Makanan, Minuman dan Herbal

9 Makanan untuk Sariawan dan Panas Dalam

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sariawan ditandai dengan adanya lingkaran putih kecil pada membran mukosa mulut. Sariawan terjadi akibat adanya infeksi jamur pada mulut dan biasanya dikaitkan dengan panas dalam[1, 2].

Gejala dari sariawan dan panas dalam dapat meliputi kemerahan pada bagian dalam mulut, hilangnya rasa, dan sensasi seperti ada kapas di dalam mulut[2].

Sariawan dan panas dalam dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini termasuk umum dan tidak berbahaya, namun sering kali mengakibatkan gangguan dalam proses makan dan mengunyah makanan[1, 2].

Beberapa makanan berikut dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan membantu mengatasi sariawan dan panas dalam:

1. Yogurt

Yogurt probiotik mengandung kultur bakteri baik yang dapat membantu mengatasi sariawan dengan menghentikan pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Bakteri baik ini juga dapat membantu memulihkan keseimbangan normal mikroflora di dalam mulut[3].

Selain itu, yogurt memiliki tekstur lembut sehingga mudah untuk dimakan saat gejala sariawan dan panas dalam mengakibatkan kesulitan menelan akibat adanya rasa sakit pada mulut dan tenggorokan[3].

Sejak tanda sariawan muncul, mulailah mengkonsumsi yogurt beberapa kali sehari. Sebaiknya memilih yogurt tanpa tambahan pemanis karena kandungan gula dapat meningkatkan pertumbuhan jamur[3].

Jika tidak suka yogurt, manfaat yang serupa dapat diperoleh dengan mengkonsumsi suplemen probiotik[3].

2. Jus Lemon

Jus lemon diduga memiliki manfaat antiseptik dan antijamur yang dapat membantu melawan jamur penyebab sariawan[2, 3].

Studi tahun 2009 menemukan bahwa lemon dapat membantu mengobati sariawan pada partisipan studi yang positif HIV[2].

Selain dengan dikonsumsi langsung, lemon jus dapat diaplikasikan ke bagian mulut yang sariawan. Akan tetapi, pengaplikasian langsung dapat menimbulkan sensasi terbakar dan iritasi akibat keasaman lemon[3].

Opsi yang lebih dianjurkan ialah dengan menambahkan jus lemon ke dalam 1 gelas air lalu dicampurkan. Minuman dapat diminum langsung atau digunakan untuk berkumur[2, 3].

3. Cuka Sari Apel

Suatu studi menemukan bahwa cuka sari apel memiliki manfaat antijamur yang dapat membantu melawan pertumbuhan berlebih dari jamur Candida[2, 3].

Kita bisa menambahkan cuka sari apel ke dalam makanan yang dikonsumsi untuk membantu mengatasi sariawan. Cuka sari apel juga dapat dibuat larutan yang digunakan untuk berkumur[2, 3].

Sebaiknya memilih cuka sari apel yang mentah dan tidak disaring. Untuk membuat larutan, masukkan 1 sendok teh cuka sari apel ke dalam segelas air. Gunakan untuk berkumur selama setidaknya 15 detik, ulangi setiap hari[2, 3].

4. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang berfungsi sebagai anti inflamasi[3].

Menurut studi tahun 2010, kurkumin dapat membantu mengatasi sariawan. Studi tersebut menemukan bahwa kurkumin bersifat antijamur terhadap spesies jamur Candida albicans dan non-albicans, terutama ketika dikombinasikan dengan piperine[3].

Piperine ialah senyawa yang ditemukan dalam lada hitam yang dapat membantu tubuh menyerap kunyit[3].

Untuk mendapatkan manfaat optimal, kita bisa menambahkan kunyit dan lada hitam dalam masakan yang hendak dimakan. Kita juga bisa membuat pasta campuran kunyit dan lada hitam untuk diaplikasikan langsung pada sariawan[3].

5. Tomat

Tomat memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C diperlukan untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal[3].

Vitamin C meningkatkan produksi sel-sel darah putih, yang mana membantu melindungi tubuh melawan infeksi. Selain itu, vitamin C juga membatu sel-sel tersebut untuk bekerja dengan lebih efisien dan melindungi sel dari molekul berbahaya[3].

Meningkatkan konsumsi vitamin C dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi[3].

6. Bawang Putih

Bawang putih merupakan bahan makanan yang kaya akan senyawa antijamur, antibakteri, dan antiinflamasi. Bawang putih bisa ditambahkan dalam berbagai masakan. Jika memungkinkan, bisa dikonsumsi secara mentah sebagai bahan pelengkap salad atau daging[4].

7. Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki manfaat antijamur karena kandungan senyawa asam kaprilat. Senyawa ini yang membantu membunuh jamur dengan menyebabkan kerusakan pada dinding sel jamur. Asam kaprilat dapat membersihkan Candida albicans dari usus tanpa mempengaruhi kadar bakteri probiotik sehat[1].

8. Pepaya

Pepaya kaya akan kandungan vitamin C, yaitu mencapai 115% dari daily value. Vitamin C berperan membantu mengatasi infeksi dengan cara meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh[5].

Buah, biji, dan daun pepaya mengandung zat antijamur sehingga dapat membantu mencegah dan mengatasi infeksi. Penelitian menunjukkan efektivitas ekstrak biji pepaya dalam melawan infeksi jamur[5].

Kita bisa mengkombinasikan potongan buah pepaya, mangga, paprika merah, bawang merah, raspberry, jus lemon, dan ketumbar. Kemudian tambahkan biji pepaya yang dihancurkan sebagai pelengkap[5].

9. Minyak Oregano

Minyak esensial oregano merupakan obat komplementer populer untuk mencegah dan mengatasi infeksi jamur dan bakteri[5].

Studi menunjukkan bahwa minyak oregano efektif dalam melawan berbagai jenis jamur, termasuk Candida albicans yang mana merupakan penyebab dari sekitar 90% infeksi jamur[5].

1. Debra Waters. Home remedies for thrush: 9 natural remedies for thrush to try at home. Good to Know; 2021.
2. Angelica Bottaro, reviewed by Jonathan B. Jassey, DO. Oral Thrush Home Remedies. Very Well Health; 2021.
3. Annette McDermott, reviewed by Angelica Balingit, MD. Oral Thrush: 9 Home Remedies to Help Manage Your Symptoms. Healthline; 2021.
4. Michele Scarr. Do you keep getting thrush? The secret's in your diet. Nutritionist Resource; 2020.
5. Leah Polakoff. 5 Foods That Prevent Yeast Infections. Prevention; 2016.

Share