Penyakit & Kelainan

Penyakit Meniere : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Penyakit Meniere?

Penyakit Meniere ( img : Hearing Resources Audiology Center )

Penyakit Meniere merupakan suatu kondisi telinga bagian dalam yang mengalami kelainan ditandai utamanya dengan keluhan vertigo hingga penurunan fungsi pendengaran [1,2,3,4,8].

Penyakit Meniere dapat dialami oleh siapapun tanpa memandang usia, namun risiko penyakit ini lebih tinggi dialami oleh orang-orang dewasa muda hingga paruh baya.

Penyakit yang umumnya hanya memengaruhi salah satu sisi telinga ini dikenal dengan kondisi kronis yang mampu mengganggu dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Tinjauan
Penyakit Meniere adalah kelainan pada telinga bagian dalam yang ditandai dengan serangan beberapa episode vertigo dan paling berpotensi diderita oleh orang-orang usia dewasa muda sampai paruh baya.

Fakta Tentang Penyakit Meniere

  1. Prevalensi penyakit Meniere adalah antara 3,5-513 per 100.000 yang jauh lebih berpotensi terjadi pada pasien wanita berkulit putih dan berusia lebih tua [1].
  2. Penderita penyakit Meniere akan lebih kerap mengalami migrain [1].
  3. Penyakit Meniere kerap dikaitkan erat dengan beberapa jenis penyakit autoimun, seperti ankylosing spondylitis dan artritis reumatoid [1].
  4. Di Amerika Serikat, hanya sekitar 2% populasi yang meyakini bahwa mereka mengalami gejala yang mengarah pada penyakit Meniere [2].
  5. Prevalensi penyakit Meniere di Skandinavia diperkirakan 430 per 1 juta populasi, di Amerika Serikat 200 per 100.000 populasi, di Inggris 56 per 100.000 populasi, dan Jepang 21-36 per 100.000 populasi. Sementara di Indonesia, belum diketahui pasti data prevalensi penyakit Meniere secara spesifik [3].
  6. Penyakit Meniere pertama kali ditemukan pada tahun 1861 oleh Prosper Meniere, seorang dokter asal Perancis [4].

Penyebab Penyakit Meniere

Penyebab penyakit Meniere hingga kini belum diketahui secara jelas, namun dugaan kuat parah ahli mengarah pada kadar cairan di telinga dalam yang tidak normal menjadi pemicunya.

Terdapat sejumlah faktor yang perlu dikenali dan diwaspadai sebagai pemicu abnormalnya kadar cairan di bagian dalam telinga, yaitu [1,4,5] :

  • Infeksi virus
  • Respon sistem imun yang tidak normal
  • Di bagian dalam telinga terdapat kelebihan cairan
  • Riwayat keluarga yang mengidap penyakit Meniere
  • Alergi
  • Cedera di bagian kepala
  • Sakit kepala sebelah atau migrain
Tinjauan
Penyebab pasti penyakit Meniere belum jelas diketahui hingga kini, namun beberapa faktor seperti migrain, cedera kepala, infeksi virus, alergi, riwayat penyakit Meniere di dalam keluarga, kelebihan cairan di dalam telinga, dan gangguan imun mampu menjadi pemicunya.

Gejala Penyakit Meniere

Masing-masing penderita penyakit Meniere akan mengalami gejala dengan durasi yang tidak sama.

Pada beberapa penderita, mereka dapat mengalami gejala selama beberapa jam, namun sebagian yang lain dapat mengalami timbulnya gejala hanya beberapa menit saja.

Frekuensi timbulnya gejala juga berbeda-beda, ada yang bisa setiap hari, beberapa minggu sekali, setiap beberapa bulan, atau setiap beberapa tahun.

Keluhan gejala yang tidak pasti tersebut antara lain adalah [1,2,3,4,6] :

  • Telinga berdengung (tinnitus).
  • Vertigo yang berulang cukup sering. Biasanya vertigo yang sering kambuh dapat menjadi tanda bahwa seseorang mengalami penyakit Meniere, khususnya jika kondisi ini terjadi selama beberapa jam atau selama sekitar 20 menit tanpa henti.
  • Nistagmus atau kondisi pergerakan bola mata yang tak terkendali dan terlalu cepat sehingga pandangan mengabur. Gejala ini umumnya mampu menyertai vertigo.
  • Pendengaran hilang dan timbul cukup sering sebelum akhirnya penderita mengalami kehilangan pendengaran secara total dan seterusnya (biasanya hanya terjadi di satu sisi telinga).
  • Bagian dalam telinga terasa penuh karena adanya tekanan di sana.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Setelah satu episode vertigo serta gejala-gejala lainnya yang telah disebutkan, ada kalanya tubuh penderita terasa membaik tanpa kembalinya gejala.

Namun tanpa diduga, gejala dapat terulang secara tiba-tiba sehingga sebaiknya penderita segera memeriksakan diri ke dokter.

Untuk memastikan apakah keluhan gejala yang dialami merupakan tanda penyakit Meniere atau adanya penyakit lain, segera temui dokter dan menempuh proses diagnosa.

Tinjauan
Penyakit Meniere dapat menimbulkan sejumlah gejala, yaitu dengungan di telinga (tinnitus), serangan vertigo, nistagmus, telinga penuh (karena penumpukan cairan), hingga kehilangan pendengaran.

Pemeriksaan Penyakit Meniere

Jika beberapa gejala sudah mulai menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran, segera ke dokter.

Biasanya, kecurigaan gejala mengarah pada penyakit Meniere jika pasien mengalami beberapa kondisi seperti :

  • Pendengaran menurun atau hilang.
  • Mengalami vertigo dua kali dalam waktu 12 jam di mana masing-masing serangannya berdurasi sekitar 20 menit.
  • Terasa adanya tekanan pada bagian dalam telinga disertai dengungan.

Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut adalah penyakit Meniere, umumnya dokter akan meminta pasien menempuh beberapa tes pendukung seperti berikut.

1. Audiometri

Tes pendengaran yang disebut dengan istilah audiometri adalah metode diagnosa yang dokter biasanya rekomendasikan di awal [1,3].

Dokter memberikan suara-suara dengan variasi volume dan nada untuk mengecek fungsi pendengaran pasien.

Melalui pemeriksaan ini, dokter akan mengetahui apakah pasien mengalami kesulitan dalam mendengar, sebab suara berfrekuensi rendah tidak akan terdengar oleh pasien penyakit Meniere.

2. Tes Keseimbangan

Tes keseimbangan diperlukan untuk mengetahui efek dari beberapa episode vertigo yang dialami oleh pasien.

Pada beberapa penderita, keseimbangan tubuh dapat kembali normal di antara episode vertigo, namun ada pula yang mengalami masalah keseimbangan secara berkelanjutan.

Oleh sebab itu, untuk memastikan apakah pasien mengalami gangguan keseimbangan, beberapa metode tes keseimbangan berikut perlu ditempuh.

  • Posturografi

Pemeriksaan ini adalah jenis pemeriksaan yang digunakan oleh dokter untuk mengecek apakah sistem keseimbangan tubuh pasien terganggu [7].

Beberapa tantangan akan diberikan oleh dokter, khususnya dengan memanfaatkan tali pengaman khusus di mana pasien juga diminta oleh dokter untuk melepas alas kakinya selama prosedur tes ini diterapkan.

  • Videonystagmography

Tes ini dilakukan untuk memeriksa gerakan mata pasien yang juga bertujuan mengecek apakah tubuh pasien mengalami gangguan keseimbangan [9].

Di dalam telinga pasien terdapat sensor keseimbangan yang pada dasarnya berhubungan dengan otot pengontrol gerakan mata.

Bila gerakan mata pasien tidak seperti normalnya, maka dokter dapat mengambil kesimpulan sementara bahwa keseimbangan pasien mengalami gangguan sebelum memastikannya dengan tes keseimbangan yang lain.

  • Electrocochleography

Tes ini merupakan metode pemeriksaan yang diterapkan dokter pada bagian telinga dalam untuk mengecek apakah respon telinga pasien terhadap suara masih baik dan normal [9].

Metode ini juga biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat penumpukan cairan di bagian dalam telinga meskipun tidak secara spesifik mendeteksi penyakit Meniere.

  • Video Head Impulse Test

Dokter akan menggunakan video khusus untuk memeriksa reaksi mata [8].

Dokter akan memberikan rangsangan gerakan tanpa disadari oleh pasien sehingga ketika hal tersebut terjadi secara tiba-tiba, reaksi mata dapat diketahui secara jelas.

Bila saat diberi target dan pandangan mata pasien keluar dari target, hal ini menandakan bahwa terjadi keabnormalan pada refleks mata pasien.

  • Vestibular Evoked Myogenic Potentials

Tes ini diterapkan oleh dokter dengan tujuan mendiagnosa sekaligus memantau penyakit Meniere pada tubuh pasien [11].

Tes ini merupakan proses mengukur sensitivitas suara pada saraf pengontrol keseimbangan (vestibular).

Pada tes ini, dokter akan dapat mendeteksi adanya perubahan karakteristik dari sisi telinga yang mengalami gejala penyakit Meniere.

  • Tes Kursi Putar / Rotatory-chair Testing

Tes kursi putar ini merupakan metode lain pemeriksaan fungsi sistem keseimbangan tubuh pasien yang dokter kemungkinan juga rekomendasikan pada pasien [10].

Saat pasien diminta duduk di atas kursi putar, dokter kemudian akan memutar kursi tersebut sambil memeiksa gerakan mata pasien.

Gerakan mata yang tak stabil saat kursi diputar dapat menjadi tanda bahwa gangguan keseimbangan sedang terjadi pada pasien.

3. Tes Pemindaian

Bila audiometri dan serangkaian tes keseimbangan belum juga membantu dokter dalam menentukan penyebab dan memastikan penyakit Meniere, maka diperlukan tes pemindaian sebagai tes penunjang berikutnya.

Untuk memastikan bahwa gejala yang dialami pasien tidak ada hubungannya dengan keberadaan tumor di dalam telinga maupun otak, CT dan MRI scan perlu ditempuh [1,3].

Kedua metode tes pemindaian ini juga bertujuan untuk mendeteksi adanya kondisi multiple sclerosis pada tubuh pasien.

Dengan tes lebih lanjut seperti tes pemindaian, maka dokter dapat mengeliminasi sejumlah penyakit yang memiliki kemiripan gejala dengan penyakit Meniere.

Tinjauan
Audiometri, tes keseimbangan, dan tes pemindaian adalah bentuk prosedur diagnosa yang perlu ditempuh pasien untuk memastikan kondisi penyakit Meniere.

Pengobatan Penyakit Meniere

Hingga kini belum ditemukan obat atau cara untuk menyembuhkan kondisi penyakit Meniere sepenuhnya.

Namun ketika pasien telah terdiagnosa positif mengidap penyakit Meniere, beberapa metode pengobatan (terapi obat, terapi non-invasif, hingga prosedur bedah) akan direkomendasikan dokter.

Melalui Terapi Obat

Beberapa jenis obat akan dokter resepkan menyesuaikan dengan kondisi gejala yang selama ini menjadi keluhan pasien.

Gejala mual dan muntah yang disebabkan saat pasien mengalami vertigo dapat diatasi dengan penggunaan obat-obat tersebut sesuai dengan resep dokter [12].

Obat-obat ini diresepkan dengan tujuan mengendalikan rasa mual dan mencegah muntah pada pasien.

  • Diuretik

Pemberian resep obat diuretik juga dokter berikan pada pasien sebagai pereda cairan tubuh yang berlebihan [3].

Namun biasanya, dokter juga akan menganjurkan pasien untuk membatasi asupan garam selama penggunaan obat ini.

Dexmethasone (obat golongan kortikosteroid) umumnya diresepkan oleh dokter pada sejumlah pasien penyakit Meniere untuk meredakan keluhan vertigo [3].

Bahkan obat ini juga mampu memperkecil risiko kehilangan pendengaran pada pasien.

Terapi Non-Invasif

Pengobatan lain yang dapat ditempuh oleh pasien penyakit Meniere adalah sejumlah prosedur dan terapi non-invasif seperti di bawah ini :

  • Alat Bantu Dengar

Jika fungsi pendengaran pasien penyakit Meniere terpengaruh, maka dokter biasanya akan merujukkan pasien ke audiologist untuk berkonsultasi terkait opsi alat bantu dengar terbaik [13].

Alat bantu dengar adalah terapi non-invasif yang akan membantu meningkatkan pendengaran pasien selama berutinitas.

  • Rehabilitasi Vestibular

Bila pasien benar-benar mengalami gangguan keseimbangan tubuh karena beberapa episode vertigo yang terjadi, maka pasien perlu mengembalikan keseimbangan tubuhnya [3].

Terapi rehabilitasi vestibular akan sangat membantu dalam memperbaiki dan menormalkan kembali keseimbangan tubuh pasien.

  • Meniett

Terapi non-invasif lainnya yang juga cukup kerap diandalkan pasien penyakit Meniere adalah terapi tekanan positif yang disebut dengan Meniett [14].

Bagi kondisi pasien yang mengalami vertigo dan sulit menangani gejala ini, biasanya terapi Meniett atau prosedur penggunaan alat khusus pemberi tekanan ke telinga bagian tengah dapat ditempuh.

Tekanan yang berasal dari alat tersebut bertujuan agar cairan yang menumpuk di bagian dalam telinga dapat berkurang.

Melalui Operasi

Bila terapi obat-obatan dan terapi non-invasif tidak memberikan efektivitas pada kondisi pasien seperti yang diharapkan, maka dokter kemungkinan akan merekomendasikan opsi bedah.

Beberapa metode operasi yang dapat mengatasi penyakit Meniere antara lain adalah :

  • Operasi Pemotongan Saraf Vestibular

Pasien penyakit Meniere dengan kondisi vertigo berulang, prosedur operasi ini diperlukan untuk memperbaiki keseimbangan tubuh sekaligus menjaga fungsi pendengaran tetap baik [1,3].

Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan memberikan anestesi dan pasien umumnya membutuhkan rawat inap semalam atau beberapa hari setelah menempuh operasi ini.

  • Operasi Kantong Endolimfatik

Prosedur operasi ini direkomendasikan dokter bila ditemukan penumpukan cairan pada bagian dalam telinga pasien.

Tujuan operasi ini adalah untuk membuang dan mengurangi cairan dengan mengangkat sebagian kecil tulang dari kantong endolimfatik.

  • Labirintektomi

Prosedur operasi lainnya yang juga cukup kerap diandalkan untuk mengatasi penyakit Meniere adalah labirintektomi [1,3,8].

Pada prosedur ini, dokter akan mengangkat bagian telinga yang berfungsi sebagai pengontrol fungsi keseimbangan dan pendengaran pasien.

Jika pasien mengalami gejala yang sudah sangat parah hingga hampir kehilangan total fungsi pendengarannya, maka labirintektomi perlu ditempuh oleh pasien.

Tinjauan
Pengobatan penyakit Meniere biasanya meliputi terapi obat, terapi non-invasif serta operasi jika memang tindakan terapi tidak memberikan efek apapun.

Komplikasi Penyakit Meniere

Pada kondisi penyakit Meniere yang tidak segera diatasi, risiko komplikasi paling tinggi yang dapat terjadi adalah kondisi drop secara tiba-tiba [1].

Serangan Tumarkin adalah istilah untuk komplikasi ini, di mana penderita akan mengalami kondisi yang drop tanpa ditandai dengan kehilangan kesadaran lebih dulu.

Selain itu, kondisi gejala yang tidak segera mendapatkan penanganan mampu berakibat pada penurunan kualitas hidup penderitanya.

Kelelahan, pusing dan stres berkepanjangan dapat menghambat segala bentuk kegiatan sehari-hari penderita penyakit Meniere.

Tinjauan
Kondisi drop tiba-tiba tanpa gejala hingga kualitas hidup yang menurun dapat menjadi komplikasi berbahaya bagi penderita penyakit Meniere.

Pencegahan Penyakit Meniere

Penyakit Meniere dapat dicegah dengan berbagai upaya mandiri yang alami melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti [15,16] :

  • Membatasi asupan garam dengan menghindari makanan-makanan asin.
  • Mengelola stres dengan cara-cara yang tepat dan positif.
  • Menghindari asupan kafein dan alkohol.
  • Menghindari aktivitas merokok.
  • Menghindari suara-suara yang terlalu keras dan bising.
Tinjauan
Pencegahan penyakit Meniere dapat dilakukan dengan membatasi asupan garam, mengatasi stres, menghindari alkohol, merkokok, dan kafein, serta suara keras nan bising.

1. Lukas Koenen & Claudio Andaloro. Meniere Disease. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020.
2. Anonim. Meniere's Disease. Universitas Hasanuddin Fakultas Kedokteran; 2020.
3. M. Arif Sudianto Utama. Penatalaksanaan Penyakit Meniere. Slide Share, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga; 2016.
4. Sebahattin Cureoglu, Rafael da Costa Monsanto & Michael M. Paparella. Histopathology of Meniere’s disease. HHS Public Access; 2017.
5. Heather M. Weinreich, MD MPH & Yuri Agrawal, MD. The Link Between Allergy and Menière's Disease. HHS Public Access; 2015.
6. Murray Grossan & Diana C. Peterson. Tinnitus. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020.
7. A Soto, T Labella, S Santos, M Del Río, A Lirola, E Cabanas, & W Elhendi. The usefulness of computerized dynamic posturography for the study of equilibrium in patients with Meniere's disease: correlation with clinical and audiologic data. Hearing Research; 2004.
8. Jacques Magnan, O. Nuri Özgirgin,corresponding author Franco Trabalzini, Michel Lacour, Antonio Lopez Escamez, Mans Magnusson, Enis Alpin Güneri, Jean Philippe Guyot, Daniele Nuti, & Marco Mandalà. European Position Statement on Diagnosis, and Treatment of Meniere’s Disease. The Journal of International Advanced Otology; 2018.
9. Harold H Kim, Arvind Kumar, Robert A Battista, & Richard J Wiet. Electrocochleography in patients with Meniere's disease. American Journal of Otolaryngology; 2005.
10. Victor Palomar-Asenjo, Ma Soledad Boleas-Aguirre, Noelia Sánchez-Ferrándiz, & Nicolas Perez Fernandez. Caloric and rotatory chair test results in patients with Ménière's disease. Otology & Neurotology : Official Publication of the American Otological Society, American Neurotology Society and European Academy of Otology and Neurotology; 2006.
11. Sun-Uk Lee, Hyo-Jung Kim, Jeong-Yoon Choi, Ja-Won Koo, & Ji-Soo Kim. Abnormal Cervical Vestibular-Evoked Myogenic Potentials Predict Evolution of Isolated Recurrent Vertigo into Meniere’s Disease. Frontiers in Neurology; 2017.
12. R W Baloh. Approach to the dizzy patient. Bailliere's Clinical Neurology; 1994.
13. E W Johnson & J House. Meniere's disease: clinical course, auditory findings, and hearing aid fitting. Journal of the American Auditory Society; 1979.
14. George A Gates. Treatment of Meniere's disease with the low-pressure pulse generator (Meniett device). Expert Review of Medical Devices; 2005.
15. P De Luca, C Cassandro, M Ralli, FM Gioacchini, R Turchetta, MP Orlando, I Iaccarino, M Cavaliere, E Cassandro, & A Scarpa. Dietary Restriction for The Treatment of Meniere’s Disease. Translational Medicine UniSa; 2020.
16. Carol A Foster. Optimal management of Ménière’s disease. Therapeutics and Clinical Risk Management; 2015.

Share