Epinephrine : Manfaat – Dosis dan Efek Sampingnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Obat ini seringkali digunakan untuk mengobati reaksi alergi berbahaya yang disebabkan oleh obat-obatan, gigitan serangga ataupun berbagai jenis makanan. [1,2]

Injeksi epinefrin digunakan untuk mengobati reaksi alergi parah (anafilaksis) terhadap sengatan atau gigitan serangga, makanan, obat-obatan, dan alergen lain.[1]

Apa itu Epinephrine?

Berikut akan kami sajikan beberapa informasi mengenai epinephrine [3].

IndikasiObat jantung, Antiasthmatic dan Vasoconstrictors
KategoriObat Bebas Terbatas
KonsumsiAnak-anak dan dewasa
Kelas Antiasthmatic dan Vasoconstrictors
BentukInfus
Kontraindikasi Hipertensi yang telah ada sebelumnya. Penyakit pembuluh darah oklusif. Hipersensitivitas. Aritmia jantung atau takikardia. Ketika digunakan sebagai tembahan anestesi lokal pada hidung, telinga ataupun penis.
Peringatan Kami menghimbau bagi pasien dengan kondisi berikut, untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Epinephrine:
→ Pasien yang memiliki penyakit Parkinson
→ Pasien yang sudah berusia cukup tua
→ Ibu hamil dan menyusui
→ Pasien yang memiliki hipertiroidisme
→ Pasien yang memiliki penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah, seperti penyakit jantung
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui IV / Parenteral (infus / injeksi):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Epinephrine

Singkatnya syok septik merupakan peradangan yang terjadi pada tubuh yang disebabkan oleh infeksi yang masuk ke dalam aliran darah [4]. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, tentu saja syok septik dapat berpotensi menyebabkan kematian. Efek yang biasa terjadi :

  • Tekanan darah rendah yang parah ,
  • Mengi,
  • Gatal-gatal kulit yang parah,
  • Gatal- gatal , dan
  • Gejala-gejala lain dari reaksi alergi.

Keefektifan epinephrine dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dapat menyebabkan kematian menjadikan obat ini memiliki peranan yang besar dalam dunia medis. Pasalnya, obat ini telah mampu menyelamatkan banyak orang dari berbagai reaksi alergi yang membahayakan bagi tubuh.

Dosis Epinephrine

Pemberian Epinephrine dapat dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu untuk dewasa dan anak-anak [3].

Dosis Epinephrine Dewasa

Intramuscular/Injeksi
⇔ Syok anafilaksis:
Berikan sebanyak 0,5 ml secara berkelanjutan setiap 5 menit sampai kondisi tubuh pasien membaik
Intravenous/Infus:
⇔ Dukungan kehidupan jantung lanjutan:
→Berikan sebanyak 1 mg secara berkelanjutan setiap 3-5 menit selama proses resusitasi
⇔ Syok anafilaksis:
→ Berikan sebanyak 0,5 mg secara perlahan dengan kecepatan 100 mcg/menit dan segera diberhentikan ketika pasien telah merespon
→ Dosis sekali minum Maksimum: —
→ Dosis Maksimum: —
Diteteskan ke mata
⇔ Hipertensi okular dan glaukoma sudut terbuka
→ Teteskan sebanyak 0,5%, 1%, atau 2% ke mata sekali atau dua kali sehari

Dosis Epinephrine Anak

Intramuscular/Injeksi
⇔ Syok anafilaksis
→ Pemberian dosis bergantung kepada usia dan berat badan anak. Namun biasanya akan diberikan dosis sebanyak 10 mcg/kg
Intravenous/Infus:
⇔ Dukungan kehidupan jantung lanjutan:
→Berikan sebanyak 10 mcg/kg dengan dosis tunggal 1mg. Lalu, berikan dosis tersebut secara berkelanjutan setiap 3-5 menit selama proses resusitasi IV
⇔ Syok anafilaksis:
→Berikan dosis sebanyak 10 mcg/kg. Jika mengggunakan autoinjektor, dosis diberikan berdasarkan berat badan tubuh. Bagi anak-anak yang memiliki berat badan 15-30 kg, berikan dosis sebanyak 150 mcg. Namun, jika berat badan anak lebih dari 30 kg, berikan dosis sebanyak 300 mcg.

Efek Samping Epinephrine

Beberapa efek samping epinephrine yang kerap kali muncul, diantaranya adalah: [2]

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Permasalahan pernapasan
  • Detak jantung berpacu dengan cepat
  • Timbulnya perasaan cemas dan takut

Efek yang jarang terjadi: [6]

  • Ketidakmampuan untuk berbicara
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan tangan ataupun kaki
  • Kejang-kejang
  • Menjadi sulit untuk tidur

Efek samping yang jarang di ketahui (Periksa dengan dokter Anda segera jika ada efek samping berikut) : [1]

  • Penglihatan kabur
  • nyeri dada atau ketidaknyamanan
  • kebingungan
  • kesulitan berbicara
  • pusing
  • visi ganda
  • sakit kepala
  • ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan, kaki, atau otot-otot wajah
  • ketidakmampuan untuk berbicara
  • mual
  • kegugupan
  • rasa sakit atau tidak nyaman pada lengan, rahang, punggung, atau leher
  • berdebar di telinga
  • kejang
  • detak jantung lambat atau cepat
  • bicara lambat
  • berkeringat
  • tremor
  • muntah

Info Efek Epinephrine Tenaga Medis: [6]

  • Kardiovaskular
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Takikardia, takikardia supraventrikular, hipertensi, aritmia, aritmia ventrikel, perifer, palpitasi, angina
  • Sistem Saraf
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Sakit kepala, stroke, kesemutan, tremor, pendarahan sistem saraf pusat, agitasi psikomotor, paresthesia
  • Psikiatrik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Halusinasi, gelisah, panik, disorientasi, gugup, psikosis, ketakutan
  • Lokal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: nekrosis isemik lokal, hypoesthesia di tempat suntikan, ekstravasasi, merasa dingin ditempat suntikan
  • Dermatologis
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Pucat, nekrosis kulit disertai dengan ekstravasasi, hiperhidrosis, kemerahan pada kulit dan wajah, necrotizing fasciitis
  • Metabolik
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Resistensi insulin, sekresi insulin terhambat, anoreksia, hipoglikemia, hiperglikemia, asidosis metabolik
  • Pernapasan
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Bronkospasme, edema paru, dispnea, kesulitan pernapasan, rales, hipoksia mukosa
  • Ginjal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Insufisiensi ginjal
  • Hipersensitif
    • Sangat jarang terjadi: Dermatitis kontak telah bercampur dengan epinephrine yang dioleskan secara okuler. Reaksi ini biasanya ditandai dengan edema kelopak mata dan keluarnya cairan kuning yang tebal
  • Saluran pencernaan
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Hipersalivasi, muntah, mual, nekrosis usus
  • Genitourinary
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Retensi urin, sulit buang air kecil
  • Hematologi
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Trombositosis
  • Muskuloskeletal
    • Frekuensi tidak dilaporkan: Myonecrosis

Hal penting lainnya yang perlu anda ketahui adalah efek samping berbahaya yang dapat timbul akibat pemakaian epinephrine merupakan salah satu alasan obat ini tidak dijual secara bebas.

Detail Epinephrine

Agar anda lebih mengetahui epinephrine, kami akan menyampaikan detail obat ini secara terperinci. Berikut detail informasinya: [3]

Penyimpanan → Simpan pada ruangan bersuhu 25°C.
Cara KerjaDeskripsi: Prinsip aktif dari medula adrenal merupakan simpatomimetik yang bekerja secara langsung. Ini merangsang reseptor adregenic α- dan β- yang menyebabkan terjadinya proses relaksasi otot polos di pohon bronkial dan juga pelebaran pembuluh darah pada otot rangka. Epinephrine juga sering ditambahkan sebagai anestesi lokal untuk memperlambat difusi dan membatasi penyerapan untuk memperpanjang efek anestesi serta mengurangi bahaya toksisitas.
Onset: SC, sekitar 3-5 menit; Inhalasi, sekitar 1 menit
Durasi: Efek okular sekitar 12-24 jam.
Interaksi dengan obat lain → Anestesi inhalasi terhalogenisasi
→ Agen penghambat β- atau α; methyldopa dan guanethidine
→ TCA dapat menyebabkan hipertensi dan aritmia
Overdosis Overdosis epinephrine dapat menyebabkan pendarahan otak. Pemberian dosis epinephrine yang berlebihan juga dapat menyebabkan kematian. Hal ini dikarenakan terjadinya edema paru yang terjadi karena penyempitan pembuluh darah perifer yang terjadi bersamaan dengan stimulasi jantung
Pengaruh pada hasil labPeningkatan bilirubin, glukosa, asam urat, dan katekolamin

Pertanyaan Seputar Epinephrine

Hal apa saja yang perlu disampaikan kepada dokter sebelum memakai epinephrine ?

Sebelum anda menggunakan epinephrine sebaiknya memberitahukan mengenai alergi yang dimiliki, seperti alergi terhadap makanan, obat-obatan, dan juga zat lainnya [2,5].

Bagaimana cara pemberian epinephrine melalui proses injeksi?

Pemberian epinephrine melalui injeksi dapat dilakukan dengan menyuntikkan obat ini pada otot paha bagian luar. Anda juga dapat memberikan epinephrine dengan infus melalui pembuluh darah [2] .

Obat apa saja yang dapat mempengaruhi injeksi epinephrine?

Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi efek dari epinephrine, diantaranya adalah vitamin, produk herbal, dan juga beberapa jenis obat-obatan lainnya [2].

Contoh Obat Epinephrine (merk dagang) di Pasaran

Berikut adalah beberapa nama merk obat yang mengandung Epinephrine [3]:

Brand Merek Dagang
Phinev
Adrenaili Bitartas
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment