Makanan, Minuman dan Herbal

Bawang Merah: Manfaat – Efek Samping dan Tips Penyimpanan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tentang Bawang Merah

Bawang Merah merupakan tanaman yang sangat populer dikenal sebagai bahan dapur. Di samping sebagai bahan masakan, bawang merah ternyata dapat digunakan sebagai bahan pengobatan alami dan memiliki banyak manfaat dibaliknya.

Dalam bahasa inggris, bawang merah disebut sebagai shallot. Salah satu tanaman herbal ini merupakan salah satu dari keluarga bawang. Bawang merah merupakan tanaman yang kaya akan Karbohidrat dan Protein.

Bawang Merah (Allium ascalonicum)

Kandungan Gizi Bawang Merah

Berikut kandungan gizi pada bawang merah mentah per 100 gram [20].

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Bawang merah, mentah
Kalori: 72 Kalori Dari Lemak: 0.8
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.1      g 0.15 %
Lemak Jenuh0        g 0.09 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium12       mg 0.5  %
Total Karbohidrat16.8     g 5.6  %
Serat0        0    %
Gula0       
Protein2.5      g 5    %
Vitamin A23.8 %Vitamin c13.34 %
Kalsium3.7 %Zat besi6.67 %
© IDNmedis.com

Src : Bawang merah, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin A1190     IU24 %
Vitamin B60.3      mg17 %
Mangan0.3      mg15 %
Vitamin C8        mg13 %
Kalium334      mg10 %
Folat34       mcg8 %
Besi1.2      mg7 %
Fosfor60       mg6 %
Total Karbohidrat16.8     g6 %
Protein2.5      g5 %
© IDNmedis.com

Src : Bawang merah, mentah

Tingginya Karbohidrat berfungsi sebagai cadangan makanan di dalam tubuh. Protein pada bawang merah dapat mencegah penuaan dan bertugas sebagai pembentukan sel – sel tubuh yang sudah mati.

Sedangkan kandungan kalium yang terkandung pada bawang merah dapat mencegah serangan jantung dan darah tinggi atau hipertensi [2],[3],[4]

Bawang Merah adalah salah satu dari keluarga bawang yang memiliki nutrisi lebih banyak dibandingkan bawang lain. Karena terdapat banyak mineral, protein, dan karbohidrat.

Senyawa Pada Bawang Merah

Ethanol

Ethanol yang terkandung di dalam Bawang Merah dapat melawan infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori serta melawan bakteri penyebab diare. [8]

Allicin

Salah satu senyawa yang paling penting pada Bawang Merah yakni dapat melawan gram negatif dan gram positif. Bakteri yang berkembang cepat seperti Staphylococcus, Salmonella, Vibrio, Mycobateria, dan Proteus dapat dilawan dengan mengonsumsi Bawang Merah. Allicin juga berfungsi sebagai anti-parasit. [8]

Anti-parasit yang terdapat di dalam bawang merah bekerja dengan mengeluarkan bahan kimia yang dapat membunuh berbagai jamur atau fungi. [27]

Tinjauan: Bawang merah memiliki beberapa kandungan yang terbagi menjadi beberapa senyawa yang berguna menghalau penyakit.

Manfaat Bawang Merah

Di samping kegunaannya sebagai bahan masakan, ternyata bawang merah juga memiliki manfaat antara lain:

1. Mencegah Kanker

Antioksidan dan Sulfur yang terdapat pada bawang merah mencegah penyakit kanker dan mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. bawang merah termasuk salah satu sayuran yang bisa menjadi obat kanker yang ampuh.[5]

Sulfur adalah salah satu dari tujuh unsur utama di dalam tubuh yang mengatur seluruh metabolisme di dalam tubuh serta menjaga keutuhan protein di dalam tubuh.[26]

2. Menstabilkan detak jantung

Penyakit jantung seperti Ventrikel Fibrilasi dapat disembuhkan dengan mengonsumsi bawang merah secara rutin.

Ventrikel Fibrilasi adalah gangguan pada elektrifikasi jantung yang mengakibatkan detak jantung menjadi lebih cepat. Maka dengan mengonsumsi bawang merah secara rutin, detak jantung menjadi normal.[6], [7]

3. Menyembuhkan alergi

Bawang merah adalah salah satu tanaman herbal yang dapat menyembuhkan alergi. Dengan memakan 3 gram per hari secara rutin, kandungan anti-alergi pada bawang merah dapat bekerja secara berkelanjutan. [8]

4. Menyembuhkan masuk angin, flu, dan demam

Perasan atau minyak dari bawang merah digunakan untuk penyembuh masuk angin dan flu. Para peneliti telah mencoba metode ini kepada 30 orang objek studi yang memiliki diagnosa penyakit flu dan demam dengan cara menggunakan botol roll-on yang dioleskan ke setiap subjek. [9]

Botol roll on berisi perasan Bawang Putih

5. Memperlancar peredaran darah

Dalam bidang kesehatan bawang merah juga bisa melancarkan peredaran darah, sebab antiplatelet dan antioksidan pada bawang merah sangat berperan penting di dalan aliran darah. [10]

Kandungan thiosulfinate yang terkandung di dalam bawang merah sangat banyak. Thiosulfinate adalah salah satu gugus fungsional dari senyawa Allicin yang dapat mencegah terjadinya darah tersumbat. [10]

Allicin yang termasuk salah satu senyawa organosulfur yang terkandung di dalam bawang merah, mengurangi penyumbatan aliran darah dengan melepaskan Nitrogen Oksida yang kemudian memperlancar sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah serta menurunkan kadar kolesterol.[11]

Bakteri yang dibasmi Bawang Merah

Staphylococcus

Bakteri ini merupakan bakteri yang memiliki susunan seperti buah anggur. Staphylococcus merupakan bakteri yang biasa menyerang lubang hidung manusia. Bakteri ini tidak terlalu sering menyerang manusia, melainkan hewan mamalia yang paling sering terkena bakteri ini. [21]

Salmonella

Bakteri ini sangat familiar di kalangan dunia kesehatan, terutama di dalam dunia memasak. Bakteri ini merupakan bakteri yang biasanya berada pada telur ayam. Bakteri ini berada pada telur dan kulit telur.

Bakteri ini dapat menyerang tubuh kita saat manusia memakan telur yang masih mentah. Akibatnya, bakteri salmonella menyerang tubuh dan mengakibatkan rasa sakit perut yang hebat bahkan kematian. [22],[23]

Helicobacter pylori

Bakteri ini telah menjangkit lebih dari setengah populasi dunia. Titik serang dari bakteri Helicobacter pylori adalah saluran pencernaan. Bakteri yang berbentuk spiral ini biasanya berkembang karena faktor:

  • Tinggal bersama orang banyak yang salah satunya terkena bakteri ini.
  • Tidak punya ketersediaan air bersih.
  • Tinggal di negara yang tergololong yang masih berkembang.
  • Memiliki pasangan yang terkena bakteri Helicobacter pylori.

Bakteri ini bisa bertahan di lingkungan yang memiliki zat asam yang sangat tinggi, salah satunya di lambung. Meskipun kandungan Asam klorida dapat menghancurkan berbagai bakteri, namun bakteri ini tetap bisa selamat. [24]

Vibrio

Bakteri Vibrio adalah bakteri biasanya terkandung di dalam binatang laut, khusunya kerang. Tidak hanya pada kerang, udang dan ikan juga termasuk binatang laut yang mengandung Bakteri Vibrio ini.

Saat kita memakan ketiga binatang laut tersebut secara mentah tanpa dimasak, bakteri ini menyerang dan menyebabkan penyakit seperti demam, menggigil, tekanan darah rendah, dan mual. Bawang merah bisa menjadi obat yang sangat ampuh untuk menghalau bakteri ini. [8],[25]

Bahan makanan apapun yang akan kita makan sebaiknya dimasak terlebih dahulu sampai matang (Bukan setengah matang), supaya terhindar dari berbagai bakteri yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Manfaat utama bawang merah selain menjadi bumbu masakan ternyata bisa digunakan sebagai penyembuh dan pencegah berbagai penyakit ringan, sedang ataupun kronis. 

Cara penyimpanan Bawang Merah

Penyimpanan bawang merah memang tergolong mudah tapi juga harus teliti dalam penyimpanan, karena ada hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

Jangan terlalu lama disimpan di suhu ruangan

Kandungan Karbohidrat yang terdapat pada mawang merah bisa menurun saat disimpan di suhu ruangan 25 derajat. Akibatnya bawang merah bisa lebih cepat membusuk dan perubahan warnanya lebih terlihat.

Waktu penyimpanan suhu ruangan kisaran 10-25 derajat celcius hanya bertahan selama 2 bulan saja.[12]

Simpan di kulkas

Suhu yang paling tepat untuk penyimpanan bawang merah adalah 4 derajat celcius. Karena pada suhu ini, kandungan karbohidrat di dalam bawang merah seperti Fruktosa, Glukosa, dan Sukrosa akan tetap bertahan dan tidak membusuk.

Penelitian ini sudah dilakukan dengan menyimpan Bawang Merah pada suhu 4-10 derajat celcius, hasilnya 4 derajat celcius adalah suhu yang paling optimal untuk penyimpanan. Waktu penyimpanan di suhu 4-10 derajat celcius adalah 7 bulan lebih. [12]

Tips: Jika tidak ingin cepat busuk, simpan bawang merah kedalam kulkas dengan keadaan kulit terkelupas dan simpan di wadah tersendiri tanpa menggunakan tutup.

Efek Samping Bawang Merah

Meskipun bawang merah merupakan tanaman yang kaya akan nutrisi dan manfaat sebagai tanaman herbal dan obat, ternyata di baliknya terdapat efek samping buruknya. Berikut efek samping yang diberikan oleh bawang merah:

1. Heartburn

Mungkin kebanyakan orang sudah mengenal istilah ini. Heartburn atau dada terasa panas adalah akibat dari konsumsi bawang merah atau makanan yang memiliki uap panas dan pedas yang terlalu berlebihan, padahal 3 gram per hari sudah cukup untuk mendapatkan nutrisinya [18].

Cara agar terhindar dan menyembuhkan diri dari Heartburn adalah sebagai berikut:

  • Makan permen karet setelah makan Bawang Merah

Saat mengunyah perman karet tersebut, cairan saliva di dalam mulut akan menghasilkan cairan yang menetralkan. Cairan ini kemudian mengalir ke dalam kerongkongan dan membuat kerongkongan menjadi lebih longgar dan lega.

Kemudian cairan tersebut akan masuk ke dalam pencernaan. Perhatian! Jangan makan permen karet yang memiliki rasa peppermint, karena akan lebih memperburuk heartburn. [14]

  • Hindari minuman yang bisa memperburuk heartburn

Saat terkena heartburn kita tidak boleh mengonsumsi minuman seperti Alkohol. Sumber alkohol bisa bermacam – macam, bisa dari ragi, tapai, beras, singkong, atau makanan apapun yang memiliki kandungan karbohidrat.

Alkohol merupakan fermentasi dari karbohidrat. Karbohidrat yang difermentasi sifatnya akan terasa panas bila melewati kerongkongan dan memberikan efek memabukkan bagi yang mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang terkena heartburn kemudian mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan resiko heartburn. [14]

2. Mata Perih

Saat kita memotong atau mengupas bawang, mata kita pasti akan terasa perih dan serasa ingin menangis. Rasa perih ini berasal dari enzim alinase. Enzim ini menguap ketika kita memotong bawang merah tersebut. [15],[16]

Efek samping dari bawang merah sendiri memang tergantung dari cara kita memakan, jumlah konsumsi, dan cara mengolahnya, dengan cara yang benar, bawang merah bisa digunakan sebagai obat, sayuran, tanaman herbal dan bahan masakan.[14],[15],[16]

Pertanyaan seputar Bawang Merah

Apakah berbahaya minum teh setelah makan bawang merah?

Antara konsumsi teh dengan gejala heartburn sama sekali berbeda. Kedua hal itu tidak berhubungan sama sekali.[17]

Apakah kerokan/ scraping menggunakan Bawang Merah itu berbahaya?

Menurut penelitian, bawang merah menurunkan demam, mual, dan masuk angin.[9] Tapi cara menyembuhkannya juga harus benar. Kerokan/ scraping bukan merupakan hal yang berbahaya selama alat yang digunakan untuk kerokan adalah benda tumpul.[19]

Apakah dengan memotong bawang merah dan diletakkan di dalam rumah, bawang merah bisa menyerap virus COVID-19 dan bakteri?

Tidak ada bukti ilmiah dan penelitian terkait bawang merah bisa menyerap bakteri dan virus.
Bawang merah merupakan tanaman yang kaya akan nutrisi dan mineral serta senyawa yang ampuh melawan bakteri dan mampu melawan berbagai penyakit yang masuk ke tubuh. Meskipun dengan efek samping yang sering terjadi pada semua orang, bawang merah tetap menjadi makanan sehat yang memiliki kandungan gizi dan manfaat dibandingkan bawang putih. 

1) Marketing and Regulatory Programs, Agricultural Marketing Service, Specialty Crops Program, Specialty Crops Inspection Division. 2016. United States Department of Agriculture. United Standards for Grade of Bunched Shallots.
2) Joanne Slavin, Justin Carslon. 2014. Adv Nutr.; 5(6): 760–761. Carbohydrates 1.
3) Marta Lonnie, Emma Hooker, Jeffrey Michael Brunstrom, Bernard M. Corfe, Mark Andrew Green, Anthony Watson, Elizabeth A. Williams, Emma J. Stevenson, Simon Penson, and Alexandra M. Johnstone. 2018. Nutrients; 10(3): 360. Protein for life: Review of Optimal Protein Intake, Sustainable Dietary Sources and the Effect on Appetite in Ageing Adults.
4) Connie M. Weaver. 2013. Adv Nutr. ;4(3):368S-77S. Pottasium and Health.
5) Hamid-Reza Mohammadi-Motlagh, Ali Mostafaie, and Karman Mansouri. 2011. Arch Med Sci. ;7(1): 38–44. Anti-inflammatory activities of shallot (Allium ascalonicum).
6) Rattapong Sungnoon, Krekwit Shinlapawittayatorn, Siriporn C. Chattipakorn, Nippon Chattipakorn. 2008. Internatioal Journal of Cardiology. Effect of Garlic on Defibrillation Efficacy.
7) Jose Jalife. 2000.. Annu Rev Physiol. 2000;62:25-50. Ventricular Fibrillation: Mechanism of Initation and Maintenance.
8) Warangkana Arpornchayanon, Soraya Klinprung, Chansakao S., Nutthiya Hanprasertpong, Saisawat Chaiyasate, Tokuda M., Hiroshi Tamura. 2019. Asian Pac J Allergy Immunol. Antiallergic activities of shallot (Allium ascalonicum L.) and its therapeutic effects in allergic rhinitis.
9) Mohammad Hassan Pipelzadeh, Mansour Amin, Abolfazl Shiravi Kozani, Mohammad Radmanesh. 2014. Jundishapur J Nat Pharm Prod; 9(3): e17372. Shallominte Active Antimicrobal Constituent of Persian Shallot in Treatment of Oral Herpes: A Double-Blind Randomized Clinical Trial.
10) Beretta H.V., Florencia Bannoud, Insani M., Berli F., Pablo Hirschegger, Galmarini C.R., Cavagnaro P.F.. 2017. Food Technol Biotechnol;55(2):266-275. Relationships Between Bioactive Compound Content and
the Antiplatelet and Antioxidant Activities of Six Allium Vegetable Species
11) Ehécatl M. A., García-Trejo, Abraham S. Arellano-Buendía, Raúl Argüello-García, María L. Loredo-Mendoza, Fernando E. García-Arroyo, Mónica G. Arellano-Mendoza, María C. Castillo-Hernández, Gustavo Guevara-Balcázar, Edilia Tapia, Laura G. Sánchez-Lozada, and Horacio Osorio-Alonso. 2019. Oxid Med Cell Longev; 2016: 3850402. Effects of Allicin on Hypertension and Cardiac Function in Chronic Kidney Disease
12) Kavita Sharma and Yong Rok Lee. 2016. J Food Sci Technol; 53(3): 1620–1632. Effect of different storage temperature on chemical composition of onion (Allium cepa L.) and its enzymes.
13) Anonymous. 2019. Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. 8 Ways to quell the fire of heartburn.
14) Hongying Cao MD., Xiaoyi Huang MD., Xiaosong Zhi MD., Cuihong Han MD, Liang Li PhD, and Yuyi Li PhDd. 2019. Medicine (Baltimore); 98(4): e14173. Association between tea consumption and gastroesophageal reflux disease.
15) Josie Silvaroli, Pleshinger M.J. , Srikumar Banerjee, Philip D. Kiser, Marcin Golczak. 2017. ACS Chem Biol;12(9):2296-2304. Enzyme That Makes You Cry-Crystal Structure of Lachrymatory Factor Synthase from Allium cepa.
16)Shigeru Imai, N. Tsuge, Tomotake Matsumura, Y. Nagatome, Hiroshi Sawada, Toshi Nagata & Hiroshi Kumagai. 2002. ACS Chem Biol; 12(9): 2296–2304. An onion enzyme that makes the eyes water
17) Hongying Cao MD., Xiaoyi Huang MD., Xiaosong Zhi MD., Cuihong Han MD., Liang Li, PhD., and Yuyi Li PhDd. 2019. Medicine (Baltimore); 98(4): e14173. Association between tea consumption and gastroesophageal reflux disease
18) Ang D1, Daniel Sifrim, Jesse Tack. 2008. Nat Clin Pract Gastroenterol Hepatol Jun ;5(7):383-92. Mechanisms of heartburn.
19) Qin-Yan Xu, Jin-Sheng Yang, Bing Zhu, Li Yang, Ying-Ying Wang, and Xin-Yan Gao. 2012. Evid Based Complement Alternat Med; 2012: 490292. The Effects of Scraping Therapy on Local Temperature and Blood Perfusion Volume in Healthy Subjects
20) Susan E. Gebhart and Robin G. Thomas. 2002. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research
Service, Nutrient Data Laboratory, Beltsville, Maryland. Nutritive Value of Foods.
21) Samuel Baron. 1996. Galveston (TX): University of Texas Medical Branch at Galveston. Medical Microbiology, 4th edition. Chapter 12: Staphylococcus.
22) Harriet Whiley and Kirstin Ross. 2015. Int J Environ Res Public Health; 12(3): 2543–2556. Salmonella and Eggs: From Production to Plate
23) Jonathan R Kurtz 1, J. Alan Goggins 1, and James B. McLachlan 1. 2017. Immunol Lett; 190: 42–50. Salmonella infection: interplay between the bacteria and host immune system
24) Stefania Diaconu, A Predescu, Alin Moldoveanu, CS Pop, and Carmen Fierbințeanu-Braticevici. 2017. J Med Life; 10(2): 112–117. Helicobacter pylori infection: old and new.
25) Melissa Kaye Jones and James D. Oliver. 2009. Vibrio vulnificus: Disease and Pathogenesis. Infect Immun; 77(5): 1723–1733. Vibrio vulnificus: Disease and Pathogenesis
26) Ingenbleek Y, Hirokazu Kimura. 2013. Nutr Rev;71(7):413-32. Nutritional essentiality of sulfur in health and disease.
27) Sonja Krstin, Mansour Sobeh, Markus Santhosh Braun, and Michael Wink. 2018. Medicines (Basel); 5(2): 37. Anti-Parasitic Activities of Allium sativum and Allium cepa against Trypanosoma b. brucei and Leishmania tarentolae.

Share