Penyakit & Kelainan

Keluar Darah dari Vagina saat Batuk : Penyebab dan Penanganan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Menstruasi atau juga dikenal dengan istilah haid dan datang bulan memang merupakan kondisi alami tubuh wanita setiap bulan, khususnya pada usia produktif [1,2].

Hormon reproduksi bertanggung jawab atas terjadinya perubahan fisiologis tersebut [1,2].

Menstruasi merupakan keluarnya darah dari vagina yang berasal dari rahim yang normalnya hanya terjadi sekitar 2 hari sampai 1 minggu [3].

Namun, terdapat banyak kondisi yang perlu dikhawatirkan, khususnya jika terjadi perdarahan saat batuk dan di luar dari siklus menstruasi.

Perdarahan itu sendiri tidak selalu berasal dari vagina walau kerap kali penderita menganggapnya demikian.

Kondisi tersebut dapat merujuk pada berbagai kemungkinan gangguan kesehatan seperti berikut.

1. Perdarahan Berkaitan dengan Saluran Pencernaan dan Sistem Kemih

Batuk yang menyebabkan keluarnya darah dari vagina (terdapat pula kemungkinan bukan berasal dari vagina) memiliki kemungkinan adanya kaitan dengan masalah pada organ tubuh lainnya.

Organ dalam tubuh yang mungkin bermasalah adalah saluran pencernaan maupun sistem kemih.

  • Wasir

Wasir atau juga disebut dengan istilah hemoroid dan ambeien adalah kondisi ketika pembuluh darah pada rektum dan anus mengalami pembesaran [4].

Umumnya, kondisi ini tidak parah walaupun penderitanya mengalami sakit atau gatal pada area tersebut [4].

Wasir juga ditandai dengan adanya benjolan keras pada area anus yang akan terasa tidak nyaman [4].

Meski terjadi pada area anus, wasir juga bisa memengaruhi vagina walau jarang dan meski tidak memengaruhi vagina, seringkali perdarahan dianggap berasal dari vagina [5].

Karena wasir kerap berhubungan dengan sembelit, maka penderita perlu mengonsumsi obat pelancar BAB dan mengasup serat lebih banyak [4].

Bila penggunaan salep wasir kurang efektif dan kondisi berkelanjutan, kemungkinan dokter akan menyarankan pasien untuk menempuh operasi pengangkatan wasir [4].

Keluarnya darah dari vagina saat batuk juga dapat disalahartikan, sebab terdapat kemungkinan bahwa darah keluar dari saluran kemih karena terdapat infeksi di sana.

Infeksi saluran kemih merupakan sebuah kondisi saat organ sistem kemih terserang infeksi [6].

Biasanya, penderita infeksi saluran kemih akan mengalami rasa sakit pada panggul atau perut bagian bawah [6].

Penderita juga akan menjadi lebih sering buang air kecil walaupun jumlahnya sedikit [6].

Hematuria atau buang air kecil di mana urine keluar bersama darah juga terjadi [6].

Ada kemungkinan bahwa batuk pun bisa membuat saluran kemih mengeluarkan darah dalam bentuk flek atau semacamnya.

Untuk pengobatannya, dokter akan meresepkan antibiotik kepada pasien infeksi saluran kemih [6].

2. Perdarahan Berkaitan dengan Organ Reproduksi

Darah keluar dari vagina di saat batuk juga bisa berkaitan dengan masalah organ reproduksi, seperti :

  • Infeksi Vagina

Area vagina dapat terkena infeksi tanpa penderitanya sadari, sehingga saat batuk memungkinkan keluarnya darah dari vagina.

Infeksi serius yang umumnya terjadi pada vagina adalah penyakit menular seksual [7].

Tidak hanya berpotensi keluar darah dari vagina di luar siklus menstruasi, tapi penderita biasanya juga mengalami keputihan abnormal, vagina gatal, vagina berbau tak sedap, dan iritasi [7].

Endometriosis atau kondisi pertumbuhan endometrium pada bagian luar dinding rahim juga berpotensi menjadi sebab keluar darah dari vagina di luar masa haid [8].

Keluar darah dari vagina pada waktu batuk dapat menandakan endometriosis, terutama saat penderita juga mengalami nyeri di area panggul dan perut bawah [8].

Selama menstruasi, penderita endometriosis juga rentan mengalami diare/sembelit, gampang lelah, mual dan kembung [8].

Obat pereda nyeri, terapi hormon hingga langkah operasi adalah bentuk pengobatan yang umum bagi penderitanya [8].

  • Miom

Batuk keluar darah dari vagina juga bisa disebabkan oleh keberadaan miom (benjolan pada dinding rahim luar atau dalam).

Perdarahan di luar menstruasi adalah salah satu tandanya, disertai dengan menstruasi berat, nyeri pada punggung bawah, sembelit, hingga peningkatan frekuensi buang air kecil [9].

Terapi hormon dapat membantu, namun jika diperlukan maka dokter akan meminta pasien menempuh jalur operasi [9].

Adenomyosis atau pertumbuhan endometrium pada bagian dalam dinding otot rahim juga dapat menimbulkan keluarnya darah dari vagina walau sedang tidak menstruasi [10,11].

Ada kemungkinan keluar darah dari vagina saat batuk disebabkan keberadaan kondisi ini.

Jika berusia sekitar 40-50 tahun, mengalami nyeri panggul, kram perut, serta memiliki riwayat operasi rahim, hal ini merujuk pada kondisi adenomyosis [10,11,12].

Obat pereda nyeri, terapi hormon hingga prosedur operasi dapat ditempuh pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi [10,11,12].

  • Kista

Jika miom adalah benjolan bersifat jinak di otot dinding rahim, maka kista adalah kondisi berupa kantung berisi cairan yang terletak pada ovarium [13].

Keberadaan kista pada rahim juga berpotensi menyebabkan keluarnya darah dari vagina ketika wanita batuk.

Pengobatan kista biasanya berupa suntikan kortikosteroid atau jalur operasi (untuk mengangkat kista) [13].

3. Gangguan Hormon

Di dalam tubuh wanita terdapat dua hormon yang berperan penting dalam proses reproduksi [14].

Hormon estrogen dan progesteron adalah hormon yang berfungsi mengatur siklus menstruasi agar normal dan teratur [14].

Ketika terjadi gangguan atau ketidakseimbangan pada salah satu atau kedua hormon, beberapa gejala bisa terjadi, termasuk perdarahan yang tiba-tiba atau tidak teratur [14].

Keluar darah dari vagina saat batuk pun dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon [14].

Konsultasikan hal ini dengan dokter apabila berkepanjangan supaya segera memperoleh penanganan.

4. Gangguan Koagulasi/Pembekuan Darah

Gangguan koagulasi atau pembekuan darah adalah kondisi ketika proses pembekuan darah tidak normal [15].

Pada saat gangguan ini terjadi, menstruasi yang seharusnya sudah berhenti akan berlanjut [15].

Batuk yang memicu keluarnya darah dari vagina bisa jadi disebabkan oleh proses koagulasi yang sedang terganggu [15].

Untuk mengetahui penyebab pasti keluar darah dari vagina saat batuk, terutama jika terjadi berulang, segera ke dokter.

1. National Health Service. Periods and fertility in the menstrual cycle. National Health Service; 2023.
2. Vincenzo De Sanctis, Sergio Bernasconi, Luigi Bianchin, Gianni Bona, Mauro Bozzola, Fabio Buzi, Carlo De Sanctis, Franco Rigon, Luciano Tatò, Giorgio Tonini, & Egle Perissinotto, ScD. Onset of menstrual cycle and menses features among secondary school girls in Italy: A questionnaire study on 3,783 students. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism; 2014.
3. National Health Service. Overview-Periods. National Health Service; 2023.
4. Rodrigue F. Fontem & Daniel Eyvazzadeh. Internal Hemorrhoid. National Center for Biotechnology Information; 2022.
5. Kaiser Permanente. Abnormal Vaginal Bleeding (Irregular Periods) in Midlife and Beyond. Kaiser Permanente; 2023.
6. Michael J. Bono; Stephen W. Leslie; & Wanda C. Reygaert. Urinary Tract Infection. National Center for Biotechnology Information; 2022.
7. Meredith Wallis, MS, APRN, CNM, IBCLC & Beth Sissons. Can a yeast infection cause bleeding?. Medical News Today; 2019.
8. John D. Jacobson, MD, David Zieve, MD, MHA, & Brenda Conaway. Endometriosis. Medline Plus; 2022.
9. Cristina Mutchler & Cordelia Nwankwo, MD. What Is a Myoma?. Verywell Health; 2023.
10. Cary OB/GYN. Why You Should Never Ignore Bleeding between Periods. Cary OB/GYN; 2023.
11. Mildred R Chernofsky, M.D. Adenomyosis. Johns Hopkins Medicine; 2023.
12. A Protopapas, G Grimbizis, S Athanasiou, & D Loutradis. Adenomyosis: Disease, uterine aging process leading to symptoms, or both?. Facts Views and Vision in ObGyn; 2020.
13. Alpen Glow Gynecology. 7 Signs You Have an Ovarian Cyst -- and What to Do About It. Alpen Glow Gynecology; 2023.
14. Dr. Aren L. Gottlieb. What Causes Abnormal Bleeding Between Periods?. MaternalFetalMedicineAssociates; 2020.
15. Meredith Goodwin, MD, FAAFP & Aaron Kandola. What to know about coagulation disorders. Medical News Today; 2021.

Share