Penyakit & Kelainan

Ketahui 6 Penyakit Berbahaya bagi Anak

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Meski demikian, ada beberapa penyakit yang masih dianggap remeh yang tanpa disadari berbahaya bagi anak. Sebagai orang tua, Anda harus mengetahui macam-macam penyakit yang bisa menyerang anak bahkan menyebabkan kematian.

Anak-anak yang masih belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna akan sangat rentan terserang berbagai penyakit menular hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Menurut data dari UNICEF, penyebab kematian anak dibawah usia 5 tahun disebabkan oleh penyakit menular seperti malaria, diare, pneumonia, tuberculosis (TBC) dan HIV. [1]

Penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya, sangat mungkin untuk dicegah dan diobati. Simak beberapa penyakit berbahaya bagi anak yang perlu diketahui.

  • Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yang dibawa nyamuk. Parasit akan dibawa oleh nyamuk kemudian ditularkan kepada manusia melalui gigitan. Gejala malaria ini termasuk demam tinggi (40,6°C), menggigil,  sakit kepala, mual, nyeri, hilang nafsu makan, sulit tidur, bahkan bisa mempengaruhi otak yang menyebabkan kejang, hilang kesadaran dan kematian. [2]

Di seluruh dunia, ada ratusan juta yang terinfeksi malaria dan sekitar 500.000 orang kehilangan nyawa setiap tahunnya. Malaria bisa diobati dengan membetikan obat antimalaria ke dalam tubuh melalui mulut, suntikan atau pembuluh darah. Malaria ini menjadi penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Akan tetapi, malaria ini sangat berbahaya bagi anak-anak. [2]

  • Diare

Penyakit menular yang paling umum menyerang anak-anak adalah diare. Definisi diare menurut American College of Gastroenterology, adalah peningkatan jumlah tinja atau adanya tinja yang lebih encer, sehingga menyebabkan buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari. [3]

Diare disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi bakteri, virus atau parasit, intoleransi makanan, alergi makanan, serta reaksi terhadap obat tertentu. Namun, kebanyakan kasus diare pada anak disebabkan oleh virus. [3]

Diare bisa menimbulkan bermacam gejala, seperti sakit perut, sakit dubur, mual, tinja berdarah, demam hingga dehidrasi karena cairan yang dikeluarkan melalui tinja terlalu banyak. Anak yang mengalami diare kemungkinan juga akan mengalami malnutrisi atau gizi buruk. [4]

Diare yang kronis, dikhawatirkan akan semakin buruk jika tidak ditangani dengan cepat. Diare kronis bisa saja menyebabkan radang pada usus dan sindrom iritasi usus. [4]

Penanganan diare ini menggunakan antibiotik, atau cairan infus bila mengalami dehidrasi yang akut. Anda juga bisa memberikan larutan glukosa-elktrolit sebagai langkah awal pengobatan diare pada si kecil. [4]

  • Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang bisa ditularkan melalui udara ataupun darah. Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran pernafasan, tepatnya pada paru-paru. Pada penderita pneumonia, bagian cabang kecil paru-paru atau alveoli berisi nanah dan cairan, sehingga membuat pernapasan terasa sakit dan asupan oksigen sedikit. [5]

Pneumonia ini disebabkan oleh sejumlah bakteri, virus dan jamur. Beberapa bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Hemophilus influenzae, dan virus pernapasan syntycial, menjadi penyebab paling umum pneumonia. [5]

Gejala pneumonia pada anak dibawah usia 5 tahun, meliputi batuk, demam dan sulit bernapas. Namun, pada pneumonia akut, anak bisa saja mengalami hilang kesadaran, kejang-kejang, serta hipotermia. [5]

Oleh karena itu, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama kematian anak dibawah 5 tahun, yang mencapai 800.000 setiap tahunnya. [1]

Pneumonia ini dapat diobati dengan antibiotik, serta imunisasi pada anak untuk upaya pencegahan, karena pneumonia menyerang anak dengan kekebalan tubuh rendah. [1,5]

  • Tuberculosis (TBC)

TBC adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya, tuberculosis ini menginfeksi paru-paru, tetapi organ lain seperti ginjal, tulang belakang dan otak juga bisa terinfeksi. [6]

Bakteri penyebab paling umum pada TBC, yaitu Mycrobacterium tuberculosis. Bakteri ini disebarkan oleh orang yang terinfeksi melalui batuk,bersin, berbicara, menyanyi atau tertawa. Risiko penularan yang cukup tinggi pada anak, jika ia tinggal serumah dengan yang terinfeksi dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. [6]

Anak yang terinfeksi TBC akan mengalami gejala panas dingin, batuk, demam, sakit di bagian dada, mudah lelah, hilang nafsu makan dan berat badan. TBC pada anak ini bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan selama 12 minggu  hingga 6 bulan lebih agar kondisi anak terus membaik. [6]

  • HIV

Penyakit menular lainnya adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh anak, sehingga anak yang terserang HIV tidak dapat melawan infeksi bakteri, kanker dan penyakit lainnya. [7]

Penyakit HIV inilah yang bisa menyebabkan AIDS. Sebagian besar anak terinfeksi HIV ditularkan dari ibunya ketika dalam kandungan, saat lahir ataupun menyusui. [7]

Anak yang terinfeksi HIV kadang kala tidak memunculkan gejala. Akan tetapi, hal ini bisa ditandai dengan tidak bertumbuhnya anak, kejang, gangguan pada otak atau sistem saraf, mudah sakit (pilek, infeksi telinga, diare). Beberapa gejala ini bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah, seperti infeksi radang paru-paru yang menyebabkan kematian. [8]

Pengobatan HIV pada anak dilakukan dengan memberikan kombinasi obat yang hampir sama dengan orang dewasa, seperti obat antiretroviral. Namun, pemberian obat pada bayi dalam masa penyembuhan menjadi hal yang sulit, bahkan bayi yang positif HIV sejak lahir kemungkinan kecil untuk sampai bertahan di tahun kedua. [7,8]

  • Polio

Polio (poliomyelitis) adalah penyakit yang menyerang anak dibawah usia 5 tahun. Anak yang terserang polio, 5% hingga 10% meninggal dunia ketika otot-otot yang bertugas dalam sistem pernapasan menjadi tidak bergerak (lumpuh). [9]

Polio merupakan penyakit yang sangat menular, disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini akan menyerang sistem saraf otak, dan menyebabkan lumpuh total dalam beberapa jam. [9]

Gejala polio awal pada anak, meliputi demam, kelelahan, sakit kepala, mual, leher kaku dan sebagian badan terasa nyeri. Polio ini hanya bisa dicegah dengan imunisasi pada anak, yaitu dengan vaksin polio untuk menghindarkan anak dari polio seumur hidup. [9]

Itulah 6 penyakit berbahaya bagi anak yang bisa menyebabkan kematian. Jangan sepelekan gejala-gejala awal yang memang terlihat ringan dan biasa saja.

Segera bawa ke dokter, jika anak mengeluhkan rasa sakit atau tidak nyaman pada tubuhnya. Kunjungi dokter untuk mengetahui penyakit apa yang sedang di derita anak, dan cari tahu bagaimana cara mengatasinya.

1. Childhood Disease, Unicef. Retrived on 26 February 2022
2. Malaria, reviewed by: Steven Dowshen, MD, Kids Healts; 2017. Retrived on 26 February 2022
3. Marsha H. Kay, MD, FACG, et al., Diarrhea in Children, American College of Gastroenterology; 2012. Retrived on 26 February 2022
4. Diarrhea in Children, Johns Hopkins Medicine. Retrived on 26 February 2022
5. Pneumonia, World Health Organization; 2021
6. Tuberculosis (TB) in Children, reviewed by Barry Zingman MD, L Renee Watson MSN RN,
Raymond Turley Jr PA-C, University of Rochester Medical Center. Retrived on 26 February 2022
7. HIV/AIDS, World Health Organization. Retrived on 25 February 2022
8. Mary Anne Dunkin, reviewed by Renee A. Alli, MD, Children With HIV and AIDS, WebMD; 2020
9. Poliomyelitit, World Health Organization; 2019

Share