Gagal Ginjal: Penyebab, Perawatan, dan Pencegahan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Ginjal adalah sepasang organ yang terletak di punggung bagian bawah. Masing-masing ginjal ada di bagian samping kiri dan kanan tulang belakang.

Organ ini bertugas menyaring darah dan membuang racun dari dalam tubuh. Ginjal mengirim racun tersebut ke kandung kemih, yang kemudian akan dikeluarkan melalui urin.

posisi ginjal dalam tubuh

Kadang-kadang, ginjal tidak mampu lagi menyaring dan membersihkan darah. Hal ini bisa menyebabkan jumlah limba dalam darah menumpuk hingga ke tingkat yang berbahaya. Kondisi inilah yang disebut sebagai gagal ginjal.

Mengenal Gagal Ginjal

Ginjal yang sehat memilki banyak tugas penting bagi tubuh. Organ ini membantu seluruh tubuh tetap seimbang dengan membuang racun dan kelebihan air. Selain itu, ginjal juga membantu menghasilkan sel darah merah dan mengendalikan tekanan darah.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal, itu artinya ginjalnya rusak dan tidak bisa berfungsi normal lagi. Gagal ginjal berarti:

  • 85-90% fungsi ginjal hilang
  • Ginjal tidak bisa bekerja untuk menjaga tubuh tetap berfungsi dan hidup

Tidak ada obat untuk gagal ginjal, namun dengan perawatan yang tepat, penderitanya bisa hidup lebih lama. Orang yang mengalami gagal ginjal bisa hidup aktif dan terus melakukan hal-hal yang mereka biasa lakukan. [2]

Gagal ginjal adalah kondisi dimana ginjal tidak bisa lagi berfungsi seperti seharusnya. Istilah “gagal ginjal” bisa mencakup banyak masalah. Hal-hal berikut bisa mengakibatkan gagal ginjal: [3]

  • Ginjal tidak mendapat cukup darah untuk disaring
  • Ginjal sakit karena penyakit seperti: kadar gula tinggi (diabetes), tekanan darah tinggi, glomerulonephritis (kerusakan pada saringan yang ada pada ginjal), penyakit ginjal polisistik
  • Ginjal tersumbat oleh batu ginjal atau jaringan parut

Jenis-Jenis Gagal Ginjal

Ada lima jenis gagal ginjal: [1, 3]

  • Gagal ginjal prarenal akut: Aliran darah yang tidak cukup ke arah ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal prarenal akut. Ginjal tidak bisa menyaring racun dari darah tanpa aliran yang cukup. Gagal ginjal jenis ini biasanya bisa diobati setelah dokter bisa menentukan penyebab menurunnya aliran darah.
  • Gagal ginjal intrinsik akut: Gagal ginjal ini bisa terjadi akibat cedera langsung pada ginjal, seperti kecelakaan atau tumbukan fisik. Penyebab lain termasuk kelebihan racun dan ischemia, yaitu kurangnya aliran oksigen ke ginjal.
  • Gagal ginjal prarenal kronis: Bila tidak ada cukup darah mengalir ke ginjal dalam waktu yang lama, ginjal akan mulai mengkerut dan kehilangan kemampuannya untuk bekerja.
  • Gagal ginjal kronis intrinsik: Kondisi ini bisa terjadi bila ginjal mengalami kerusakan dalam jangka waktu panjang akibat penyakit ginjal intrinsik. Penyakit ginjal intrinsik berkembang dari trauma langsung ke ginjal, seperti perdarahan berat atau kekurangan oksigen.
  • Gagal ginjal kronis pasca-renal: Penyumbatan saluran kemih jangka panjang yang menyebabkan urin tidak keluar. Hal ini menyebabkan tekanan pada ginjal dan berakhir pada kerusakan.

Gagal ginjal akut terjadi bila ginjal berhenti bekerja tiba-tiba. Kondisi ini bisa terjadi hanya dalam beberapa jam atau hari.

Gagal ginjal akut tidak selalu bersifat permanen. Jika segera diobati, dan jika penderitanya tidak memiliki masalah kesehatan lainnya, maka ginjal masih bisa kembali berfungsi normal. [4]

Sementara ginjal yang fungsinya menurun perlahan dalam rentang waktu yang cukup lama disebut sebagai gagal ginjal kronis. [4]

Penyebab Gagal Ginjal

Gagal ginjal bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, dan penyebab-penyebab ini juga menentukan jenis gagal ginjal yang terjadi.

Orang yang paling berisiko terkena gagal ginjal biasanya mengalami hal-hal berikut:

1. Hilangnya aliran darah ke ginjal

Menurunnya aliran darah ke ginjal secara mendadak bisa menyebabkan gagal ginjal tiba-tiba. Beberapa kondisi yang bisa mengakibatkan hal ini termasuk:

Tekanan darah tinggi dan obat anti-inflamasi juga bisa membatasi aliran darah.

2. Masalah pembuangan urin

Bila tubuh tidak bisa membuang urin, racun akan menumpuk dan memenuhi ginjal. Beberapa jenis kanker yang bisa menyumbat saluran urin termasuk:

  • Prostate
  • Kolon
  • Serviks
  • Kandung kemih

Kondisi lain yang bisa mempengaruhi pembuangan urin dan memiliki kemungkinan mengarah ke gagal ginjal, termasuk:

  • Batu ginjal
  • Pembesaran prostate
  • Penggumpalan darah dalam saluran urin
  • Kerusakan syaraf yang bertugas mengontrol kandung kemih

3. Penyebab-penyebab lainnya

Beberapa hal lain yang bisa mengarah pada gagal ginjal termasuk: [1]

  • Penggumpalan darah di dalam atau sekitar ginjal
  • Infeksi
  • Kelebihan racun dari metal berat
  • Obat dan alkohol
  • Vaskulitis, peradangan di pembuluh darah
  • Lupus, penyakit autoimun yang bisa menyebabkan peradangan di banyak organ tubuh
  • Glomerulonephritis, peradangan pembuluh darah kecil di ginjal
  • Hemolytic uremic syndrome, yang melibatkan pecahnya sel darah merah setelah infeksi bakteri, biasanya di usus
  • Multiple myeloma, kanker sel plasma di sumsum tulang
  • Skleroderma,suatu kondisi autoimun yang mempengaruhi kulit
  • Obat kemoterapi untuk mengatasi kanker dan beberapa penyakit autoimun
  • Zat pewarna yang digunakan pada beberapa jenis tes pencitraan
  • Beberapa jenis antibiotik
  • Diabetes yang tidak terkendali

Ginjal bisa mengalami kerusakan dari cedera fisik atau penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kelainan-kelainan lainnya. Tekanan darah tinggi dan diabetes adalah dua penyebab gagal ginjal yang paling umum.

Gagal ginjal umumnya tidak terjadi secara mendadak. Kondisi ini adalah hasil akhir dari hilangnya fungsi ginjal secara bertahap. Faktanya, beberapa orang bahkan tidak menyadari dirinya mengalami sakit ginjal hingga akhirnya gagal berfungsi.

Mengapa bisa tidak disadari? Karena orang dengan sakit ginjal tahap awal mungkin tidak mengalami gejala apapun. Gejala baru muncul di tahap-tahap akhir perkembangan penyakit ini. [2]

Gejala-Gejala Gagal Ginjal

Kadang-kadang penderita gagal ginjal akan mengalami beberapa gejala akibat kondisi ini. Namun, bisa juga tidak timbul gejala apapun hingga akhirnya kondisi ginjal sudah betul-betul parah.

Ginjal yang sehat berfungsi membuang limbah dan kelebihan cairan dari darah. Tetapi bila ginjal gagal berfungsi, limbah dan kelebihan cairan ini akan menumpuk di dalam darah dan menyebabkan penyakit.
Gejala-gejala yang mungkin terjadi termasuk: [1, 2, 3, 4]

  • Berkurangnya frekuensi berkemih
  • Pembengkakan di betis, mata kaki, dan kaki akibat menumpuknya cairan karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan air
  • Sesak nafas tanpa sebab
  • Mudah mengantuk atau kelelahan berlebih
  • Mual yang terus menerus
  • Gatal-gatal
  • Berat badan menurun
  • Kebingungan
  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Kejang
  • Koma

Gejala-gejala awal gagal ginjal bisa agak sulit untuk ditentukan karena seringkali ringan dan sukar dikenali. Jika ada, maka gejala-gejala tersebut termasuk: [1, 2, 3, 4]

  • Berkurangnya jumlah urin yang dikeluarkan
  • Menumpuknya cairan di tubuh yang menyebabkan pembengkakan di tangan atau kaki
  • Kesulitan bernafas

Begitu perawatan untuk gagal ginjal berjalan, gejala-gejala ini akan membaik dan penderita akan merasa lebih sehat.

Diagnosa Gagal Ginjal

Ada beberapa tes yang bisa digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa gagal ginjal. [1, 3, 4]

  1. Urinalysis

Dokter akan mengambil contoh urin untuk memeriksa adanya ketidaknormalan, termasuk protein atau gula abnormal yang tumpah ke dalam urin.

Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan urin sedimen. Tes ini akan mengukur jumlah sel darah merah dan putih, menemukan bakteri dalam jumlah besar, dan mencari partikel berbentuk tabung yang disebut cellular cast.

  1. Pengukuran volume urin

Cara ini adalah sala satu tes paling sederhana untuk membantu mendiagnosa gagal ginjal. Misalnya, bila urin keluar dalam jumlah sedikit bisa menandakan adanya penyakit ginjal yang diakibatkan oleh penyumbatan saluran kemih, yang bisa disebabkan oleh berbagai jenis penyakit atau cedera.

  1. Sampel darah

Dokter juga bisa melakukan tes darah untuk mengukur zat-zat yang disaring oleh ginjal, urea nitrogen darah dan kreatinin. Meningkatnya kadar kedua zat ini dalam darah bisa menandakan terjadinya gagal ginjal akut.

  1. Pencitraan

Beberapa jenis tes seperti ultrasound, MRI, dan CT scan bisa menyediakan gambar ginjal maupun saluran kemih. Gambar-gambar ini bisa digunakan oleh dokter untuk menemukan penyumbatan atau ketidaknormalan pada ginjal.

  1. Sampel jaringan ginjal

Sampel jaringan akan diperiksa untuk menemukan penumpukan zat yang tidak normal, luka, atau organisme yang bersifat menginfeksi. Dokter akan menggunakan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan.

Dokter akan memberikan bius lokal agar pasien tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung. Kemudian jarum biopsi akan dimasukkan melalui kulit hingga mencapai ginjal untuk mengambil contoh jaringannya.

Alat ultrasound X-ray akan digunakan untuk membantu dokter menemukan posisi ginjal dan mengarahkan jarum ke area yang tepat.

Perawatan Gagal Ginjal

Untuk merawat dan mengobati gagal ginjal akut, penyebabnya harus lebih dulu diobati (seperti tekanan darah yang terlalu tinggi atau rendah, batu ginjal atau gula darah tinggi). Kadang-kadang pasien membutuhkan dialisis atau cuci darah dalam jangka pendek. [1, 4]

Untuk gagal ginjal kronis, mengobati penyebabnya (seperti tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi) bisa memperlambat perkembangan kegagalan menuju ke stadium akhir.

Bila fungsi ginjal sudah berada dibawah 10% dari normal, dialisis atau transplantasi ginjal adalah yang paling sering dibutuhkan oleh penderita, terutama bila terjadi juga tanda-tanda uremia (menumpuknya limbah dalam darah), seperti mual dan gatal-gatal.

Berikut adalah perawatan untuk gagal ginjal: [1, 2, 3, 4]

Dialisis (cuci darah)

Cuci darah adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengalirkan darah melalui sebuah mesin yang akan menyaring kotoran dan mengembalikan darah ke tubuh dalam keadaan bersih. Ada 2 jenis dialisis, yaitu hemodialisis dan peritoneal dialisis.

Hemodialisis: untuk cara ini, sebuah selang (kateter) akan dimasukkan ke satu pembuluh darah vena di leher, atau lengan atau kaki. Kateter ini yang akan mengalirkan darah kotor ke mesin dan mengembalikannya ke tubuh. Hemodialisis paling sering dilakukan 3 kali seminggu selama 3 hingga 4 jam dalam satu waktu.

Dialisis peritoneal: ini adalah cuci darah permanen yang selangnya dipasang di perut.

Kebanyakan orang dewasa melakukan prosedur cuci darah di klinik, sementara pasien anak-anak melakukannya di rumah.

Transplantasi Ginjal

Transplantasi atau cangkok ginjal adalah prosedur yang dilakukan oleh dokter bedah untuk mengangkat ginjal yang rusak dan menggantinya dengan ginjal yang sehat dari donor. Prosedur ini adalah cara terbaik untuk mengobati banyak pasien yang sudah sampai pada gagal ginjal tahap akhir.

Ginjal yang digunakan untuk cangkok didapatkan dari orang-orang yang telah setuju untuk mendonasikan ginjal mereka saat mereka meninggal atau oleh orang yang masih hidup dan sehat. Donor hidup kebanyakan berasal dari anggota keluarga pasien.

Harapan Hidup Penderita Gagal Ginjal

Berapa lama tepatnya penderita gagal ginjal bisa bertahan hidup, tidak mungkin untuk dipastikan. Setiap orang mengalami kondisi ini secara berbeda.

Secara umum, penderita yang menjalani cuci darah bisa diharapkan untuk hidup sekitar 5 hingga 10 tahun selama mereka disiplin melakukan perawatan.

Beberapa faktor yang berperan penting dalam harapan hidup pasien gagal ginjal adalah:

  • Usia
  • Tahap kegagalan fungsi ginjal
  • Penyakit penyerta lainnya

Orang muda dengan gagal ginjal stadium menengah yang tidak memiliki faktor risiko komplikasi atau penyakit lainnya kemungkinan akan hidup lebih lama dibandingkan orang lanjut usia yang mengalami gagal ginjal stadium 4 atau 5 serta penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit jantung.

Saat seseorang mencapai gagal ginjal stadium akhir, cuci darah harus dilakukan agar bisa tetap hidup. Melewatkan bahkan satu kali saja prosedur cuci darah bisa menurunkan angka harapan hidup.

Transplantasi ginjal bisa memberikan harapan hidup sejauh 5 hingga 10 tahun. Bila transplantasi yang pertama gagal, masih ada kemungkinan untuk melakukan transplantasi yang kedua. [1]

Mencegah Terjadinya Gagal Ginjal

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena gagal ginjal. [1, 4]

  • Ikuti petunjuk konsumsi obat yang dijual bebas. Minum dalam dosis yang terlalu besar (bahkan obat umum seperti aspirin) bisa menyebabkan kadar racun meningkat dalam darah dalam waktu singkat. Hal ini bisa membuat ginjal bekerja lebih keras.
  • Banyak kondisi ginjal atau saluran kemih yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal bila tidak dijaga dengan baik. Hindari risiko penyakit ini dengan: menjaga pola hidup sehat dan mengobati penyebab umum gagal ginjal seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
  • Patuhi nasihat dokter jika memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena gagal ginjal akut akibat penyakit ginjal atau gangguan kesehatan lainnya.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment