Penyakit & Kelainan

Strawberry Legs : Penyebab – Gejala – Penanganan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Strawberry Legs?

Strawberry legs adalah istilah untuk sebuah kondisi ketika tungkai dipenuhi dengan bintik-bintik berwarna gelap atau bintik-bintik kecil hitam [1,2,3].

Karena bintik-bintik ini mirip dengan yang ada pada kulit dan biji buah stroberi, maka kondisi pada kaki ini disebut dengan strawberry legs [1,2,3].

Berbagai macam faktor mampu menyebabkan strawberry legs, terutama ketika pori-pori kulit mengalami sumbatan, termasuk juga folikelnya [1,2,3].

Penyebab Strawberry Legs

Terdapat sejumlah faktor atau kondisi yang mampu menyebabkan seseorang memiliki strawberry legs.

Strawberry legs bisa disebabkan oleh satu atau lebih faktor di bawah ini sehingga perlu dikenali dan diwaspadai.

1. Sumbatan pada Pori-pori

Kulit memiliki banyak pori-pori dan sama seperti pori-pori kulit wajah dan tangan, pori-pori kulit kaki dapat mengalami sumbatan [1,3].

Tidak hanya sel-sel kulit mati, debu dan polusi pun mampu menjadi penyebab sumbatan pori-pori [1].

Bahkan seringkali, bakteri ikut menjadi faktor penyumbat pori-pori yang kemudian sumbatan pori-pori ini disebut dengan istilah komedo terbuka [1,3].

Bintik-bintik berwarna kehitaman pada kaki disebabkan oleh minyak yang terjebak di dalam pori-pori yang tersumbat teroksidasi oleh paparan udara sehingga berubah warna [1,3].

Strawberry legs akan begitu nampak ketika seseorang memiliki pori-pori yang lebih besar di kaki [1].

Biasanya, pori-pori besar merupakan hasil keturunan, termasuk saat seseorang memiliki rambut tebal di tubuhnya [1].

2. Kulit Terlalu Kering

Pada beberapa kasus strawberry legs, faktor kulit yang sangat kering dapat menjadi salah satu penyebabnya [1,3].

Meski pun gejala strawberry legs dapat disebabkan oleh terlalu keringnya kulit, menghitamnya pori-pori kulit bukan dikarenakan kekeringan ini [1,3].

Sebenarnya, risiko strawberry legs semakin tinggi pada pemilik kulit kering karena saat kulit kaki terlalu kering maka saat mencukur bulu kaki iritasi akan mudah terjadi [1,3].

Karena iritasi terjadi, luka dan folikulitis bisa lebih mudah dialami yang kemudian berkembang menjadi strawberry legs [1,3].

Akibat kulit terlampau kering, beberapa kondisi ini perlu diwaspadai karena mampu meningkatkan risiko strawberry legs [1,3].

  • Komedo terbuka

Komedo terbuka juga dikenal dengan istilah blackheads yang bisa terjadi ketika minyak menyumbat pori-pori kulit dan pori-pori tak mampu menutup [1,3].

Pori-pori ini kemudian akan terlihat hitam karena perubahan warna akibat paparan udara [1,3].

Oleh sebab itu jika dilihat secara dekat dan seksama, akan ada bintik-bintik sangat kecil di kulit [1,3].

  • Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut mengalami radang karena infeksi jamur atau bakteri [1,2,3].

Folikulitis sebenarnya pada kebanyakan kasus tidak membahayakan kulit, namun ada kalanya bisa berkembang semakin buruk dan mengakibatkan kerontokan rambut permanen [1,2,3].

Folikulitis sendiri sering ditandai dengan rasa nyeri dan perih pada kulit yang terkena radang, gatal-gatal, timbul benjolan bernanah, bintik-bintik merah mirip jerawat, hingga kerontokan rambut [1,2,3].

Kondisi lainnya yang perlu diwaspadai adalah keratosis pilaris, yaitu bintik-bintik pada kulit menyerupai kulit ayam dan jika diraba terasa kasar [1,2].

Pertambahan usia sangat berpengaruh pada timbulnya kondisi ini, namun tidak tergolong penyakit kulit berbahaya walaupun memang cukup mengganggu penampilan [1].

Bintik-bintik pada keratosis pilaris bisa berwarna kecoklatan atau kemerahan yang juga tampak kering [1].

Bintik-bintik tidak hanya bisa timbul pada area kaki, tapi juga dapat dialami pada wajah, bojong, kulit kepala, dan lengan [1,2].

  • Razor burn

Kondisi razor burn atau razor bump adalah kondisi yang ditandai dengan sensasi panas terbakar pada kulit, perih, kemerahan, dan lebih sensitif karena terjadinya radang [1,2,3].

Razor burn umumnya dialami karena penggunaan alat cukur dan bisa timbul setiap usai mencukur bulu pada kulit [1,2,3].

Terkadang disebut dengan istilah razor bump karena pada beberapa kasus penggunaan alat cukur justru menyebabkan timbulnya benjolan kecil berwarna merah pada area folikel rambut [1,2,3].

3. Kebiasaan Mencukur Bulu Kaki

Strawberry legs dapat timbul akibat mencukur bulu kaki yang kurang tepat, baik cara maupun penggunaan alat cukurnya [1,3].

Mencukur tanpa krim cukur ditambah dengan penggunaan alat cukur yang kurang tajam dapat menyebabkan iritasi yang kemudian berujung pada strawberry legs [1,3].

Razor burn adalah masalah utama yang mampu menjadi sebab timbulnya strawberry legs [1,3].

Razor burn bahkan mampu meningkatkan risiko folikulitis, termasuk rambut atau bulu kaki yang tumbuh ke arah dalam (ingrown hairs) [1,3].

Akibat proses cukur bulu kaki yang kurang tepat dan timbul ingrown hairs tersebut, risiko strawberry legs pun semakin tinggi [1].

Bagi pemilik bulu kaki tebal, peluang mengalami strawberry legs karena proses cukur bulu kaki lebih tinggi [1].

Sebagai respon terhadap iritasi karena proses cukur bulu kaki, kulit di sekeliling folikel rambut pun bisa ikut berubah warna menjadi lebih gelap [1].

Gejala Strawberry Legs

Beberapa gejala utama dari strawberry legs yang perlu dikenal dan segera diatasi antara lain adalah [1,2,3] :

  • Ada titik-titik atau bintik-bintik kecil pada kulit kaki yang berwarna hitam
  • Penampakan titik-titik hitam tersebut dapat terjadi usai mencukur bulu kaki
  • Pori-pori yang terbuka pada kaki berwarna hitam

Jika ketiga tanda tersebut disertai pula dengan radang, iritasi dan gatal-gatal, maka ada kemungkinan terdapat kondisi kulit lain yang mirip dengan strawberry legs atau kondisi yang sebenarnya menjadi penyebab strawberry legs.

Penanganan Strawberry Legs

Penanganan strawberry legs yang dapat ditempuh terdiri dari dua jenis metode, yakni melalui penanganan mandiri dengan bahan dan cara alami serta melalui penanganan secara medis yang profesional.

Melalui Penanganan Mandiri

Untuk mengatasi strawberry legs secara alami dan mandiri, berikut ini adalah bahan-bahan yang bisa digunakan secara aman :

Karena merupakan pelembap alami dan bersifat menenangkan bagi kulit, aloe vera dapat menjadi bahan yang diandalkan untuk mengatasi strawberry legs [4].

Cukup ambil 1 lidah buaya yang masih segar, ambil gelnya untuk diaplikasikan merata pada kaki [3].

Beri pijatan sedikit dan tinggalkan selama sekitar 10 menit sebelum akhirnya boleh dibilas dengan air dingin biasa [3].

Pengaplikasian aloe vera setiap hari lebih dianjurkan agar hasilnya lebih maksimal [3].

  • Kombinasi Putih Telur dan Jus Lemon

1 sendok teh jus lemon dan 1 putih telur dapat dicampur untuk kemudian dioles merata pada area kaki yang terkena strawberry legs [3].

Tinggalkan sekitar 10 menit dan bilas menggunakan air biasa [3].

Setiap sebelum mandi, pastikan terapkan bahan ini setiap hari, sebab jus lemon adalah pemutih kulit alami dan putih telur adalah astringent yang kuat untuk mengecilkan pori-pori kulit sekaligus membersihkannya [5,6].

  • Kombinasi Air Mawar dan Timun

1 buah timun yang diblender lalu dicampur dengan beberapa tetes air mawar dapat diterapkan langsung ke kulit kaki [3].

Tinggalkan selama 15 menit usai mengoleskannya, dan selanjutnya basuh menggunakan air biasa [3].

Lakukan setiap hari sampai perawatan ini berhasil meredakan penampakan strawberry legs [3].

Air mawar memiliki sifat penenang bagi kulit dan mampu membuka pori-pori yang tersumbat, sedangkan timun berkandungan vitamin C yang mengatasi iritasi pada kulit sehingga kombinasi keduanya sangat baik [7].

  • Kombinasi Minyak Jojoba dan Minyak Pohon Teh

1 sendok makan minyak jojoba dapat dicampur bersama 2-3 tetes minyak pohon teh [3].

Hasil campuran larutan ini dapat dioles dan dipijatkan ke kaki yang mengalami strawberry legs [3].

Biarkan selama 10 menit agar kulit menyerap larutan dengan maksimal, lalu basuh bersih menggunakan air biasa [3].

Setiap malam sebelum tidur, terapkan cara ini agar hasil yang didapat sesuai harapan [3].

Kedua minyak ini dapat dikombinasi untuk hasil efektif karena mengandung antiradang dan antimikroba yang bisa mengatasi kulit yang kering [8,9].

Keduanya juga merupakan bahan alami yang bisa menyembuhkan luka secara lebih cepat, termasuk kulit yang iritasi maupun pori-pori yang tersumbat oleh kotoran dan minyak [8,9].

  • Baking Soda

Baking soda memiliki kandungan antibakteri dan anti-inflamasi yang berguna bagi kulit sebagai eksfoliator (pengangkat sel-sel kulit mati) [10].

Bahkan baking soda terbukti baik dalam mengatasi kulit yang terlampau kering [11].

Untuk kasus strawberry legs, 1 sendok teh air dan 1 sendok makan baking soda dapat dicampur lalu diaplikasikan ke kaki [3].

Tunggu sekitar 5 menit sampai kering dan gunakan air dingin biasa untuk membersihkannya [3].

Lakukan setiap hari perawatan ini agar berhasil mengatasi strawberry legs, terutama jika disebabkan oleh kulit kering [3].

  • Kombinasi Minyak Cengkeh, Gula Merah dan Minyak Zaitun

Jika memiliki ketiga bahan berupa minyak cengkeh, gula merah dan minyak zaitun, tak ada salahnya membuat larutan eksfoliator sendiri [3].

Sediakan ½ cangkir minyak zaitun dan ½ cangkir, tambahkan 3-4 tetes minyak cengkeh dan campurkan [3].

Gunakan larutan ini sebagai eksfoliator alami dengan mengoleskannya merata pada kaki [3].

Setelah digosok-gosokkan pada kaki beberapa menit, bilas dengan air dingin biasa; lakukan perawatan ini 1 minggu sekali secara rutin [3].

Melalui Penanganan Medis

Selain penanganan secara alami, strawberry legs dapat ditangani dengan penanganan medis.

Jika cara alami tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, beberapa penanganan medis ini bisa ditempuh.

  • Terapi Laser

Pada terapi laser, pasien memerlukan beberapa sesi untuk benar-benar berhasil mengatasi strawberry legs [1,3].

Namun, terapi laser memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menghilangkan strawberry legs [1].

  • Elektrolisis

Selain terapi laser, elektrolisis adalah penanganan yang bisa pasien tempuh untuk mengatasi folikel rambut yang mengalami iritasi pada strawberry legs [1,12].

Tingkat listrik yang digunakan pada terapi ini biasanya rendah sehingga tidak membahayakan pasien [1,12].

Terapi listrik ini juga akan mencegah rambut kembali tumbuh ke dalam (ingrown hairs) di kemudian hari [1,12].

Komplikasi Strawberry Legs

Walaupun strawberry legs tidak berbahaya dan tergolong mudah diatasi, beberapa orang dengan kondisi ini tetap berpotensi mengalami masalah lebih lanjut pada kulitnya [1].

Pada orang-orang dengan strawberry legs yang memiliki kulit berwarna gelap, bulu kaki yang lebih tebal dan folikel rambut lebih banyak, strawberry legs bisa terjadi berulang [1].

Meski sudah sempat diatasi dan strawberry legs berhasil hilang, akan ada kemungkinan besar strawberry legs kembali timbul pada orang-orang tersebut [1].

Jika demikian, pastikan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan jangka panjang dan hindari melakukan upaya penanganan mandiri jika tidak tahu pasti efektivitasnya.

Pencegahan Strawberry Legs

Agar strawberry legs tidak mudah timbul, pastikan untuk memberikan pelembap (moisturizer) pada kulit kaki yang bulunya hendak dicukur [1].

Tak hanya itu, selalu gunakan krim cukur saat mencukur bulu kaki karena tanpa krim tersebut, gejala strawberry legs bisa timbul setelah proses cukur selesai [1].

Hindari pula penggunaan alat cukur bulu kaki yang sama berkali-kali; menggunakan alat yang masih baru dan sekali pakai lebih disarankan [1].

1. Sara Perkins, MD, Dana Robinson, & Ana Gotter. How To Get Rid Of Strawberry Legs. Healthline; 2020.
2. Sintya Frank. Mengenali Strawberry Legs dan Cara Menanganinya. Beauty Party; 2021.
3. Shaheen Naser. 10 Natural Ways To Get Rid Of Strawberry Legs. Style Craze; 2019.
4. Ahmad Oryan, Adel Mohammadalipour, Ali Moshiri, & Mohammad Reza Tabandeh. Topical Application of Aloe vera Accelerated Wound Healing, Modeling, and Remodeling: An Experimental Study. Annals of Plastic Surgery; 2016.
5. Nico Smit, Jana Vicanova, & Stan Pavel. The Hunt for Natural Skin Whitening Agents. International Journal of Molecular Sciences; 2009.
6. Jeff Chiarelli. DIY Skincare Straight From Your Kitchen. Ogle School - Hair, Skin & Nails; 2014.
7. Small and Medium Enterprise Development Authority Government of Pakistan. Pre-Feasibility Study Rose Water. Small and Medium Enterprise Development Authority Government of Pakistan; 2008.
8. N Pazyar, R Yaghoobi, M R Ghassemi, A Kazerouni, E Rafeie, & N Jamshydian. Jojoba in dermatology: a succinct review. Italian Journal of Dermatology and Venereology; 2013.
9. Nader Pazyar, Reza Yaghoobi, Nooshin Bagherani, & Afshin Kazerouni. A review of applications of tea tree oil in dermatology. International Journal of Dermatology; 2013.
10. D Drake. Antibacterial activity of baking soda. Compendium of Continuing Education in Dentistry; 1997.
11. Myra C Long. Ichthyosis with confetti: a rare diagnosis and treatment plan. BMJ Case Reports; 2014.
12. Juan-Hua Liu, MMS, Yu-Kun Zhao, MMS, Hui-Hui Wu, MMS, Fang Wang, PhD, Di-Qing Luo, MMS, & Ying-Biao Huang, BMS. Intradermal Growing Hair: Two Case Reports. American Journal of Men's Health; 2019.

Share