Obat

Suxamethonium: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Suxamethonium atau yang memiliki sinonim succinylcholine adalah bloker neuromuskular. Obat ini merupakan senyawa ester dari succinic acid. [1]

Senyawa suxamethonium pertama kali ditemukan pada tanggal 20 Agutsus 1952. Obat ini digunakan untuk melemaskan otot selama proses bedah. [2]

Apa itu Suxamethonium?

Berikut ini adalah informasi tentang suxamethonium seperti indikasi, kontraindikasi, peringatan dan lain sebagainya: [2,3]

Indikasi Relaksan otot pada anestesi umum
Kategori Obat resep
Konsumsi Anak-anak dan dewasa
Kelas Agen bloker neuromuskular
Bentuk Serbuk untuk injeksi
Kontraindikasi Kelainan bawaan pseudocholinesterase plasma. Riwayat diri atau keluarga hipertermia maligna. Miopati yang dikaitkan dengan peningkatan nilai  creatine kinase pada serum. Glaukoma sudut tertutup. Cedera mata penetrasi. Peningkatan tekanan intraokular. Defisit neurologik termasuk atrofi otot mayor akut (lesi neuron motor bawah dan/ atau atas). Denervasi otot rangka secara luas yang disebabkan penyakit atau cedera susunan sistem saraf pusat, hiperkalemia yang telah ada sebelumnya. Pasien yang sedang pulih dari taruma mayor, luka bakar parah atau luas.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Suxamethonium:
→ Pasien yang hipersensitif terhadap bloker neuromuskular
→ Pasien dengan pengurangan aktivitas plasma cholinesterase
→ Pasien yang patah tulang
→ Pasien yang mengalami gangguan neuromuskular
→ Pasien dengan penyakit jantung atau pernapasan
→ Pasien yang mengalami gangguan keseimbangan elektrolit
→ Pasien yang diduga mengalami keracunan glikosida jantung
→ Anak-anak, ibu hamil dan menyusui
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui IV / Parenteral/ IM (infus / injeksi/ injeksi jaringan otot):
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.

Manfaat Suxamethonium

Suxamethonium digunakan dalam kondisi sebagai berikut: [2,4]

  • Sebagai relaksan otot selama prosedur bedah
  • Sebagai relaksan otot saat menggunakan alat bantu pernapasan

Dosis Suxamethonium

Suxamethonium dapat digunakan pada pasien dewasa dan anak-anak. Berikut ini adalah dosis yang diberikan: [3]

Dosis Suxamethonium Dewasa

Intramuskular/ Injeksi melalui jaringan otot
⇔ Relaksan otot pada anestesi umum
→ Sebagai suxamethonium chloride
→ 3 s/d 4 mg/ kg
→ Dosis maksimum: 150 mg
Intravena/Injeksi melalui pembuluh darah
⇔ Relaksan otot pada anestesi umum
→ Sebagai suxamethonium chloride
→ Dosis tunggal: 0,3 s/d 1,1 mg/ kg diberikan melalui injeksi
→ Dosis tambahan: 50% s/d 100% dari dosis awal dan dalam rentang waktu diberikan 5 s/d 10 menit
→ Untuk perpanjangan waktu bedah, berikan 0,1% s/d 0,2% larutan infus dengan laju 2,5 s/d 4 mg/ menit, atur sesuai kebutuhan
→ Dosis maksimum (sebagai injeksi ulangan atau infus kontinu): 500 mg/jam

Dosis Suxamethonium Anak

Intramuskular/ Injeksi melalui jaringan otot
⇔ Relaksan otot pada anestesi umum
→ Sebagai suxamethonium chloride
→ Usia < 1 tahun: s/d 5 mg/ kg
→ Usia 1 tahun: s/d 4 mg/kg
→ Dosis maksimum: 150 mg
Intravena/Injeksi melalui pembuluh darah
⇔ Relaksan otot pada anestesi umum
→ Sebagai suxamethonium chloride
→ Usia < 1 tahun: 2 mg/ kg
→ Usia 1 s/d 12 tahun: 1 mg/kg

Efek Samping Suxamethonium

Selain digunakan sebagai relaksan otot, suxamethonium dapat menimbulkan efek samping sebagai berikut: [3]

  • Perpanjangan depresi napas atau apnea (pernapasan berhenti sementara)
  • Bradikardia (detak jantung lambat)
  • Takikardia (detak jantung cepat)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Peningkatan tekanan intraokular
  • Hiperkalemia (tingginya kadar kalium dalam tubuh)
  • Kedutan otot
  • Air liur berlebih
  • Rahang kaku
  • Ruam
  • Reaksi anafilkasis (reaksi alergi yang mengancam nyawa) dan reaksi anfilaktoid (reaksi alergi yang tidak melibatkan antibodi IgE)
  • Rhabdomiolisis (kerusakan dan kematian jaringan otot rangka) dengan hiperkalemia yang selanjutnya diikuti oleh disritmia ventrikel dan serangan jantung
  • Hipertermia maligna (kenaikan suhu tubuh secara cepat akibat komplikasi anastesia)

Adapun overdosis dari suxamethonium adalah: [3]

  • Apnea
  • Perpanjangan kelumpuhan otot
  • Penurunan kapasitas pernapasan cadangan
  • Volume tidal rendah

Adapun gejala efek samping yang perlu diketahui tenaga medis adalah sebagai berikut: [2]

  • Hipersensitivitas
  • Muskoskeletal
    • Sangat umum (10% atau lebih): kedutan otot, nyeri otot pascaoperasi
    • Umum (1% s/d 10%): mioglobinemia (tingginya kadar mioglobin dalam darah), mioglobinuria (terdapat protein mioglobin di dalam air seni)
    • Jarang (kurang dari 0,1%): trismus (keterbatasan pergerakan rahang)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: rhabdomiolisis, mioglobinuria, mioglobinemia, peningkatan nilai fosfokinase kreatin, hipertonia (menurunnya kemampuan otot untuk meregang), memburuknya kondisi miastenia gravis
  • Okular
    • Umum (1% s/d 10%): peningkatan tekanan intraokular
  • Metabolisme
    • Umum (1% s/d 10%): hiperkalemia
  • Sistem pernapasan
    • Jarang (0,01% s/d 0,1%): bronkospasme (pengetatan otot bronkus), perpanjangan depresi pernapasan, apnea
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): peningkatan sekresi bronkus, pembengkakan paru (pada anak bayi)
  • Lainnya
    • Sangat jarang (kurang dari 0,01%): hipertermia maligna, porfiria (kondisi penumpukan protein porfirin dalam tubuh)
  • Ginjal
  • Kardiovaskular
    • Umum (1% s/d 10%): bradikardia, takikardia, peronaan, hipertensi, hipotensi
    • Jarang (0,01% s/d 0,1%): aritmia (termasuk aritmia ventrikel) serangan jantung, serangan jantung yang diakitkan dengan hiperkalemia (pemberian pada pasien dengan lumpuh otak bawaan, tetanus, distrofi otot Duchenne, cedera kepala tertutup)
    • Frekuensi tidak dilaporkan: kolaps sirkualasi, syok
  • Kulit
    • Umum (1% s/d 10%): ruam
  • Sistem pencernaan
    • Sangat umum (10% atau lebih): peningkatan tekanan intragastrik, air liur berlebih
    • Frekuensi tidak dilaporkan: peningkatan pergerakan perut bagian bawah, peningkatan sekresi pencernaan

Detail Suxamethonium

Di bawah ini adalah informasi mengenai suxamethonium yakni penyimpanan, cara kerja, interaksi dengan obat lain dan sebagainya: [3]

Penyimpanan Serbuk
→ Simpan antara 2 – 8 ° C.
Cara Kerja Deskripsi: suxamethonium chloride adalah relaksan otot rangka tipe pendepolarisasi sangat cepat. Obat menghalangi persimpangan neuromuskular dengan cara terikat pada reseptor kolinergik dan mendepolarisasinya.
Onset: 0,5 s/d 1 menit (IV). Sekitar 2 s/d 3 menit (IM).
Durasi: 4 s/d 6 menit (IV); 10 s/d 30 menit (IM)
Farmakokinetik
Penyebaran: mampu melewati plasenta (dalam jumlah sedikit)
Metabolisme: segera dihidrolisis olehccholinesterase plasma
Ekskresi: dikeluarkan melalui air seni, sekitar 10% sebagai bentuk awal obat
Interaksi dengan obat lain → Memperpanjang efek menghalangi neuromuskular dengan agen anticholinesterase spesifik (mis. neostigmine), senyawa sitotoksik (mis. cyclophosphamide), antiaritmia (mis. quinidine), aminoglikosida, obat psikiatris (mis. chlorpromazine), garam magnesium, agen anaestesia (mis. morphine), SSRI, dan insektisida organofosfat
→ Peningkatan resiko memburuknya hiperkalemia yang disebabkan suxamethonium oleh obat-obatan yang menyerupai digitalis
Overdosis ⇔ Gejala: apnea, perpanjangan kelumpuhan otot, penurunan kapasitas pernapasan cadangan, volume tidal rendah
⇔ Cara Mengatasi: Penanganan sesuai gejala. Pastikan jalan napas dan ventilasi cukup sampai pernapasan normal pulih. Gunakan neostigmine untuk membalikkan hambatan non-depolarisasi yang diinduksi oleh suxamethonium dan harus diberikan bersama dengan agen antikolinergik (mis. atropine) dengan dosis yang sesuai.

Pertanyaan Seputar Suxamethonium

Bisakah suxamethonium diberikan untuk menangani kontraksi otot pada pasien yang mengalami kejang-kejang?

Obat ini bisa digunakan untuk mengurangi intensitas kontraksi otot yang dikaitkan dengan kejang yang diinduksi oleh obat atau perubahan sinyak listrik di otak. [4]

Apakah suxamethonium dapat digunakan pada pasien lansia?

Ya, bisa. Dosis yang diberikan sama dengan dosis orang dewasa pada umumnya. [4]

Apakah pasien dengan luka bakar dapat diberikan suxamethonium?

Tidak bisa. Pemberian pada pasien dengan kondisi tersebut adalah kontraindikasi sebab dapat meningkatkan resiko hiperkalemia pada rentang waktu 5 s/d 70 hari setelah luka tersebut didapatkan. [4]

Apakah suxamethonium dapat menyebabkan aritmia?

Ya, bisa. Efek ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan pemberian dosis berulang. [4]

Bisakah suxamethonium diberikan kepada pasien yang sedang menjalani radioterapi?

Ya, bisa. Penggunaan seperti pada pasien yang disebutkan di atas haruslah berhati-hati. [4]

Contoh Obat Suxamethonium (Merek Dagang) di Pasaran

Di bawah ini adalah beberapa merek dagang dari suxamethonium yakni: [3]

Brand Merek Dagang
Anekcin
Quelicin
Anektil

1. Anonim. Succinylcholine. National Center for Biotechnology, National Institutes of Health; 2020.
2. Anonim. Succinylcholine. Drugs; 2020.
3. Anonim. Suxamethonium. MIms Indonesia; 2020.
4. Anonim. Suxamethonium Chloride 50 mg/ml Solution for Injection. Medicines; 2020.

Share