Penyakit & Kelainan

Peritonitis: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Peritonitis adalah sebuah kondisi dimana adanya inflamasi atau peradangan pada peritoneum, yaitu membran tipis yang melapisi bagian dalam perut dan melapisi organ di dalam perut. Peritonitis dapat disebabkan

Apa itu Peritonitis?

Apakah Anda sering mengalami sakit pada perut? Jangan dibiarkan, bisa jadi Anda mengalami peritonitis. Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum.

Peritoneum sendiri adalah selaput tipis yang ada di perut bagian dalam dan bertugas untuk melindungi organ-organ yang ada di dalam perut. [1]

Peritonitis terbagi menjadi dua, yaitu: [1]

  • Peritonitis bakterial spontan. Peritonitis jenis ini terkadang dapat menyebabkan komplikasi pada hati, seperti sirosis.
  • Peritonitis sekunder. Peritonitis jenis ini disebabkan karena ruptur (perforasi) yang ada di perut, atau komplikasi dari kondisi media lainnya.

Fakta Peritonitis

Beberapa fakta dari penyakit peritonitis adalah: [2]

  • Peritonitis merupakan infeksi atau cedera yang terjadi pada lapisan perut.
  • Dalam dunia kedokteran, peritonitis dianggap sebagai keadaan darurat. Keadaan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada perut yang sangat parah.
  • Peritonitis ini dapat didiagnosis oleh dokter melalui CT scan, scan ultrasound, serta tes darah.
  • Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik IV atau melalui pembedahan. Pengobatan tersebut tergantung dengan penyebabnya.

Gejala Peritonitis

Seseorang yang mengalami peritonitis, maka gejala yang akan dirasakan akan berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya. Beberapa gejala umum dari peritonitis adalah: [3] 

  • Nyeri pada perut dan terasa semakin sakit ketika terjadi gerakan atau sentuhan
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit serta sulit untuk buang angin
  • Urin yang keluar sangat sedikit
  • Mengalami rasa haus yang terus menerus dan berlebihan
  • Kelelahan
  • Demam dan menggigil
  • Mengalami anoreksia atau kehilangan nafsu makan

Jika Anda menjalani dialisis peritoneal, maka cairan dialisis Anda akan terlihat lebih keruh atau terdapat gumpalan putih di dalamnya. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan nyeri di sekitar kateter. Kedua kondisi ini juga dapat terjadi jika Anda mengalami peritonitis. [3]

Penyebab Peritonitis

Peritonitis biasanya terjadi karena pecahnya (perforasi) di dalam dinding perut. Selain itu, penyebab peritonitis lainnya adalah: 

  • Prosedur Medis

Prosedur medis yang umum menyebabkan peritonitis adalah dialisis peritoneal. Dialisis peritoneal merupakan suatu kondisi seseorang yang menggunakan tabung atau kateter untuk mengeluarkan limbah yang dihasilkannya dari darah Anda. [1]

Tabung tersebut digunakan ketika ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan tepat. Infeksi yang disebabkan oleh dialisis peritoneal dapat terjadi karena kebersihan yang buruk atau penggunaan alat yang terkontaminasi. [1]

Selain dialisis peritoneal, peritonitis juga dapat disebabkan oleh komplikasi dari operasi gastrointestinal, penggunaan selang makanan, maupun saat proses cairan dari perut Anda ke luar. Ada namun jarang terjadi, peritonitis juga dapat disebabkan oleh komplikasi dari kegiatan kolonoskopi atau endoskopi. [1]

Jika Anda mengalami apendik pecah, tukak lambung, atau usus besar berlubang, maka kondisi tersebut juga dapat menyebabkan bakteri masuk dan menyebabkan peritonitis. [1]

  • Pankreatitis

Pankreatitis juga dapat menyebabkan peritonitis karena bakteri yang ada menyebar ke luar pankreas. [1]

Divertikulosis merupakan suatu permasalahan yang terjadi di saluran pencernaan, lebih tepatnya terdapat kantung kecil yang menggembung di saluran tersebut. [1]

Jika salah satu dari kantong kecil itu pecah, maka akan menumpahkan limbah yang ada di usus itu ke dalam rongga perut Anda. Hal inilah yang menyebabkan peritonitis. [1]

  • Trauma

Peritonitis juga dapat disebabkan oleh cedera maupun trauma sehingga bakteri atau bahan kimia dari bagian tubuh lainnya masuk ke peritoneum. Jika hal ini dibiarkan, maka Anda akan mengalami peritonitis. [1]

Komplikasi Peritonitis yang Mungkin Terjadi

Seseorang yang mengalami peritonitis perlu untuk segera diobati, karena jika tidak infeksi tersebut dapat memasuki aliran darah. Jika infeksi telah masuk ke aliran darah, maka akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya, dan akibatnya akan fatal. [3]

Peritonitis Spontan

Komplikasi yang dapat timbul dari peritonitis spontan adalah: [3]

  • Ensefalopati hepatik, merupakan suatu kondisi medis dimana beberapa fungsi otak akan hilang yang disebabkan oleh hati yang tidak dapat mengeluarkan zat beracun dari darah.
  • Sindrom hepatorenal, merupakan kondisi gagal ginjal yang progresif.
  • Sepsis, merupakan reaksi yang parah ketika bakteri memenuhi aliran darah.

Peritonitis Sekunder

Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari peritonitis sekunder adalah: [3]

  • Abses intra-abdominal
  • Jaringan usus mati atau biasa disebut usus gangren
  • Adhesi intraperitoneal, merupakan suatu kondisi pita jaringan fibrosa bergabung dengan salah satu organ perut sehingga dapat menyebabkan penyumbatan pada usus.
  • Syok septik dan ditandai dengan tekanan darah yang rendah serta berbahaya.

Diagnosis Peritonitis

Jika Anda mengalami gejala peritonitis, maka lebih baik untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini karena peritonitis dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal. [4]

Beberapa hal yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis kondisi Anda adalah: [4]

  • Memeriksa riwayat kesehatan Anda
  • Memeriksa kondisi fisik secara menyeluruh
  • Menilai rasa sakit pada perut
  • Tes darah dan urine
  • Pemeriksaan dengan CT scan
  • Operasi eksplorasi

Jika perlu, dokter juga mungkin melakukan parasentesis. Parasentesis merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengeluarkan cairan yang ada di rongga perut melalui jarum tipis dan ditujukan melihat apakah terdapat infeksi atau tidak. [4]

Proses ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah Anda mengalami peritonitis spontan primer atau peritonitis sekunder dengan melihat dari penyebabnya, yaitu pankreatitis. [4]

Pengobatan Peritonitis

Peritonitis merupakan kondisi yang darurat sehingga perlu pengobatan di rumah sakit. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan yaitu: 

  • Menggunakan Obat Antibiotik

Antibiotik yang digunakan untuk mengobati peritonitis akan langsung dimasukkan ke dalam darah menggunakan injeksi intravena (IV).

Jika hasil laboratorium Anda belum ke luar, maka antibiotik yang digunakan oleh dokter merupakan antibiotik yang umum. Namun jika antibiotik tersebut tidak memberikan efek, maka dokter akan menggantinya menjadi lebih spesifik. [2]

  • Operasi

Operasi dapat dilaksanakan jika terdapat kondisi yang genting, seperti adalah lubang di usus atau untuk mengangkat jaringan peritoneum yang rusak. [2]

  • Terapi

Terapi yang digunakan tentu saja untuk memberikan bantuan bertahan hidup, seperti diet. [2]

Pencegahan Peritonitis

Anda dapat mencegah timbulnya peritonitis dengan mengikuti beberapa langkah di bawah ini:

  • Mencegah Penyebab Peritonitis

Peritonitis disebabkan oleh kondisi medis lain seperti tukak lambung dan sirosis. Cara yang tepat untuk mencegah peritonitis adalah dengan mencegah timbulnya penyebab tersebut. [5]

  • Menjaga Kebersihan Jika Menjalani Dialisis Peritoneal

Cara kedua yang dapat Anda lakukan yaitu dengan menjaga kebersihan, terlebih ketika Anda menjalani dialisis peritoneal. Anda perlu menjaga kebersihan tangan dan kuku sehingga tidak menyebabkan kontaminasi pada kateter. Selain itu, kulit yang berdekatan langsung dengan kateter perlu untuk dijaga kebersihannya setiap hari. [5]

1. Mayo Clinic Staff. Peritonitis. Mayo Clinic: 2020.
2. Markus MacGill & Carissa Stephens, R.N, CCRN, CPN. Everything You Need to Know About Peritonitis. Medical News Today: 2017.
3. Ann Pietrangelo & Carisa Stephens, R.N, CCRN, CPN. Peritonitis. Healthline: 2018.
4. Minesh Khatri, MD. Peritonitis. Webmd: 2019.
5. Charles Patrick Davis, MD, PhD & Jerry R. Balentine, DO, FACEP. Peritonitis. Medicine Net: 2020.

Share