Obat

Brompheniramine : Manfaat, Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Christine Verina
Brompheniramine adalah obat antihistamine yang berbentuk tablet, kapsul, suspensi, dan suntikan dan berfungsi sebagai anti alergi. Gejala alergi yang dapat diatasi dengan konsumsi brompheniramine diantaranya

Brompheniramine adalah obat generik yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit yang disebabkan oleh alergi [1,2,3]. Brompheniramine sering juga digunakan untuk mengobati nasofaringitis atau pilek yang akut [3].

Apa itu Brompheniramine?

Berikut ini adalah penjelasan tentang Brompheniramine, dimulai dari indikasi hingga peringatan dalam penggunaannya[1,2].

Indikasi Gejala akibat alergi
Kategori Obat Bebas Terbatas
Konsumsi Anak-anak dan dewasa
Kelas Antihistamin dan Anti – Alergi
Bentuk Tablet, kapsul, suspensi, dan suntikan
Kontraindikasi Hipersensitif. Bronkitis dan Penyakit jantung akut dan kehamilan trimester ke 3.
Peringatan Pasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Brompheniramine:
→ Pasien yang memiliki alergi terhadap Brompheniramine
→ Pasien dengan glaukoma, kejang, dan gangguan tiroid
→ Pasien yang memiliki asma, bronkitis akut, penyakit jantung, penyakit arteri yang tersumbat, dan masalah pernapasan
→ Pasien yang memiliki tekanan darah yang parah (hipertensi) dan diabetes
→ Pasien dengan tukak lambung dan penyumbatan atau gangguan saluran pencernaan seperti pada lambung
→ Pasien yang memiliki pembesaran pada prostat dan gangguan pada kandung atau saluran kemih
→ Pasien dengan gangguan hati dan ginjal
→ Pasien yang mengkonsumsi alkohol dan narkotika
→ Pasien yang sedang menjalani pengobatan lain khususnya obat untuk mengatasi depresi dan penyakit Parkinson
→ Pasien dengan kelainan pada tubuh yang tidak bisa menguraikan asam amino (penyakit fenilketonuria)
→ Pasien yang sudah lanjut usia atau berusia di atas 65 tahun
→ Anak-anak, ibu hamil khususnya kehamilan trimester ke 3 dan menyusui

Beberapa anjuran yang diberikan saat penggunaan Brompheniramine adalah :
→ Tidak mengendarai mobil atau motor dan tidak menggunakan mesin atau peralatan yang berbahaya dan membutuhkan ketelitian
→ Tidak menggunakan Brompheniramine sebagai obat tidur pada anak
→ Tidak menggunakan alkohol dan obat terlarang
→ Tidak menggunakan obat anti depresi atau penenang dan obat untuk penyakit Parkinson
→ Jika akan menjalani operasi dan sedang menggunakan obat ini, harap memberitahukan kepada dokter atau tim medis
Kategori Obat pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui PO / Parenteral (Diminum/ Suntikan)
Kategori C: Studi pada reproduksi hewan menunjukkan efek buruk pada janin. Tidak ada studi memadai dan terkendali pada manusia. Obat boleh digunakan jika nilai manfaatnya lebih besar dari risiko terhadap janin.
Tinjauan
Brompheniramine adalah obat untuk anak - anak dan dewasa yang berbentuk tablet, kapsul, suspensi, dan suntikan dan berguna untuk mengobati berbagai kondisi akibat dari reaksi alergi.

Manfaat Brompheniramine

Brompheniramine adalah obat yang mengobati berbagai kondisi akibat dari berbagai alergi yaitu alergi rhinitis (alergi terhadap sesuatu seperti bulu binatang, asap, debu, dan lain sebagainya) dan alergi serbuk sari [3].

Selain itu, beberapa penyakit lain yang dapat diobati dengan Brompheniramine adalah gejala dari rhinitis akut dan nasofaringitis akut [3].

Beberapa kondisi atau gejala dari reaksi alergi, rhinitis akut, dan nasofaringitis yang dapat diobati dengan Brompheniramine adalah [2]:

  • Bersin, pilek, dan hidung tersumbat dan gatal;
  • Demam,
  • Mata berair atau terasa gatal;
  • Urtikaria atau biduran yaitu gatal – gatal pada kulit berbentuk ruam yang menonjol atau benjolan kecil berwarna merah.

Dosis Brompheniramine

Pemberian Brompheniramine dibagi menjadi dua bagian utama yaitu dosis dewasa dan dosis anak – anak [2].

Dosis Brompheniramine Dewasa

Oral / Bentuk Tablet (Immediate Release)
→ Dosis sekali minum : 4 – 6 mg
→ Interval Dosis : setiap 6 jam sekali
→ Dosis Maksimum: 24 mg/ hari
Oral/ Bentuk Kapsul (Extended Release)
→ Dosis sekali minum : 6 – 12 mg
→ Interval Dosis : 2 kali dalam sehari
→ Dosis Maksimum: 24 mg/ hari
Melalui Parenteral (Suntikan/ IV atau pada infus/ IM)
→ Dosis suntikan : 5 – 20 mg
→ Interval Dosis : setiap 6 -12 jam sekali
→ Dosis Maksimum: 40 mg/ hari

Dosis Brompheniramine Anak – Anak

Oral/ Bentuk Tablet (Immediate Release)
⇔ <6 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 0.125 mg/ kg/ dosis
→ Interval Dosis : setiap 6 jam sekali
→ Dosis Maksimum : 6 – 8 mg/ hari

⇔ 6 – 12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 2 – 4 mg
→ Interval Dosis : setiap 6 – 8 jam sekali
→ Dosis Maksimum : 12 – 16 mg/ hari

⇔ >12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 4 mg
→ Interval Dosis : setiap 6 jam sekali atau 2 kali sehari (tergantung reaksi tubuh)
→ Dosis Maksimum : 24 mg/ hari
Oral/ Bentuk Kapsul (Extended Release)
⇔ >12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 6 – 12 mg
→ Interval Dosis : 2 kali sehari, namun banyak pasien yang minum sebanyak 1 kali sehari pada malam hari sebelum tidur
→ Dosis Maksimum : 24 mg/ hari
Oral/ Bentuk Suspensi (Extended Release)
⇔ 2 – 6 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 2.5 mg
→ Interval Dosis : 2 kali sehari, namun banyak pasien yang minum sebanyak 1 kali sehari pada malam hari sebelum tidur
→ Dosis Maksimum : 24 mg/ hari

⇔ 6 – 12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 5 mg
→ Interval Dosis : 2 kali sehari, namun banyak pasien yang minum sebanyak 1 kali sehari pada malam hari sebelum tidur
→ Dosis Maksimum : 24 mg/ hari
Suntikan (IV/ IM)
⇔ <12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 0.5 mg/ kg/ hari
→ Interval Dosis : setiap 6 – 8 jam dalam sehari
→ Dosis Maksimum : 40 mg/ hari

⇔ >12 tahun
→ Dosis Sekali Minum : 5 – 20 mg
→ Interval Dosis : setiap 6 – 12 jam dalam sehari
→ Dosis Maksimum : 40 mg/ hari

Efek Samping Brompheniramine

Bhrompheniramine tidak akan memberikan efek yang serius ketika digunakan dengan dosis dan aturan yang tepat.

Beberapa efek samping yang sering terjadi adalah sebagai berikut[2]:

  • Rasa kantuk dan penglihatan kabur;
  • Sembelit;
  • Kulit dan wajah memerah (terasa hangat, kemerahan dan geli);
  • Mulut, hidung atau tenggorokan kering;
  • Merasa gelisah, gugup atau bersemangat (khususnya pada anak-anak).

Beberapa efek samping yang serius dan harus segera memberhentikan obat dan membawa ke rumah sakit (emergency) adalah[1,2]:

  • Gejala adanya reaksi alergi terhadap obat seperti ruam, gatal – gatal, kulit merah, gatal, bengkak, melepuh, atau mengelupas, demam, mengi, sesak pada dada atau tenggorokan, kesulitan bernapas, menelan, dan berbicara, suara serak yang tidak biasa, atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah atau tenggorokan;
  • Nyeri pada dada atau memiliki detak jantung yang cepat dan tidak normal;
  • Sesak napas;
  • Perubahan keseimbangan, penglihatan, dan suasana hati;
  • Halusinasi (melihat atau mendengar hal yang tidak nyata);
  • Sakit tenggorokan yang sangat buruk;
  • Demam atau kedinginan;
  • Kesulitan buang air kecil;
  • Terdapat memar atau pendarahan pada bagian tubuh;
  • Sangat pusing, vertigo dan pingsan;
  • Merasa sangat kelelahan, lemah, bingung, dan gelisah;
  • Badan kejang dan menimbulkan efek ketenangan;
  • Perut kram, mulas, mual, muntah, dan diare.

Beberapa efek samping yang ditemukan oleh tenaga medis profesional adalah[2]:

  • Sistem saraf :
    • Depresi pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan kantuk dan sedasi, diskinesia, tremor pada wajah.
  • Saluran pencernaan :
    • Mual, mulut kering, dan sembelit.
  • Kardiovaskular :
  • Mata :
    • Penglihatan kabur, diplopia (penglihatan ganda), dan mata kering.
  • Genitourinari :
    • Penurunan jumlah urin, retensi urin yang akut, dan nyeri saat buang air kecil.

Detail Brompheniramine

Berikut ini adalah keterangan secara lengkap dan rinci dari Brompheniramine seperti cara penyimpanan, cara kerja, interaksi pada obat dan makanan, gejala overdosis, dan pengaruh pada hasil laboratorium[1,2,3].

Penyimpanan Tablet / kapsul / suspensi :
→ Simpan antara 15-30 ° C.
→ jangan simpan di freezer.
→ Lindungi dari cahaya, panas, dan kelembaban.
Cara Kerja Deskripsi :
Brompheniramine merupakan antihistamin dan antimuskarinik yang memberikan efek ketenangan yang sedang.
Brompheniramine merupakan antagonis dari histamin H1 dari kelas alkilamin. Zat dari obat ini bersaing dengan histamin H1 pada bagian reseptor.

⇔ Farmakokinetik :

Penyerapan : diserap dengan baik oleh saluran pencernaan.
Waktu konsentrasi plasma untuk memuncak: 2-4 jam
Distribusi : didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh.
Volume distribusi: sekitar 12 L/ kg
Pengikatan protein plasma : 39 – 49%
Metabolisme : membentuk monodesmethylbrompheniramine dan didesmethylbrompheniramine dari proses N-dealkilasi. Proses metabolisme menjadi turunan asam propionat.
Ekskresi : sekitar 40% menjadi obat dan metabolit yang tidak dapat diubah melalui urin dan sekitar 2% melalui feses.
Waktu paruh eliminasi : sekitar 25 jam.
Interaksi dengan obat lain → Dapat meningkatkan efek sedatif atau ketenangan jika digabungkan dengan obat depresan SSP seperti analgesik, hipnotik, atau anti-psikotik.
→ Dapat menutupi tanda – tanda dari efek samping yang akut jika digabungkan dengan obat ototoksik seperti Aminoglikosida.
Interaksi dengan makanan → Alkohol dapat meningkatkan efek depresan SSP seperti rasa nyeri, denyut jantung dan pernapasan tidak beraturan.
→ Dapat digunakan dengan makanan.
Overdosis ⇔ Gejala: rasa kantuk yang parah; rasa kebingungan dan halusinasi; merasa gugup, gelisah, dan pusing; tubuh kejang; dan jumlah urin yang sedikit bahkan tidak ada.
⇔ Cara Mengatasi: memberhentikan obat, melakukan tindakan pertolongan pertama, dan membawa ke rumah sakit.
Pengaruh pada hasil lab → Dapat memberikan hasil positif yang palsu terhadap amfetamin / metamfetamin melalui tes urin.
→ Dapat mengganggu hasil tes kulit yang menggunakan ekstrak alergen.

Pertanyaan Seputar Brompheniramine

Apakah Brompheniramine berbahaya bagi wanita hamil dan menyusui?

Belum ada penelitian yang dilakukan terhadap wanita hamil dan menyusui untuk memastikan efek buruk pada janin. Namun, obat ini memberikan kontraindikasi bagi wanita hamil trimester ke 3. Jadi, sebaiknya wanita hamil dan menyusui berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini[2].

Apakah Brompheniramine memberikan rasa kantuk?

Ya. Jadi, sebaiknya menghindari untuk mengemudi atau menggunakan peralatan dan mesin yang berbahaya dan membutuhkan ketelitian[1,2].

Apa yang harus diberitahukan kepada dokter saat akan menggunakan Brompheniramine?

Hal yang perlu diberitahukan adalah riwayat penyakit khususnya jantung, asma, hati, ginjal, dan saluran pencernaan, riwayat alergi obat, pengobatan yang sedang dijalani khususnya obat anti depresi dan penyakit Parkinson[1,2].

Contoh Brompheniramine di Pasaran

Beberapa contoh merek Brompheniramine di pasaran adalah[2,3] :

Brand Merek Dagang
BromaxBroveX
SiltaneBidhist
Cophene BNasahist B
BromaphenHistaject
Lodrane 24Dimatene

1) Anonim. Diakses 2020. MIMS Indonesia. Brompheniramine.
2) Anonim. Diakses 2020. Drugs.com. Brompheniramine.
3) Anonim. Diakses 2020. DrugBank. Brompheniramine.

Share