Makanan, Minuman dan Herbal

Timun: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Kandungan vitamin A, C, K, kalium, mangan dan vitamin serta mineral lainnya membuat timun memiliki manfaat pada pencegahan dan membantu pengobatan beberapa penyakit. Peran antioksidan, antiinflamasi, meningkatkan

Timun yang sering disebut ketimun atau mentimun ini merupakan jenis sayuran yang sering dikonsumsi dalam bentuk lalapan. Timun dipercaya memiliki banyak gizi dan manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Berikut penjelasannya.

Tentang Timun

Timun

Timun (Cucumis sativus) merupakan tanaman merambat yang menghasilkan buah untuk dikonsumsi. Tanaman ini termasuk dalam keluarga labu-labuan (Cucurbitaceae) [1].

Timun merupakan tanaman yang memiliki kandungan air yang tinggi sehingga akan segar jika dikonsumsi. Rasa yang dihasilkan timun biasanya tawar, namun ada beberapa jenis timun yang memiliki rasa manis.

Kandungan air dalam timun yang sangat tinggi hingga mencapai 95%. Timun dapat tumbuh ideal di daerah dengan ketinggian 1,000 hingga 1,200 mdpl. Suhu udara yang diperlukan dalam budidaya timun adalah 21-27 0C [1].

Kandungan Gizi Timun

Berikut ini merupakan kandungan gizi dalam 100 gram berat kering timun.

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Mentimun, dengan kulitnya, mentah
Kalori: 15 Kalori Dari Lemak: 0.9
%Kebutuhan Harian
Total Lemak0.1      g 0.17 %
Lemak Jenuh0        g 0.19 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol 0        mg 0   %
Sodium2        mg 0.08 %
Total Karbohidrat3.6      g 1.21 %
Serat0.5      g 2    %
Gula1.7      g
Protein0.7      g 1.3  %
Vitamin A2.1 %Vitamin c4.67 %
Kalsium1.6 %Zat besi1.56 %
© IDNmedis.com

Src : Mentimun, dengan kulitnya, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Top 10 Gizi
Penyajian 100gr%Kebutuhan Harian
Vitamin K16.4     mcg21 %
Vitamin C2.8      mg5 %
Kalium147      mg4 %
Magnesium13       mg3 %
Mangan0.1      mg4 %
Vitamin A105      IU2 %
Asam Pantotenat0.3      mg3 %
Fosfor24       mg2 %
Tembaga0        mg2 %
Total Karbohidrat3.6      g1 %
© IDNmedis.com

Src : Mentimun, dengan kulitnya, mentah

Kandungan gizi utama yang terdapat dalam timun adalah vitamin K, vitamin C, kalium dan mangan. Vitamin K dan vitamin C berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah penyakit kanker [2].

Mineral kalium dan mangan berperan dalam menjaga kesehatan sistem peredaran darah, sistem pencernaan dan kesehatan tulang dan gigi [2].

Timun mengandung vitamin A sebanyak 105 IU. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan mata. 

Manfaat Timun untuk Kesehatan

Timun mengandung nutrisi vitamin dan mineral yang tinggi sehingga menghasilkan banyak manfaat bagi tubuh.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa manfaat yang diperoleh setelah mengonsumsi timun.

1. Mencegah Penyakit Kanker

Vitamin K yang terkandung dalam timun adalah sebanyak 16,4 mcg. Vitamin ini berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah terjadinya penyakit kanker khususnya kanker paru-paru dan kanker prostat [3].

Selain vitamin K, timun juga mengandung vitamin C yang berperan sebagai senyawa antioksidan dalam tubuh. Vitamin C melindungi tubuh dari kerusakan akibat aktivitas radikal bebas dalam tubuh [3].

Radikal bebas ini akan merusak organ-organ tubuh seperti kulit yang mengalami tanda penuaan dini, lalu penyakit jantung akibat kerusakan organ jantung dan penyakit kanker lainnya [4].

Vitamin C atau asam askorbat merupakan jenis vitamin yang dapat larut dalam air. Vitamin ini juga tidak diproduksi dalam tubuh manusia, melainkan bersumber dari sayuran dan buah-buahan.

Timun juga mengandung vitamin A yang memiliki bentuk awal yaitu beta-karoten. Senyawa betakaroten ini berperan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh [3].

2. Melancarkan Pencernaan

Kandungan vitamin A dalam timun berperan sebagai antioksidan yang mampu mencegah terjadinya kerusakan pada sistem pencernaan seperti kanker usus dan kanker mulut [3].

Selain vitamin A, vitamin C juga berperan dalam pencernaan yaitu dalam penyerapan zat besi dalam makanan. Zat besi sangat berperan dalam pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan dan sebaliknya [7].

Timun juga mengandung vitamin B5 atau asam pantotenat sebanyak 0,3 mg. Vitamin ini berperan dalam proses pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan yang dicerna [7].

Vitamin B kompleks dan vitamin C merupakan vitamin yang dapat larut dalam air. Sedangkan vitamin A merupakan vitamin yang dapat larut dalam lemak.

Timun juga mengandung serat yang baik bagi kelancaran pencernaan. Serat dapat mencegah terjadinya sulit buang air besar atau sembelit [5].

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Vitamin C dalam timun berperan menangkal radikal bebas yang menyebabkan tanda-tanda penuaan dini. Vitamin ini bekerja dengan membantu tubuh memproduksi kolagen [3,4].

Kolagen adalah protein yang berfungsi sebagai penyusun tubuh manusia, khususnya tulang, gigi, sendi, otot dan kulit. Kolagen inilah yang membentu mencegah tanda-tanda penuaan dini [5].

Gejala penuaan dini antara lain adalah munculnya garis halus pada wajah, kulit terlihat kusam dan kering, mulai terbentuk noda-noda hitam di kulit wajah serta tubuh sering merasa lelah [5].

Mengonsumsi makanan ynag megandung vitamin C yang cukup seperti timun mampu mencegah munculnya tanda penuaan dini. 

4. Mencegah Diabetes

Timun mengandung vitamin K yang mampu menurunkan kadar gula dalam darah [6].

Timun mengandung mineral magnesium sebanyak 13 mg. Mineral ini berfungsi dalam mengontrol gula darah sehingga terhindar dari risiko diabetes tipe 2. Magnesium bekerja dalam proses sekresi insulin dari pankreas [6].

Vitamin C juga mampu mengontrol dan menurunkan kadar gula dalam darah. Vitamin C juga dapat menurunkan kadar LDL (low density lipoprotein) atau lemak jahat dalam tubuh [6,7].

5. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Vitamin K dalam timun berperan dalam proses pembekuan darah yang sangat penting apabila seseorang mengalami luka atau diabetes. Vitamin K berperan dalam proses penutupan luka sehingga tidak terjadi pendarahan [8].

Vitamin ini juga mampu mencegah penyakit aterosklerosis yaitu kerusakan pada pembuluh darah akibat penumpukan plak seperti kalsium di dalam saluran pembuluh darah.

Selain itu vitamin K membantu mencegah penumpukan kalsium di dalam pembuluh darah [8].

Penyakit aterosklerosis yang berkepanjangan mampu berisiko terjadinya penyakit serangan jantung dan stroke hingga menyebabkan kematian [8,9].

Timun juga mengandung mineral fosfor dan besi yang memiliki peran penting mencegah penyakit anemia.

Pasalnya, mineral fosfor dan besi berfungsi dala pembentukan sel darah merah maupun hemoglobin dalam darah [10].

Anemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya produksi sel darah merah dan hemoglobin dalam darah. Penyakit anemia membuat seseorang mudah merasa lemas hingga dapat membuat pingsan [10].

Mineral kalsium juga berperan mengontrol kontraksi otot jantung sehingga jantung dapat berdetak dengan stabil [10].

6. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Vitamin K pada timun berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan gigi. Hal ini karena vitamin K merupakan bagian penyusun dari tulang [11].

Selain itu vitamin K berperan dalam menjaga kandungan kalsium agar masuk ke dalam tulang sehingga meningkatkan massa tulang dan mencegah dari penyakit osteoporosis [11].

Mineral kalium dalam timun juga berperan dalam menjaga kandungan kalsium dalam darah untuk diserap tulang agar tidak terbuang melalui urin [11].

Hal ini karena mineral kalsium merupakan bagian penyusun tulang terbesar yang menjaga tulang tetap kuat dan padat sehingga tidak mengalami pengapuran (osteoporosis) [11].

Efek Samping Timun

Timun memang mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan malah akan menimbulkan efek samping.

Berikut ini efek samping yang diperoleh dari konsumsi timun yang tidak tepat.

  • Masalah Pencernaan

Timun memiliki biji di dalamnya yang begitu banyak. Ternyata, biji timun mengandung zat yang bersifat diuretik sehingga meningkatkan pengeluaran cairan dalam tubuh [12].

Kondisi ini menyebabkan kandungan air dalam tubuh semakin sedikit sehingga dapat mengganggu pencernaan dan membuat iritasi pada lambung serta diare [12,13].

Selain itu, timun mengandung senyawa cucurbitacin. Senyawa ini meningkatkan gas dalam perut dan membuat perut menjadi kembung [14].

Cucurbitacin adalah senyawa biokimia yang terdapat dalam tanaman kelas Cucurbitaceae. Senyawa ini bersifat beracun jika dikonsumsi secara berlebihan [14].
  • Dehidrasi

Masih mengenai biji timun, sifat diuretik pada biji timun ini menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Kehilangan cairan (dehidrasi) yang berlebihan dapat menghambat keseimbangan elektrolit dalam tubuh [13].

Jika timun dikonsumsi secara berlebihan, tubuh akan semakin kekurangan cairan akibat tingginya pengeluaran urine dan menyebabkan dehidrasi [13].

Risiko Pestisida pada Timun

Pestisida memang sangat sering digunakan pada jenis sayur-sayuran termasuk timun. Akibatnya, permukaan timun akan terendap oleh residu pestisida.

Pestisida dalam timun digunakan untuk membasmi kutu daun, thrips, tungau, ulat grayak dan lalat penggorok daun. Pestisida yang digunakan berjenis insektisida (untuk serangga) yang pastinya menyimpan banyak senyawa kimia yang berbahaya [15].

Jika tidak diolah dengan baik saat hendak dikonsumsi, residu pestisida akan dapat masuk dalam tubuh sebagai radikal bebas yang menyebabkan gangguan kesehatan.

Dampak yang dihasilkan dalam pestisida bersifat kronis dan akut. Dampak bersifat kronis antara lain, gangguan sistem reproduksi, pubertas dini, parkinson (gangguan sistem saraf), dan kanker [15].

Sedangkan dampak yang bersifat akut antara lain, sakit kepala, iritasi pada mata, iritasi pada kulit, dan hilangnya koordinasi tubuh [15].

Tips Penyimpanan Timun

Timun merupakan sayuran yang banyak disukai karena mengandung kadar air yang tinggi sehingga segar jika dikonsumsi. Timun dapat dikonsumsi dalam bentuk segar atau tidak dimasak.

Berikut ini merupakan cara menyimpan timun dengan benar agar tidak kehilangan nutrisi saat akan mengolahnya menjadi makanan lezat [16].

  1. Pilihlah timun yang masih segar dengan ciri-ciri tidak ada yang lembek, tidak keriput dan berwarna hijau segar (tidak kuning). Warna kuning pada timun menunjukkan kualitas nutrisinya sudah tidak bagus.
  2. Cucilah timun yang telah dibeli dengan air mengalir. Pastikan tidak ada kotoran yang menempel
  3. Tiriskan timun beberapa menit hingga kering. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan tisu.
  4. Setelah kering, bungkus timun dengan kertas atau tisu. Hal ini berfungsi agar dapat menjaga kelembaban dalam timun.
  5. Masukkan timun ke dalam kantong plastik yang tidak kedap udara. Jangan campurkan dengan jenis sayur atau buah-buahan lainnya.
  6. Simpan ke dalam kulkas, tepatnya pada rak bagian bawah agar kelembabannya terjaga.
Daya tahan simpan timun tidaklah lama yatu hanya 3-4 hari. Hindari pembelian yang berlebihan dan konsumsi timun tidak lewat dari waktu simpan. Jika lewat, timun akan bertekstur lembek dan kehilangan nutrisinya [16].

Tips Konsumsi Timun

Kandungan nutrisi dan banyaknya manfaat dalam timun membuat timun banyak disukai oleh masyarakat. Timun biasanya dikonsumsi dalam bentuk segar seperti untuk lalapan, salad dan minuman jus.

Timun dapat dikonsumsi dengan kulitnya atau tanpa kulitnya. Namun, disarankan untuk tetap mengonsumsi bersama kulitnya.

Hal ini karena kulit timun mengandung senyawa antioksidan yang baik bagi tubuh [17].

Sebelum mengonsumsi timun, hendaknya bersihkan timun dengan air mengalir agar residu pestisida dapat hilang.

Cara membersihkan timun yang benar adalah mencuci dengan air tanpa dipotong terlebih dahulu.

Jika timun dipotong terlebih dahulu lalu dicuci, nutrisi yang terkandung dalam timun dapat hilang bersama dengan air mengalir.

Selain itu, residu pestisida yang menempel bagian luar timun dapat berisiko masuk kedalam timun [15].

Timun juga sebaiknya tidak dikonsumsi pada malam hari secara berlebihan. Hal ini dapat membuat tubuh sering mengeluakan urin sehingga mengganggu kualitas tidur seseorang.

Timun memiliki kandungan gizi dan mineral yang tinggi sehingga memiliki banyak manfaat. Manfaat timun antara lain adalah mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, menjaga kesehatan pencernaan, tulang dan gigi serta mampu mencegah diabetes. 

1). Gen Che, Xiaolan Zhang. 2019. Current Opinion in Plant Biology 47:38-46. Molecular Basis of Cucumber Fruit Domestication
2). Charmi Patel, Jitendriya Panigrahi. 2019. Food Chemistry 288:208-214. Starch Glucose Coating-Induced Postharvest Shelf-Life Extension of Cucumber
3). Songhua Chen, Hualiang Huang, Gangliang Huang. 2019. International Journal of Biological Macromolcules 40:1047-1053. Extraction, Derivatization and Antioxidant Activity of Cucumber Polysaccharide
4). Koji Uchida. 2019. Free Radical Research 53(2):125. Editorial: A New Chapter for Free Radical Research
5). Xiuping Dong, Wentao Liu, Xue Song, Xiaoyu Lin, Da Yu, Chenxu Yu, Beiwei Zhu. 2019. Journal of Food Science 84(1):92-100. Characterization of Heat-Induced Water Adsorption of Sea Cucumber Body Wall
6). Ahmad S Alkofahi, Khalid K Abdul-Razzak, Karem H Alzoubi, Omar F Khabour. 2017. Pakistan Journal of Pharmaceutical Science 30(3):907-912. Report - Screening of the Anti-hyperglycemic Activity of Some Medicinal Plants of Jordan
7). Chunlu Qian, Nannan Ren, Jingye Wang, Qiang Xu, Xuehao Chen, Xiaohua Qi. 2018. Food Chemistry 15(243) :410-413. Effects of Exogenous Application of CPPU, NAA and GA 4+7 on Parthenocarpy and Fruit Quality in Cucumber (Cucumis Sativus L.)
8). Zohara Nafeesa, B R Shivalingu, H K Vivek, B S Priya, S Nanjunda Swamy. 2016. Applied Biochemistry and Biotechnology 175(6):2787-94. Exploring a New Serine Protease From Cucumis Sativus L
9). Nimbe Torres, Martha Guevara-Cruz, Laura A Velázquez-Villegas, Armando R Tovar. 2015. Archives of Medical Research 46(5):408-26. Epub 2015 May 29. Nutrition and Atherosclerosis
10). Masoumeh Khalili, Mohammad Ali Ebrahimzadeh, Yaghoub Safdari. 2014. Arhiv Za Higijenu Rada I Toksikologiju 65(4):399-406. Antihaemolytic Activity of Thirty Herbal Extracts in Mouse Red Blood Cells
11). Dacheng Han, Anhua Long, Jialong Wang, Xuefei Wang, Yakui Zhang. 2019. Saudi Journal of Biological Science 26(5):1027-1031. Effect of Cervus and Cucumis Polypeptide Combined With Zoledronic Acid on Bone Metabolic Biochemical Markers in Glucocorticoids - Induced Osteoporosis Patients
12). Shudan Xue, Mingming Dong, Xingwang Liu, Shuo Xu, Jinan Pang, Wenzhu Zhang, Yiqun Weng, Huazhong Ren. 2019. Planta 249(2):407-416. Classification of Fruit Trichomes in Cucumber and Effects of Plant Hormones on Type II Fruit Trichome Development
13). J Buitink, O Leprince, F A Hoekstra. 2000. Plant Physicalogy 124(3):1413-26. Dehydration-induced Redistribution of Amphiphilic Molecules Between Cytoplasm and Lipids Is Associated With Desiccation Tolerance in Seeds
14). Sukant Garg, Sunil C Kaul, Renu Wadhwa. 2018. International Journal of Oncology 52(1):19-37. Cucurbitacin B and Cancer Intervention: Chemistry, Biology and Mechanisms (Review)
15). S T Narenderan, S N Meyyanathan, Veera Venkata Satyanarayana Reddy Karri. 2019. Food Chemistry 15(289) :384-395. Experimental Design in Pesticide Extraction Methods: A Review
16). Ke Wang, Ruiwen Yang, Na Sun, Yifei Dong , Sheng Cheng, Songyi Lin. 2019. Food Chemistry 15 (274) :100-109. The Formation Pattern of Off-Flavor Compounds Induced by Water Migration During the Storage of Sea Cucumber Peptide Powders (SCPPs)
17). Hong-Yu Tang, Xu Dong, Jian-Ke Wang, Jun-Hui Xia, Fei Xie, Yu Zhang, Xuan Yao, Yue-Jin Xu, Zheng-Jie Wang. 2018. International Journal of Molecular Science 19(5):1493. Fine Mapping and Candidate Gene Prediction for White Immature Fruit Skin in Cucumber ( Cucumis sativus L.)

Share