Penyakit & Kelainan

5 Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Masalah kesehatan mental kini pun tidak jauh-jauh dari para remaja [1].

Walau dunia kini menyediakan berbagai kemudahan dalam berbagai hal, justru tingkat kecemasan dapat terpicu untuk semakin tinggi.

Gangguan kecemasan atau rasa cemas berlebihan tidak hanya rentan dialami oleh orang dewasa [1].

Remaja juga dapat mengalami masalah kesehatan mental ini dengan berbagai faktor yang bisa mendasari seperti berikut [2].

Walau kecemasan bisa dialami siapa saja dan kondisi ini pun tergolong wajar dialami oleh pra-remaja dan remaja, cemas berlebihan tetap kurang baik bagi kesehatan [3].

Perubahan emosi, perkembangan otak, serta sejumlah faktor lain bisa mendasari timbulnya kecemasan [3].

Namun ketika sudah di tahap berlebihan, berikut ini adalah cara mengatasi kecemasan pada remaja yang bisa orang tua maupun remaja itu sendiri lakukan.

1. Mengidentifikasi Sumber Kecemasan

Untuk bisa mengatasi kecemasan yang dirasakan, orang tua maupun remaja yang mengalami perlu melakukan identifikasi [3].

Cari tahu apa sumber kecemasan tersebut untuk bisa memahami kekhawatiran berlebih yang timbul [3].

Anak dapat datang ke orang tua dan menceritakan masalah yang tengah dihadapi agar tidak dipendam sendiri [3].

Orang tua pun sebaiknya proaktif untuk menanyai keadaan anak, bagaimana perasaannya, dan tidak menghakimi maupun menyalahkan pikiran negatif yang anak miliki [3].

Anak remaja membutuhkan teman untuk mendengarkan seluruh cerita maupun keluh kesahnya secara utuh [3].

Bila anak sudah menceritakan seluruh hal yang ia khawatirkan, orang tua bisa menyampaikan sudut pandang sendiri secara bijak [3].

Sekali anak merasa didengar dan dimengerti tanpa dihakimi, anak akan merasa nyaman bercerita kepada orang tuanya sendiri sehingga tidak mencari pelarian lain dari kecemasan tersebut [3].

2. Mengelola Rasa Stres dan Cemas Berlebihan

Remaja mungkin belum terlalu mampu memahami apa yang membuatnya begitu khawatir, stres dan cemas.

Oleh sebab itu, orang tua perlu membantu proses pengelolaan perasaan negatif pada sang anak [3,4,5].

Ketika sumber kecemasan sudah diketahui, sebenarnya menjadi lebih mudah bagi orang tua maupun remaja itu sendiri untuk melakukan pengelolaan kecemasan dan stres [3,4,5].

Jika rasa cemas berlebih datang dari tekanan dan ambisi untuk memiliki nilai tertinggi di sekolah, orang tua sebaiknya memberi tahu anak perlahan bahwa ia tidak harus menjadi nomor satu.

Tetap dukung dan dorong anak untuk belajar secukupnya tanpa harus terlalu khawatir mengenai nilai tinggi atau tidak [3,4].

Jika rasa cemas timbul saat anak harus tampil di depan orang banyak untuk pementasan atau acara lain, orang tua berperan penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri di dalam diri anak.

Salah satu cara pengelolaan rasa cemas dan stres tersebut adalah dengan mengajak anak relaksasi bersama [4,5].

Teknik relaksasi bisa dilakukan melalui latihan pernafasan serta meditasi untuk kestabilan emosi anak [4,5].

3. Orang Tua Menjadi Contoh

Remaja akan terbiasa cemas berlebih ketika melihat orang tuanya pun mudah cemas dan stres [3].

Anak merupakan peniru yang baik, maka orang tua pun perlu menjadi contoh dalam berperilaku sekalipun sedang stres [3].

Perilaku dan ekspresi negatif dari kecemasan yang dialami orang tua kerap tanpa disadari justru dicontoh oleh anak [3].

Oleh sebab itu, orang tua perlu menunjukkan kepada anak sehari-hari mengenai pengelolaan stres dan kecemasan yang baik [3].

Kecemasan juga rentan dihadapi para orang tua, namun alih-alih menunjukkan kegelisahan dan amarah di depan anak, atasi dengan misalnya berdoa, bermeditasi, berolahraga atau cara positif lainnya [3].

4. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Untuk meredakan kecemasan pada remaja, orang tua juga dapat mendorong pola hidup sehat pada anak remajanya [5,6].

Pola hidup sehat yang dimaksud meliputi konsumsi makanan dan minuman yang sehat dengan gizi lengkap seimbang [5,6].

Selain itu jika perlu, konsumsi suplemen sesuai resep dokter jika ingin memenuhi kebutuhan vitamin mineral bagi tubuh.

Rutin olahraga, tidur cukup setiap hari, dan banyak minum air putih untuk menghidrasi tubuh sama pentingnya untuk meminimalisir risiko gangguan kesehatan mental seperti kecemasan berlebih [5,6].

5. Menggunakan Media Sosial dengan Benar

Remaja yang sudah diperbolehkan menggunakan media sosial akan lebih rentan mengalami kecemasan, walaupun tidak semua remaja akan merasa demikian.

Bermain media sosial memang menyenangkan, terutama pada usia remaja yang selalu ingin memperluas koneksi dan menambah teman baru.

Mengunggah momen kegiatan mereka ke akun media sosial pribadi dan berbalas komentar dengan teman-teman adalah hal yang paling disukai anak usia remaja.

Namun jika penggunaannya kurang tepat, remaja juga kurang memperoleh edukasi mengenai hal ini, kesehatan mental dapat berisiko menjadi tidak sehat.

Sebaiknya, orang tua tetap mengawasi anak dalam penggunaan media sosialnya serta membatasi waktu bermain di dunia maya.

Selalu beri penjelasan dan ingatkan anak mengenai apa yang ada di media sosial tidak semua benar dan harus dianggap serius.

Apabila cara-cara mengatasi kecemasan pada remaja secara mandiri di atas kurang efektif, penting untuk mengajak anak segera ke psikolog atau psikiater untuk menempuh konseling.

1. Johns Hopkins All Children’s Hospital. Anxiety and Stress in Teens. Johns Hopkins All Children’s Hospital; 2021.
2. Destinations for Teens. 10 Common Causes of Anxiety in Teens. Destinations for Teens; 2023.
3. Raising Children Network (Australia). Anxiety and how to manage it: pre-teens and teenagers. Raising Children Network (Australia); 2022.
4. D'Arcy Lyness, PhD. 5 Ways to Cope With Anxiety. KidsHealth; 2022.
5. Daniel Wong. Helping Teens With Anxiety: 5 Proven Tips. Daniel Wong; 2022.
6. Craig N. Sawchuk, Ph.D., L.P. Coping with anxiety: Can diet make a difference?. Mayo Clinic; 2017.

Share