Penyakit & Kelainan

Tenggorokan Kering Saat Bangun Tidur : Penyebab dan Cara Mengatasi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tenggorokan kering adalah hal yang tampak biasa, namun sebenarnya terlalu sering mengalaminya juga tidak cukup baik.

Tenggorokan yang kering saat bangun tidur dianggap oleh beberapa orang sebagai hal normal karena setelah tidur berjam-jam pasti kondisi tenggorokan kurang hidrasi.

Namun, penting untuk menilik apa saja kemungkinan penyebab keringnya tenggorokan saat bangun tidur, karena kondisi seperti ini tidak selalu ringan.

1. Dehidrasi

Jarang minum adalah salah satu kemungkinan setiap bangun tidur tenggorokan terasa kering [1].

Tidur kurang lebih 6-9 jam ditambah saat beraktivitas tubuh tidak mendapat cukup cairan tentu menyebabkan tenggorokan mudah kering saat bangun [1].

Tanda utama dehidrasi pada seseorang adalah ketika air liur tidak terproduksi cukup banyak untuk melembapkan tenggorokan maupun mulut [1,3].

Selain rasa kering di tenggorokan dan mulut, dehidrasi yang tidak segera memperoleh penanganan bisa menyebabkan keluhan lain, yakni berupa [1,3] :

  • Pusing
  • Tubuh mudah lelah
  • Tubuh mudah lemas
  • Jarang buang air kecil
  • Saat buang air kecil urine berwarna gelap atau pekat
  • Sering haus

Penanganan : Setiap orang sangat dianjurkan mengonsumsi banyak air putih setiap harinya, yakni 2.200 ml untuk wanita dewasa dan 3.000 ml untuk pria dewasa [4].

Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan akan menjauhkan diri dari berbagai penyakit, salah satunya batu ginjal [4].

Selain dari air putih, cairan tubuh bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi sayur serta buah, termasuk juga minuman berenergi [1].

Namun agar tidak memperburuk kondisi dehidrasi, hindari konsumsi kopi dan soda karena tubuh justru akan kehilangan lebih banyak cairan dengan minum kedua jenis minuman tersebut [1].

2. Flu atau Pilek

Tenggorokan kering saat bangun tidur bisa jadi pertanda bahwa tubuh sedang mengalami flu atau pilek [1].

Seringkali tenggorokan kering menjadi tanda yang sangat awal dari penyakit flu yang kemudian akan diikuti dengan beberapa gejala seperti [1,5] :

  • Sakit tenggorokan
  • Pusing
  • Hidung tersumbat atau justru berair
  • Batuk
  • Demam disertai tubuh menggigil
  • Badan pegal-pegal
  • Tubuh cepat lelah
  • Terkadang juga dapat terjadi diare maupun muntah

Orang dewasa yang mengalami flu biasanya bisa sembuh dengan mudah dan cepat, namun pada anak-anak biasanya flu bisa berisiko pada komplikasi serius, seperti [1,5] :

Flu bisa menjadi berbahaya apabila gejala awal tidak ditangani secepatnya pada anak karena imun anak masih tergolong lemah apabila dibandingkan dengan imun orang dewasa [1,5].

Penanganan : Untuk meredakan gejala flu, istirahat dan banyak minum air putih adalah kunci kesembuhan utama [1,5].

Namun jika gejala terlampau serius, obat antivirus dapat dikonsumsi, terutama jika dalam 48 jam gejala mulai menjadi-jadi [1].

Solusi alami lainnya adalah dengan berkumur air garam hangat (1 gelas air yang dicampur dengan ½ sendok teh garam) [1].

Jika perlu, gunakan pula acetaminophen atau ibuprofen sebagai pereda nyeri pada tubuh [1].

3. Tidur dengan Mulut Terbuka

Sebab lain mengapa tenggorokan kering saat bangun tidur adalah karena mulut tanpa disadari terbuka selama terlelap [1,2].

Ini hanya salah satu kemungkinan penyebab keringnya tenggorokan setiap kali bangun tidur sebab udara mengeringkan air liur [1,2].

Selain risiko tenggorokan kering, kebiasaan tidur dengan mulut terbuka menyebabkan sejumlah keluhan lain seperti [1,2] :

  • Mendengkur/mengorok
  • Bau mulut
  • Kelelahan pada pagi hingga siang hari (akibatnya tak maksimal dalam melakukan kegiatan sehari-hari)

Ketika memiliki kebiasaan mendengkur juga, terutama kondisi pernafasan sempat terhenti berulang kali sepanjang tidur, hal ini mengarah pada kondisi sleep apnea obstruktif [1].

Jika terbiasa tidur dengan mulut terbuka dan mengalami sejumlah gejala tak nyaman setelahnya, sebaiknya segera periksakan diri [1].

Penanganan : Mulut terbuka saat tidur bisa jadi merupakan gejala dari adanya masalah saluran nafas, seperti adanya sumbatan pada hidung atau sinus [1].

Sementara jika berkaitan dengan sleep apnea obstruktif, hal ini perlu memperoleh penanganan segera dari dokter [1].

Oleh sebab itu, jika cukup mengganggu kesehatan dalam waktu yang lama, konsultasikan dengan dokter bagaimana cara agar tidur tidak dengan mulut terbuka [1].

Bila memang terdapat masalah pernafasan dan sleep apnea obstruktif, atasi segera dengan bantuan medis [1].

4. Radang Tenggorokan

Tenggorokan kering ketika bangun tidur sebaiknya juga diwaspadai sebagai tanda sakit atau radang tenggorokan [1].

Tenggorokan kering seringkali menjadi gejala dini dari radang tenggorokan yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri [1].

Beberapa gejala lain yang kemudian menyusul dan menandakan bahwa radang tenggorokan sedang dialami adalah [1,6] :

  • Sakit di tenggorokan
  • Sakit saat harus menelan
  • Amandel membengkak dan tampak kemerahan
  • Pada amandel terdapat bercak berwarna putih
  • Mual dan dapat disertai dengan muntah
  • Tubuh nyeri atau pegal-pegal
  • Demam
  • Pada kulit timbul ruam kemerahan

Penanganan : Karena infeksi penyebab radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri, maka biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik [1,6].

Obat antibiotik efektif meredakan gejala penyakit yang disebabkan infeksi bakteri dan umumnya dalam 2-3 hari penggunaan obat gejala akan terasa jauh lebih baik [1].

Namun sekalipun sudah sembuh sementara obat belum habis, antibiotik tetap harus dihabiskan sesuai yang sudah dokter resepkan [1].

Berhenti menggunakan antibiotik saat dosis masih ada hanya akan menimbulkan kembali infeksi bakteri karena masih adanya sisa bakteri di dalam tubuh [1].

Jika terjadi demam, maka gunakan paracetamol sebagai penurun demam; gunakan acetaminophen dan ibuprofen jika nyeri tubuh cukup mengganggu [1,6].

Untuk mempercepat pemulihan tenggorokan, berkumur air garam bisa sangat membantu [1].

5. Mononukleosis

Mononukleosis atau the kissing disease merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi virus [1,2,7].

Penularan penyakit ini adalah melalui droplet (percikan air liur) yang keluar dari penderita saat batuk atau bersin [1,2,7].

Virus Epstein-Barr adalah penyebab utama mononukleosis dapat menyebar ke tubuh orang lain juga melalui aktivitas berbagi sikat gigi, berbagi peralatan minum dan makan (tanpa dicuci lebih dulu), hubungan intim, dan berciuman [7].

Tenggorokan kering saat bangun tidur yang terjadi berulang bisa jadi disebabkan oleh mononukleosis dengan gejala lain berupa [1,7] :

  • Amandel membengkak
  • Tubuh kelelahan
  • Tubuh demam
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Pusing atau sakit kepala

Penanganan : Karena virus menjadi sebab utama mononukleosis, antibiotik bukan obat yang tepat untuk kondisi ini [1].

Tidak ada juga penanganan khusus untuk menyembuhkan infeksi, tapi penderita dapat beristirahat dengan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh [1].

Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan gunakan obat penurun panas sekaligus obat pereda nyeri jika perlu [1].

6. Tonsilitis

Tonsilitis atau infeksi amandel juga mampu memengaruhi kondisi tenggorokan sehingga terasa kering bahkan saat bangun tidur [1,2].

Penyebab infeksi sendiri bisa berupa bakteri maupun virus dan menyebabkan sejumlah gejala lain seperti [1,8] :

  • Sakit kepala
  • Bau mulut
  • Amandel merah dan bengkak
  • Suara berubah parau
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian leher
  • Demam

Penanganan : Antibiotik adalah penanganan utama jika infeksi disebabkan oleh bakteri, namun jika disebabkan oleh virus maka dokter akan meresepkan antivirus [1,8].

Selain itu, untuk pemulihan pasien penting untuk mengonsumsi banyak air putih, terutama yang hangat agar tenggorokan lebih nyaman [1].

Berkumur air garam, beristirahat dengan cukup, dan menggunakan obat pereda nyeri bisa dilakukan sebagai penanganan lainnya sesuai kondisi yang dirasakan [1].

7. Penyakit Asam Lambung

Tenggorokan kering bisa juga disebabkan GERD (gastroesophageal reflux disease) atau naiknya asam lambung ke kerongkongan [1].

Tidak hanya tenggorokan bisa terasa mengganjal karena asam lambung yang naik, efeknya bisa membuat tenggorokan kering bahkan saat bangun tidur [1,9].

Selain itu, gejala kenaikan asam lambung lainnya yang perlu diwaspadai adalah [1,9] :

  • Perubahan suara yang menjadi lebih parau
  • Sering bersendawa
  • Nyeri dan panas di bagian ulu hati (heartburn)
  • Batuk kering
  • Sulit menelan

Penanganan : Dalam mengatasi kenaikan asam lambung, penting untuk mengubah pola hidup, terutama pola makan [1,9].

Menjaga berat badan tetap ideal, makan beberapa kali sehari masing-masing dengan porsi kecil, dan berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi adalah yang perlu diperhatikan oleh penderita [1].

Tidak merokok, tidak mengonsumsi makanan pedas, asam dan berlemak, tidak minum minuman beralkohol, dan tidak mengasup kafein juga akan membantu penderita lebih cepat pulih [1].

Sementara untuk obat, penderita penyakit asam lambung perlu menggunakan antasida, proton pump inhibitors atau H2 inhibitors [1,9].

8. Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi bisa menjadi alasan dibalik tenggorokan kering yang dirasakan pada waktu bangun tidur [1,2].

Rhinitis alergi juga dikenal dengan istilah hay fever dan disebabkan oleh sistem imun yang bereaksi terlalu berlebihan terhadap zat-zat tidak berbahaya yang masuk ke dalam tubuh [1,2,10].

Beberapa bentuk alergen yang perlu diwaspadai sebagai penyebab tenggorokan kering dan tak nyaman adalah [1,2,10] :

  • Bulu hewan (jika memiliki peliharaan)
  • Serbuk sari
  • Debu
  • Jamr

Jika seseorang menghirup alergen secara tidak sengaja, pelepasan bahan kimia oleh tubuh kemudian menyebabkan timbulnya reaksi alergi [1,2].

Selain ketidaknyamanan dan keringnya tenggorokan, beberapa gejala lain yang bisa menyertai adalah [1,2,10] :

  • Batuk
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Hidung sakit saat bersin
  • Terasa gatal di kulit (khususnya pada area mulut dan mata)

Penanganan : Pada rhinitis alergi, penting untuk menjauhi alergen agar gejala tidak memburuk atau gampang kambuh [1,10].

Jika memiliki hewan peliharaan, pastikan untuk tidak membawanya apalagi membuatnya tinggal di dalam kamar tidur [1].

Biasanya, dokter akan memberikan antihistamin, obat tetes mata, suntikan antialergi, dan dekongestan [1,10].

Jika gejala berlanjut, sudah seharusnya berkonsultasi dengan dokter agar penanganan medis lain yang sekiranya dibutuhkan penderita bisa diberikan sesuai kondisi gejala.

Ketika tenggorokan kering saat bangun tidur tak dapat diredakan hanya dengan minum air putih atau juga disertai beberapa gejala lain, segera ke dokter untuk memeriksakan diri dan memperoleh penanganan dini.

1. Deborah Weatherspoon, Ph.D., R.N., CRNA & Stephanie Watson. What Causes Dry Throat, and How Is It Treated?. Healthline; 2020.
2. Goodsomnia Admin. What causes a dry throat at night?. Goodsomnia; 2020.
3. Kory Taylor & Elizabeth B. Jones. Adult Dehydration. National Center for Biotechnology Information; 2021.
4. Arend-Jan Meinders & Arend E Meinders. How much water do we really need to drink?. Nederlands Tijdschrift voor Geneeskunde; 2010.
5. Sameh W. Boktor & John W. Hafner. Influenza. National Center for Biotechnology Information; 2021.
6. Robert R. Tanz, Robert M. Kliegman, MD, Patricia S. Lye, MD, Brett J. Bordini, MD, Heather Toth, MD, & Donald Basel, MD. Sore Throat. Nelson Pediatric Symptom-Based Diagnosis; 2018.
7. Michael Mohseni; Michael P. Boniface; & Charles Graham. Mononucleosis. National Center for Biotechnology Information; 2021.
8. Jackie Anderson & Elizabeth Paterek. Tonsillitis. National Center for Biotechnology Information; 2021.
9. Catiele Antunes; Abdul Aleem; & Sean A. Curtis. Gastroesophageal Reflux Disease. National Center for Biotechnology Information; 2021.
10. Shweta Akhouri & Steven A. House. Allergic Rhinitis. National Center for Biotechnology Information; 2021.

Share