Makanan, Minuman dan Herbal

Sawi Bunga: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Sawi bunga, layaknya sayuran lainnya memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Kandungan vitamin dan mineralnya juga memilki manfaat yang cukup sebagai antioksidan, mencegah penyakit-penyakit kronis,

Sawi bunga merupakan jenis sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Sawi bunga memiliki beberapa manfaat yang dapat dirasakan dengan mengonsumsi secara tepat. Berikut penjelasannya.

Tentang Sawi Bunga

Sawi Bunga

Sawi Bunga (Brassica juncea) atau yang juga disebut sebagau sesawi india ini merupakan jenis sawi-sawian yang tergolong dalam keluarga Brassicaceae [1].

Sawi bunga pertama kali dibudidayakan di wilayah India dan sekitarnya. Brassica juncea merupakan persilangan asli dari tanaman Brassica rapa dan Brassica nigra [2].

Tanaman sawi bunga dapat tumbuh ideal pada dataran tinggi. Namun, tanaman ini biasanya dibudidayakan pada ketinggian 100-500 mdpl.

Derajat kemasaman tanah yang diperlukan adalah pH 6 hingga 7. Tanaman ini juga tidak memerlukan air ynag terlalu banyak (tergenang) [1].

Tanaman sawi bunga memiliki beberapa karateristik khusus yang membedakannya dari jenis sawi-sawian yang lain [2].

  1. Mengandung banyak senyawa antioksidan.
  2. Bunga dalam sawi akan menghasilkan biji yang tinggi akan mineral dan vitamin.
  3. Bijinya dapat menghasilkan minyak untuk kesehatan.
  4. Mengandung tinggi mineral terutama kalium.
  5. Bunganya berwarna kuning dan dapat dikonsumsi.

Kandungan Gizi Sawi Bunga

Berikut ini adalah kandungan gizi dalam 100 gram berat kering sawi bunga berdasarkan AKG 2000 kalori [3,17].

NameAmountUnit
Energi27kkal
Lemak total 0,47gram
Lemak jenuh0,012gram
Lemak tak jenuh ganda0,046gram
Lemak tak jenuh tunggal0,110gram
Karbohidrat total4,51gram
Serat pangan3,2gram
Gula1,41gram
Protein2,56gram
Kolestrol0mg
Natrium 20mg
Kalium384mg
Kalsium118mg
Zat besi1,6mg
Magnesium13mg
Vitamin A12370IU
Vitamin B60,2mg
Vitamin C70mg

Kandungan gizi utama dalam sawi bunga adalah vitamin A, vitamin C, magnesium dan kalium. Vitamin A dan vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dalam tubuh yang mencegah terjadinya kerusakan pada sel tubuh [3,4].

Vitamin ini juga memeliki peran masing-masing lainnya. Vitamin A berperan menjaga kesehatan mata. Vitamin C berperan menjaga kesehatan dalam pencernaan [4].

Sedangkan mineral kalium dan magnesium berperan dalam berbagai proses metabolisme sel seperti sel tulang. Kalium juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan kekuatan tulang [3].

Sawi bunga juga mengandung beberapa senyawa antioksidan seperti glukosinolat, isotiosianat, beta karoten dan lutein. Senyawa ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan sistem imun tubuh apabila dikonsumsi dengan tepat [5].

Manfaat Sawi Bunga Bagi Kesehatan

Dengan berbagai nutrisi yang terkandung dalam sawi bunga, maka tak heran jika sawi bunga banyak dikonsumsi masyarakat lantaran mengandung banyak manfaat pula.

Berikut ini manfaat sawi bunga bagi kesehatan tubuh manusia.

1. Sebagai Antioksidan dalam Tubuh

Sawi bunga memiliki kandugan vitamin A dan vitamin C yang tinggi sebagai antioksidan dalam tubuh. Antioksidan in berperan menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel tubuh [4].

Glukosinolat yang terkandung dalam sawi bunga merupakan suatu senyawa yang bergizi tinggi yang berperan sebagai pertahanan terhadap patogen penyebab penyakit [5].

Glukosinolat merupakan senyawa yang terbentuk dari protein dan karbohidrat yang bersifat larut dalam air.

Senyawa ini berperan sebagai antioksidan dalam tubuh yang mampu mencegah radikal bebas masuk dalam tubuh [5].

Isotiosianat merupakan senyawa yang berperan sebagai antikanker. Jadi tidak heran jika sawi bunga bermanfaat mencegah penyakit kanker khususnya kanker organ reproduktif [5].

Selain itu, sawi bunga juga mengandung beta karoten juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dengan menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Beta karoten didalam tubuh akan dirombak menjadi vitamin A [4].

2. Melancarkan Sistem Pencernaan dan Menurunkan Berat Badan

Sawi bunga mengandung serat sebanyak 3,2 gram. Serat berfungsi dalam melancarkan buang air besar sehingga mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi [3].

Kandungan serat dalam sawi bunga juga mampu menurunkan berat badan. Hal ini karena serat merupakan senyawa yang sulit dicerna dalam tubuh sehingga proses pencernaan serat akan sedikit lebih lama [6].

Dengan begitu, rasa lapar akan dapat ditahan karena kandungan serat masih tersimpan dalam pencernaan. Serat juga dapat meningkatkan pergerakan usus dalam penyerapan energi makanan [6].

3. Proses Pembentukan Tulang

Sawi bunga mengandung kalium sebanyak 384 mg. Kalium merupakan mineral yang membantu memastikan kalsium dapat diserap oleh tulang dengan baik [3,7].

Kalsium yang tidak dapat diserap tulang dengan baik dikarenakan keberadaan kalsium dalam pembuluh darah dan urine. Kalsium yang berada dan menumpuk di pembuluh darah dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah [7].

Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang. Kalsium sebagai penyusun tulang dan tulang rawan. Kekurangan kalsium dalam tubuh dapat mengakibatkan osteoporosis (pengapuran pada tulang) [8].

Kalsium bekerja sama dengan mineral fosfor dalam menyusun tulang. Jika salah satu kadarnya terlalu tinggi, maka kadar lainnya akan rendah. Sehingga diperlukan keseimbangan antara kadar kalsium dengan kadar fosfor dalam tubuh [8].

Sawi bunga mengandung mineral magnesium sebanyak 13 mg. Mineral ini berperan meningkatkan aktivitas berbagai enzim dalam metabolisme makanan dalam tubuh [9].

Magnesium mengaktifkan enzim-enzim yang membantu dalam penyerapa kalsium dan fosfor sebagai bahan utama pembentukan tulang. Magnesium yang cukup dalam tubuh dapat meningkatkan massa dan padatnya tulang [9].

4. Mencegah Terjadinya Anemia

Zat besi yang terkandung dalam sawi bunga adalah sebanyak 1,6 mg. Zat besi sangat berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan penyakit anemia [10].

Zat besi bekerja sama dengan protein membentuk hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin berperan mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mentransfer elektron dalam proses metabolisme sel [10].

Jika hemoglobin dalam darah berkurang maka oksigen juga akan berkurang dalam setiap organ tubuh. Hal ini akan menyebabkan tubuh mudah lemas dan dapat kehilangan koordinasi tubuh. Ini merupakan gejala penyakit anemia [10].

5. Menjaga Kesehatan Jantung

Kalium berperan menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari penyakit aterosklerosis maupun serangan jantung. Ateroskeloris merupakan suatu penyakit rusaknya pembuluh darah akibat penyempitan oleh penumpukan kalsium di pembuluh darah [7].

Kalium berperan menjaga agar kalsium tidak menumpuk dan menyebabkan penyempitan di pembuluh darah. Penyempitan yang terjadi semakin lama dapat berisiko terhadap penyakit serangan jantung hingga stroke [7].

Magnesium berperan penting dalam menjaga kesehatan otot khususnya otot jantung. Magnesium jugaberperan mengurangi penumpukan lemak di dalam pembuluh darah [9].

Penumpukan lemak di dalam pembuluh darah juga dapat mengakibatkan aterosklerosis dan serangan jantung [9].

6. Menjaga Kesehatan Kulit

Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas penyebab penuaan dini. Gejala penuaan dini adalah kulit menjadi kusam dan kering, munculnya kerutan halus dan noda hitam serta tubuh sering merasa lelah [11].

Penuaan dini merupakan suatu kondisi tubuh yang mengalami tanda-tanda penuaan sebelum waktunya. Penuaan dini dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti sawi bunga [11].

7. Menjaga Kesehatan Mata

Baik vitamin A dan beta karoten yang terkandung dalam sawi bunga memiliki peran dalam menjaga kesehatan mata. Kedua nutrisi ini berperan menunda terjadinya degenerasi makula [4].

Degenerasi makula adalah suatu penyakit kronis pada mata yang menurunkan kemampuan penglihatan karena ada kerusakan makula dibagian tengah [4,12].

Senyawa ini bekerja sebagai antioksidan yang mencegah stress oksidatif dalam tubuh. Stress oksidatif dapat menjadi faktor yang mempercepat degenerasi makula dan merusak sel retina dan lensa mata [4].

Stress oksidatif merupakan suatu kondisi tubuh yang mengandung radikal bebas terlalu tinggi daripada kadar antioksidan.

Efek Samping Sawi Bunga

Sawi bunga memang bermanfaat, tetapi harus waspada dengan efek samping yang dihasilkan apabila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak tepat. Berikut penjelasan mengenai efek samping dari sawi bunga.

  • Merusak Fungsi Kelenjar Tiroid dan Penyakit Gondok

Sawi bunga mengandung glukosinolat sebagai senyawa antioksidan. Namun, jika dikonsumsi secara mentah dan berlebihan, senyawa ini akan menyebabkan efek samping pada tubuh [13].

Glukosinolat dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar tiroid yaitu pembengkakan.

Hal ini disebabkan karena glukosinolat menyerap iodium dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan gondok yang mengganggu fungsi dari kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon tiroid [13].

Hormon tiroid merupakan salah satu kelenjar endoktrin yang paling besar dalam tubuh manusia. Kelenjar ini berperan penting dalam metabolisme energi dan metabolisme glukosa [14].

Apabila kelenjar tiroid rusak, maka tubuh akan mengalami gangguan metabolisme. Tubuh akan kekurangan atau kelebihan dalam produksi hormon tiroid [14].

Hipertiroidisme adalah suatu kondisi kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan. Hipotiroidisme merupakan kondisi kelenjar tiroid yang sangat sedikit menghasilkan hormon tiroid.

Tips Penyimpanan Sawi Bunga

Sawi bunga merupakan sayuran hijau yang tidak dapat disimpan dalam waktu yang lama. Berikut ini tips menyimpan sawi dengan benar [15].

  • Belilah sawi bunga secukupnya
  • Sawi yang hendak disimpan sebaiknya dibersihkan saja kotorannya dengan tisu agar tidak basah. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan sawi bunga cepat membusuk
  • Lapisi sawi bunga dengan kertas
  • Simpan sawi bunga di rak kulkas paling bawah untuk menjaga kelembabannya.

Tips Konsumsi Sawi Bunga

Sawi bunga sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sebelum mengolah menjadi masakan yang lezat, sawi bunga harus dicuci hingga bersih. Pencucian ini bertujuan agar memastikan seluruh kotoran dan kontaminasi bakteri dapat hilang.

Berikut ini adalah cara konsumsi sawi bunga.

  • Sawi Bunga Rebus

Sawi bunga dapat dikonsumsi dengan direbus. Cara merebusnya sama dengan sayuran lain dengan tambahan bawang putih dan bawang merah yang diiris.

Memasak sawi bunga dengan cara direbus lebih sehat dibanding dengan cara yang lain. Hal ini karena tidak adanya penambahan bahan lain yang dapat mengurangi kandungan nutrisinya seperti minyak dan santan.

  • Sayur Pecel

Sawi bunga dapat dijadikan sebagai tambahan sayur dalam pecel. Sawi dan sayuran lainnya direbus terlebih dahulu dan ditaburi dengan saus kacang atau saus pecel. Saus yang sering digunakan pada pecel ini mengandung kacang tanah yang juga baik bagi kesehatan tubuh [16].

  • Dikonsumsi bersama Mie (Cocok untuk Anak-anak)

Sawi bunga memang sudah sering dikonsumsi sebagai tambahan dalam memasak mie baik mie kuah maupun mie goreng. Bagi anak-anak yang kesulitan mengonsumsi sawi bunga dalam bentuk sayur secara langsung dapat menggunakan cara ini.

Sawi bunga merupakan jenis sawi-sawian yang tinggi akan vitamin A dan vitamin C serta mineral. Manfaat sawi bunga antara lain adalah sebagai antioksidan, menjaga kesehatan jantung, pencernaan, tulang, kulit dan mata serta mencegah penyakit anemia. 

1). Zhesi He, Ian Bancroft. 2018. Nature Genetics 50(11):1496-1497. Organization of the Genome Sequence of the Polyploid Crop Species Brassica Juncea
2). Jinghua Yang, Dongyuan Liu, Xiaowu Wang, Changmian Ji, Feng Cheng, Baoning Liu, Zhongyuan Hu, Sheng Chen, Deepak Pental, Youhui Ju, Pu Yao, Xuming Li, Kun Xie, Jianhui Zhang, Jianlin Wang, Fan Liu, Weiwei Ma, Jannat Shopan, Hongkun Zheng, Sally A Mackenzie, Mingfang Zhang. 2016. Nature Genetics 48(10):1225-32. The Genome Sequence of Allopolyploid Brassica Juncea and Analysis of Differential Homoeolog Gene Expression Influencing Selection
3). Sameer S Ketkar, Atul S Rathore, Sathiyanarayanan Lohidasan, Lakshmi Rao, Anant R Paradkar, Kakasaheb R Mahadik. 2014. Journal of Integrative Medicine 12(4):379-89. Investigation of the Nutraceutical Potential of Monofloral Indian Mustard Bee Pollen
4). Youngeun Kwak, Jungjae Lee, Jihyeung Ju. 2016. EXCLI Journal 15:699-710. Anti-cancer Activities of Brassica Juncea Leaves in Vitro
5). Priyakshee Borpatragohain, Terry J Rose, Lei Liu, Carolyn A Raymond, Bronwyn J Barkla, Graham J King. 2019. PLoS One 4(4):e0213429. Seed Glucosinolate Yield Is Maximized by Higher Rates of Sulfur Nutrition Than Required for Seed Yield in Condiment Mustard (Brassica Juncea L.)
6). Jae-Joon Lee, Hyun A Kim, Joomin Lee. 2018. Nutrition Research and Practice 12(4):298-306. The Effects of Brassica juncea L. Leaf Extract on Obesity and Lipid Profiles of Rats Fed a High-Fat/High-Cholesterol Diet
7). Jin-Long Lai, Xue-Gang Luo. 2019. Ecotoxicology and Enviromental Safety 179:31-39. Comparative Transcriptomics Analysis of Potassium Uptake Pathways Mediated Cesium Accumulation Differences and Related Molecular Mechanisms in Brassica Juncea and Vicia Faba
8). Eliane El Hayek, Adrian J Brearley, Tamara Howard, Patrick Hudson, Chris Torres, Michael N Spilde, Stephen Cabaniss, Abdul-Mehdi S Ali, José M Cerrato. 2019. ACS Earth and Space Chemistry 3(10):2190-2196. Calcium in Carbonate Water Facilitates the Transport of U(VI) in Brassica juncea Roots and Enables Root-to-Shoot Translocation
9). Preetom Regon, Umakanta Chowra, Jay Prakash Awasthi, Pankaj Borgohain, Sanjib Kumar Panda. 2019. Computational Biology and Chemistry 80:498-511. Genome-wide Analysis of Magnesium Transporter Genes in Solanum Lycopersicum
10). Gábor Feigl, Devanand Kumar, Nóra Lehotai, Andrea Pető, Árpád Molnár, Éva Rácz, Attila Ördög, László Erdei, Zsuzsanna Kolbert, Gábor Laskay. 2015. Acta Biologica Hungarica 66(2):205-21. Comparing the Effects of Excess Copper in the Leaves of Brassica Juncea (L. Czern) and Brassica Napus (L.) Seedlings: Growth Inhibition, Oxidative Stress and Photosynthetic Damage
11). Laurent Massip, Chantal Garand, Eric R Paquet, Victoria C Cogger, Jennifer N O'Reilly, Leslee Tworek, Avril Hatherell, Carla G Taylor, Eric Thorin, Peter Zahradka, David G Le Couteur, Michel Lebel. 2010. Federation of American Society for Experimental Biology Journal 24(1):158-72. Vitamin C Restores Healthy Aging in a Mouse Model for Werner Syndrome
12). Paul Mitchell, Gerald Liew, Bamini Gopinath, Tien Y Wong. 2018. Lancet 392(10153):1147-1159. Age-related Macular Degeneration
13). Tamara Sotelo, Pablo Velasco, Pilar Soengas, Víctor M Rodríguez, María E Cartea. 2016. Frontiers in Plant Science 7:1012. Modification of Leaf Glucosinolate Contents in Brassica Oleracea by Divergent Selection and Effect on Expression of Genes Controlling Glucosinolate Pathway
14). Murat Tuncel. 2017. Molecular Imaging and Radionuclide Therapy 26(Suppl 1):87-91. Thyroid Stimulating Hormone Receptor
15). A Suma, Kalyani Sreenivasan, A K Singh, J Radhamani. 2013. The Scientific Word Journal 504141. Role of Relative Humidity in Processing and Storage of Seeds and Assessment of Variability in Storage Behaviour in Brassica Spp. And Eruca Sativa
16). Juliet Mubaiwa, Vincenzo Fogliano, Cathrine Chidewe, Evert Jan Bakker, Anita R Linnemann. 2018. PLoS One 13(10):e0204817. Utilization of Bambara Groundnut (Vigna Subterranea (L.) Verdc.) for Sustainable Food and Nutrition Security in Semi-Arid Regions of Zimbabwe
17. Sunda Al Jabar. 2020. Organisasi Asgar. Kandungan Gizi dan Komposisi dari Sesawi India (Mustar India).

Share