Makanan, Minuman dan Herbal

Daun Sirih Merah: Manfaat – Efek Samping dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Daun sirih merah memiliki senyawa antioksidan yang cukup tinggi. Flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan senyawa antioksidan lainnya bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis, membantu menurunkan berat

Tentang Daun Sirih Merah

Tumbuhan Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) atau dalam bahasa Inggris disebut Red Betel merupakan tanaman merambat yang banyak ditanam karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya.

Tanaman ini memiliki ciri berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga, serta memiliki daun berwarna hijau dengan struktur kasar dan cepat kering bila terkena sinar matahari.

Tanaman sirih merah berasal dari keluarga Piperaceae yang memiliki 700 spesies yang terdistribusi di seluruh dunia.

Sirih merah yang berasal dari Indonesia banyak dibudidayakan untuk pengobatan tradisional seperti penyakit diabetes dan sebagai obat pencegahan penyakit jantung koroner. [8]

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Elsevier mengungkapkan bahwa selain sebagai sumber antioksidan yang tinggi, daun sirih merah mengandung neolignan dan steroid, dimana kedua senyawa tersebut berfungsi sebagai imunomodulator (substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun). [4]

Daun Sirih Merah

Karakteristik Daun Sirih Merah

Batang sirih merah berbentuk bulat, berwarna hijau keunguan dan tidak memiliki bunga. Daunnya bertangkai dengan bagian atas meruncing bertepi rata dan permukaan mengkilap dan tidak berbulu.

Daun sirih merah terbagi menjadi dua, yaitu bagian atas yang berwarna hijau bercorak putih dan bagian bawah daun yang berwarna merah cerah. Daun sirih merah berlendir, terasa pahit bila dikunyah, dan beraroma tajam khas sirih.

Sirih merah merupakan tanaman yang tumbuh merambat dan mirip tanaman lada. Berdaun tunggal, permukaan licin, bagian tepi rata dan pertulangannya menyirip. [11]

Kandungan Gizi dalam Sirih Merah

Berikut kandungan gizi daun sirih merah segar per 100 gram.[16]

KandunganJumlahSatuan
Kalori44 Kalori
Air 85-90Persen (%)
Protein 3Persen (%)
Iodin 1,3 mcg
Natrium 1,1-4,6Persen (%)
Vit. A 1.1-4.6mcg
Vit. B1 13-70 mcg
Vit. B2 1,9-30 mcg
Asam nikotinat 0,63-0,89 mg
Tabel kandungan gizi dalam 100 gram daun sirih merah

Sirih merah kaya akan kandungan senyawa alkaloid dan flavonoid. [21]

Kandungan Alkaloid berperan sebagai antibakteri terhadap jenis bakteri gram positif dan negatif, sedangkan senyawa flavanoid berperan dalam meningkatkan aktivitas antioksidan, mengurangi efek kerusakan sel dan menurunkan gejala inflamasi dalam tubuh.[21]

Senyawa flavanoid merupakan senyawa aktif yang memiliki peran utama dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Manfaat Daun Sirih Merah untuk Kesehatan

1. Sebagai obat anti-parasit

Kandungan senyawa dari daun sirih merah berperan dalam menghambat perkembangan parasit dalam tubuh.[19]

Hasil penelitian yang diterbitkan Asian Journal Of Pharmaceutical and Clinical Research mengungkapkan aktivitas kandungan senyawa dari daun sirih merah seperti alkaloid dan flavonoid terhadap protozoa Trichomonas vaginalis, menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah efektif sebagai obat anti leukorea (mengurangi keputihan akibat infeksi protozoa). [19]

2. Meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh.

Kandungan flavonoid dalam ekstrak daun sirih merah memiliki nilai IC50 (inhibition activity)/ aktivitas penghambat radikal bebas yang cukup tinggi sehingga efektif dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh, mencegah kerusakan sel, dan mencegah pembentukan sel-sel kanker dalam tubuh. [20]

3. Membantu dalam kasus diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang dihubungkan dengan abnormalitas proses metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak akibat kerusakan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin pada organ pankreas karena disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang.[13,18]

Ekstrak daun sirih merah terbukti dapat berperan sebagai agen anti-hiperglikemik dengan meningkatkan fungsi sel beta pankreas sehingga menstimulasi produksi insulin dan menetralisir level gula darah. [18]

4. Menghentikan kasus pendarahan minor

Kandungan tanin dalam daun sirih merah memiliki kemampuan dalam menghentikan pendarahan seperti epistaksis (mimisan) dan kasus pendarahan pasca pencabutan gigi.[17]

Efektivitas ekstrak daun sirih merah tidak berbeda jauh dengan penggunaan obat anti-pendarahan seperti epinefrin dalam menghentikan kasus pendarahan, sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif yang lebih murah dan terjangkau. [17]

5. Agen anti-bakteri

Daun sirih merah mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang terbukti dapat melawan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia Coli, Pseudomonas aeruginosa dan shigella dysenteriae (bakteri penyebab disentri). [6]

Senyawa alkaloid bekerja dengan cara menghancurkan sel bakteri dan mengandung toksin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sedangkan senyawa tanin bekerja dengan cara menyusutkan membran sel bakteri dan menyebabkan kematian sel. [6]

Senyawa lain adalah saponin yang bersifat larut dalam air dan menurunkan tekanan permukaan sel dan pada akhirnya menyebabkan pecahnya sel bakteri. [6]

6. Membantu proses penyembuhan luka luar

Daun sirih merah mengandung saponin, flavanoid, dan tanin serta minyak esensial yang dapat membantu proses penyembuhan luka karena berperan sebagai antioksidan, anti-bakteri, dan mempercepat penyembuhan luka luar.[14]

Saponin dan tanin berperan penting dalam proses regenerasi jaringan pada area luka.

Saponin memiliki kemampuan sebagai antiseptik dan menginduksi faktor pertumbuhan sel yang membentuk dinding pembuluh darah dan meningkatkan jumlah sel radang ke area luka sehingga mempercepat proses penyembuhan pada jaringan tersebut.[14]

Senyawa flavanoid berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi pada luka area kulit. [14]

7. Obat anti-jamur

Daun sirih merah mengandung minyak atsiri yang terdiri atas senyawa kavikol, yaitu senyawa yang mempunyai khasiat antiseptik, serta senyawa eugenol yang bersifat sebagai anti jamur dalam menghambat pertumbuhan jamur ragi parasitik (yeast) dari Candida albican pada mulut, vagina, kulit, kuku, dan paru-paru.[7]

Mekanisme senyawa eugenol adalah dengan menghambat pertumbuhan yeast (sel tunas) dari Candida albicans dengan cara merubah struktur dan menghambat pertumbuhan dinding sel, serta mengganggu fungsi dinding sel hingga menghancurkan sel jamur tersebut.[7]

8. Membantu dalam pengobatan kanker payudara.

Ekstrak daun sirih merah memiliki kandungan senyawa biofenolik seperti hidroksilkavikol, eugenol, kavibetol, piperol dan beberapa senyawa tersebut bersifat mencegah proses pembentukan sel abnormal dan proses pertumbuhan sel kanker.[12]

Kandungan lain dalam daun sirih merah yaitu zat apigenin dan luteolin yang bersifat beracun terhadap sel kanker. [12]

9. Membantu penurunan berat badan.

Obesitas merupakan kondisi akumulasi jaringan lemak yang berlebihan pada tubuh. Kasus obesitas pada manusia berdampak negatif pada organ kardiovaskular dan dapat memicu diabetes tipe 2, stroke, dan kanker. [9]

Tanaman sirih merah dapat memberikan efek anti-obesitas karena tanaman ini mengandung flavanoid, tanin, alkaloid dan saponin. [9]

Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam menurunkan absorbsi lemak melalui proses penghambatan kerja enzim lipase, menurunkan nafsu makan, meningkatkan pembentukan energi, dan mengontrol metabolisme lemak. [9]

10. Menjadi obat alternatif terhadap bakteri yang kebal terhadap obat kimia generik.

Resistensi atau sifat kebal pada berbagai bakteri patogen terhadap obat antimikroba yang di jual di toko obat sering terjadi sehingga dibutuhkan pengobatan alternatif lain.[10]

Penelitian yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Malang menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah memiliki efek antimikroba terhadap Streptoccocus pneumoniae, yaitu penyebab penyakit paru-paru kronis yang sudah kebal terhadap obat penisilin (antibiotik untuk infeksi bakteri).[10]

11. Mengobati kasus kerusakan sel kelamin pria akibat rheumatoid arthritis (RA).

Arthritis merupakan penyakit inflamasi kronis yang juga menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron dan meningkatkan radikal bebas sehingga merusak membran sel spermatozoa.[1]

RA yang bersifat menahun dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Ekstrak daun sirih merah mengandung senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mengurangi proses peradangan pada testis dan menangkal pembentukan radikal bebas sehingga mencegah terjadinya kerusakan membran sel spermatozoa. [1]

12. Sebagai cairan antiseptik.

Sifat anti-bakteri dan anti-jamur daun sirih merah membuatnya menjadi pengganti cairan antiseptik yang efektif. Penggunaan daun sirih merah sebanyak 15% atau lebih yang sudah direbus dengan air bersih dan dicampur dengan jeruk nipis memiliki kemampuan membunuh kuman bakteri. [21]

13. Membantu meringankan gejala depresi

Depresi merupakan kondisi serius yang dialami banyak orang. Penggunaan obat antidepresan memiliki efek samping berupa ketergantungan dan efek buruk ketika dikonsumsi jangka panjang.[16]

Mengunyah daun sirih merah dapat menstimulasi aktivitas pada sistem saraf pusat dan membantu menghasilkan perasaan tenang dan bahkan rasa senang. [16]

Daun sirih merah juga menstimulasi hormon katekolamin, yaitu hormon yang berperan menurunkan depresi.[16]

Efek Samping Daun Sirih Merah

Senyawa tanin dalam daun sirih merah yang merupakan agen kromagenik dapat menyebabkan perubahan warna pada enamel gigi.[3]

Kandungan tanin menyebabkan gigi menguning karena tanin akan menempel pada lapisan gigi terluar, sehingga perlahan-lahan mengubah warna gigi menjadi kuning.[3]

Daun sirih merah dapat menyebabkan kasus dermatitis hingga pembengkakan pada area bibir pada beberapa orang yang hipersensitif terhadap daun sirih merah. [22]

Cara Penggunaan Daun Siri Merah

  • Penggunaan untuk penyakit dalam

Salah satu cara yang lazim digunakan adalah dengan meminum rebusan air daun sirih merah, baik untuk membantu kasus diabetes, kolesterol, jantung koroner, bau mulut, dan lainnya.[5]

Rebus beberapa lembar daun sirih merah dengan air bersih dan kumur menggunakan air rebusan tersebut 3 kali sehari untuk gusi berdarah, atau rebus 5 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dalam 300 ml air selama beberapa menit hingga mendidih kemudian dikonsumsi untuk mengatasi batuk. [5,15]

  • Penggunaan untuk luka eksternal

Luka eksternal seperti luka bakar dan pembengkakan payudara dapat diatasi dengan menghancurkan beberapa lembar daun sirih merah dan ditempelkan di bagian tubuh yang terbakar atau bengkak.[15]

Daun sirih merah umumnya tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan cenderung sangat aman di konsumsi tiap hari, namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan adanya kotoran atau serangga pada daun. Untuk itu, mencuci dan mengeringkan daun dengan bersih sebelum mengolahnya sangat penting dilakukan.

Tips Penyimpanan Daun Sirih Merah

Daun sirih merah yang sudah dipetik mudah mengalami perubahan kesegaran, warna, dan penurunan kualitas senyawa bioaktif di dalamnya.[2]

Untuk memperpanjang umur penyimpanan, daun tersebut dapat disimpan dalam kotak termos (thermocol box) atau kotak yang terbuat dari bambu pada suhu ruang (29 derajat celcius).[2]

Penyimpanan dengan cara tersebut membuat daun sirih merah bertahan selama 4 hari.[2]

Daun sirih merah merupakan tanaman yang memiliki nilai estetik dan pengobatan yang sudah terkenal dan digunakan oleh masyarakat sebagai obat herbal alami yang murah dan mudah dijangkau. Manfaat daun sirih merah antara lain sebagai sumber antioksidan, anti-inflamasi, anti-parasit, anti-bakteri, anti-jamur, bahkan antiseptik. Penggunaan daun sirih merah cukup dengan diseduh atau dihancurkan dan diaplikasikan pada area luka. Namun perlu diingat penggunaan daun sirih merah untuk konsumsi sebaiknya dalam takaran yang sesuai atau konsultasikan pada dokter agar tidak menyebabkan efek samping.

1. Abdul G., Sri R.L. 2018. International Journal of Complementary & Alternative Medicine volume 11 Issue 1 - 2018. The role of red betel extracts (piper crocatum ruiz & pav.) against testicular assessment on mice model of rheumatoid arthritis.
2. Bhuvaneswari S., K. Hima B., Kusuma D.K. 2017. International Journal of Research in Applied, Natural and Social Sciences. Vol. 5, Issue 1. Effect of Storage Temperature, Packing on The Shelf Life Extension of Betel Leaves.
3. D. Hoppy., A. Noerdin, B. Irawan, A. Soufyan. 2018. Journal of Physics: Conference Series 1073 032028. Effect of betel leaf extract gel on color change in the dental enamel.
4. Dayar A., Nofrizal, Nova S., Friardi I., Sammer Y., Iqbal C. 2018. Elsevier : Phytochemistry Letters 24 (2018) 163–166. Bicyclo octanoid neolignans from Indonesian red betle leaves (Piper crocatum Ruiz & Pav.).
5. Ernest D. 2016. Journal of Acute Disease (2014)131-135. Hypolipidemic activity of Piper betel in high fat diet induced hyperlipidemic rat.
6. Fawad A. B., Hashmi A.N., Mahboob A., Zahid M. 2012. International Journal of Applied Pharmaceutics 03(04): 639-646. In-Vitro Antibacterial Activity of Piper Betel Leaf Extract.
7. Heru N. 2012. E-Jurnal Poltektegal. Vol. 01 No. 02. The effect of red betel essential oil against Candida albicans.
8. Hong .L., Seo Y.Y., Young H.K., Wei L. 2019. Molecules 2019, 24, 489. Isolation of Two New Compounds and Other Constituents from Leaves of Piper crocatum and Study of Their Soluble Epoxide Hydrolase Activities.
9. Husnawati, Inda S., Mega S., Maria B. 2015. IOSR Journal of Pharmacy. Volume 5, Issue 7. Effect of Piper crocatum Extract Against Weight Loss and Liver Enzyme Levels in High Fat Diet Induced Obese Rats.
10. Inggrid P., Irma S. 2012. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Vol. 8 No 1 Juni 2012. The Effect of Red Betel’s Leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav) extract as antimicrobial against Streptococcus pneumoniae growth.
11. Inggit P.A., Esti M. 2011. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus : 7A (83-85). Karakteristik Morfologi Daun Sirih Merah : Piper crocatum Ruitz & Pav dan Piper porphyrophyllum N.E.Br. Koleksi Kebun Raya Bogor.
12. Meirizky Z., Ika R.S., Hilyatul F., Riris I.J. 2017. Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention, 2017, 8(3): 94-100. Methanolic Extract of Red Betel Leaves (Piper crocatum Ruiz & Pav) Perform Cytotoxic Effect and Antimigration Activity toward Metastatic Breast Cancer.
13. Mega S., Sedarnawati Y., Maria B., Anna S.R. 2012. Hayati Journal of Biosciences Vol. 19 No. 1, p 31-36. Toxicity Study of Antidiabetics Functional Drink of Piper crocatum and Cinnamomum burmannii.
14. Mitayakuna S., Yuly P., Siti F. 2018. Journal for Quality in Public Health Vol. 01. No. 02. pp: 58-66.The Benefits of Red Betel Leaf Extract for Perineal Wound Healing in BPM Rini District Kediri.
15. Dani H. 2019. Yogyakarta : Penerbit Laksana. Khasiat Jitu Daun Kelor dan Sirih Merah Tumpas Penyakit.
16. Drx Hina F. 2020. Lybrate. Benefits of Betel Leaf And Its Side Effects.
17. Regina T., Maria M.N., Ratih L. 2017. Bali Medical Journal volume 6, Number 1: 31-33. Betel leaf (Piper betle L.) gel extract effectively shortening bleeding time after deciduous tooth extraction.
18. Riami R. 2019. Drug Invention Today. Vol 11 Issue 3. The effect of red betel leaves (Piper crocatum Ruiz and Pav.) on blood sugar and insulin expression levels in rat (Rattus norvegicus domesticus) models of diabetes mellitus.
19. Sri A.F.K., Widyastuti S. M., Fajar B. 2017. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. Vol 10, Issue 11. Inhibitory Effect Of Red Piper Betel Leaf Ethanol Extract (Piper Crocatum Ruiz And Pav.) Against Trichomonas Vaginalis Trophozoites In Vitro.
20. Sutrisno A.P., Joni K., Erni S.M. 2018. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. Vol 7 No. 5 page 1836. Antioxidant Activity of Red Betel Leaves Extract (Piper crocatum Ruiz & Pav.) By Difference Concentration of Solvents.
21. Tristia R., Zulfitri, Desi M.A. 2012. 2nd Annual International Conference Syiah Kuala University. Vol. 02 No.01. Antibacterial activity of red betel (Piper crocatum) leaf methanolic extracts aginst methicillin resistant Staphylococcus aureus.
22. Yi L.s., Cheng S.C. 2008. Contact Dermatitis 58: 246–247. Cheilitis granulomatosa associated with allergic contact dermatitis to betel quid.

View Comments

Share