkinan awal dari kanker cukup besar.

2. Tempat Tinggal di Daerah Hangat dan Cerah

Entah itu lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja yang paparan sinar mataharinya cukup tinggi dan banyak memiliki risiko kanker kulit lebih besar.

Selain terkena paparan radiasi yang lebih sering, tinggal di daerah seperti ini juga meningkatkan kemungkinan paparan sinar matahari berlebihan.

3. Terkena Sengatan Matahari

Sunburn adalah istilah untuk kulit yang terbakar dan tersengat matahari. Bila pada usia anak atau remaja pernah mengalami lebih dari satu kali, usia dewasa mampu mengembangkan risiko kanker kulit.

4. Kulit Putih

Kanker kulit pada dasarnya tidak pandang bulu dan dapat mengenai siapapun. Hanya saja pemilik kulit putih dengan pigmen kulit lebih sedikit justru proteksi terhadap sinar UV juga lebih kecil.

Pemilik kulit putih berisiko jauh lebih besar terkena kanker kulit dibandingkan orang-orang yang memiliki kulit gelap.

5. Sistem Imun Lemah

Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dan lemah memiliki risiko terkena kanker kulit lebih tinggi.

Itu artinya, para pengguna imunosupresan terlebih usai menempuh prosedur transplantasi organ serta para penderita HIV/AIDS punya risiko tinggi kanker kulit.

6. Pernah Idap Kanker Kulit

Jika dulunya pernah mengalami kanker kulit, terutama tahap awal dan telah sembuh. Ada kemungkinan bahwa kanker kulit ini berkembang kembali.

7. Riwayat Keluarga Mengidap Kanker Kulit

Entah itu saudara kandung ataupun orangtua yang pernah mengalami kanker kulit atau justru sedang mengidapnya, hal ini otomatis memperbesar potensi seseorang mengidap penyakit yang sama.

8. Paparan Terhadap Bahan Kimia dan Radiasi

Kulit yang terpapar terus-menerus terhadap bahan kimia tertentu, seperti halnya arsenik, lalu juga radiasi dari perawatan medis pun dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Gejala Kanker Kulit

Berikut ini adalah gejala-gejala umum dari kanker kulit yang perlu diwaspadai berdasarkan jenisnya.

  • Karsinoma Sel Merkel : Gejala utama berupa nodul di bawah kulit serta folikel rambut. Umumnya ada pada tubuh, leher dan kepala, nampak mengilap dan keras.
  • Melanoma : Tahi lalat mengalami perubahan ukuran, warna hingga perdarahan. Bintik kecoklatan nampak besar dan berwarna lebih gelap. Lesi gatal, sakit dan berwarna merah muda/kemerahan/putih/biru kehitaman.
  • Limfoma Kulit : Benjolan timbul di ketiak, leher, ataupun selangkangan disertai rasa gatal. Terjadi pula pembengkakan kelenjar getah bening, sesak nafas, batuk dan demam.
  • Sarkoma Kaposi : Timbul bercak berwarna kemerahan atau keunguan di selaput lendir ataupun kulit sebagai gejala paling menonjol.
  • Actinic Keratosis : Kulit bersisik, kering, dan kasar dengan tekstur di lapisan atas kulit sedikit menonjol. Mirip kutil dengan warna kecoklatan, kemerahan atau merah muda.
  • Karsinoma Sel Basal : Terdapat benjolan mirip mutiara pada kulit. Muncul juga lesi yang nampak datar namun warnanya kecoklatan seperti bekas luka. Luka terbuka atau perdarahan yang susah sembuh.
  • Karsinoma Sel Skuamosa : Terdapat nodul berwarna kemerahan dan bertesktur keras. Timbul pula lesi datar yang ada kerak dan sisik di permukaannya.

Untuk memastikan bahwa gejala yang terjadi adalah benar-benar menunjukkan kondisi kanker kulit, maka beberapa langkah diagnosa ini diperlukan.

  • Pemeriksaan Kulit : Dokter perlu memeriksa kulit pasien guna mengonfirmasi apakah perubahan pada kulit positif karena kanker.
  • Biopsi Kulit : Pengambilan sampel jaringan dari kulit diperlukan untuk diperiksa di laboratorium demi memastikan jenis kanker juga.
  • Pemeriksaan Lanjutan : Biasanya berupa tes pemindaian untuk mengecek adanya gejala kanker yang timbul di area kelenjar getah bening.

Pengobatan Kanker Kulit

Dalam mengobati kanker kulit, dokter perlu mengetahui kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, tingkat keparahan dan juga jenis kanker kulit.

Beberapa langkah penanganan untuk kanker kulit pada umumnya adalah :

  • Operasi

Operasi eksisi dapat dilakukan oleh dokter untuk seluruh jenis kanker kulit dengan memotong jaringan kanker maupun kulit sehat di sekitarnya yang terkena penyebaran kanker.

Operasi Mohs biasanya diterapkan untuk menangani kanker kulit yang lebih besar dan terus muncul. Jenis kanker karsinoma sel basal dan skuamosa perlu ditangani dengan operasi ini.

Pada operasi Mohs, prosedurnya meliputi pengangkatan pertumbuhan kulit lapisan demi lapisan sampai tak ada sisa sel abnormal.

Metode ini bertujuan menghancurkan sisa sel kanker usai dikuret atau operasi lainnya. Dokter akan menggunakan nitrogen cair untuk membuat tepi dan dasar area kulit yang dirawat beku.

Jenis kanker yang bisa diobati dengan prosedur ini adalah kanker sel skuamosa, kanker sel basal, serta actinic keratosis.

  • Terapi Biologis atau Imunoterapi

Terapi ini adalah bentuk penanganan menggunakan sistem daya tahan tubuh untuk membuat sel kanker hancur.

Prosedur penanganan ini diterapkan bertujuan untuk membuat sel-sel kanker hancur. Dalam prosesnya, dokter menggunakan kombinasi obat-obatan serta sinar laser.

  • Terapi Radiasi

Prosedur ini diterapkan ketika langkah operasi belum sepenuhnya membunuh seluruh kanker. Tujuan terapi radiasi adalah membunuh sisa sel-sel kanker menggunakan sinar energi yang dayanya tinggi semacam sinar-X.

  • Kemoterapi

Dokter memberikan obat-obatan khusus pembasmi sel kanker, biasanya dalam bentuk krim anti-kanker yang bisa dioles langsung pada kulit. Termasuk juga mengobati kanker yang penyebarannya mencapai bagian tubuh lain.

Komplikasi Kanker Kulit

Beberapa bahaya atau komplikasi dapat terjadi pada penderita kanker kulit, entah itu karena pertumbuhan kanker yang pesat atau efek dari perawatan yang ditempuh.

  • Infeksi Kulit : Infeksi mulai dari yang ringan hingga serius seperti sepsis dapat terjadi karena bakteri yang menginvasi area kanker kulit.
  • Bekas Luka : Bekas luka dapat terjadi karena prosedur operasi pengangkatan sel kulit maupun karena keberadaan kanker kulit dan pertumbuhannya itu sendiri.
  • Metastasis : Komplikasi ini lebih sering terjadi pada kasus melanoma karena penyebaran mudah dan cepat terjadi sampai ke area lain.
  • Kekambuhan : Kanker kulit walau sudah dioperasi selalu ada risiko untuk timbul dan tumbuh kembali, entah itu secara lokal atau di lokasi yang berbeda dan jauh dari lokasi sebelumnya.
  • Limfedema : Penumpukan cairan terjadi di pembuluh limfa untuk dikiri ke pembuluh darah karena kelenjar getah bening dan pembuluh limfatik mengalami kerusakan.
  • Depresi : Kecemasan terhadap penampilan akibat kanker kulit yang nampak oleh orang lain dapat timbul dan membuat penderitanya depresi. Operasi plastik tak jarang jadi solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Pencegahan Kanker Kulit

Walau mematikan, kanker kulit sebenarnya termasuk jenis penyakit yang dapat dicegah. Inilah langkah-langkah pencegahan yang bisa diterapkan.

  • Selalu menggunakan tabir surya, baik saat cuaca cerah ataupu mendung.
  • Menghindari paparan sinar matahari antara jam 10 pagi sampai 4 sore.
  • Mengenakan kacamata hitam, topi, celana panjang, dan pakaian lengan panjang jika perlu.
  • Mewaspadai obat tertentu, seperti beberapa jenis antibiotik yang meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya matahari.
  • Menghindari tanning bed.
  • Mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi tinggi, seperti sayur dan buah. Tak lupa makanan yang juga baik untuk kesehatan kulit.
  • Tidak lagi merokok bila memiliki kebiasaan ini.
  • Mewaspadai bahan-bahan kimia berbahaya yang meningkatkan risiko kanker kulit seperti arsenik, parafin, dan tar batubara.

Kanker kulit dapat dialami oleh siapapun, namun ada cara-cara yang bisa meminimalisir risikonya. Terapkan pola hidup yang baik, sehat dan aman supaya kesehatan kulit dapat terjaga.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment