Penyakit & Kelainan

Perbedaan Dismenore Primer Dan Sekunder

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dismenore merupakan gejala nyeri haid pada wanita. Gejala nyeri tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya patologi panggul, sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri haid yang disertai dengan patologi panggul karena adanya penyakit yang dapat diidentifikasi. Meski sama-sama nyeri haid tapi bila dilihat dari pengertian keduanya sangatlah berlawanan[1,2].

Oleh karena itu, keduanya pun juga berbeda. Berikut ini perbedaan antara dismenore primer dan sekunder, antara lain:

Perbedaan Tanda Dan Gejala Dismenore Primer Dan Sekunder

Jika dilihat dari pengertiannya kedua penyakit ini berbeda, hal tersebut juga berlaku pada tanda dan gejala penyakit tersebut. Perbedaan tanda dan gejala dari kedua kondisi tersebut antara lain:

  • Dismenore Primer
  1. Onset setelah menstruasi pertama(kurang lebih setelah 6 bulan).
  2. Nyeri biasanya dirasakan selama 2 sampai 3 hari sebelum atau saat menstruasi.
  3. Nyeri yang dirasakan seperti persalinan.
  4. Nyeri dirasakan di perut bagian bawah hingga ke punggung atau paha.
  5. Keadaan panggul baik-baik saja, dibuktikan setelah melakukan pemeriksaan fisik[1].
  • Dismenore Sekunder
  1. Terjadi pada usia sekitar 20 sampai 30 tahun, setelah siklus menstruasi sebelumnya tidak terlalu menyakitkan.
  2. Darah menstruasi yang keluar banyak atau bisa juga darah yang keluar tidak teratur.
  3. Nyeri muncul selama siklus awal atau kedua setelah menstruasi pertama kali.
  4. Kelainan pada panggul, dibuktikan setelah menjalani pemeriksaan fisik oleh dokter.
  5. Reaksi yang buruk terhadap obat antiinflamasi nonsteroid(NSAID) atau kontrasepsi oral.
  6. Infertilitas merupakan salah satu kondisi di mana seorang wanita mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan atau hamil.
  7. Dispareunia adalah rasa sakit yang dirasakan ketika hendak, saat, atau setelah berhubungan seks.
  8. Keputihan merupakan lendir atau cairan yang keluar dari vagina perempuan[1].

Perbedaan Diagnosa Dismenore Primer Dan Sekunder

  • Dismenore Primer

Tidak ada cara yang digunakan untuk mendiagnosa dismenore primer. Jadi, menurut penelitian tidak ada cara khusus yang digunakan untuk mendeteksi atau mendiagnosa dismenore primer pada seseorang[1].

  • Dismenore Sekunder

Dismenore sekunder dapat didiagnosa dengan beberapa cara. Cara untuk mendiagnosa dismenore sekunder ini adalah cara-cara khusus sehingga hanya boleh dilakukan oleh dokter.

Cara mendiagnosis dismenore sekunder antra lain dengan cara:

  1. Ultrasonografi perut atau transvaginal adalah suatu prosedur pencitraan yang menggunakan gelombang suara yang dipancarkan melalui vagina untuk memeriksa organ reproduksi wanita. Prosedur ini merupakan pemeriksaan internal karena memasukkan alat yang menyerupai tongkat dengan panjang kira-kira 5-7 cm ke dalam vagina selama 30 menit hingga 1 jam dan hasilnya bisa diketahui dengan cepat.
  2. Histerosalpingografi atau uterosalpingografi adalah pemeriksaan rahim dengan menggunakan sinar rontgen.
  3. Pielografi intravena adalah cara mendiagnosa yang menggunakan teknik radiografi.
  4. Tomografi komputer merupakan cara mendiagnosa dismenore sekunder dengan menggunakan sinar-X yang kemudian menghasilkan gambar-gambar 2 dimensi dari objek 3 dimensi.
  5. Pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio yang dapat menghasilkan gambar struktur organ dalam tubuh sehingga dapat mendiagnosis dismenora sekunder yang diderita pasien.
  6. Laparoskopi adalah prosedur pembedahan pada bagian perut dan panggul tanpa membuat sayatan yang besar pada kulit. Prosedur ini dilakukan dengan mengginakan alat bernama laparoskop.
  7. Histeroskopi adalah pemeriksaan bagian rahim menggunakan hiteroskop. Hiteroskop adalah alat berbentuk selang tipis dan lentur yang dipasangi kamera di bagian ujungnya untuk memeriksa kondisi rahim.
  8. Dilatasi dan kuretase adalah salah satu operasi rahim untuk mengatasi masalah menstruasi, hamil, kontrasepsi, keguguran, polip, atau pascamelahirkan[1].

Perbedaan Penyebab Dismenore Primer Dan Sekunder

  • Dismenore Primer

Dismenore primer disebabkan oleh prostaglandin F2a, stimulan miometrium, dan vasokonstriktor pada endometrium sekretori. Peningkatan kadar prostaglandin pada cairan endometrium dapat mengakibatkan rasa nyeri atau dismenore primer pada wanita.

Selain itu dismenore primer juga dapat disebabkan oleh hormon dan mediator, suhu tubuh, pola tidur, serta sistem saraf pusat[1,2].

  • Dismenore Sekunder

Dismenore sekunder sebenarnya juga dapat disebabkan oleh prostaglandin tetapu disertai dengan adanya patologi panggul. Selain itu, dismenore sekunder juga dapat terjadi karena banyak faktor seperti endometriosis, penyakit radang panggul, kista dan tumor ovarium, stenosis atau oklusi serviks, adenimoisis, fibroid, polip rahim, adhesi intrauterin, malformasi kongenital, alat kontrasepsi intrauterine atau dalam rahim, sindrom kemacetan panggul, septum vagina melintang, serta sindrom allen-master.

Semua faktor tersebut dapat mempengaruhi visera panggul sehingga mengakibatkan rasa nyeri di daerah panggul[1].

Perbedaan Faktor Yang Mempengaruhi Dismenore Primer Dan Sekunder

  • Dismenore Primer

Dismenore primer dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor di bawah ini, yaitu:

  1. Usia terlalu muda saat pertama kali menstruasi, yaitu ketika usia kurang dari 12 tahun.
  2. Nuliparitas atau belum pernah melahirkan.
  3. Waktu menstruasi yang panjang atau tidak kunjung selesai dan berat
  4. Merokok.
  5. Obesitas atau kegemukan.
  6. Riwayat keluarga yang memiliki dismenore[1,2].
  • Dismenore Sekunder

Dismenore sekunder terjadi karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:

  1. Leiomioma atau fibroid merupakan tumor jinak pada otot rahim.
  2. PID atau penyakit radang panggul adalah infeksi pada rahim dan saluran tuba yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae.
  3. Abses tubo-ovarium adalah infeksi pada ovarium atau tuba falopi
  4. Torsi ovarium disebabkan karena adanya kelainan pada ovarium, seperti kista atu tumor.
  5. Endometriosis adalah adanya jaringan mirip endometrium tetapi terdapat di luar rahim[1,2].

Persamaan Antara Dismenore Primer Dan Sekunder

Meski dismenore primer dan sekunder memiliki banyak perbedaan, tetapi ada beberapa persamaan dari keduanya. Persamaan dari keduanya yaitu sama-sama nyeri yang muncul saat menstruasi dan keduanya sama-sama disebabkan karena prostaglandin[1].

1. Karim Anton Calis, PharmD, MPH, FASHP, FCCP, Devra K Dang, PharmD, BCPS (AQ-ID), CDE, Sophia N Kalantaridou, MD, Mert Erogul, MD, Frances E Casey, MD, MPH, Michel E Rivlin, MD, Vaishali Popat, MD, MPH, Nahrain Alzubaidi, MD, A David Barnes, MD, PhD, MPH, FACOG, Steven A Conrad, MD, PhD, Pamela L Dyne, MD, Laurel D Edmundson, MD, Andre Holder, MD, Anthony Charles Sciscione, DO, Francisco Talavera, PharmD, PhD, Mark Zwanger, MD, MBA. Dysmenorrhea. Medscape; 2021.
2. Mariagiulia Bernardi, Lucia Lazzeri, Federica Perelli, Fernando M. Reis, and Felice Petraglia. Dysmenorrhea and related disorders. Version 1 6: 1645. F1000Research; 2017.

Share