Tindakan Medis

Tes Alpha Fetoprotein: Fungsi, Prosedur dan Hasil

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Hadian Widyatmojo, SpPK
Alpha fetoprotein (AFP) adalah suatu protein yang secara normal diproduksi oleh hati janin saat di dalam kandungan, oleh karenanya kadarnya bisa terdeteksi didalam ibu hamil. Selain pada masa kehamilan,

Fungsi Tes Alpha Fetoprotein

Alpha fetoprotein (AFP) adalah protein yang diproduksi hati pada janin yang sedang berkembang. Selama perkembangan bayi, protein ini melewati plasenta dan masuk ke dalam darah ibu.

Namun, pada pasien selain ibu hamil, alpha fetoprotein juga merupakan salah satu dari beberapa penanda tumor. Penanda tumor adalah molekul dalam darah yang lebih tinggi ketika seseorang memiliki kanker tertentu. [2, 4]

Tes alpha fetoprotein (Tes AFP) untuk ibu hamil adalah salah satu prosedur untuk mengukur tingkat alpha fetoprotein selama trimester kedua kehamilan.

Terlalu banyak atau terlalu sedikit protein ini dalam darah ibu dapat menjadi penanda cacat lahir atau keadaan lainnya pada janin.[1, 2]

Sedangkan, pada pasien selain ibu hamil, tes ini dilakukan untuk mengukur level alpha fetoprotein tubuh yang bisa menjadi penanda beberapa jenis kanker atau penyakit hati yang tidak bersifat kanker. [1, 2]

Tes alpha fetoprotein ini berfungsi dan dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu: [1, 6]

  • Membantu mengonfirmasi keberadaan jenis kanker pada tubuh pasien dan penyakit lainnya;
  • Memonitor pengobatan kanker;
  • Melihat apakah kanker kembali ada setelah pengobatan dilakukan;
  • Memonitor kesehatan pasien dengan penyakit siriosis atau hepatitis;
  • Memeriksa perkembangan janin seperti kondisi otak dan tulang belakang pada ibu hamil;
  • Memeriksa perkembangan janin untuk kelainan dan penyakit lain seperti down syndrome.

Pasien yang Membutuhkan Tes AFP

Pada umumnya tes alpha fetoprotein dilakukan kepada ibu hamil di antara 14 dan 22 minggu kehamilan.

Tes pada ibu hamil paling baik dilakukan antara minggu 16 dan 18 karena bisa menunjukkan hasil paling akurat. Sehingga biasanya waktu kehamilan penting bagi ibu hamil. [3]

Tes alpha fetoprotein ini penting bagi ibu hamil, apalagi ibu hamil yang berisiko tinggi memiliki anak dengan cacat lahir. Tes ini akan direkomendasikan terutama pada ibu hamil yang: [3]

  • Hamil pada umur 30 atau lebih;
  • Memiliki riwayat keluarga yang melahirkan anak dengan cacat lahir;
  • Mengonsumsi obat-obatan atau narkoba selama kehamilan;
  • Mengidap diabetes.

Tidak hanya ibu hamil, tes alpha fetoprotein juga dapat dilakukan untuk pasien perempuan tidak hamil, laki-laki, dan anak-anak.

Pada pasien tersebut, tes alpha fetoprotein dapat membantu mendiagnosa dan memonitor kondisi hati/liver pasien yang dicurigai mengidap penyakit seperti: [7]

  • Kanker hati;
  • Sirosis, yaitu terbentuknya jaringan parut karena rusaknya organl hati;
  • Hepatitis.

Tes alpha fetoprotein juga dilakukan dan dapat membantu mendeteksi pasien yang dicurigai mengidap beberapa jenis kanker seperti: [5]

Terkadang, tes ini juga dilakukan pada pasien dengan penyakit hati kronis dan untuk menguji efektivitas pengobatan karsinoma hepatoseluler atau pun memantau kambuhnya penyakit tersebut.

Prosedur Tes Alpha Fetoprotein

Pasien yang akan menjalani tes alpha fetoprotein tidak perlu melakukan persiapan khusus sebelumnya.

Dokter atau petugas medis akan mengambil sejumlah darah pasien melalui pembuluh darah yang ada di tangan atau di lengan dan menyimpannya pada tabung kecil khusus.

Saat penyuntikan dengan jarum kecil dan pengambilan darah, pasien akan merasa tersengat. Namun, ini hanya akan berlangsung selama sekitar lima menit.

Setelah itu petugas akan membawa dan menganalisa sampel darah di labolatorium. Hasil tes biasanya keluar dalam waktu satu hingga dua minggu. [1,3]

Risiko Tes Alpha Fetoprotein

Penyuntikan yang dilakukan pada lengan atau tangan saat pengambilan sampel darah pasien mungkin akan menimbulkan: [2, 3]

Meski begitu, risiko ini mudah hilang dengan cepat. Risiko seperti infeksi adalah risiko dengan kemungkinan terjadi yang sangat jarang. [2, 3]

Hasil Tes Alpha Fetoprotein

Hasil tes AFP dapat bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, metode yang digunakan untuk tes, dan hal-hal lainnya. AFP diukur dalam nanogram per mililiter (ng/mL). [4]

Kadar alfa-fetoprotein pada pria dan wanita tidak hamil bervariasi, tergantung pada usia dan ras. Tetapi umumnya berkisar dari 0 ng/ml hingga 40 ng/ml.[7]

Kadar AFP ibu hamil mulai meningkat, dari sekitar minggu ke-14 kehamilan hingga sekitar minggu ke-32. Antara minggu ke-15 hingga 20, kadar biasanya berkisar antara 10 ng/ml hingga 150 ng/ml.[7]

Pasien dengan sirosis hati yang kadar AFP-nya lebih dari 200 ng/ml sangat mengindikasikan karsinoma hepatoseluler [7]. Sedangkan pada pasien biasa dengan kadar lebih dari 500 ng/mL, bisa menjadi tanda tumor hati.[4]

Hasil pemeriksaan pada tes alpha protein biasanya menunjukkan angka yang meningkat, jika ditemukan adanya kelainan atau penyakit dalam tubuh pasien.

Hasil ini juga bisa menandakan penyakit yang berbeda pada pasien ibu hamil dan dengan pasien biasa seperti perempuan tidak hamil, laki-laki, dan anak-anak.

Hasil pada Ibu Hamil

Pada pasien ibu hamil, hasil yang tidak normal atau tinggi, kemungkinan menunjukkan anak dalam kandungan mengalami: [2, 3]

  • Spina bifida, yaitu tulang belakang tidak menutup di sekitar sumsum tulang belakang;
  • Anencephaly, yaitu kondisi otak tidak berkembang dengan baik;
  • Gastroschisis, yaitu organ perut bayi ada di luar tubuh;
  • Ada lebih dari satu bayi dalam rahim (kembar);
  • Bayi meninggal dunia.

Sedangkan untuk hasil yang di bawah normal, menandakan bahwa bayi dalam kandungan bisa mengalami: [2, 3]

  • Down syndrome, kondisi yang menyebabkan kecerdasan dan perkembangan anak terganggu;
  • Edward syndrome, kelainan pertumbuhan dan kemampuan gerak bayi.

Hasil pada Selain Ibu Hamil

Hasil yang tinggi pada pasien selain ibu hamil dapat menunjukkan: [3,5]

  • Kanker hati, testis, dan ovarium;
  • Penyakit hati, sirosis atau hepatitis;
  • Ataxia-telangiectasia (kelainan bawaan langka);
  • Penyakit akibat penyalahgunaan alkohol.

Selain itu ada pula sedikit catatan pada pasien yang selain ibu hamil namun sedang dalam perawatan kanker. Pasien dalam perawatan kanker biasanya diminta untuk melakukan beberapa kali tes alpha fetoprotein. [1]

  • Jika hasil di atas normal: berarti kanker menyebar dan pengobatan kanker tidak bekerja.
  • Jika hasil di bawah normal: berarti perawatan kanker berjalan dengan baik.
  • Jika hasil menurun atau meningkat dari hasil sebelumnya: berarti penyakit yang diderita dalam kondisi stabil.
  • Jika hasil sebelumnya di bawah normal, kemudian meningkat: berarti kanker kembali ada setelah melalui perawatan.

Tindakan Lanjutan Setelah Hasil Keluar

Hasil tes alpha fetoprotein yang tidak normal dapat berarti pasien memiliki beberapa penyakit di dalam tubuhnya dan bayi dalam rahim ibu bisa memiliki kelainan.

Setelah hasil didapat, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa tindakan atau pemeriksaan lainnya. Pada ibu hamil, dokter akan merekomendasikan dua tindakan, yaitu: [6]

Sedangkan pada pasien selain ibu hamil yang dicurigai dokter kemungkinan mengalami kanker hati, akan direkomendasikan untuk menjalani: [4]

1. Anonim. Diakses 2020. MedlinePlus. Alpha Fetoprotein (AFP) Tumor Marker Test.
2. Anonim. Diakses 2020. MedlinePlus. Alpha-Fetoprotein (AFP) Test.
3. Heater Ross. 2017. Healthline. Alpha-Fetoprotein Test.
4. Frank Greco & Rita Sather. Diakses 2020. University of Rochester Medical Center. Alpha-Feroprotein Tumor Marker (Blood).
5. Anonim. Diakses 2020. Canadian Cancer Society. Alpha-fetoprotein (AFP).
6. Anonim. 2016. Lab Test Online. Alpha-fetoprotein (AFP) Tumor Marker.
7. Oluwaseun O Adigun & Shailesh Khetarpal. 2020. National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, National Institutes of Health. Alpha Fetoprotein (AFP, Maternal Serum Alpha Fetoprotein, MSAFP).

Share