Hidup Sehat

7 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan dan Kecantikan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Angelia Chandra
Kegiatan puasa di Indonesia identik dengan suasana Ramadhan namun sebenarnya kegiatan puasa boleh dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja untuk mendapatkan manfaatnya dalam kesehatan. Menurut salah satu

Sejak berabad-abad lalu, manusia sudah mempraktekkan puasa untuk berbagai tujuan. Selain untuk tujuan keagamaan yang tentu memiliki manfaat bagi kesehatan jiwa, puasa juga memberikan banyak keuntungan dari sisi kesehatan fisik.

1. Mencegah Diabetes

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa berpuasa bisa memperbaiki kontrol gula darah, yang terutama sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki risiko diabetes.

Bahkan, sebuah penelitian yang melibatkan 10 orang yang memiliki diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa puasa secara signifikan berhasil menurunkan kadar gula darah mereka. Kemudian, studi lain menunjukkan bahwa puasa adalah cara yang efektif untuk membatasi asupan kalori untuk mengurangi resistensi insulin. [1, 2, 3]

Kondisi ini bisa meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga pengiriman glukosa dari aliran darah ke sel-sel tubuh bisa berlangsung dengan lebih efisien.

Dibarengi dengan efek potensial penurunan gula darah karena berpuasa, kombinasi keduanya bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah terjadinya peningkatan atau penurunan yang terlalu drastis.

2. Mencegah Peradangan

Meskipun peradangan akut adalah proses kekebalan tubuh yang normal untuk membantu melawan infeksi, namun bila bersifat kronis bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Penelitian menunjukkan bahwa inflamasi atau peradangan bisa menjadi faktor penyumbang terjadinya kondisi kronis seperti sakit jantung, kanker, dan arthritis.

Puasa bisa menekan faktor-faktor yang menyebabkan peradangan. Berkurangnya asupan kalori bisa membantu penyembuhan multiple sclerosis, yaitu suatu kondisi peradangan kronis yang menyerang syaraf dan mempengaruhi kerja otak. [1, 2, 3]

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penyakit jantung dianggap sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan angka sekitar 31.5% secara global. Merubah pola makan dan gaya hidup adalah salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa berpuasa secara rutin bisa memberikan manfaat untuk kesehatan jantung. Kadar kolesterol jahat dan trigliserida darah bisa turun sebanyak 25% dan 32% setelah puasa selama satu bulan. [2, 3]

Sebuah studi lain, yang melibatkan 110 orang dewasa yang mengalami obesitas, menunjukkan bahwa puasa selama tiga minggu dibawah pengawasan dokter mampu menurunkan tekanan darah, trigliserida darah, kolesterol total dan kolesterol jahat.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Secara teori, berhenti makan semua atau beberapa jenis makanan dan minuman – seperti yang dilakukan saat puasa – tentu akan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, yang kemudian akan membantu penurunan berat badan seiring waktu.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa puasa bisa meningkatkan metabolisme dengan menaikkan kadar neurotransmitter norepinephrine, yang akan menurunkan berat badan. Puasa juga lebih efektif dibandingkan membatasi asupan kalori untuk meningkatkan pengurangan lemak sekaligus menjaga jaringan otot. [2, 4]

5. Mencegah Penyakit Neurodegeneratif

Contoh penyakit akibat neurodegeneratif adalah Alzheimer. Puasa bisa meningkatkan perlindungan terhadap syaraf dengan merangsang produksti faktor neurotropik (BDNF) yang dihasilkan oleh otak melalui penambahan aktivitas jaringan syaraf. [1, 2, 3]

BDNF juga berhubungan dengan peningkatan fungsi kognitif, penghambat asupan makanan, dan percepatan pelepasan energi. Puasa bisa melindungi syaraf dari cedera jaringan dengan merangsang perlindungan oleh antioksidan dan kadar BDNF.

Puasa juga menstimulasi produksi neuron baru dari stem cell syaraf (misalnya neurogenesis) dan formasi sinapsis dengan meningkatkan BDNF dan kadar neurotropin-3 untuk memperbaiki sirkuit sel syaraf yang rusak.

6. Sebagai Anti-aging

Proses penuaan dihubungkan dengan menurunnya fungsi berbagai organ tubuh secara bertahap serta lebih rentannya tubuh terserang berbagai penyakit. Bukti penelitian menunjukkan bahwa puasa berkontribusi secara signifikan dalam hal memperpanjang masa hidup seseorang.

Karena berpuasa bisa menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker dan kerusakan oksidatif serta meningkatkan ketahanan sel terhadap stress, maka kesehatan jangka panjang pun bisa dijaga.

Pembatasan asupan kalori bisa memperbaiki kadar hormon yang mampu menekan peradangan dan meningkatkan kadar hormon yang mengatur termogenesis dan metabolisme yang menunjukkan efek anti-aging. [1, 4]

7. Meredakan Stress

Selain menurunkan risiko terkena gangguan kesehatan kronis seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, dan kepikunan, puasa juga bisa meningkatkan kadar endorfin yang bersifat menekan keinginan untuk ngemil dan makan atau minum yang sebetulnya tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Pada orang dengan berat badan berlebih, puasa dilaporkan bisa menurunkan stress dan gejala yang berhubungan dengan asma. Kasus lain menunjukkan puasa dua hari dalam seminggu bisa menurunkan tingkat depresi pada pria berusia lanjut. [1]

Pada wanita yang mengalami PCOS (polycystic ovary syndrome) atau kelainan hormonal yang kadang ditandai dengan pola menstruasi yang tidak teratur atau bahkan berkepanjangan, puasa bisa menurunkan kadar hormon stress mereka secara signifikan. [1]

Manfaat-manfaat yang sudah disebutkan diatas tentunya tidak semata-mata bisa didapatkan hanya dengan berhenti makan di siang hari, tapi juga harus diiringi dengan pola makan dan hidup yang sehat.

Orang yang berpuasa harus tetap melakukan diet seimbang yang mengandung buah dan sayur-sayuran, gandum utuh, daging, ikan, dan produk yang mengandung susu. Selain itu, mereka juga harus minum banyak cairan yang bisa didapap dari air putih, jus, dan sup.

Hindari makanan yang digoreng, mengandung banyak gula serta lemak. Menurut penelitian, manfaat kesehatan dari berpuasa bisa didapatkan secara optimal dengan tetap melakukan gaya hidup yang sehat dan melakukan puasa secara teratur bahkan setelah Ramadan selesai, yaitu dengan melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis.

1) Naina Mohamed Pakkir Maideen. 2018. Research Gate. Health Benefits of Islamic Intermittent Fasting
2) Mohammad Hossein Rouhani, Leila Azadbakht. 2014. US National Library of Medicine. Is Ramadan fasting related to health outcomes? A review on the related evidence
3) John F Trepanowski, Richard J Bloomer. 2010. US National Library of Medicine. The impact of religious fasting on human health
4) Ruth E. Patterson, PhD, Gail A. Laughlin, PhD, Dorothy D. Sears, PhD. 2015. US National Library of Medicine. INTERMITTENT FASTING AND HUMAN METABOLIC HEALTH

Share