Metoclopramide: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Metoclopramide digunakan untuk meredakan mual dan muntah karena pengaruh efek samping dari prosedur bedah, kemoterapi atau radioterapi dan rosedur pengobatan tertentu pada perut dan usus. [3, 5]

Selain itu, digunakan juga sebagai obat jangka pendek (selama 4-12 minggu penggunaan) untuk mengobati mulas atau rasa panas di perut (heartburn) yang disebabkan oleh gastroesophageal reflux (GERD) pada orang yang telah menggunakan obat lain namun belum barhasil. [2, 4]

Dan untuk mengobati gastroparesis (pengosongan perut yang lemah) pada pasien diabetes yang mengalami heartburn dan rasa tidak nyaman di perut pada saat setelah makan, umumnya setelah makan siang. [4]

Apa itu Metoclopramide?

Metoclopramide adalah sebuah obat penghalang dopamin D2 (dopamine D2 antagonist) yang digunakan sebagai anti-emetik. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kontraksi otot di saluran pencernaan bagian atas sehingga mempercepat laju pengosongan lambung dan meningkatkan aktivitas fasik antrum. [6]

Tindakan tersebut secara bersamaan disertai dengan relaksasi usus kecil bagian atas sehingga menghasilkan titik koordinasi yang lebih baik antara tubuh, antrum lambung dan usus kecil bagian atas. [6]

Karenanya, obat ini seringkali digunakan untuk mengobati GERD, gastroparesis pada pasien diabetes dan mual atau muntah akibat prosedur bedah, kemoterapi atau radioterapi dan beberapa prosedur pengobatan perut atau usus. [3,4,5,6]

Perhatikan tabel berikut, untuk mengikuti uraian selajutnya; [1]

IndikasiObat GERD dan pereda mual atau muntah
KategoriObat resep bebas
KonsumsiAnak-anak, dewasa dan lansia
KelasRegulator GIT, Anti-flatulen & Anti-inflamasi /Anti-emetik
BentukTablet, sirup, kaplet, dan infus
Kontraindikasi→ Pasien dengan perforasi gastrointestinal.
→ Pasien yang mengalami perdarahan atau obstruksi mekanik.
→ Pasien yang memiliki riwayat neuroleptik atau yang menggunakan obat-induced tardive dyskinesia dan gangguan kejang, seperti epilepsi.
→ Pasien dengan penyakit Parkinson yang memiliki riwayat methaemoglobinaemia dengan metoclopramide atau nicotinamide adenin defisiensi dinukleotida-sitokrom b5 reduktase (NADH-Cyb5R).
→ Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan yang dapat menyebabkan reaksi ekstrapiramidal seperti, Antipsikotik dan Levodopa.
→ Anak-anak <1 tahun.
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Metoclopramide:
→ Pasien yang mengalami kondisi neurologis.
→ Pasien yang memiliki penyakit Parkinson.
→ Pasien dengan gangguan konduksi jantung atau sindrom sinus sakit.
→ Pasien yang memiliki hipertensi.
→ Pasien dengan gangguan ketidakseimbangan elektrolit yang tidak dikoreksi.
→ Pasien bradikardia.
→ Pasien dengan gangguan gagal jantung dan ginjal.
→ Pasien dengan faktor risiko kelebihan cairan, misalnya pada kasus gagal jantung, sirosis, riwayat atopi, termasuk asma, porfiria, diabetes dan gangguan yang berhubungan dengan pengosongan lambung.
→ Pasien yang memiliki riwayat depresi.
→ CYP2D6 metaboliser buruk.
→ Pasien dengan gangguan ginjal dan hati.
→ Anak-anak dan lansia.
→ Ibu hamil dan menyusui.
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO/IV/IM/Parenteral (Diminum / infus / injeksi):
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menemukan risiko pada janin. Belum ada studi yang memadai dan terkontrol pada wanita hamil.

Manfaat Metoclopramide

Berikut ini adalah beberapa manfaat obat Metoclopramide; [1, 2, 3, 4, 5, 6]

  • Digunakan untuk meredakan mual dan muntah karena disebabkan oleh efek samping dari prosedur bedah, kemoterapi, radioterapi dan prosedur pengobatan tertentu pada perut dan usus.
  • Selain itu, digunakan sebagai obat jangka pendek (selama 4-12 minggu penggunaan) untuk mengobati keadaan rasa panas di perut yang disebabkan oleh GERD pada orang yang telah menggunakan obat lain namun belum barhasil.
  • Dan juga digunakan untuk mengobati gastroparesis, yakni pengosongan perut yang lemah, pada pasien diabetes yang mengalami rasa seperti terbakar di dalam perut dan ketidaknyamanan pada perut pada saat setelah makan di siang hari.

Dosis Metoclopramide

Metoclopramide diresepkan untuk pasien anak-anak, dewasa dan lansia melalui pemberian oral/diminum, suntikan ke otot (intramuskular/IM) dan infus ke intravena (IV). [2]

Dosis yang diberikan bersifat individual, jadi harap ikuti instruksi dokter dengan saksama perihal dosis obat ini. [2]

Dosis Metoclopramide yang umumnya diresepkan adalah sebagai berikut; [1,2]

Dosis Dewasa

Pencegahan mual dan muntah pasca-kemoterapi

Parenteral/Injeksi intravena (IV)
→ Dosis pemuatan: 2-4 mg/kg melalui infus terus menerus selama 15-20 menit sebelum kemoterapi.
→ Dosis pemeliharaan: 3-5 mg/kg diresapi selama 8-12 jam.
→ Atau, dosis awal hingga 2 mg/kg melalui infus intermiten selama setidaknya 15 menit
→ Dosis dapat diberikan sebelum kemoterapi dan diulangi dalam setiap 2 jam secara interval.
→ Dosis total maksimum: 10 mg/kg dalam 24 jam.


Oral/Diminum
→ 10 mg diminum hingga tiga kali sehari.
→ Dosis maksimum: 30 mg atau 0,5 mg / kg setiap hari.
→ Durasi pengobatan maksimum yang disarankan: 5 hari.
Pencegahan mual dan muntah pasca terapi radiasi

Parenteral/Injeksi IV
→ 10 mg hingga tiga kali sehari.
→ Dosis maksimum: 30 mg atau 0,5 mg / kg setiap hari.


Oral/Diminum
→ 10 mg diminum hingga tiga kali sehari.
→ Dosis maksimum: 30 mg atau 0,5 mg / kg setiap hari.
→ Durasi pengobatan maksimum yang disarankan: 5 hari.
Pencegahan mual dan muntah pasca operasi

Parenteral/Injeksi IV
→ 10 mg sebagai dosis tunggal.
Pemeriksaan radiologi pada saluran pencernaan atas

Parenteral/Injeksi IV
→ 10 mg sebagai dosis tunggal, diberikan lebih dari 1-2 menit.


Oral/Diminum
→ 10 atau 20 mg diminum sebagai dosis tunggal yang diberikan sebelum prosedur pemeriksaan.
Kelainan lambung akibat diabetes (Diabetic gastric stasis)

Oral/Diminum
→ 10 mg pada saat 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur selama 2-8 minggu.
→ Dosis Maksimum: 40 mg setiap hari.


Parenteral/Injeksi IM/IV

→ Untuk kasus berat: 10 mg hingga 4 kali sehari melalui IM atau injeksi IV secara perlahan selama 1-2 menit hingga 10 hari
→ Dan kemudian dapat beralih ke terapi oral jika memungkinkan
GERD (gastroesophageal reflux disease)

Oral/Diminum

→ 10-15 mg diminum 4 kali sehari pada saat 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur–tergantung pada keparahan gejala.
→→ Jika gejalanya timbul secara berselang, maka dapat dosis diberikan hingga 20 mg sebagai dosis tunggal sebelum gejala memburuk.
→ Dosis maksimum: 60 mg setiap hari.
→ Durasi pengobatan maksimum: 12 minggu.

Dosis Anak-anak

Pencegahan mual dan muntah pasca-kemoterapi

Parenteral/Injeksi IV
⇔ Sebagai pilihan lini kedua:
Dosis normal: Untuk anak-anak dengan ketentuan umur dan berat badan.
→ 1-18 tahun: 0,1-0,15 mg / kg hingga tiga kali sehari.
→ 1- <3 tahun 10-14 kg: 1 mg
→ 3- <5 tahun 15-19 kg: 2 mg
→ 5- <9 tahun 20-29 kg: 2,5 mg
→ 9-18 tahun 30 kg-60 kg: 5 mg;
→ 15-18 tahun> 60 kg: Sama seperti dosis dewasa.

→ Semua dosis diberikan hingga larut.
→ Dodi maksimum: 0,5 mg / kg dalam 24 jam.
→ Durasi maksimum: 5 hari.


Oral/Diminum
⇔ Sebagai pilihan lini kedua:
Dosis umum: Untuk anak-anak dengan ketentuan umur dan berat badan. → 1-18 tahun 0,1-0,15 mg / kg.
→ 1- <3 tahun 10-14 kg: 1 mg
→ 3- <5 tahun 15-19 kg: 2 mg
→ 5- <9 tahun 20-29 kg: 2,5 mg
→ 9-18 tahun 30 kg-60 kg: 5 mg
→ 15-18 tahun> 60 kg: Sama seperti dosis dewasa.

→ Semua dosis diberikan hingga larut.
→ Dosis Maksimum: 0,5 mg / kg dalam 24 jam.
→ Durasi pengobatan Maks yang disarankan: 5 hari.
Pencegahan mual dan muntah pasca terapi radiasi

Parenteral/Injeksi IV
⇔ Sebagai pilihan lini kedua:
Dosis normal: untuk anak-anak dengan ketentuan umur dan berat badan: → 1-18 tahun 0,1-0,15 mg / kg hingga tiga kali sehari.
→ 1- <3 tahun 10-14 kg: 1 mg
→ 3- <5 tahun 15-19 kg: 2 mg
→ 5- <9 tahun 20-29 kg: 2,5 mg
→ 9-18 tahun 30 kg-60 kg: 5 mg
→ 15-18 tahun> 60 kg: Sama seperti dosis dewasa.

→ Semua dosis diberikan hingga larut.
→ Dosis Maksimim: 0,5 mg / kg dalam 24 jam.
→ Durasi pengobatan maksimum: 5 hari.
Pencegahan mual dan muntah pasca operasi

Parenteral/Injeksi IV
⇔ Sebagai pilihan lini kedua:
Dosis normal: Untuk anak-anak dengan ketentuan umur dan berat badan.
→ 1-18 tahun 0,1-0,15 mg / kg hingga tiga kali sehari
→ 1- <3 tahun 10-14 kg: 1 mg
→ 3- <5 tahun 15-19 kg: 2 mg
→ 5- <9 tahun 20-29 kg: 2,5 mg
→ 9-18 tahun 30 kg-60 kg: 5 mg
→ 15-18 tahun> 60 kg: Sama seperti dosis dewasa.
→ Dosis diberikan setelah penghentian operasi.
→ Durasi pengobatan maks: 48 jam.
Pemeriksaan radiologi pada saluran pencernaan atas

Parenteral/Injeksi IV
→ Umur <6 tahun 0,1 mg / kg
→ Umur 6-14 tahun 2,5-5 mg
→ Umur > 14 tahun: Sama dengan dosis dewasa.
→ Semua dosis diberikan dalam dosis tunggal.

Dosis Lansia

Pencegahan mual dan muntah pasca kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi, pemberian obat melalui parenteral/injeksi IV dan oral/diminum

Mungkin diperlukan pengurangan dosis.
Kelainan lambung akibat diabetes (Diabetic gastric stasis)

Oral/Diminum
→ 5 mg 4 kali sehari.
→ Dodi Maksimum: 40 mg setiap hari.

Parenteral/Injeksi IM/IV

Mulailah dengan dosis terendah.
GERD (gastroesophageal reflux disease)

Oral/Diminum

→ 5 mg hingga 4 kali sehari. Maks: 60 mg setiap hari.

Efek Samping Metoclopramide

Efek samping yang ditimbulkan oleh Metoclopramide bisa bermacam-macam. Beberapa pasien mungkin saja tidak mengalami efek samping berikut, namun beberapa pasien mungkin akan mengalami efek samping berikut secara ringan hingga berat. Segera hubungi dokter atau ke klinik terdekat bila beberapa efek samping berikut ini terjadi dan mengganggu Anda: [2]

Umumnya dilaporkan:

  • Panas disertai dingin.
  • Tinja berwarna seperti tanah liat.
  • Urin berwarna gelap.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kesulitan berbicara atau menelan makanan.
  • Pusing atau pingsan.
  • Detak jantung berdetak cepat atau tidak teratur.
  • Demam.
  • Merasa lelah atau lemah.
  • Sakit kepala hinnga parah atau berlanjut.
  • Ketidakmampuan menggerakkan mata.
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Mengalami peningkatan berkeringat.
  • Gatal dan ruam kulit.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kehilangan kontrol keseimbangan.
  • Kehilangan kontrol kandung kemih.
  • Mengalami kekejangan pada otot wajah, leher dan punggung.
  • Mual.
  • Kejang.
  • Berjalan tidak normal atau terseok-seok.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mengalami kekakuan lengan atau kaki.
  • Sakit perut atau nyeri tekan.
  • Pembengkakan kaki atau tungkai bawah.
  • Tangan dan jari bergemetar.
  • Kulit pucat luar biasa.
  • Muntah.
  • Merasakan kelemahan pada lengan dan kaki.
  • Mata atau kulit menguning.

Selain itu, terdapat pula gejala-gejala lain yang tidak perlu tanganan medis atau dokter, hal ini kemungkinan karena hanya sekedar reaksi penyesuaian tubuh terhadap obat yang sedang dikonsumsi sehingga lambat-laun akan hilang dengan sendirinya. Namun demikian, hubungi dokter atau pergi ke klinik terdekat bila gejala berikut ini terus berlanjut: [2]

Umumnya dilaporkan:

  • Diare.
  • Kantuk.
  • Kehilangan kekuatan atau energi.
  • Nyeri atau kelemahan pada otot.
  • Mengalami kegelisahan.
  • Merasakan kelemahan yang tidak biasa.

Insiden tidak diketahui:

  • Payudara terasa nyeri dan bengkak.
  • perubahan menstruasi.
  • Sembelit.
  • Penurunan minat dalam hubungan seksual.
  • Ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi.
  • Peningkatan aliran ASI.
  • Peningkatan keinginan untuk buang air kecil.
  • Depresi.
  • Buang air kecil lebih sering.
  • Ruam kulit.
  • Sulit tidur.
  • Mengalami kekeringan pada mulut yang tidak biasa.
  • Sifat cepat marah yang tidak wajar.

Info Efek Samping Tenaga medis; [2]

  • Umum
    • Insiden efek samping berkorelasi dengan dosis dan durasi terapi metoclopramide.
  • Sistem saraf
    • Sangat umum (10% atau lebih): Mengantuk (hingga 70%), reaksi distonik akut (hingga 25%)
    • Umum (1% hingga 10%): Akathisia, pusing, gangguan ekstrapiramidal, sakit kepala, parkinsonisme dan mengantuk
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Tingkat kesadaran tertekan, diskinesia dan distonia
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Bradikinesia, kejang, reaksi distonik, tremor
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Sindrom maligna neuroleptik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Diskinesia akut, dystonia akut / reaksi dystonic akut, kesadaran berubah, ketidakstabilan otonom, tipe bicara bulbar, gerakan koreoathetotic, kekakuan cogwheel, kejang kejang, gejala ekstrapiramidal, wajah meringis, kejang otot wajah, reaksi dystonic fatal, gerakan kaki , ketidakmampuan untuk duduk diam, gerakan tak terkendali dari ekstremitas/wajah/rahang/mulut/lidah, kegelisahan motorik, opisthotonos, mondar-mandir, sindrom parkinsonian, tonjolan lidah berirama, sindrom serotonin, sinkop, tardive tardive, tetanus -seperti reaksi, posisi kepala dan bahu yang tidak wajar.
  • Saluran pencernaan
    • Umum (1% hingga 10%): Diare, mual dan muntah.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Gangguan usus.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Dystonia supraglotis.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Edema glossal.
  • Lain
    • Umum (1% hingga 10%): Asthenia, kelelahan, lemah.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Efek pada kemampuan mengemudi / mengoperasikan mesin, hiperpireksia, hiperhemia, kegugupan.
  • Psikiatrik
    • Umum (1% hingga 10%): Depresi, kegelisahan.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Halusinasi dan susah tidur.
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Depresi akut dan keadaan konfusional.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Agitasi, kecemasan, kebingungan, delirium, mania, depresi mental dengan ide bunuh diri, kegugupan, perenungan obsesif, dysphoria berat, pencobaan bunuh diri.
  • Kardiovaskular
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): Kelainan konduksi jantung dan blok jantung.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Gagal jantung kongestif akut, hipertensi akut, fibrilasi atrium, blok atrioventrikular (AV), henti jantung, edema, elektrokardiogram QT berkepanjangan, henti jantung kardiorespirasi fatal, hipertensi, palpitasi, kemungkinan blok AV, syok, henti sinus, supraventrikular tachycardia, takikardia, Torsade de Pointes, pembilasan wajah / tubuh bagian atas sementara, peningkatan sementara tekanan darah, fibrilasi ventrikel dan takikardia ventrikel.
  • Genitourinari
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Amenore.
  • Kelenjar endokrin
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Hiperprolaktinemia.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Gangguan endokrin, ginekomastia, peningkatan sementara aldosteron.
  • Hipersensitif
    • Reaksi/syok anafilaksis biasanya terjadi dengan formulasi inravena.
    • Jarang (0,1% hingga 1%): Hipersensitivitas.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Reaksi anafilaksis, syok anafilaksis, angioedema.
  • Pernafasan
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Dispnea, laringospasme, stridor, obstruksi jalan napas atas.
  • Hati
    • Jarang (0,01% menjadi 0,1%): Tes fungsi hati yang berubah, hepatotoksisitas dan penyakit kuning.
  • Muskuloskeletal
    • Jarang (0,01% hingga 0,1%): Kekakuan.
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Retensi cairan, peningkatan tonus otot umum, peningkatan kreatinin fosfokinase (CPK), kekakuan otot, kejang otot, tortikolis dan trismus.
  • Hematologi
  • Dermatologis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Edema angioneurotik, ruam makulopapular, ruam dan urtikaria
    • Ruam dan urtikaria biasanya terjadi pada pasien dengan riwayat asma.
  • Mata
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Kejang otot ekstraokuler, krisis okulogirik dan gangguan penglihatan.

Detail tentang Metoclopramide

Berikut ini adalah uraian detail tentang Metoclopramide. Pokok-pokok uraian seperti tampak dalam tabel; [1,3]

Penyimpanan→ Simpan antara 20-25 ° C.
→ Jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya dan kelembaban.
Cara KerjaDeskripsi: Metoclopramide adalah sebuah benzamida tersubstitusi dengan sifat prokinetik dan antiemetik. Obat ini bekerja merangsang motilitas saluran pencernaan bagian atas dan mempercepat peristaltik lambung tanpa merangsang sekresi lambung, bilier atau pankreas yang mengarah pada peningkatan pengosongan lambung dan waktu transit usus. Obat ini mampu memblokir reseptor dopamin dan reseptor serotonin (pada dosis yang lebih tinggi) di zona pemicu kemoreseptor SSP.
Onset: 30-60 menit (oral); 1-3 menit (IV); 10-15 menit (IM).
Durasi: 1-2 jam.

⇔ Farmakokinetik:
Penyerapan: Cepat dan hampir sepenuhnya dari saluran pencernaan setelah pemberian oral. Ketersediaan hayati absolut: 80 ± 15,5%. Waktu untuk memuncak konsentrasi plasma: Sekitar 1-2 jam (oral).
Distribusi: Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh. Melintasi sawar darah-otak dan plasenta dan memasuki ASI pada level rendah. Volume distribusi: Sekitar 3,5 L / kg. Ikatan protein plasma: Sekitar 30%.
Metabolisme: Dimetabolisme di hati oleh CYP2D6 melalui oksidasi dan glukuronida dan konjugasi sulfat menjadi metabolit utama, monodeethylmetoclopramide. Mengalami metabolisme hepatic first-pass.
Ekskresi: Melalui urin (sekitar 85%, dengan sekitar 50% sebagai metoklopramid bebas atau terkonjugasi); faeces (sekitar 5%). Paruh eliminasi: 2,5-6 jam.
Interaksi dengan obat lain → Efek sedatif aditif dengan depresan SSP, seperti turunan morfin, ansiolitik, penghambat reseptor H1, antidepresan sedatif, barbiturat dan klonidin.
→ Peningkatan risiko gangguan ekstrapiramidal dengan agen neuroleptik lain atau obat yang bekerja sentral seperti, fenotiazin dan tetrabenazin.
→ Dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin yang terkait dengan obat serotonergik seperti SSRI.
→ Dapat menurunkan bioavailabilitas digoxin.
→ Dapat meningkatkan penyerapan siklosporin, aspirin dan parasetamol.
→ Dapat memperpanjang durasi kerja agen penghambat neuromuskuler seperti, mivacurium dan suxamethonium.
→ Peningkatan konsentrasi serum dengan inhibitor CYP2D6 yang kuat (mis. Fluoxetine, paroxetine).
→ Konsentrasi atovaquone plasma dapat dikurangi dengan metoclopramide.
→ Peningkatan risiko perpanjangan QT dengan agen lain yang diketahui memperpanjang interval QT (mis. Kelas IA dan III antiaritmia, TCA, makrolida, antipsikotik).
→ Dapat mengubah efek stimulan sentral (mis. Simpatomimetik.
→ Peningkatan risiko hipertensi dengan inhibitor MAO.
→ Dapat mengurangi efek agen antidiabetik.

Berpotensi Fatal:
→ Pemberian bersama dengan levodopa atau agonis dopamin misalnya obat Bromokriprin, dapat menyebabkan antagonisme timbal balik.
Interaksi dengan makanan→ Hindari alkohol.
Overdosis ⇔ Gejala: Gangguan ekstrapiramidal, kantuk, sakit kepala, vertigo, gelisah, kelemahan menurunkan tingkat kesadaran, kecemasan, kebingungan, halusinasi, mual, muntah, xerostomia, konstipasi, hipotensi, dan henti pernanpasan-jantung. Methaemoglobinaemia dan kejang umum juga dapat terjadi pada neonatus prematur dan jangka panjang.

⇔ Cara Mengatasi:
→ Berikan Pengobatan simtomatik dan suportif.
→ Reaksi ekstrapiramidal dapat dikontrol dengan pemberian agen antikolinergik, seperti Diphenhydramine dan benztropine.
→ Berikan obat methylthioninium chloride via intravena dalam kasus methaemoglobinaemia namun penggunaan Metilen Biru pada pasien dengan defisiensi G6PD tidak dianjurkan karena peningkatan risiko anemia hemolitik yang mungkin berakibat fatal.
→ Pantau kardiovaskular dan fungsi pernapasan.

Seputar Pertanyaan tentang Metoclopramide

Apa yang perlu saya ceritakan kepad dokter sebelum menggunakan Metoclopramide?

Katakanlah kepada dokter apabila Anda pernah atau memiliki beberapa kondisi berikut ini; penyakit hati atau ginjal, masalah dengan gerakan otot, gagal jantung kongestif atau gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, kejang, kanker payudara, penyakit Parkinson, diabetes, gangguan depresi atau penyakit mental. [1,2]

Bagaimana seharusnya saya mengonsumsi Metoclopramide?

Konsumsilah obat ini persis seperti pentunjuk yang diberikan oleh dokter kepada Anda. Obat biasanya diminum atau dikonsumsi 30 menit sebelum makan atau sebelum tidur. Dan jangan menggunakan Metoclopramide melebihi dosis atau jadwal yang diberikan kepada Anda. [2,3]

Bagaimana caranya kalau saya kehilangan satu dosis obat ini?

Minumlah dosis yang terlewat saat itu juga. Dan bila setelah tiba pada jadwal dosis berikutnya, lewati saja dosis yang terlewat. Jangan menggunakan obat tambahan untuk mengganti dosis yang terlewat. [2]

Hal-hal apa saja yang perlu saya perhatikan ketika menggunakan Metoclopramide?

Hindari minum-minuman beralkohol karena dapat menyebabkan efek samping.
Hindari mengemudi atau melakukan aktivitas berat yang berbahaya karena obat ini mudah mengganggu konsentrasi dan reaksi Anda. [2]

Contoh Obat Metoclopramide (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut ini beberapa obat bermerek yang mengandung Metoclopramide; [1,2,4]

Brand Merek Dagang
Sotatic
Emeran
Raclonid
Damaben
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment