Penyakit & Kelainan

Jantung Rematik: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Penyakit jantung reumatik adalah kondisi dimana katup jantung mengalami kerusakan yang permanen akibat demam reumatik. Penyakit ini didahului oleh infeksi bakteri streptococcus yang tidak ditangani dengan

Apa Itu Jantung Rematik?

Penyakit jantung rematik dimulai dari sakit tengorokkan dari bakteri Streptococcus pyogenes (kelompok dari Streptococcus A) dimana dapat berpindah dengan mudah dari manusia ke manusia lainnya seperti infeksi saluran atas lainnya. [3]

Pada beberapa orang, infeksi Streptococcus yang berulang dapat menyebabkan sistem imun bereaksi melawan jaringan tubuh sendiri termasuk membuat radang dan jaringan parut pada katup jantung. Hal inilah yang disebut dengan demam rematik. [3]

Penyakit jantung rematik terjadi akibat inflamasi dan pembentukkan jaringan parut pada katup jantung yang disebabkan oleh demam remaik. [3]

Penyakit jantung rematik umumnya terjadi 10 sampai 20 tahun setelah penyakit awal. Tidak semua orang dengan demam rematik akan mengalami penyakit jantung rematik. [1]

Gejala Jantung Rematik

Gejala dari demam rematik dapat termasuk [1,3] :

  • Demam
  • Nyeri sendi terutama lutut, siku, dan pergelangan tangan
  • Nyeri saat menggerakkan sendi
  • Sendi menjadi bengkak, merah, dan hangat
  • Sakit kepala
  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali dengan terentak-sentak yang disebut chorea
  • Benjolan yang tidak sakit dekat sendi dan/atau ruam berbentuk lingkaran merah muda dengan tengah yang jernih (keduanya jarang terjadi)
  • Nyeri dada
  • Murmur jantung

Gejala dari kerusakan katup jantung yang berhubungan dengan penyakit jantung rematik adalah [1,3] :

  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada perut, tangan, dan kaki
  • Sakit kepala
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan
  • Rasa lelah atau lemah
  • Pusing atau hampir pingsan

Penyebab Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik disebabkan oleh demam rematik, sebuah penyakit inflamasi yang dapat menyerang banyak jaringan ikat, terutama pada jantung, sendi, kulit, atau otak. [2]

Katup jantung dapat menjadi inflamasi dan membentuk jaringan parut seiring berjalannya demam rematik. Hal ini dapat menyebabkan penyempitan atau kebocoran katup jantung sehingga jantung sulit berfungsi normal. [2]

Kondisi kerusakan katup jantung membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk dan dapat menyebabkan gagal jantung. [2]

Demam rematik dapat terjadi pada berbagai usia, namun umumnya terjadi pada anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. [2]

Komplikasi dari Jantung Rematik

Beberapa komplikasi dari penyakit jantung rematik adalah [2] :

  • Gagal jantung, dapat menyerang pada kebocoran atau penyempitan jantung yang berat.
  • Endokarditis bakterial, sebuah infeksi dari lapisan dalam jantung dan menyerang saat demam rematik sudah merusak katup jantung.
  • Komplikasi dari kehamilan dan proses melahirkan dengan kerusakan jantung. Wanita dengan penyakit jantung rematik harus mendiskusikan kondisinya dengan dokter sebelum hamil.
  • Ruptur katup jantung, hal ini adalah gawat darurat dan perlu penanganan operasi atau pergantian katup jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila gejala anda semakin memburuk atau anda mengalami gejala baru, segeralah pergi ke dokter. [2]

Jika anda memiliki lebih dari satu gejala jantung rematik, segera pergi ke dokter. Dapatkan penanganan segera jika anda mengalami nyeri dada, pingsan atau sesak napas. [1]

Cara Mendiagnosa Jantung Rematik

Dokter anda akan mendiagnosa penyakit jantung rematik setelah memeriksa gejala anda, mendapati riwayat penyakit anda, dan memberikan anda pemeriksaan fisik penuh. [1]

Tidak ada tes spesifik untuk penyakit jantung rematik. Tahap pertama adalah menegakkan apakah anda terkena infeksi Streptococcus atau tidak. [1]

Kultur tenggorokan dan/atau tes darah dapat dilakukan untuk menemukan antibodi Streptococcus jika infeksi baru saja terjadi. Jika sudah banyak waktu terlewatkan, antibodi akan hilang dan dokter akan mengandalkan ingatan anda tentang penyakit baru-baru ini. [1]

Bersamaan dengan itu, dilakukan beberapa tes untuk membantu diagnosa jantung rematik, seperti [2] :

  • Echokardiogram

Tes ini menggunakkan gelombang suara untuk mengecek ruang jantung dan katupnya. Pantulan dari gelombang suara membentuk gambaran pada layar sebagai transduser ultra suara yang melewati kulit dan jantung. [2]

Echo dapat menunjukkan kerusakan pada penutup katup, arah balik aliran darah karena kebocoran katup, cairan disekitar jantung, dan pelebaran jantung. [2]

Tes ini merekam kekuatan dan waktu dari aktivitas elektrikal jantung. Tes ini juga menunjukkan ritme yang abnormal (aritmia dan disritmia) dan dapat mendeteksi kerusakan otot jantung. Sensor kecil akan ditempelkan pada kulit anda untuk menangkap aktivitas elektrik jantung. [2]

Sebuah x-ray atau rontgen dada dapat dilakukan untuk memeriksa paru-paru dan melihat apakah jantung anda mengalami pelebaran atau tidak. [2]

Tes MRI jantung adalah tes gambaran yang mengambil foto detail dari jantung. MRI jantung digunakan untuk mendapatkan gambaran lebih presisi pada katup jantung dan otot jantung. [2]

Pengobatan Jantung Rematik

Tidak ada penanganan untuk penyakit jantung rematik, serta kerusakan dari katup jantung bersifat permanen. Pasien jantung rematik akan sering memerlukan operasi untuk mengganti atau memperbaiki kerusakan katup jantung. [3]

Tergantung dari keparahan penyakit, medikasi juga diperlukan untuk mengobati gejala dari gagal jantung atau ritme jantung yang abnormal. Medikasi untuk mengencerkan darah digunakan untuk mengurangi resiko penggumpalan darah. [3]

Pada kasus yang serius, operasi dapat diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung. Faktor yang menentukan keparahan penyakit ini adalah tingkat kerusakan pada katup jantung. [2,3]

Untuk terapi demam rematik dapat digunakan antibiotik untuk infeksi Streptococcusnya. Anti inflamasi juga dapat digunakan untuk mengurangi inflamasi dan mengurangi resiko kerusakan jantung. [2]

Pengobatan antibiotik yang paling efektif untuk mencegah infeksi berulang adalah benzathine penicilin G, yang diberikan dengan injeksi intramuskular setiap 3-4 bulan sekali selama bertahun-tahun. [3]

Pasien demam remaik sering diberikan antibiotik harian atau mingguan, bahkan mungkin seumur hidup, untuk mencegah infeksi berulang dan mengurangi resiko kerusakan jantung. Untuk mengurangi inflamasi, obat-obatan aspirin, steroid, dan non-steroid dapat diberikan. [2]

Pencegahan Jantung Rematik

Anak-anak atau remaja dengan kerusakan jantung dari demam rematik membutuhkan antibiotik sampai mereka berusia 25 sampai 30 tahun. Hal ini untuk mencegah demam rematik berulang dan menghindari pembentukkan infeksi endokarditis. [1]

Anda dapat mengurangi resiko dari kerusakan jantung dan stroke dengan [1] :

  • Mengetahui dan mengontrol tekanan darah
  • Mengontrol diabetes
  • Mengontrol kolesterol darah
  • Memulai hidup sehat
  • Hindari atau lepas dari rokok
  • Hidup lebih aktif
  • Mengkonsumsi makanan yang seimbang
  • Mengatur berat tubuh yang sehat
  • Mengurangi asupan alkohol
  • Mengatur stres

Untuk negara dengan endemik penyakit jantung rematik, strategi utama untuk pencegahan, kontrol dan elimasi termasuk [2] :

  • Meningkatkan standar hidup
  • Memperbesar akses untuk penganganan yang sesuai
  • Memastikan stok antibiotik yang konsisten untuk pencegahan primer dan sekunder
  • Membentuk dan melaksanakan program pencegahan dan kontrol dari penyakit jantung rematik
  • Mendukung monitoring dan surveilens

1. Anonim. Rheumatic Heart Disease. Heart and Stroke Foundation of Canada; 2020.
2. Anonim. Rheumatic Heart Disease. Johns Hopkins Medicine; 2021.
3. Anonim. Rheumatic Heart Disease. World Health Organizations; 2020.

Share