Penyakit & Kelainan

Dehidrasi pada Lansia: Gejala – Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Kelompok lansia lebih rentan terhadap dehidrasi akibat perubahan fisiologis yang terjadi pada usia tua, dan hal ini dapat dipersulit oleh berbagai penyakit yang mungkin diderita lansia, juga kondisi kerentanan

Dehidrasi terjadi ketika tubuh Anda kehilangan cairan lebih dari asupan cairan yang masuk. Tubuh Anda membutuhkan air untuk berbagai macam proses seperti mengatur suhu tubuh, membersihkan sisa zat beracun dan melumasi sendi. Tetap terhidrasi adalah hal yang penting khususnya saat Anda mulai menua. [1]

Lansia lebih rentan mengalami dehidrasi sebab terjadi perubahan fisiologis pada proses penuaan. Selain itu, resiko dehidrasi dapat diperparah dengan keadaan penyakit dan ringkihnya fisik dan mental. Perubahan fisiologis terkait usia salah satunya adalah berkurangnya sensasi haus. [2]

Dehidrasi merupakan hal yang berbahaya bagi semua kelompok umur namun kondisi ini umum dan sangat serius terutama jika terjadi pada lansia. [3] Untuk mengetahui lebih mendalam tentang dehidrasi pada lansia, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Fakta Dehidrasi pada Lanjut Usia

Lansia merupakan kelompok usia yang lebih rentan terhadap dehidrasi. Ada beberapa alasan yang membuat lansia lebih rentan terhadap dehidrasi yaitu: [1]

  • Rendahnya kandungan cairan tubuh
  • Penurunan tanggapan haus
  • Obat-obatan atau kondisi medis tertentu

Pada dehidrasi yang dapat dicegah, kurangnya asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh adalah alasan utama. Rendahnya asupan cairan secara oral dapat dihubungkan dengan: [2]

  • Ketidakmampuan untuk beraktivitas secara mandiri
  • Mempunyai akses yang buruk terhadap cairan
  • Rendahnya ketersediaan cairan

Dehidrasi pada lansia merupakan hal paling umum yang diperhatikan pada ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Sebab gejala dehidrasi sering kali tidak terdeteksi. [4]

Gejala Dehidrasi pada Lansia

Tanda dan gejala dehidrasi lansia tidak selalu jelas dan dapat bersifat ringan sampai berat. Berikut ini beberapa gejala dan tanda dehidrasi pada lansia termasuk: [1,2,3,4]

  • Mulut, bibir, lidah kering
  • Kelelahan
  • Mata cekung
  • Penurunan urin
  • Warna urin lebih gelap dari biasanya
  • Kram otot, otot lemas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kulit kering dan kehilangan keelastisannya (kulit tidak kembali ke keadaan semula setelah ditarik)
  • Mengantuk, pingsan
  • Tekanan darah rendah
  • Aroma urin lebih pekat dari biasanya
  • Tidak mampu mengeluarkan keringat
  • Detak jantung cepat
  • Linglung
  • Mual
  • Sembelit

Penyebab Dehidrasi pada Lansia

Dehidrasi memiliki berbagai macam penyebab. Di bawah ini adalah penyebab paling umum dehidrasi pada lansia yaitu: [1]

  • Paparan panas. Menghabiskan waktu di lingkungan yang panas dan lembab dapat berujung pada peningkatan kehilangan cairan melalui keringat.
  • Penyakit. Menderita penyakit dengan gejala demam, muntah atau diare dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Kesulitan bergerak. Akan menjadi lebih sulit bagi lansia dengan masalah kesulitan bergerak untuk mendapatkan air tanpa bantuan orang lain.
  • Masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan seperti diabetes atau penyakit ginjal dapat menyebabkan Anda kehilangan cairan lebih dari orang normal.
  • Obat-obatan. Salah satu efek samping dari beberapa obat tertentu adalah peningkatan pengeluaran urin yang dapat menyebabkan tambahan kehilangan cairan. Obat tersebut misalnya diuretik dan obat tekanan darah tertentu.

Faktor Resiko Dehidrasi pada Lansia

Beberapa faktor resiko umum dehidrasi pada lansia disajikan pada daftar di bawah ini: [1,2]

  • Usia tua
  • Lansia yang menjalani perawatan jangka panjang
  • Lansia yang membutuhkan bantuan dalam kegiatan makan dan minum
  • Lansia yang kurang memiliki kendali dalam buang air (inkontinensi)
  • Gangguan fungsi kognitif/ linglung
  • Depresi
  • Mengkonsumsi obat khususnya diuretik
  • Penurunan tanggapan haus
  • Menderita penyakit akut, muntah, diare
  • Penurunan jumlah cairan tubuh
  • Penurunan fungsi ginjal
  • Menderita kondisi medis tertentu misalnya alkoholisme, penyakit kronis misalnya kelainan kelenjar adrenal, sistik fibrosis
  • Tinggal di pegunungan

Jumlah Konsumsi Cairan

Jumlah konsumsi cairan yang disarankan untuk lansia memiliki standar yang berbeda-beda di setiap negara.

Standar Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, standar asupan cairan per hari adalah:

  • Pada lansia laki-laki 3,7 liter
  • Pada lansia perempuan 2,5 liter

Jumlah ini sudah termasuk cairan yang terdapat di makanan dan minuman. Standar ini dikeluarkan oleh Institute of The National Academies of Science pada tahun 2005. [5]

Standar Eropa

Di Eropa, standar asupan cairan per hari adalah: [5]

  • Pada lansia laki-laki 2,5 liter
  • Pada lansia perempuan 2 liter

Sama dengan standar Amerika Serikat, jumlah ini sudah termasuk cairan di dalam makanan dan minuman. Standar ini dikelurkan oleh European Food Safety Authority. [5]

Cara Mengatasi Dehidrasi pada Lansia

Untuk menangani dehidrasi pada lansia salah satunya adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang. Untuk kasus dehidrasi yang ringan sampai sedang, penggantian cairan dapat dilakukan dengan cara meminum air atau cairan lain misalnya jus dan kuah kaldu. [1]

Kadang-kadang, muntah atau diare dapat membuat tubuh kehilangan elektrolit dan juga cairan. Pada situasi seperti ini, meminum cairan yang mengandung elektrolit dapat membantu. Contoh minuman ini adalah minuman isotonik. [1]

Jika kondisi dehidrasi semakin parah, ada baiknya dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Pada kasus seperti ini, Anda akan diberi cairan mengandung elektrolit secara intravena. [1]

Cara Mencegah Dehidrasi pada Lansia

Berikut ini akan dipaparkan beberapa tips untuk mencegah dehidrasi pada lansia yaitu:

  • Cobalah untuk Meminum Air Sepanjang Hari

Minuman jenis lain juga dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi misalnya susu, jus buah dengan gula rendah, dan air soda yang memiliki rasa. Kurangi meminum kopi dan teh sebab mempunyai efek diuretik. [1]

Cara lain adalah dengan meletakkan wadah berisi air minum di dekat tempat duduk favorit Anda atau tempat yang paling banyak Anda menghabiskan waktu selama siang hari. [3]

  • Minum dalam Jumlah Sedikit dan Sering

Jika terlalu sulit meminum dalam jumlah banyak dalam sekali minum, Anda bisa meminum dalam jumlah sedikit dengan frekuensi yang sering. [1]

  • Cobalah Menu Makanan dengan Kandungan Air Tinggi

Anda dapat memasukkan makanan dengan kandungan air tinggi ke dalam menu makanan. Contohnya timun, semangka, seledri, strawberi dan sop atau kuah kaldu rendah sodium. [1]

  • Tambahkan Perasan Lemon

Jika air saja tidak membuat Anda berselera untuk minum, Anda dapat menambahkan air perasan lemon atau jeruk nipis untuk memperkaya rasa air minum Anda. [1]

Selain lemon, Anda juga dapat menambahkan buah ke dalam air minum Anda untuk memperkaya rasa. Akan tetapi ingat, untuk tidak menambahkan gula atau kalori lain yang tidak dibutuhkan. [3]

  • Minum Air dalam Jumlah Lebih

Anda dapat membuat rencana untuk meminum air dalam jumlah lebih jika Anda akan pergi ke luar dalam jangka waktu lama yang tempatnya panas dan lembab. Anda juga harus melakukannya jika akan berolahraga. [1]

Jika Anda mengalami gejala seperti demam, muntah atau diare pastikan Anda mengkonsumsi air dalam jumlah lebih dari normal. [1]

1. Jill Seladi-Schulman & Shilpa Amin. The Causes and Symptoms of Dehydration in Older Adults. Healthline; 2020.
2. Anonim. Dehydration in the elderly. British Nutrition Foundation; 2021.
3. Anonim. The Dangers of Dehydration for Seniors. Integris Oklahoma; 2019.
4. Kenneth Knowles. The Most Common Signs of Dehydration in the Elderly. Dispatch Health; 2019.
5. Anonim. Hydration in the Aging. Hydration for Health; 2021.

Share