Makanan, Minuman dan Herbal

Labu Air: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tentang Labu Air

Labu Air merupakan sayuran yang unik karena memiliki bentuk lonjong seperti terong dan bulat seperti gentong. Sayuran ini memiliki nama ilmiah Lagenaria siceraria.

Labu Air yang sering disebut sebagai “Bottle Gourd” atau labu botol ini merupakan salah satu dari beberapa jenis labu yang sudah ada. Labu Air merupakan tanaman yang dapat tumbuh dan berkembang dengan cara merambat.

Labu air merupakan tanaman yang berasal dari Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Utara. Di Indonesia labu air disebut sebagai blonceng. Labu air memiliki rasa yang tawar seperti timun karena tingginya kadar air yang ada di dalam labu air.[1]

Labu Air ( Lagenaria siceraria)

Kandungan Gizi Labu Air

Berikut kandungan gizi pada labu air dengan takaran per 100 gram[1]:

Nama GiziJumlah GiziSatuan
Air95,54gram
Karbohidrat3,39gram
Protein0,62gram
Kadar Abu0,43gram
Serat0,5gram
Kalium150mili gram
Total Lemak0,02gram
Leusina0,036gram
Kalsium26mili gram
Isoleusina0,033gram
Valina0,027gram
Lisina0,021gram
Threonina0,036gram
Phenylalanina0,015gram
Arginina0,014gram
Fosfor13mili gram
Magnesium11mili gram

Meskipun kandungan labu air hampir sepenuhnya mengandung air, namun labu air memiliki kandungan gizi yang paling dominan yaitu karbohidrat [1].

Karbohidrat yang ada di dalam labu air berguna untuk memberikan cadangan makanan di dalam tubuh [2]. Selain itu, kandungan protein yang ada di dalam labu air memiliki peran yang penting bagi tubuh, yaitu sebagai pembentukan sel – sel di dalam tubuh [3],[4].

Sementara itu, terdapat kandungan lain yang cukup tinggi dalam labu air, yaitu serat yang berfungsi melancarkan pencernaan [5].

Labu air adalah sayuran yang memiliki nutrisi yang cukup tinggi, terutama kandungan karbohidrat, protein, dan serat. Kandungan nutrisi yang cukup tinggi tersebut sangat baik bagi kesehatan tubuh

Manfaat Labu Air

Labu Air memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat – manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

Penyakit jantung merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem peredaran darah yang mengarah ke jantung. Tekanan darah yang menuju ke jantung sangat rendah, atau kurangnya pasokan darah yang masuk ke jantung [6].

Labu air memiliki kandungan polifenol yang berguna untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Polifenol yang terkandung di dalam labu air bekerja dengan menjaga aliran darah yang masuk ke jantung.[7]

  • Menjaga Kesehatan Kulit dan Mencegah Penuaan Dini

Kulit merupakan lapisan terluar pada tubuh yang menyelimuti seluruh permukaan tubuh dan melindungi masuknya berbagai benda asing yang akan masuk ke tubuh.

Untuk dapat menjaga kesehatan kulit, perawatan pada kulit juga harus dilakukan dengan baik dan teratur.

Hal yang harus di hindari pada kulit yaitu adalah radiasi sinar ultraviolet atau UV dari matahari. Bila kulit jarang dirawat, kulit akan menjadi rusak.

Labu air memiliki salah satu senyawa yang dapat melindungi kulit, yaitu karotenoid. Kandungan karotenoid yang ada di dalam labu air dapat mengembalikan kandungan karoten yang ada di kulit, serta memberikan perlindungan dari radiasi sinar UV. [8],[9]

Kandungan retinol yang ada di dalam labu air juga membantu kulit dalam meregenerasi kulit – kulit yang sudah mulai menua [9]. Namun, regenerasi ini tidak bisa instan, butuh waktu untuk meregenerasi kulit yang menua.

  • Mengurangi Gejala Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan penyakit radang yang menyerang di bagian hulu tenggorokan atau faring. Penyebab dari radang tenggorokan ini adalah bakteri dan virus.[10],[26]

Gejala ini bisa dikurangi dengan rutin mengonsumsi labu air. Karena kandungan flavonoid yang ada di dalam labu air dapat mengurangi gejala penyakit radang. [11],[9]

  • Mengurangi Risiko Penyakit Kanker Payudara

Kanker merupakan golongan penyakit yang dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian. Kasus kanker yang ada di Indonesia pada tahun 2018, khususnya kanker payudara mencapai 16,7% dari 348.409 kasus [12].

Labu air memiliki salah satu senyawa yang dapat mengurangi risiko penyakit kanker payudara yaitu triterpenoid [9].

Senyawa ini sudah umum digunakan dalam bidang medis di negara – negara Asia, seperti Indonesia. Triterpenoid bersifat anti-kanker, anti-tumor, dan anti-karsinogenik.[13]

  • Menjaga Kesehatan Otak

Otak merupakan pusat dari segala jaringan tubuh. Seluruh sistem organ yang ada di dalam tubuh dapat bekerja dengan perintah otak.

Karena otak memiliki tugas yang paling berat, maka dibutuhkan nutrisi yang cukup untuk membantu pembangunan sel – sel yang ada di dalam otak.

Kolin merupakan salah satu vitamin yang terkandung di dalam labu air yang berfungsi membangun kembali sel – sel dalam otak dan membuatnya lebih sehat [14],[9].

  • Mengurangi Risiko Migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang terasa berdenyut disertai nyeri dan biasanya terletak di satu bagian saja. Penyakit migrain ini sering terjadi ketika seseorang mengalami stres dan kurang nutrisi.[16]

Nutrisi yang dibutuhkan salah satunya adalah riboflavin atau Vitamin B2, yang merupakan nutrisi di dalam labu air yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit migrain. [9],[15]

Katarak adalah sebuah penyakit ketika mata terganggu karena adanya cairan putih yang berada di dalam kornea mata. Penyakit ini dapat menjangkit pada kalangan balita, dewasa, dan orang tua.

Penyakit ini dapat semakin meningkat kian hari. Namun peningkatan tersebut tidak akan berefek pada kegiatan sehari – hari penderita. Apabila penyakit ini terus menempel pada mata terlalu lama, katarak bisa menyebabkan kebutaan. [16]

Tingginya risiko katarak yang dapat menyebabkan kebutaan membuat penderita harus sering mengonsumsi vitamin. Salah satu vitamin yang dapat mengurangi risiko katarak adalah thiamin [17].

Thiamin atau Vitamin B1 merupakan salah satu kandungan yang ada di dalam labu air yang dapat mengurangi risiko penyait katarak.[9]

  • Cocok Untuk Pembentukan Otot

Latihan pembentukan otot harus butuh diet yang tepat dan latihan yang rutin dan disiplin. Karena tanpa latihan yang disiplin, otot takkan dapat terbentuk sesuai keinginan. Pasalnya otot tak dapat terbentuk tanpa adanya bantuan dari luar, yaitu dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.

Leusina yang terkandung di dalam labu air dapat membantu pertumbuhan otot serta memperbaikinya. Leusina juga dapat membantu pertumbuhan protein yang berada di dalam tubuh.[9],[18]

Obesitas adalah gejala di dalam tubuh ketika tubuh memiliki kandungan kolesterol yang terlalu tinggi. Tingginya kandungan kolesterol tersebut menyebabkan berat badan menjadi berlebih.

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat dikurangi dengan mengonsumsi labu air yang cukup. Karena labu air memiliki kandungan beta-sitosterol yang dapat mengurangi risiko obesitas [9],[19].

Beta-sitoserol adalah salah satu dari berbagai macam sterol yang berfungsi menurunkan berbagai macam kolesterol jahat.[25]

Labu air memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat untuk mengurangi berbagai gejala dan penyakit yang menyerang tubuh.

Efek Samping Labu Air

Labu air merupakan sayuran yang kaya akan manfaat. Namun, jika salah dalam mengolah, kandungan racun di dalam labu air dapat menyerang tubuh.

Racun yang terkandung adalah senyawa cucurbitacin. Senyawa ini yang membuat beberapa labu air menjadi terasa pahit dan beracun.[24]

Jika terlalu sering mengonsumsi labu air yang tidak diolah, gejala yang timbul adalah mual, muntah, dan gangguan sistem pencernaan atas. [24]

Labu air merupakan tanaman yang bisa dikonsumsi langsung, tapi ada baiknya diperhatikan cara konsumsi yang benar agar terhindar dari efek sampingnya. 

Risiko Pestisida Pada Labu Air

Pestisida merupakan cairan atau zat pengusir hama, gulma, dan penyakit yang menyerang tanaman.

Labu air bila dikonsumsi langsung tanpa dicuci terlebih dahulu dapat membahayakan kesehatan, karena pestisida yang masih menempel di permukaan labu air bila termakan akan menyebabkan berbagai gejala dan penyakit dan bahkan kematian [21].

Oleh karena itu, ada baiknya mencuci labu air sebelum dikonsumsi dengan air yang mengalir.

Meskipun terlihat bersih sebelum sebelum pencucian, tetapi sisa – sisa pestisida yang tidak terlihat tidak sepenuhnya hilang.

Meskipun pestisida berguna untuk tanaman, namun sisa - sisa pestisida yang masih menempel akan sangat berbahaya jika tidak dilakukan pencucian terlebih dahulu. 

Cara Penyimpanan Labu Air

Labu air merupakan tanaman yang butuh cara penyimpanan yang tepat. Meskipun merupakan tanaman yang dapat beradaptasi di segala iklim, cara penyimpanannya harus diperhatikan.

Labu air lebih baik disimpan pada suhu 4 derajat celcius di kulkas. Karena pada suhu ini, labu air dapat bertahan 2 bulan lebih dengan catatan saat disimpan dalam keadaan di potong – potong dan terbuka. [20]

Saat disimpan, labu air jangan di dekatkan dengan benda berbau tajam karena dapat merusak kesegarannya.[20]

Labu air harus disimpan dengan cara yang benar dan teliti, karena bila salah dalam penyimpanan, labu air bisa cepat membusuk dan rusak.

Cara Konsumsi dan Pengolahan Labu Air

Labu air dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, yaitu sebagai berikut:

  • Dimakan mentah

Labu air sama seperti timun, bisa dikonsumsi langsung. Labu air bisa juga dijadikan pendamping makanan atau sebagai lalapan.

Dengan cara ini, nutrisi yang terkandung pada labu air bisa langsung di dapat dan tidak berkurang. Meskipun rasanya tawar, labu air sangat cocok bila dikonsumsi sebagai lalapan.[22]

Cara mengolahnya menjadi lalapan sangat mudah, labu air dicuci hingga bersih kemudian dipotong – potong dan siap disantap sebagai lalapan.

  • Dimasak

Labu air juga dapat dimasak sebagai sup ataupun orak – arik sayur. Meskipun labu air merupakan sayuran yang jarang jadi bahan masakan di Indonesia, tidak ada salahnya mencoba berbagai menu yang sudah tersedia di internet.

Mengolahnya pun mudah, hanya perlu dipotong – potong beberapa bagian dan dapat direbus dengan sayur lainnya.

  • Diolah menjadi jus

Jus adalah minuman berbagai kalangan yang memiliki banyak varian buah dan sayuran. Salah satu sayuran yang bisa dijadikan jus adalah labu air. Labu air dapat diolah menjadi jus jika diolah dengan cara yang benar.

Untuk mengolahnya, ekstrak dari labu air harus di pasteurisasi atau dipanaskan pada suhu 85 derajat celsius selama 30 menit. Setelah itu, ekstrak jus tadi dimasukkan ke botol lalu simpan di kulkas dengan suhu 2 derajat celcius. [23]

Setelah melakukan seluruh tahap berikut, jus labu air dapat dikonsumsi.

Meskipun labu air memiliki beragam cara dalam mengonsumsinya, cara pengolahannya pun juga harus diperhatikan.

Pertanyaan Seputar Labu Air

Apakah labu air bisa menyebabkan sakit perut?

Labu air tidak menyebabkan sakit perut, kandungan serat yang terkandung di dalam labu air dapat melancarkan pencernaan, bukan menyebabkan gangguan pencernaan.[5]

Apakah bila rasa semakin pahit, labu air bisa beracun?

Penelitian menunjukkan bahwa semakin pahit rasa labu air, maka racun yang terkandung semakin tinggi. Meskipun begitu, penderita yang terkena racun tersebut masih sangat jarang. [24]
Labu air memilik banyak kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, meskipun memiliki beragam manfaatnya dalam mengurangi beragam penyakit dan gejala, labu air juga memiliki beragam cara konsumsi dan pengolahannya. Meski begitu, ada baiknya diperhatikan juga efek samping dari labu air supaya dapat dikonsumsi sebagai sayuran yang sehat.

1) Anonym. 2019. United States Department of Agriculture, Agricultural Research Service. Gourd, white-flowered (calabash), raw
2) Joanne Slavin, Justin Carslon. 2014. Advanced in Nutrition; 5(6): 760–761. Carbohydrates 1.
3) Jay R. Hoffman and Michael J. Falvo. 2004. Journal of Sports Science and Medicine; 3(3): 118–130. Protein – Which is Best?
4) Marta Lonnie, Emma Hooker, Jeffrey Michael Brunstrom, Bernard M. Corfe, Mark Andrew Green, Anthony Watson, Elizabeth A. Williams, Emma J. Stevenson, Simon Penson, and Alexandra M. Johnstone. 2018. Nutrients; 10(3): 360. Protein for life: Review of Optimal Protein Intake, Sustainable Dietary Sources and the Effect on Appetite in Ageing Adults.
5) Jane McDonald, Diane Pirhonen, and Mary Ann Rangam. 1983. Can Fam Physician; 29: 1632–1638. High Fiber Diets: Their Role in Gastrointestinal Disorders
6) Thomas Gaziano, K. Srinath Reddy, Fred Paccaud, Sue Horton, and Vivek Chaturvedi. 2006. Disease Control Priorities in Developing Countries. Cardiovascular Disease: Chapter 33, 2nd edition,
7) Christy Tangney, PhD. FACN. CNS and Heather E. Rasmussen PhD. RD. 2014. Current Atherosclerosis Reports; 15(5): 324. Polyphenols, Inflammation, and Cardiovascular Disease.
8) Antonio J. Meléndez-Martínez, Carla M. Stinco, and Paula Mapelli-Brahm. 2019. Nutrients; 11(5): 1093. Skin Carotenoids in Public Health and Nutricosmetics: The Emerging Roles and Applications of the UV Radiation-Absorbing Colourless Carotenoids Phytoene and Phytofluene.
9) Navneet Kumar, Raosaheb K. Kale, and Ashu B. Tiku. 2013. Nutrition and Cancer 65:7, 991-1001. Chemopreventive Effect of Lagenaria siceraria in Two Stages DMBA Plus Croton Oil Induced Skin Papillomagenesis.
10) Calder P.C. , Albers R. , Antoine J.M. , Blum S. , Bourdet-Sicard R., Ferns G.A. , Folkerts G. , Friedmann P.S. , Frost G.S. , Guarner F. , Løvik M. , Macfarlane S. , Meyer P.D. , M'Rabet L. , Serafini M. , van Eden W. , van Loo J. , Vas Dias W. , Vidry S. , Winklhofer-Roob B.M. , Zhao J. 2009. The British Journal of Nutrition 101 Suppl 1:S1-45. Inflammatory disease processes and interactions with nutrition.
11) Panche A.N. , Diwan A.D. ,and Chandra S.R. 2016. Journal of Nutrition Science 5:e47. Flavonoids: an overview.
12) Anonym. 2018. Globocan. Number of new cases in 2018, both sexes, all ages, Indonesia.
13) Anupam Bishayee, Shamima Ahmed, Nikoleta Brankov, and Marjorie Perloff. 2011. Frontiers in Bioscience; 16: 980–996. Triterpenoids as potential agents for the chemoprevention and therapy of breast cancer.
14) Steven H.Zeisel. 1994. Food Components to Enhance Performance: An Evaluation of Potential Performance-Enhancing Food Components for Operational Rations. 19 Choline: Human Requirements and Effects on Human Performance.
15) Powers H.J. 2003. The American Journal of Clinical Nutrition 77(6):1352-60. Riboflavin (vitamin B-2) and health.
16) Mark W. Weatherall. 2015. Therapheutic Advances in Chronic Disesase 6(3): 115–123. The diagnosis and treatment of chronic migraine.
17) Julianna L. Martel; David S. Franklin. 2020. StatPearls Publishing. Vitamin B1 (Thiamine)
18) Mero A. 1999. Sports Medicine ;27(6):347-58. Leucine supplementation and intensive training.
19) Shi C1, Liu J, Wu F, Zhu X, Yew DT, Xu J. 2011. Journal of Bioenergetic and Biomembranes ;43(6):691-7. β-sitosterol inhibits high cholesterol-induced platelet β-amyloid release.
20) Mrinmoy Mondal, Partha Protim Biswas, and Sirshendu De. 2016. Food and Bioproducts Processing: 100,1–15. Clarification and storage study of bottle gourd (Lagenaria siceraria) juice by hollow fiber ultrafiltration.
21) Polyxeni Nicolopoulou-Stamati, Sotirios Maipas, Chrysanthi Kotampasi, Panagiotis Stamatis, and Luc Hens. 2016. Frontier in Public Health ; 4: 148. Chemical Pesticides and Human Health: The Urgent Need for a New Concept in Agriculture.
22) A.A. Schaffer, H.S. Paris. 2016. Reference Module in Food Science. Melons, Squashes, and Gourds
23) KN Dahatonde, AM Musmade, VP Kad and MU Tanpure. 2018. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry ; 7(6): 966-967. Standardization of protocol for preparation of juice from bottle gourd (Lagenaria siceraria Mol. Standl.) fruits.
24) Ankur Verma and Sanjay Jaiswal. 2015. World Journal of Emergency Medicine ; 6(4): 308–309. Bottle gourd (Lagenaria siceraria) juice poisoning.
25) Muhammad Shahdaat Bin Sayeed, Selim Muhammad Rezaul Karim, Tasnuva Sharmin, and Mohammed Monzur Morshed. 2016. Medicines (Basel) ; 3(4): 29. Critical Analysis on Characterization, Systemic Effect, and Therapeutic Potential of Beta-Sitosterol: A Plant-Derived Orphan Phytosterol.
26) Robert W. Wolford and Timothy J. Schaefer. 2020. StatPearls Publishing. Pharyngitis.

Share