Jerawat – Jenis – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Jerawat merupakan suatu kondisi kulit dimana folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sek kulit mati. Jerawat dapat berupa whiteheads, blackheads, pustul (ujung jerawat berwarna putih), nodul (jerawat... keras dan nyeri yang berada di bawah permukaan kulit), dan kistik. Anda dapat mencoba produk perawatan kulit yang dijual bebas dan memang ditujukan untuk mengatasi jerawat. Namun jika produk-produk ini tidak berhasil, maka Anda sebaiknya menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan terapi yang lebih intensif. Dokter akan meresepkan obat-obatan yang efeknya lebih kuat, namun harus digunakan dibawah pengawasan dokter karena dapat memberikan efek samping yang cukup serius. Read more

Jerawat merupakan suatu kondisi ketika kulit mengalami peradangan kronis dengan ditandai kemunculan bintik-bintik merah pada wajah dan akan terasa sakit.

Selain pada wajah, jerawat dapat timbul di bagian tubuh lain, seperti lengan atas, leher, bahu, dada, ketiak dan punggung.

Umumnya, jerawat dialami oleh para remaja, namun para orang dewasa juga dapat mengalaminya.

Fakta Tentang Jerawat

  1. Jerawat adalah masalah kulit yang dikeluhkan oleh hampir dua juta orang setiap tahunnya di Indonesia.
  2. Jerawat bukanlah masalah kulit yang disebabkan oleh tidak mandi, berkeringat atau tingkat higienis yang kurang.
  3. Jerawat tidak disebabkan oleh diet yang tak sehat apalagi oleh asupan makanan berlemak tinggi.
  4. Jerawat ringan hingga sedang adalah yang paling banyak diderita oleh 40-50 juta orang di Amerika.
  5. Walau jerawat dialami oleh hampir 100% remaja, sekitar 20% orang dewasa usia 25-44 tahun pun dapat mengalami jerawat.
  6. Mendapatkan paparan cahaya matahari sekitar 10-20 menit baik untuk kulit berjerawat, namun paparan berlebihan dapat menyebabkan breakout atau iritasi serta menghitamkan bekas jerawat.
  7. Jerawat tidak berbahaya sama sekali, namun kemungkinan besar akan meninggalkan bekas di kulit.
  8. 3 dari 4 orang dengan rentan usia antara 11-30 tahun dapat mengalami jerawat.

Jenis-jenis Jerawat

Jerawat dapat timbul dalam berbagai jenis kondisi, warna, dan ukuran. Bahkan tingkat rasa sakitnya pun bisa berbeda-beda.

Di bawah ini adalah jenis-jenis jerawat yang dapat secara umum terjadi dan mudah dijumpai :

jenis jerawat

Whitehead / Komedo Putih

Saat pori-pori kulit mengalami sumbatan, baik karena sel kulit mati atau sebum, komedo putih pun terbentuk.

Namun komedo putih biasanya ada di bawah permukaan kulit dengan bagian atas pori menutup tapi tetap nampak, jadi seperti ada benjolan kecil menonjol.

Blackhead / Komedo Hitam

Komedo hitam juga terjadi di saat pori-pori tersumbat oleh produksi minyak berlebih/sebum serta sel kulit mati.

Hanya saja, bagian atas pori terbuka sebagian sehingga warna hitamnya nampak pada permukaan kulit dan disebut dengan komedo hitam.

Papula

Peradangan dapat membuat dinding sekitar pori rusak sehingga hal ini memicu pembentukan papula.

Pori-pori pun tersumbat dan menjadi keras namun akan lembut saat disentuh. Pada jerawat papula, kulit sekeliling pori warnanya adalah merah muda.

Pustula

Ketika dinding sekitar pori kulit rusak, pembentukan pustula terjadi di mana benjolan ini nampak keluar dari kulit dengan warnanya yang kemerahan.

Di pucuk atau puncak dari benjolan akan kelihatan warnanya putih atau kuning di mana itu sebenarnya adalah nanah.

Nodula

Pori-pori mengalami sumbatan yang disertai bengkak tanda iritasi. Hanya saja, keberadaan nodula ada di bawah kulit dan jauh lebih dalam.

Jerawat Kistik

Pori-pori yang mengalami sumbatan oleh sel kulit mati, sebum maupun bakteri dapat menyebabkan jerawat kistik.

Dibandingkan nodula, sumbatan terjadi lebih jauh di bawah permukaan kulit. Hal ini ditandai dengan benjolan putih atau merah yang cukup besar dan akan sangat sakit ketika disentuh.

Penyebab Jerawat

Jerawat dapat muncul pada kulit ketika pori-pori kulit mengalami sumbatan. Baik itu bakteri, kulit mati, ataupun produksi minyak dapat menyumbat pori-pori.

Pori adalah jalan masuk ke folikel di mana folikel tak hanya terdiri dari rambut, melainkan juga kelenjar minyak.

Tugas kelenjar minyaklah untuk menghasilkan minyak atau sebum yang kemudian menjalar dan menyebar di atas rambut, lalu ke pori-pori dan menuju kulit.

Sebum atau minyak inilah yang dapat menjadikan kulit mendapatkan pelumas alami agar saat disentuh terasa halus.

Hanya saja, jika proses produksi minyak untuk melumasi kulit ini mengalami masalah, jerawat akhirnya timbul sebagai dampaknya.

Berikut ini adalah berbagai faktor yang mampu menyebabkan jerawat muncul dan mengganggu :

  • Produksi minyak berlebihan.
  • Pori-pori tersumbat oleh sel-sel kulit mati
  • Hormon androgen beraktivitas berlebihan.
  • Pori-pori terserang bakteri yang menumpuk di sana.

Masalah-masalah itulah yang kerap mengembangkan jerawat. Sebab seringkali bakteri tumbuh pada pori kulit yang telah mengalami sumbatan di mana minyak pun tak dapat keluar sehingga jerawat pun muncul.

Hanya saja, selain dari faktor-faktor tersebut, ada pula faktor lainnya yang mampu memicu kemunculan jerawat :

  • Genetik
  • Kehamilan
  • Menstruasi
  • Stres emosional
  • Perubahan hormon
  • Efek penggunaan kosmetik
  • Penggunaan obat tertentu berkandungan lithium dan androgen.
  • Efek penggunaan obat seperti kortikosteroid atau pil kontrasepsi tertentu.
  • Diet tinggi karbohidrat serta gula di mana asupan keripik serta roti-rotian terlalu sering dan berlebihan.
  • Suatu tekanan pada kulit lewat benda yang digunakan dan cenderung menempel di kulit, seperti kerah ketat, telepon, ponsel, dan helm.

Gejala Jerawat

Jerawat umumnya berkembang di kulit wajah, namun bagian lain tubuh seperti bahu, dada, ketiak, leher, dan punggung dapat pula menjadi lokasi jerawat tumbuh.

Jerawat ditandai dengan adanya warna hitam atau putih pada bintik dan benjolan di kulit. Tergantung jenisnya, jerawat dapat hilang begitu saja nantinya atau justru membekas.

  • Whitehead/Komedo Putih : Biasanya tipe jerawat ini berukuran kecil dan berada di bawah kulit.
  • Blackhead/Komedo Hitam : Tipe jerawat ini sangat nampak di permukaan kulit dan berwarna hitam.
  • Pustula : Tipe jerawat ini pun kelihatan di permukaan kulit dengan warna kemerahan dengan nanah di puncaknya.
  • Papula : Jerawat tipe ini nampak di permukaan kulit dengan warna merah muda.
  • Nodul : Tipe jerawat ini juga dapat terlihat di permukaan kulit, hanya saja ukurannya lebih besar dan lebih padat. Rasa sakitnya pun jauh lebih terasa.
  • Jerawat Kistik : Tipe jerawat ini nampak pada permukaan kulit dengan rasa sakit melebihi tipe jerawat lainnya dan berisi nanah. Jerawat jenis ini jugalah yang dapat menyebabkan bekas luka.

Jerawat pada dasarnya dapat hilang dan sembuh dengan sendirinya, namun bila kondisi makin parah maka akan jauh lebih aman untuk mendapatkan penanganan medis.

Beberapa orang dengan masalah jerawat menggunakan produk perawatan kulit tertentu untuk mengatasinya.

Namun tak jarang pula diantara pengguna produk tersebut yang justru memperburuk kondisi kulit karena menimbulkan reaksi serius.

Segera ke dokter untuk memeriksakan diri bila efek penggunaan produk tersebut menyebabkan bengkak pada wajah, bibir, dan mata hingga kesulitan bernafas.

Pengobatan Jerawat

Pemeriksaan fisik adalah satu-satunya cara dokter mengetahui kondisi kulit pasien.

Dokter biasanya akan mengecek gejala-gejala yang timbul pada kulit pasien untuk menentuukan tingkat keparahan sekaligus cara menanganinya.

Dokter akan mempertimbangkan usia pasien, tingkat keparahan, dan jenis jerawat yang dialami pasien untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

Pengobatan Menurut Jenis Jerawat

  • Whitehead : Gunakan obat dengan kandungan asam salisilat, seperti misalnya retinoid yang bisa dipakai sebagai obat oles. Obat ini dapat dibeli secara bebas atau juga diresepkan oleh dokter.
  • Nodula : Berada jauh di dalam bawah kulit, obat resep diperlukan sebagai solusi perawatan, seperti isotretinoin oral untuk kurang lebih dikonsumsi 4-6 bulan. Obat ini dapat membuat ukuran kelenjar minyak berkurang.
  • Jerawat Kistik : Isotretinoin yang diresepkan oleh dokter juga dapat mengobati jerawat jenis ini, namun jika jerawat ini telanjur serius ada kemungkinan dokter menyarankan pasien menempuh prosedur bedah.

Pengobatan Jerawat Menurut Tingkat Keparahan

Jerawat terdiri dari kondisi yang ringan dan masih bisa diobati secara alami maupun obat biasa, namun ada pula yang sedang dan serius sehingga obat harus lebih keras.

Pengobatan Jerawat dengan Terapi

Beberapa terapi berikut ini dapat menjadi solusi bagi jerawat. Sebagian orang menempuh terapi ini dikombinasi dengan penggunaan obat resep.

  • Steroid Suntik : Untuk jerawat kistik, suntikan obat steroid ini akan meredakan rasa sakit dan memperbaiki jaringan kulit secara lebih cepat.
  • Ekstraksi Komedo : Untuk whiteheads dan blackheads, terapi ekstraksi dapat membantu dengan mengangkatnya melalui alat khusus. Hanya saja jaringan parut bisa menjadi efek sampingnya.
  • Chemical Peel : Perawatan ini menggunakan larutan kimia seperti asam retinoat, asam glikolat, dan asam salisilat. Terapi perlu ditempuh berulang untuk membuahkan hasil maksimal dalam menghilangkan jerawat.
  • Terapi Fotodinamik dan Laser : Terapi ini disebut-sebut mampu mengatasi jerawat dengan memanfaatkan cahaya khusus, namun masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya.

Pengobatan Secara Mandiri

Pengobatan secara mandiri dapat dilakukan di rumah dengan metode alami, baik itu dengan mengubah gaya hidup maupun kebiasaan.

  • Hindari dulu penggunaan tabir surya, kosmetik berminyak, produk penataan rambut, dan concealer penutup jerawat.
  • Gunakan produk kecantikan berlabelkan non-komedogenik atau yang berbahan air aman untuk jerawat.
  • Langsung bersihkan diri usai aktivitas padat agar jerawat yang sudah ada tidak makin teriritasi.
  • Hindari menyentuh bagian jerawat untuk menghindari bekas luka maupun infeksi.
  • Hindarkan benda lain menyentuh, menutupi apalagi menekan bagian jerawat, seperti pemakaian topi, helm, ponsel, atau lainnya.
  • Lindungi jerawat dari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Cuci bersih wajah atau bagian kulit lain yang berjerawat menggunakan sabun pembersih berbahan ringan dan aman.
  • Cucilah rambut secara teratur.

Untuk anak yang sedang memasuki masa pubertas, yakni berusia 12 tahun ke atas dan memiliki masalah jerawat, hindari memencet jerawat.

Ada baiknya, orangtua mengajak anak berkonsultasi ke dokter kulit khusus anak supaya lebih aman.

Konsultasikan mengenai obat yang tepat, obat yang perlu dihindari, dosis obat yang benar, efek samping obat yang digunakan, serta interaksi obat.

Pastikan pula orangtua mengetahui efek pengobatan jerawat secara medis terhadap tumbuh kembang anaknya.

Pencegahan Jerawat

Jerawat sulit untuk dicegah, namun tak ada salahnya mencoba beberapa langkah berikut ini untuk menjaga kesehatan kulit.

  • Menghilangkan minyak berlebih yang diproduksi oleh kelenjar minyak dengan menggunakan krim jerawat yang tepat.
  • Basuh wajah menggunakan produk pembersih wajah bebas minyak sehari 2 kali secara rutin.
  • Bersihkan riasan wajah secara menyeluruh sebelum beranjak tidur.
  • Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung minyak, apalagi jika kulit memiliki tipe berminyak.
  • Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat sehingga dapat menimbulkan jerawat di bahu, leher, atau punggung.
  • Selalu mandi dan bersihkan diri setiap sehabis berolahraga.
  • Kurangi stres dengan cara-cara yang positif.
  • Makan makanan yang penuh gizi seimbang.

Timbulnya benjolan atau bintik-bintik pada kulit tidak selalu mengarah pada jerawat. Ada sejumlah kondisi gangguan kulit yang sering disalahartikan sebagai jerawat biasa.

Rosacea, milia, keratosis pilaris, folikulitis, hiperplasia sebasea dan filamen sebasea adalah contoh jenis masalah kulit yang tanda-tandanya mirip jerawat.

Menemui dokter spesialis kulit, menempuh pemeriksaan dan mengonsultasikannya adalah jauh lebih aman daripada mengendalikan dan mengatasinya sendiri.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment