Obat

Lisuride: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Lisuride merupakan bahan aktif dan tergolong dalam semi sintetik dari kelompok alkaloid ergot. Secara farmakologi adalah kelompok obat psikoterapetik, serta kelompok obat hormon.[1]

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, tak hanya digunakan untuk psikis, seperti mengatasi migrain, melainkan juga digunakan untuk menekan hormon prolaktin. Oleh karenanya, tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan atau sedang menyusui.[1]

Apa itu Lisuride?

Berikut ini adalah informasi mengenai Lisuride. Mulai dari indikasi hingga peringatan dalam penggunaannya.[2]

Indikasi Memiliki dua kegunaan:
– golongan prolaktin inhibitor, untuk menekan produksi prolaktin sebagai laktasi.
– golongan alkaloid ergot, untuk meredakan migrain.
Kategori Obat keras ( P no. 1 )
Konsumsi Dewasa
Kelas Anti-parkinson ; Kelompok obat hormonal
Bentuk Tablet
Kontraindikasi – Gangguan pada arteri perifer dan koroner.
– Penggunaan bersamaan phenylpropanolamine
PeringatanBerikut ini adalah beberapa kondisi yang harus diperhatikan selama mengkonsumsi Lisuride, anjuran pemakaian sesuai dengan resep dokter atau di bawah pengawasan dokter atau tenaga medis lainnya:
→ Pasien dengan riwayat penyakit psikosis, hindari penghentian konsumsi obat secara tiba-tiba/mendadak
→ Pasien yang sedang hamil atau menyusui
→ Hindari penggunaan obat bersamaan bahan aktif Phenylpropanolamine, berisiko vasokonstriksi dan krisis hipertensi
→ Tidak mengkonsumsi obat dengan alkohol, karena akan menimbulkan efek sedasi yang cukup tinggi
→ Penggunaan bersama antikolinergik anti-parkinson dapat meningkatkan risiko neuropsikis
→ Menimbulkan efek antagonis bila digunakan bersama antipsikotik neuroleptik, kecuali Clozapine
→ Menimbulkan efek sedasi yang tinggi dengan obat yang berfungsi sebagai CNS Depresan ( benzodiazepine, antipsikotik )
→ Pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya perubahan kontrol gerak terhadap penggunaan obat secara reguler
→ Konsumsi obat Lisuride dapat menyebabkan kantuk, tidak diperkenankan untuk menyetir kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah mengkonsumsi obat tersebut
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Secara oral, obat tersedia dalam bentuk tablet
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Lisuride

Lisuride dikelompokkan dalam golongan obat anti-parkinson dan obat hormon, juga termasuk kelompok alkaloid ergot. Berikut ini adalah manfaat penting dari penggunaan Lisuride:[2]

  • Menekan produksi hormon prolaktin, terutama pada pasien yang mengalami keguguran kandungan
  • Meredakan migrain
  • Sebagai obat anti-parkinson

Dosis Lisuride

Dosis penggunaan Lisuride, terbagi dalam beberapa kondisi, tergantung pada keadaan pasien. Obat ini hanya untuk pasien dewasa dan diminum per oral.[2]

Dosis Dewasa

⇔ Sebagai anti-parkinson:
Dosis awal 0.1mg sebelum tidur, penggunaan setelah seminggu dilakukan penambahan dosis 0.1mg, diminum saat pagi, dan siang hari
→ Dosis dapat ditingkatkan tiap minggu, sebanyak 0.1mg hingga tercapai respon optimal
→ Dosis Maksimum per hari adalah 2mg, terbagi dalam 3 atau 4x
⇔ Untuk menekan hormon prolaktin (laktasi):
→ Dosis 0.2mg selama 14 hari, diberikan pada 24jam setelah mengalami keguguran kandungan
⇔ Kondisi Acromegaly dan Hyperprolactinaemia:
→ Pada hari pertama 0.1mg diminum saat malam hari. Hari kedua 0.1mg saat siang dan malam hari. Hari ketiga 0.1mg saat pagi, siang, dan malam hari.
→ Terapi tetap dilakukan dengan dosis menyesuaikan pada kadar prolaktin (Hyperprolactinaemia) dan kadar hormon pertumbuhan (Acromegaly).

Efek Samping Lisuride

Karena termasuk dalam golongan obat anti-parkinson, yang juga merupakan kelompok obat Dopamin dengan fungsi agonis parsial pada reseptor serotonin dan Histamin H1, tentunya pada penggunaan dengan dosis yang tidak terkontrol akan menyebabkan gangguan kontrol gerak atau motorik. [5][2]

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat muncul karena penggunaan Lisuride pada pasien:[2]

Detail Lisuride

Untuk lebih memahami mengenai detail Lisuride, mulai dari penyimpanan, hingga penanganan overdosis. Berikut ini adalah rinciannya.[2][3]

Penyimpanan (Data Hanya contoh)
Tablet :
Simpan di bawah suhu 30°C, dan terlindung dari cahaya
Cara KerjaDeskripsi: Lisuride menstimulasi reseptor postsynaptic dopamine secara langsung. Sehingga dapat meningkatkan respon gerak dan mengatasi kekakuan serta tremor, seperti yang dialami pada penderita Parkinson. Selain itu juga dapat menekan produksi prolaktin dan memperbaiki keadaan patologi pada mammary gland
Penyerapan: Lisuride diserap dengan cepat dan sempurna. Waktu yang dicapai hingga mendapat kadar plasma puncak: 1.1-1.3 jam
Distribusi: Terdistribusi secara luas dalam tubuh, dengan volume distribusi: y2.3 L/kg. Ikatan plasma protein: 66%
Metabolisme: Melalui metabolisme hepatik, terutama secara oksidasi yang melibatkan N’-desalkylation etil, hidroksilasi inti benzena, mono-oksigenasi dan oksidasi double bonds
Ekskresi: Melalui urin, menjadi metabolit. Half-life eliminasi plasma: 10 jam.
Interaksi dengan obat lain → Efek sedatif ditingkatkan dg obat yg mempunyai efek depresan SSP (misalnya benzodiazepin, antipsikotik).
→ Efek antagonis timbal balik dengan neuroleptik antipsikotik (kecuali clozapine).
→ Risiko vasokonstriksi dan / atau krisis hipertensi dg simpatomimetik (alfa dan tidak langsung) dan alkaloid ergot vasokonstriksi.
→ Peningkatan risiko ggn neuropsikik dg antiparkinson antikolinergik.
→ Efek dapat dilemahkan oleh neuroleptik dan antagonis dopamin lainnya.
Berpotensi Fatal: Risiko vasokonstriksi dan / atau krisis hipertensi dengan fenilpropanolamin.
Interaksi dengan makanan → Konsumsi obat bersamaan dengan makan, menghasilkan efek terapeutik yang lebih baik
→ Alkohol dapat meningkatkan efek sedasi
Overdosis Gejala: reaksi dopamine-agonistic yang cukup parah
Cara Mengatasi:
– Diberikan Metoclopramide oral drop, (pada pasien parkinson, diberikan Domperidone).
– Metoclopramide atau Domperidone dapat diberikan sebagai anti dot untuk beberapa kasus ringan
– Pada kasus yang parah, diberikan injeksi IM Sulpiride 100mg
Pengaruh pada hasil lab

Pertanyaan Seputar Lisuride

Apakah Lisuride benar-benar dapat mengatasi penyakit Parkinson?

Ya, Lisuride memiliki efek sebagai anti parkinson[2]

Apakah Lisuride dapat dikonsumsi oleh anak-anak?

Tidak [1]

Apakah Ibu hamil dan menyusui boleh mengkonsumsi Lisuride?

Tidak, karena Lisuride terdistribusi secara luas dalam tubuh dan memiliki ikatan plasma yang cukup tinggi [1]

Amankah mengkonsumsi Lisuride secara jangka panjang?

Selama mengikuti anjuran dokter dan mengkonsumsi sesuai dengan dosis yang disarankan, penggunaan Lisuride tetap aman. Perlu dimonitor respon gerak selama penggunaan, serta perhatikan konsumsi obat lainnya selama melakukan terapi menggunakan Lisuride [2]

Bagaimana caranya saya konsumsi Lisuride?

Lisuride dapat diminum bersamaan dengan makan. [2]

Contoh Obat Lisuride (merk dagang) di pasaran

Berikut ini adalah beberapa nama obat (merk dagang) dari Lisuride yang beredar di pasaran. [4]

Brand Merek Dagang
Dopergin
Revanil
Lisuride maleate
Dopergine
Arolac

1. Tahani A. Alahmadi and Quais M. Mujawar. Lisuride Toxicity in a Pediatric Patient. www.ncbi.nlm.nih.gov ; 2013.
2. Anonim. MIMS. 2020
3. Anonim. Drugbank. 2020
4. Anonim. Drugs.com. 2020
5. Hofmann C, Penner U, Dorow R, Pertz HH, Jahnichen S, Horowski R, Latte KP, Palla D, Schurad B. Lisuride, a Dopamine Receptor agonist with 5-HT2B receptor antagonist properties: absence of cardiac valvulopathy adverse drug reaction reports supports the concept of crucial role for 5-HT2B receptor agonism ini cardiac valvular fibrosis. Clin Neuropharmacol 29 (2): 80-6. wikipedia. 2020.

Share