Disfagia: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Disfagia?

Disfagia adalah suatu kondisi kesulitan menelan yang biasanya disebabkan oleh masalah otot dan saraf. Kondisi ini membuat seseorang membutuhkan upaya dan waktu lebih banyak untuk menyalurkan makanan atau cairan dari mulut ke perut.

Disfagia bisa terjadi pada siapapun dan pada usia berapapun, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. [1, 2, 3]

Data penderita disfagia di Indonesia belum tersedia data yang akurat hingga saat ini.[5]

  • Prevalensi disfagia pada populasi umum sekitar 5-8%
  • Prevalensi disfagia orofaring pada kelainan serebrovaskular sekitar 30%
  • 52%-82% pada penderita dengan penyakit Parkinson, 84% pada penyakit Alzheimer
  • Lebih dari 40% terjadi pada orang dewasa umur lebih 65 tahun
  • 60% pada penderita usia lanjut di fasilitas perawatan/rumah jompo
  • 28,2% pada penderita kanker rongga mulut
  • 50,9% kanker faring dan 28,6% pada kanker laring
  • 50,6% disfagia orofaring pada tumor kepala leher yang menjalani operasi dan radioterapi atau kemoterapi
  • Serta 13,5% kejadian disfagia pada refluks laringofaring
Tinjauan : Disfagia adalah suatu kondisi kesulitan menelan yang umumnya terjadi pada orang dewasa usia tua.

Jenis Disfagia

Secara umum ada dua jenis disfagia, yaitu: [1, 3]

  • Disfagia oral atau disfagia tinggi

Masalah yang terjadi pada saat makanan berada dimulut, kadang-kadang disebabkan oleh lemahnya lidah akibat stroke, kesulitan mengunyah makanan, atau masalah pengangkutan makanan dari mulut.

  • Disfagia faring

Masalah yang terjadi di tenggorokan. Seringnya masalah ini disebabkan oleh masalah neurologis yang mempengaruhi saraf seperti stroke, penyakit Parkinson, atau amyotrophic lateral sclerosis.

  • Disfagia esofagus atau disfagia rendah

Masalah yang terjadi di kerongkongan. Biasanya masalah ini dikarenakan adanya penyumbatan atau iritasi.

Penyebab Disfagia

Berikut ini beberapa penyebab timbulnya masalah disfagia: [1]

Ketika otot esofagus bagian bawah (sfingter) tidak cukup rileks untuk membiarkan makanan masuk ke perut Anda, sehingga menyebabkan Anda membawa makanan kembali ke tenggorokan. Otot-otot di dinding kerongkongan Anda juga melemah. Kondisi ini kemudian cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

  • Kejang difus

Kondisi ini menghasilkan beberapa kontraksi esofagus yang bertekanan tinggi dan tidak terkoordinasi dengan baik, biasanya setelah Anda menelan. Kejang difus mempengaruhi otot-otot di dinding kerongkongan bagian bawah.

  • Strikum esofagus

Penyempitan kerongkongan atau esofagus sering dikaitkan dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Kondisi ini dapat menjebak banyak makanan di kerongkongan.

  • Tumor kerongkongan

Adanya tumor pada kerongkongan menjadikan disfagia atau kesulitan menelan cenderung semakin memburuk.

  • Benda asing

Terkadang makanan atau benda lain sebagian dapat menyumbat tenggorokan atau kerongkongan. Orang dewasa yang lebih tua dengan gigi palsu dan orang-orang yang mengalami kesulitan mengunyah makanan mereka lebih mungkin memiliki sepotong makanan yang bersarang di tenggorokan atau kerongkongan.

  • Cincin kerongkongan

Area tipis penyempitan pada esofagus bagian bawah dapat secara berkala menyebabkan kesulitan menelan makanan padat.

  • GERD 

Kerusakan pada jaringan kerongkongan yang membuat asam dari perut mengalir kembali atau refluks ke kerongkongan Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan kejang dan penyempitan kerongkongan bagian bawah.

Kondisi ini, yang mungkin terkait dengan alergi makanan, disebabkan oleh kelebihan populasi sel yang disebut eosinofil di kerongkongan.

  • Scleroderma

Sekelompok penyakit autoimun langka di mana kulit dan jaringan ikat mengalami pengerasan jaringan.

  • Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan bentuk perawatan kanker yang dapat menyebabkan peradangan dan kesulitan menelan.

Intensitas air liur yang kurang sehingga membuat mulut kering.

  • Kanker

Kanker kerongkongan biasanya memiliki keterkaitan dengan konsumsi alkohol dan merokok atau penyakit GERD.

  • Sindrom parkinsonisme

Kelainan neurologis degeneratif yang progresif dan bertahap dalam merusak keterampilan motorik.

  • Penyakit goldfam

Masalah pada syaraf yang merangsang kontraksi otot sehingga otot menjadi mudah lelah dan lemah. Penyakit ini juga disebut sebagai gangguan atoimun.

Gejala Disfagia

Disfagia yang tidak terdiagnosis dan tidak segera diobati dapat berisiko mengalami sejumlah masalah seperti pneumonia aspirasi (penyakit infeksi paru-paru) atau mungkin dehiderasi dan malnutrisi. Seseorang yang terkena disfagia dapat dikenali melalui tanda dan gejala berikut ini:  [2]

  • Mengalami nyeri saat menelan (odinofagia)
  • Tidak bisa menelan
  • Makanan terasa tersangkut di tenggorokan atau dada atau di belakang tulang dada Anda (sternum)
  • Mengiler atau mengeluarkan air liur
  • Menjadi serak
  • Mengalami regurgitasi atau makanan yang sudah di telan keluar kembali
  • Sering mulas
  • Makanan atau asam lambung kembali naik ke tenggorokan
  • Berat badan turun secara tak terduga
  • Batuk atau tersedak saat menelan
  • Harus memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil atau menghindari makanan tertentu karena kesulitan menelan

Kapan harus ke dokter?

Anda harus menemui dokter Anda jika Anda atau anggota keluarga Anda menunjukkan tanda-tanda disfagia atau kesulitan menelan sehingga penderita dapat segera mendapatkan perawatan.

Perawatan dini dapat membantu mengurangi masalah yang lebih serius, seperti kanker esofagus atau kerongkongan. [3]

Komplikasi Disfagia

Seperti yang telah disebutkan diatas disfagia yang tidak segera diobatidapat menyebabkan masalah yang lebih serius atau komplikasi. [2, 3]

Komplikasi yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Pneumonia aspirasi

Masalah yang paling umum dari disfagia adalah batuk atau tersedak. Masalah tersebut dapat membuat makanan atau cairan masuk ke dalam saluran pernapasan ketika Anda menelan. Hal inilah kemudian yang menyebabkan pneumonia aspirasi, karena makanan tersebut dapat memasukkan bakteri ke paru-paru.

Tanda bahwa seseorang mengalami Pneumonia aspirasi meliputi:

  • suara basah, lembut saat makan atau minum
  • batuk saat makan atau minum
  • kesulitan bernafas
  • Malnutrisi dan penurunan berat badan

Komplikasi ini terutama terjadi pada orang – orang yang tidak menyadari apabila mereka telah terkena disfagia. Akhirnya mereka tidak mendapatkan makanan atau nutrisi yang cukup untuk kesehatannya.

Penderita disfagia juga mungkin mengalami dehidrasi karena asupan cairan yang tidak mencukupi.

Siapa yang paling berisiko menderita disfagia ?

  • Penuaan

Orang dewasa yang berusia lebih tua memiliki risiko yang lebih tinggi terkena disfagia. Hal ini disebabkan penuaan alami, kerongkongan yang sudah tua dan penyakit tertentu pada usia tua yang dapat menyebabkan disfagia, seperti stroke, dan penyakit Parkinson.

  • Kondisi neurologis

Orang yang memiliki gangguan sistem saraf  lebih mungkin mengalami disfagia.

Diagnosa Disfagia

 Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan berbagai tes berikut untuk menentukan penyebab masalah menelan Anda, seperti: [2]

  • X-ray dengan bahan kontras (barium X-ray)

 Anda minum larutan barium yang melapisi kerongkongan Anda, memungkinkannya muncul lebih baik dengan sinar-X. Dokter Anda kemudian dapat melihat perubahan bentuk kerongkongan Anda dan dapat menilai aktivitas otot.

Dokter Anda mungkin juga meminta Anda menelan makanan padat atau pil yang dilapisi barium untuk mengawasi otot-otot di tenggorokan saat Anda menelan atau mencari penyumbatan di kerongkongan yang mungkin tidak diidentifikasi oleh larutan barium cair.

  • Terapi menelan yang dinamis

 Anda menelan makanan berlapis barium dengan konsistensi berbeda. Tes ini memberikan gambaran tentang makanan-makanan ini saat mereka melakukan perjalanan melalui mulut Anda dan turun ke tenggorokan Anda. Gambar mungkin menunjukkan masalah dalam koordinasi otot mulut dan tenggorokan Anda ketika Anda menelan dan menentukan apakah makanan masuk ke tabung pernapasan Anda.

  • Pemeriksaan visual kerongkongan (endoskopi)

Instrumen cahaya tipis dan fleksibel (endoskop) dilewatkan ke tenggorokan Anda sehingga dokter dapat melihat kerongkongan. Dokter Anda mungkin juga mengambil biopsi esofagus untuk mencari peradangan, esofagitis eosinofilik, penyempitan atau tumor.

  • Evaluasi menelan serat optik (FEES) endoskopi serat optik

Dokter Anda mungkin memeriksa tenggorokan Anda dengan kamera khusus dan tabung terang (endoskop) ketika Anda mencoba menelan.

  • Tes otot kerongkongan (manometri)

Dalam manometry (muh-NOM-uh-tree), sebuah tabung kecil dimasukkan ke kerongkongan Anda dan dihubungkan ke alat perekam tekanan untuk mengukur kontraksi otot kerongkongan saat Anda menelan.

  • Pemindaian gambar

Ini mungkin termasuk CT scan, yang menggabungkan serangkaian pandangan sinar-X dan pemrosesan komputer untuk membuat gambar penampang tulang dan jaringan lunak tubuh Anda, atau pemindaian MRI, yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar terperinci organ dan jaringan.

Pengobatan Disfagia

Pengobatan disfagia tergantung pada jenis yang diderita: [2]

Disfagia orofaringeal

Untuk disfagia orofaringeal, dokter mungkin merujuk Anda ke ahli terapi seperti

  • Terapi menelan

Terapi ini dilakukan dengan ahli terapi wicara atau menelan. Pada terapi ini Anda akan belajar tentang cara menelan. Latihan ini dapat membantu penderita yang mengalami kesulitan menelan.

  • Diet

Anda bisa berkonsultasi kepada ahli gizi untuk memastikan Anda mendapatkan diet yang sehat dan seimbang. Mereka akan memberikan saran tentang makanan yang lebih lembut dan cairan kental yang akan lebih mudah Anda telan.

  • Selang makan

Jika Anda mengalami risiko terhadap pneumonia, malnutrisi, atau dehidrasi, maka perlu selang makan untuk memasukkan makanan dan obat-obatan. Ada dua jenis selang makan yaitu selang nasogastrik dan selang gastrostomi endoskopi perkutan (PEG).

Disfagia esofagus

Pengobatan untuk disfagia esofagus dapat meliputi:

  • Dilatasi kerongkongan

 Dokter Anda dapat menggunakan endoskopi dengan balon atau alat businasi yang dipasang untuk meregangkan dan memperluas lebar kerongkongan Anda.

  • Operasi

Untuk penderita tumor esofagus, akalasia atau divertikulum faringoesofageal terkadang memerlukan operasi untuk membersihkan jalur kerongkongan.

  • Pemasangan stent

Dokter dapat memasukkan tabung logam atau plastik (stent) yang dipasang di esofagus untuk menopang penyempitan atau penyumbatan di esofagus Anda. Beberapa stent bersifat permanen, seperti stent untuk penderita kanker kerongkongan, sementara yang lain bersifat sementara dan dapat dihilangkan.

  • Obat-obatan 

Pembaerian obat tergantung penyebabanya. Kesulitan menelan yang terkait dengan GERD dapat diobati dengan resep obat oral untuk mengurangi asam lambung. Jika Anda menderita esofagitis eosinofilik, maka Anda dapat meminum kortikosteroid. Jika Anda memiliki kejang esofagus, Anda dapat menggunakan amlodipine untuk membantu melemaskan otot.

Cara Meringankan Gejala Disfagia

Untuk meringankan gejala disfagia, Anda dapat mencoba beberapa hal berikut ini: [2]

  • Ubah kebiasaan makan

Biasakan untuk selalu memotong makanan Anda menjadi potongan-potongan kecil. Lalu kunyahlah secara pelan  – pelan makanan Anda.

  • Hindari makanan yang dapat memperparah gejala

Makanan yang kental atau lengket seperti selai dapat membuat penderita disfagia sulit menelan. Beberapa penderita disfagia juga mengalami kesulitan saat menelan cairan seperti kopi dan jus. Hindari alkohol, tembakau atau kafein agar tidak memperparah kondisi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment