Penyakit & Kelainan

Miringitis Bulosa: Gejala – Penyebab – Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Miringitis bulosa adalah salah satu tipe dari infeksi telinga, dimana terbentuk lepuhan pada gendang telinga yang menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Infeksi ini disebabkan oleh virus atau bakteri. Gejala

Miringitis bulosa adalah kondisi infeksi yang relatif umum terjadi. Hal ini ditandai dengan adanya lepuhan pada gendang telinga tanpa mempengaruhi bagian telinga luar atau telinga tengah. Lepuhan ini biasanya menyebabkan nyeri hebat. [1]

Miringitis bulosa yang terjadi pada anak usia 11-16 tahun dan remaja lebih dominan dialami oleh perempuan. Sedangkan miringitis bulosa yang terjadi pada usia 2-8 tahun didominasi oleh anak laki-laki. [1]

Untuk mengetahu miringitis bulosa secara lebih jauh, mari kita simak uraian berikut ini.

Gejala Miringitis Bulosa

Gejala orang yang menderita miringitis bulosa mirip dengan gejala infeksi telinga lainnya. Gejalanya termasuk: [2]

  • Nyeri parah (Nyeri datang tiba-tiba dan bertahan selama 24-48 jam)
  • Kehilangan pendengaran pada telinga yang terinfeksi (Kehilangan pendengaran biasanya akan hilang ketika infeksi sembuh)
  • Demam
  • Keluar cairan dari dalam telinga (Hal ini hanya akan terjadi jika lepuhan pecah. Tidak seperti infeksi telinga bagian tengah lain, miringitis bulosa tidak menyebabkan penumpukan cairan atau nanah di telinga namun infeksi telinga bagian tengah lain dapat terjadi di saat yang bersamaan)
  • Telinga terasa penuh
  • Rewel atau mudah marah (Jika anak Anda masih kecil menderita miringitis bulosa, mereka mungkin terlihat rewel akibat rasa sakit)
  • Menarik telinga (Jika anak Anda masih terlalu kecil untuk memberitahukan rasa sakit di telinga, mereka akan menarik telinga untuk mencoba meredakan sakitnya)

Penyebab Miringitis Bulosa

Miringitis bulosa disebabkan oleh infeksi dari mikroorganisme baik virus maupun bakteri yakni: [3]

  • Virus influenza
  • Mycoplasma penumonia
  • Streptococcus pneumonia
  • Haemophilus influenza
  • Beta-hemolitik Streptococcus

Beberapa kondisi lain yang dilaporkan bersama dengan Miringitis bulosa adalah campak, cacar air, infeksi mononukleosis (demam kelenjar) dan infeksi virus yang tidak terspesifikasi pada saluran pernapasan atas. [2]

Faktor Resiko Miringitis Bulosa

Miringitis bulosa lebih besar kemungkinan dialami oleh kelompok berikut ini: [2]

  • Mengidap Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Miringitis bulosa lebih umum terjadi pada orang yang telah mengidap infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau selesma. Hal ini disebabkan karena infeksi ini dapat mengiritasi saluran Eustachian. [2]

Atau sebaliknya menghentikan saluran tersebut dari mengeringkan cairan secara layak. Cairan yang mengandung bakteri atau virus dari infeksi saluran pernapasan kemudian bergerak ke telinga dan menyebabkan infeksi. [2]

  • Mengidap Infeksi Telinga bagian Tengah

Miringitis bulosa juga lebih mungkin terjadi pada orang yang menderita infeksi telinga bagian tengah. Hal ini disebabkan karena kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan virus yang sama. [2]

  • Anak-anak

Seperti infeksi telinga lainnya, anak-anak lebih besar kemungkinannya menderita miringitis bulosa dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini terutama jika anak menghabiskan waktu di tempat pengasuhan anak atau sekolah. [2]

Komplikasi Miringitis Bulosa

Miringitis bulosa dapat berujung menjadi kehilangan pendengaran namun gejala ini umumnya hilang setelah mendaptkan perawatan. [2]

Pada kasus langka, miringitis bulosa yang tidak ditangani secara efektif dapat menyebabkan bakteri atau virus penyebabnya menyebar ke tulang di sekitar telinga. [2]

Jika penyebaran infeksi tidak ditangani dapat berujung tuli, meningitis (peradangan selaput yang melapisi otak), dan sepsis (komplikasi akibat infeksi). [2]

Ada juga komplikasi akibat miringitis bulosa yang langka namun mengancam nyawa seperti: [1]

  • Abses subperiosteal (nanah pada bagian bawah jaringan membran yang melapisi permukaan tulang)
  • Labirinitis (peradangan pada telinga bagian dalam)
  • Paresis wajah (lemah pada bagian wajah)
  • Mastoiditis (infeksi pada rongga tulang mastoid)
  • Selulitis postauricular (infeksi bakteri pada kulit di bagian belakang telinga)
  • Abses epidural (nanah pada epidural)
  • Meningitis
  • Trombosis sinus sigmoid (pembekuan darah pada bagian sinus sigmoid)

Kapan Harus ke Dokter

Jika gejala yang Anda rasakan hanya sakit telinga, maka tunggulah sekitar 1 atau 2 hari untuk melihat apakah rasa sakit tersebut menghilang dalam jangka waktu yang telah disebutkan. [2]

Jika rasa sakitnya sangat hebat dan Anda demam, segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat sebab rasa sakit telinga yang hebat umum dirasakan pada penderita miringitis bulosa. [2]

Jika anak Anda menunjukkan gejala sakit telinga, Anda harus segera ke dokter terlebih jika anak pernah mengalami infeksi telinga. [2]

Pengobatan Miringitis Bulosa

  • Obat-obatan

Penanganan miringitis bulosa termasuk pemberian analgesik (obat pereda nyeri) dan terapi antibiotik mis. azithromycin yang ampuh melawan patogen yang umum diketahui sebagai penyebab penyakit ini. [4]

Pemberian antibiotik sistemik disarankan sebagai pengobatan langkah pertama pada penderita miringitis bulosa. Panduan dari American Academy of Pediatrics menganjurkan pemberian amoxicillin (80-90 mg per kg per hari) sebagai pengobatan langkah pertama jika dalam 30 hari terakhir tidak mengkonsumsi amoxicillin. [1]

Pada pasien yang mendapatkan pengobatan amoxicllin dalam 30 hari terkahir, pilihan terapi adalah amoxicillin dan clavulanic acid. [1]

Pada pasien alergi penicillin dianjurkan pemberian macrolide (mis. azithromycin atau clarithromycin) atau bergantung terhadap tingkat keparahan alerginya. Pasien dapat diberikan cefdinir, cefpodoxime atau cefuroxime. [1]

Penggunaan steroid topikal, antibiotik topikal dan antibiotik sistemik dilaporkan menunjukkan pemulihan yang bagus tanpa kehilangan pendengaran. [1]

  • Prosedur Bedah

Pembedahan dalam bentuk miringotomi mungkin dibutuhkan pada miringitis bulosa yang membandel dan tidak tertangani atau pada penderita yang diperkirakan akan mengalami komplikasi akibat otitis media akut. [3]

Miringostomi merupakan pembedahan yang dilakukan pada gendang telinga untuk meredakan tekanan akibat penumpukan cairan atau menguras nanah dari telinga bagian tengah. [5]

Pada 95% pasien dengan miringitis bulosa rasa sakit akibat miringitis bulosa akan menghilang dalam 3 hari, otorrhea (keluarnya cairan dari dalam telinga) akan menghilang dalam 5 hari. [3]

Sedangkan untuk cairan telinga bagian tengah membutuhkan waktu 5 minggu untuk pulih sempurna. [3]

Pencegahan Miringitis Bulosa

Miringitis bulosa disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan, selesma dan infeksi telinga lain. Penyakit ini tidak menular. [2]

Akan tetapi infeksi lain yang berujung dengan miringitis bulosa adalah penyakit menular. Pencegahan terbaik adalah dengan menghindari terkena selesma atau infeksi lain. [2]

Berikut ini beberapa cara untuk menghindari infeksi adalah: [2]

  • Menjaga jarak sejauh mungkin dari orang yang menderita selesma atau infeksi menular lainnya
  • Cuci tangan secara teratur
  • Jangan mencoba menyentuh mata, hidung, mulut
  • Istirahat cukup di malam hari
  • Jaga kebersihan rumah terutama jika anggota keluarga Anda baru saja terkena selesma

1. Sushma Kasinathan & Noah P. Kondamudi. Bullous Myringitis. Statpearls; 2020.
2. Erica Hersh & Daniel Murrel. What Is Bullous Myringitis? Healthline; 2018.
3. K. Devaraja. Myringitis: An update. Journal of Otology; 2019.
4. Menachem Gross & Ron Eliashar. Otolaryngological aspects of orofacial pain. Orofacial Pain and Headache; 2008.
5. Anonim. Myringotomy & Tympanostomy. Sfenta; 2020.

Share