Makanan, Minuman dan Herbal

Rhubarb: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Rhubarb

Rhubarb merupakan tanaman yang tergolong pada keluarga polygonaceae yang memiliki nama latin Rheum rhabarbarum. Rhubarb merupakan tanaman menahun yang mirip seperti talas dan bertekstur seperti selada batang.

Tanaman rubharb memiliki bagian daun dan tidak dapat dikonsumsi, namun pada bagian batang rhubarb dapat dikonsumsi. Batang rhubarb memiliki warna kulit merah dan pada bagian daging batang berwarna hijau pucat [1]

Rhubarb

Rhubarb memiliki daun dengan lebar yang dapat mencapai 15 cm dan panjang hingga 30 cm. Selain itu, batang rhubarb juga dapat tumbuh secara tegak dan memiliki panjang lebih dari 30 cm untuk rhubarb dewasa.

Rhubarb banyak digunakan sebagai sayuran ataupun sebagai obat-obatan di seluruh dunia [2]

Kandungan Gizi Pada Rhubarb

Berikut ini kandungan gizi pada 100 gram rhubarb :

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Rhubarb, mentah
Kalori: 21 Kalori Dari Lemak: 1.7
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.2      g 0.31 %
Lemak Jenuh0.1      g 0.27 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium4        mg 0.17 %
Total Karbohidrat4.5      g 1.51 %
Serat1.8      g 7.2  %
Gula1.1      g
Protein0.9      g 1.8  %
Vitamin A2.04 %Vitamin c13.34 %
Kalsium8.6 %Zat besi1.22 %
© IDNmedis.com

Src : Rhubarb, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin K29.3     mcg37 %
Vitamin C8        mg13 %
Mangan0.2      mg10 %
Kalium288      mg8 %
Kalsium86       mg9 %
Serat makanan1.8      g7 %
Magnesium12       mg3 %
Vitamin A102      IU2 %
Besi0.2      mg1 %
Fosfor14       mg1 %
© IDNmedis.com

Src : Rhubarb, mentah

Menurut data pada tabel gizi, rhubarb memiliki kandungan vitamin K yang sangat tinggi. Vitamin K pada tubuh berperan dalam proses pembekuan darah ketika salah satu bagian tubuh mengalami luka.

Selain itu, rhubarb juga tinggi akan kandungan kalsium yang bermanfaat untuk fungsi otot dan menjaga kesehatan tulang.

Kandungan Senyawa Pada Rhubarb

Rhubarb merupakan tanaman yang memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi yang berguna sebagai penambah imunitas tubuh. Vitamin C juga berperan dalam mencegah dan mengatasi penyakit sariawan.

Selain itu, rhubarb juga memiliki kandungan kalium yang tinggi di dalamnya bermanfaat untuk menghancurkan lemak jahat yang ada di dalam tubuh.

Kemudian, tidak kalah dengan sayuran lainnya, rhubarb juga memiliki senyawa antioksidan di dalamnya yang sangat bermanfaat dalam menangkal efek buruk yang ditimbulkan oleh radikal bebas [1,5]

Rhubarb merupakan salah satu sayuran yang banyak mengandung senyawa gizi penting yang terdapat pada bagian batangnya dan memberikan banyak manfaat. 

Manfaat Rhubarb Untuk Kesehatan

Rhubarb merupakan tanaman yang kurang familier di kalangan masyarakat indonesia, namun tanaman yang satu ini memiliki kandungan gizi dan manfaat yang sangat banyak. Berikut ini beberapa macam manfaat rhubarb untuk kesehatan :

  • Mempunyai Senyawa Antioksidan

Rhubarb merupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan antioksidan di dalamnya, yaitu likopen. Likopen merupakan senyawa flavonoid yang memberikan warna merah pada batang, buah atau akar.

Likopen memiliki peranan dalam menjaga organ tubuh agar tidak rusak yang diakibatkan oleh efek radikal bebas, terutama pada organ mata. Likopen berperan aktif dalam menjaga mata agar tidak terkena penyakit degenerasi makula yang disebabkan oleh radikal bebas [5,6]

Kandungan vitamin A pada rubharb juga berperan dalam menjaga kesehatan mata. Vitamin A berfungsi merangsang produksi zat rhodopsin yang terdapat pada bagian retina.

Zat rhodopsin merupakan zat yang berguna sebagai penangkap cahaya pada mata. Kekurangan zat rhodopsin dapat mengakibatkan penyakit rabun pada mata [7]

Selain itu, rhubarb juga mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin yang berfungsi melindungi jaringan mata dari kerusakan yang diakibatkan dari cahaya matahari

  • Sehat Bagi Organ Kardiovaskular

Senyawa Kalium juga terdapat pada rhubarb yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pada organ kardiovaskular terutama organ ginjal. Senyawa kalium berperan dalam proses mengeluarkan cairan berlebih di dalam tubuh yang dilakukan oleh ginjal.

Selain itu, senyawa antosianin yang juga dimiliki oleh rhubab juga berperan menjaga kesehatan organ kardiovaskular dengan cara menghacurkan lemak jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) yang melekat pada pembuluh darah.

Hal ini membuat antosianin dapat mencegah terjadinya penyakit ateroskelorosis, yaitu penyakit penyempitan pembuluh darah yang diakibatkan oleh penumpukan lemak jahat atau LDL [1,5,8]

  • Baik Bagi Tulang

Senyawa kalsium dan vitamin K merupakan kedua senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memperkuat tulang dan kedua senyawa ini terdapat pada rhubarb.

Senyawa kalsium dalam tubuh berperan dalam proses mineralisasi tulang rawan atau pemadatan tulang rawan dengan cara merangsang pembentukan osteocalcin, yaitu senyawa non-kolagen yang terdapat di dalam darah yang berperan dalam proses pembentukan tulang [1,2,9]

  • Anti Inflamasi Alami

Rhubarb dapat digunakan sebagai anti inflamasi atau obat nyeri yang alami. Hal ini dikarenakan rhubarb diketahui memiliki kandungan zat emodin yang tinggi yang dapat meredakan nyeri ringan, sedang dan gejala artritis lainnya.

Perlu diketahui, bahwa zat emodin adalah senyawa alami yang memiliki sifat anti inflamasi dan pencahar [1,5]

Rhubarb memiliki senyawa antioksidan, yaitu likopen dan antosianin yang bermanfaat untuk menangkal efek dari radikal bebas dan juga menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Efek Samping Pada Rhubarb

Rhubarb selain memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, rhubarb juga memiliki senyawa yang dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Berikut ini beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh rhubarb pada tubuh :

Rhubarb memikilik kandungan senyawa emodin yang tinggi di dalamnya dan emodin merupakan senyawa yang memiliki sifat pencahar. Sifat inilah yang membuat seseorang dapat mengalami diare apabila mengonsumsinya secara berlebihan.

Selain itu, rhubarb juga banyak mengandung air pada teksturnya yang juga memberikan peranan dalam timbulnya diare [2]

  • Likopendermia

Likopendermia adalah penyakit yang disebabkan oleh banyaknya zat likopen yang ada di dalam tubuh. Likopendermia memunculkan gejala awal, yaitu ruam-ruam merah pada kulit dan mual.

Likopendermia memang jarang terjadi, namun penyakit ini dapat terjadi pada orang yang terlalu banyak mengonsumsi rhubarb.

Likopen adalah senyawa fitonutrien yang berfungsi memberikan warna merah pada batang rhubarb dan merupakan zat pelindung rhubarb dari jamur, bakteri dan juga hama [10]

Selama rhubarb dikonsumsi secara proporsional dan tidak berlebihan,rhubarb tidak akan menimbulkan penyakit atau gangguan pada kesehatan.

Kandungan Berbahaya Pada Rhubarb

Tanaman rhubarb banyak dimanfaatkan pada bagian batang dan akarnya, namun tidak pada bagian daunnya. Hal ini dikarenakan daun rhubarb mengandung senyawa asam oksalat yang sangat tinggi.

Asam oksalat merupakan senyawa organik yang terdapat di dalam tubuh mahluk hidup. Kandungan asam oksalat pada daun rhubarb dapat menyebabkan gejala seperti muntah, diare, kerusakan ginjal dan bahkan penyebab kematian apabila dikonsumsi [1]

Asam oksalat dapat berikatan dengan kalsium dan membentuk senyawa yang tak bisa larut dan tak bisa dikonsumsi yang berupa kristal-kristal berbahaya.Jadi, akan lebih baik jika tidak mengonsumsi bagian daun rhubarb yang terkenal beracun dan berbahaya bagi kesehatan tubuh [4,11]

Tips Memilih Rhubarb

Pemilihan rhubarb sebelum mengonsumsinya merupakan hal yang penting karena menentukan apakah rhubarb terutama bagian batangnya mempunyai kualitas yang bagus atau tidak.

Maka dari itu, berikut ini tips dalam memilih rhubarb :

  • Jangan memilih batang yang terlalu gemuk atau lebih dari 2 cm. Hal ini dikarenakan batang rhubarb yang terlalu gemuk memiliki tekstur yang keras dan kenyal.
  • Jangan memilih batang rhubarb yang terlalu kurus yang menandakan batang rhubarb memiliki sedikit nutrisi.
  • Pililah batang rhubarb yang sebesar jari karena bertekstur empuk dan tidak keras.
  • Pililah batang rhubarb yang panjang, karena semakin panjang batang rhubarb semakin enak untuk dikonsumsi.

Pada dasarnya bagian rhubarb yang sering dikonsumsi adalah bagian batangnya, sehingga akan lebih baik jika mengetahui kualitas rhubarb berdasarkan batangnya [3]

Tips Menyimpan Rhubarb

Bagian yang digunakan untuk dikonsumsi dari tanaman rhubarb adalah batangnya.Sedangkan, batang rhubarb memiliki kandungan air yang sangat tinggi yang memungkinkan rhubarb cepat mengalami pembusukan.

Maka dari itu, diperlukan cara yang benar dalam menyimpan batang rhubarb agar tidak cepat membusuk. Berikut ini langkah-langkah dalam menyimpan rhubarb :

  • Cuci bersih terlebih dahulu rhubarb yang akan disimpan menggunakan air bersih yang mengalir
  • Potong bagian daun rhubarb dan hanya gunakan bagian batangnya saja.
  • Keringkan batang rhubarb menggunakan handuk atau kain lainnya.
  • Potong-potong rhubarb yang telah kering menjadi irisan kecil.
  • Siapkan wadah plastik ziplock yang kedap udara.
  • Masukkan potongan rhubarb ke dalam plastik kedap udara.
  • Tutup rapat plastik ziplock yang telah terisi
  • Masukkan rhubarb yang telah dimasukkan plastik ziplock ke dalam freezer.

Dengan cara pembekuan rhubarb seperti diatas, rhubarb dapat bertahan hingga 1 tahun lamanya. Proses ini merupakan cara yang efektif dalam menghentikan proses pembusukan pada rhubarb [3,4]

Rhubarb tergolong tanaman yang mengandung air banyak pada teksturnya yang memungkinkan rhubarb lebih cepat mengalami pembusukan dan cara yang paling efektif adalah membekukan rhubarb agar tahan lama.

Tips Konsumsi Rhubarb

Rhubarb dapat diolah menjadi makanan apapun yang menyehatkan dan bahkan rhubarb merupakan jenis sayuran yang dapat diolah menjadi kue yang lezat yang menarik minat anak-anak.

Berikut ini beberapa tips konsumsi Rhubarb :

Kue Rhubarb

Olahan rhubarb yang satu ini mungkin dapat menarik minat anak-anak kecil untuk mengonsumsi rhubarb. Berikut ini langkah dan bahan-bahan untuk membuat keu rhubarb :

  • Siapkan batang rhubarb yang segar dan cuci dengan air bersih yang mengalir
  • Potong kecil-kecil batang rhubarb menjadi beberapa bagian.
  • Siapakan bahan lainnya, seperti gula, tepung terigu, mentega, garam, telur, vanila, susu cair, baking soda, kayu manis bubuk dan gula merah halus.
  • Saring terlebih dahulu tepung terigu, baking soda, dan vanila pada wadah kecil yang berbeda.
  • Cairkan mentega menggunakan pemanas.
  • Campurkan gula harus merah dengan mentega cair dan aduk hingga tercampur
  • Kemudian masukkan telur dan vanila ke dalam adonan.
  • Setelah tercampur semua, masukkan baking soda, tepung terigu dan garam pada adonan secara bergantian lalu aduk adonan hingga tercampur rata.
  • Setelah itu, masukkan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk.
  • Kemudian masukkan rhubarb yang telang dipotong kecil-kecil dan aduk hingga rhubarb tertutup oleh adonan.
  • Siapkan loyang dan olesi dengan mentega agar tidak lengket.
  • Tuang adonan ke dalam loyang dan taburi gula halus dengan kayu manis dibagian atas adonan.
  • Oven adonan selama 40 menit.
  • Setelah matang kue rhubarb siap dihidangkan [3]

Selai Rhubarb

  • Siapkan batang rhubarb yang segar dan cuci bersih dahulu menggunakan air mengalir.
  • Kupas kulit batang rhubarb dan potong rhubarb menjadi kecil-kecil.
  • Taruh rhubarb yang telah dipotong kecil-kecil kedalam wadah baskom.
  • Tambahkan gula putih pada rhubarb dan aduk-aduk hingga gula merata.
  • Tutup wadah dan diamkan rhubarb selama 10 jam agar mengeluarkan cairan atau jus alaminya dan membuat gula menjadi larut
  • Setelah menjadi cair, masak rhubarb hingga mendidih dan diamkan hingga dingin.
  • Setelah dingin, masak kembali rhubarb sekitar 5-7 menit.
  • Setelah selesai siapkan wadah untuk menaruh selai rhubarb dan selai rhubarb siap dinikmati dengan roti.

Rhubarb dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan, namun yang perlu di garis bawahi adalah jangan menambahkan terlalu banyak air pada rhubarb saat akan memasaknya [3]

Menambahkan air sebelum memasak rhubarb dapat membuat rhubarb menjadi lembek dan tidak enak ketika dikonsumsi. Cara terbaik sebelum memasak rhubarb adalah menuankan gula pada potongan rhubarb dan mendiamkannya selama 3-5 jam agar rasa asam pada rhubarb dapat berkurang.

Rhubarb merupakan jenis sayuran yang mudah diolah namun membutuhkan pengetahuan atau tips untuk mengolahnya agar tekstur atau rasa pada rhubarb tidak berubah

1. Fang Lai, Yan Zhang, Dong-ping Xie, Shu-tao Mai, Yan-na Weng, Jiong-dong Du, Guang-ping Wu, Jing-xia Zheng, and Yun Han. 2015. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. A Systematic Review of Rhubarb (a Traditional Chinese Medicine) Used for the Treatment of Experimental Sepsis
2. Hina Rehman, Wajeeha Begum, Farzana Anjum, Humyra Tabasum. 2014. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry 3 (2): 89-94. Rheum emodi (Rhubarb): A Fascinating Herb
3. Linda Tannehill. 2018. University of Alaska. Rhubarb Recipes
4. Alexandru Cojocaru, Neculai Munteanu, Brindusa Alina Petra. 2019. University of Agriculture Sciences and Veterinary Medicine . Biochemical and Production of Rhubarb Under Growing Technological Factors
5. S.Bilala, M.R.Mira, J.D.Parrahb, Brahm.K.Tiwaric, Vijaya Tripathic. 2013. International Journal of Pharmacy and Biological Sciences Volume 3 Issue 3. Rhubarb: The Wondrous Drug. A Review
6. Peter V. Minorsky. 2002. American Society of Plant Biologists Vol. 130, pp. 1077–1078. Lycopene and Human Health
7. Mohd Fairulnizal Md Noh, Rathi Devi Nair Gunasegavan, Suraiami Mustar. 2019. Intech Open 84460. Vitamin A in Health and Disease
8. Connie. M Weaver. 2013. American Society for Nutrition 4: 368S-377S. Potassium and Health.
9. Piste Pravina, Didwagh Sayaji, Mokashi Avinash. 2013. International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences Vol. 4 (2). Calcium and its Role in Human Body.
10. P Riso, F Visioli, D Erba, G Testolin, M Porrini. 2004. European Journal of Clinical Nutrition 58, 1350–1358. Lycopene and vitamin C concentrations increase in plasma and lymphocytes after tomato intake. Effects on cellular antioxidant protection.
11. Susan R Marengo, Andrea MP Romani. 2015. Nature Clinical Practice Nephrology vol 4 no 7. Oxalate in renal stone disease: The terminal metabolite that just won't go away.

Share