Makanan, Minuman dan Herbal

Kecipir: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Katya Saphira, M.Gizi
Kecipir memilki kandungan protein, serat, vitamin, mineral yang cukup beragam. Oleh sebab itu, makanan ini memilki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral yang berperan sebagai

Kecipir merupakan jenis tanaman yang banyak dikonsumsi baik sebagai masakan maupun sebagai obat tradisional. Hal ini karena kecipir mengandung berbagai manfaat. Berikut penjelasannya.

Sekilas Tentang Kecipir

Kecipir

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman merambat dan termasuk dalam Leguminosa seperti tanaman kacang-kacangan. Bagian pucuk dan polong kecipir digunakan sebagai sayuran [1].

Batang kecipir biasanya memiliki panjang hingga 4 meter. Buah polongnya berbentuk segiempat lonjong dan bagian tepinya berbentuk gerigi [1].

Tanaman kecipir awalnya ditemukan di Indonesia dan Papua Nugini. Hingga saat kini, tanaman ini telah berkembang di berbagai wilayah tropis di dunia [1].

Tanaman kecipir tumbuh dengan ideal pada daerah dengan ketinggian 500- 1,200 mdpl. Derajat keasaman (pH) tanah sebesar 5,5 – 7,0 [1].

Nama lain kecipir antara lain [1],

  • Kacang botol atau kacang belingbing (Pantai Barat Sumatera)
  • Kacang embing (Palembang)
  • Jaat (Sunda)
  • Cipir, cicipir (Jawa)
  • Kelongkang (Bali)
  • Biraro (Manado)
  • Kacang botor (Pontianak)
  • Winged bean, winged pea, asparagus pea (Inggris)

Kandungan Gizi Kecipir

Berikut ini adalah kandungan gizi dalam 100 gram berat kering kecipir berdasarkan kebutuhan energi 2000 kalori [2].

NameAmountUnit
Energi409kkal
Karbohidrat41,7gram
Serat pangan25,9gram
Lemak total16,3gram
Lemak jenuh2,3gram
Lemak tak jenuh tunggal6gram
Lemak tak jenuh ganda4,3gram
Protein29,65gram
Vitamin A900IU
Vitamin B11,03mg
Vitamin B20,45mg
Vitamin B33,09mg
Vitamin B50,795mg
Vitamin B60.175mg
Vitamin B945μg
Vitamin C37mg
Vitamine E0,5mg
Kalsium440 mg
Zat besi13,44mg
Magnesium 179mg
Mangan 3,72mg
Fosfor451mg
Kalium977 mg
Natrium38mg
Zink4,48mg

Kandungan gizi utama dalam kecipir adalah protein, serat, kalium dan kalsium. Protein berfungsi dalam proses metabolisme tubuh. Protein terdiri dari berbagai asam amino yang bekerja sebagai koenzim dalam metabolisme [2].

Serat dalam kecipir berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mampu menurunkan berat badan [2].

Mineral kalium dan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta tulang dan gigi [2].

Manfaat Kecipir Bagi Kesehatan

Kandungan nutrisi yang banyak dari kecipir membuat sayuran ini memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan. Berikut penjelasannya

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Kecipir mengandung vitamin C sebanyak 37 mg yang berfungsi mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Senyawa antioksidan ini mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh [4].

Radikal bebas berasal dari zat polutan di udara, makanan yang terkontaminasi pestisida, dan paparan sinar UV. Radikal bebas yang terlalu banyak dalam tubuh dapat menyebabkan stress oksidatif [6].

Stress oksidatif adalah suatu kondisi tubuh yang memiliki kandungan radikal bebas yang lebih banyak daripada jumlah antioksidan [6].

Kandungan beberapa vitamin seperti vitamin A dan B kompleks juga mampu berperan sebagai antioksidan. Konsumsi kecipir akan meningkatkan antioksidan dalam tubuh sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh [4].

2. Menurunkan Berat Badan

Kecipir mengandung serat yang tinggi yaitu sekitar 25,9 gram. Serat dipercaya mampu melancarkan pencernaan sehingga mencegah terjadinya sembelit atau sulit buang air besar [3].

Serat merupakan nutrisi dalam makanan yang sulit dicerna. Kecipir yang mengandung banyak serat ini mampu membuat seseorang lapar lebih dalam.

Hal ini karena lamanya serat dicerna oleh pencernaan dan menimbulkan rasa kenyang lebih lama [3].

Oleh karena itu, kecipir yang kaya akan serat sangat cocok dikonsumsi untuk mengurangi berat badan yang berlebihan. Perlu diperhatikan, berat badan yang berlebih dapat berisiko obesitas dan penyakit diabetes [3].

3. Menjaga Kesehatan Mata

Kecipir mengandung banyak vitamin B kompleks, salah satunya vitamin B1 yang berperan menjaga kesehatan indra penglihatan [8].

Vitamin B1 atau tiamin yang terkandung dalam kecipir adalah sebanyak 1,03 mg. Vitamin B1 berperan dalam mencegah penyakit katarak dan penyakit glaukoma [8].

Katarak adalah suatu kondisi mata yang memiliki lensa keruh sehingga cahaya tidak dapat menembusnya. Kondisi ini berisiko mengalami kebutaan [9]. Sedangkan glaukoma adalah suatu kondisi mata yang mengalami kerusakan akibat tekanan pada bola mata [9].

Selain itu, kecipir juga mengandung vitamin A yang tinggi yaitu 900 IU. Vitamin ini sudah dikenal sebagai vitamin yang mampu mencegah rabun pada mata dan kerusakan mata lainnya [7].

Vitamin A membantu dalam proses metabolisme yang terjadi pada lapisan terluar retina yang berfungsi mengangkap cahaya. Vitamin ini juga mampu mencegah penyakit degenerasi makula [7].

Degenerasi makula adalah suatu kondisi gangguan penglihatan yang biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia [9].

4. Mencegah Penuaan Dini

Vitamin A dan vitamin C yang terkandung dalam kecipir mampu mencegah kerusakan sel-sel kulit. Vitamin ini berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini [4].

Penuaan dini merupakan suatu kondisi tubuh yang mengalami gejala penuaan sebelum waktunya.

Penuaan dini biasanya dipicu dari pola hidup yag tidak baik seperti sering mengonsumsi alkohol, kurang istirahat, dan kurang mengonsumsi makanan yang bergizi [10].

Gejala penuaan dini yang paling tampak dilihat adalah pada kulit yaitu kulit kering dan kusam, muncul keriput halus, dan noda hitam pada wajah [10].

Kandungan senyawa antioksidan dalam kecipir mampu mencegah gejala penuaan dini. Konsumsi kecipir secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya [4].

5. Menjaga Kesehatan Selama Kehamilan

Kecipir mengandung vitamin B9 atau folat yang berfungsi menjaga kesehatan selama kehamilan baik untuk ibu hamil maupun bayi [5].

Asam folat merupakan vitamin yang dapat larut dalam air sehingga vitamin ini tidak mampu bertahan lama dalam tubuh dan tubuh harus mengonsumsi makanan mengandung asam folat secara rutin [5].

Asam folat berperan dalam perkembangan saraf pada bayi. Asam folat juga berperan mencegah terjadinya penyakit saraf pada bayi [5].

Asam folat berperan penting dalam perkembangan janin karena membantu produksi DNA dan pembentukan sel darah.

Hal ini juga dapat mempengaruhi perkembangan plasenta yang dibutuhkan untuk transfer nutrisi dan sel darah ke janin [5].

Selain itu, kecipir juga mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Zat besi berperan dalam produksi sel darah dan mencegah penyakit anemia ibu hamil [11].

Dalam masa kehamilan, kebutuhan akan sel darah merah meningkat. Hal ini karena sel darah merah berperan mengangkut oksigen dan nutrisi-nutrisi penting dari ibu menuju janin [11].

6. Mencegah Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Salah satu penyakit dalam sistem peredaran darah adalah anemia. Penyakit ini merupakan suatu kondisi kurangnya sel darah merah serta hemoglobin dalam darah.

Kekurangan sel darah merah dalam tubuh disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi yang dapat diperoleh dari berbagai sayuran termasuk kecipir [11].

Kecipir mengandung zat besi sebanyak 13,44 mg. Zat besi berperan dalam proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin dalam darah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh.

Mineral kalium dalam kecipir juga membantu dalam menjaga kesehatan jantung. Kalium mampu mencegah penyakit atersklerosis yang terjadi akibat penumpukan kalsium di dalam pembuluh darah [11].

Kalium membantu dalam penyerapan kalsium agar kalisum diserap baik oleh tulang dan tidak mengendap di pembuluh darah. Apabil mengendap, pembuluh darah akan menyempit dan mengalami kerusakan [11].

Mengonsumsi kecipir mampu mencegah penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke.

7. Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Kandungan asam folat dalam kecipir selain baik bagi masa kehamilan juga baik dalam menjaga sistem saraf terhindar dari kerusakan. Konsumsi kecipir yang mengandung asam folat dapat meningkatkan daya ingat pada otak [5].

Asam folat juga mampu mencegah penyakit stroke. Asam folat berperan dalam produksi sel darah merah yang berfungsi mengalirkan oksigen hingga menuju otak dan jaringan saraf lainnya [5].

Kecipir juga mengandung vitamin B6 yang mampu menjaga kesehatan sistem saraf. Vitamin ini berperan dalam berbagai metabolisme yang dilakukan oleh neurotransmitter yang berperan mengantarkan sinyal saraf dari otak menuju organ-organ tubuh [5].

Efek Samping Kecipir

Kecipir mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Kecipir juga memiliki beberapa risiko efek samping jika dikonsumsi dengan tidak tepat atau berlebihan. Berikut penjelasannya.

Kecipir mengandung tinggi kalium didalamnya. Apabila kecipir dikonsumsi secara berlebihan, maka tingkat kandungan kalium dalam tubuh juga tinggi [12].

Mineral kalium ini akan dicerna di dalam tubuh dan dapat mengkristal menjadi batu oksalat yang berbahaya bagi tubuh. Batu oksalat akan menumpuk di saluran kandung kemih sehingga dapat mengakibatkan batu ginjal [12].

  • Terkontaminasi dengan Mikroorganisme

Kecipir sangat rentan dengan bakteri, virus, dan jamur yang dapat menempel. Bakteri, virus dan jamur ini dapat mengganggu sistem pencernaan seperti perut mual hingga diare [13].

Konsumsi kecipir sebaiknya telah dicuci sedemikian bersih agar membuang segala kotoran yang terkontaminasi dengan mikroorganisme. Cuci dengan air yang mengalir dan masak dengan kematangan yang tepat [13].

Tips Penyimpanan Kecipir

Setelah mengetahui bahwa kecipir mengandung berbagai manfaat, perlu diketahui juga bahwa dalam menyimpan kecipir juga harus diperhatikan. Umumnya, penyimpanan kecipir sama dengan jenis sayuran lainnya. Berikut penjelasannya [14].

  1. Pilihkan kecipir yang masih segar dan tidak rusak. Kecipir segar memiliki warna hijau cerah dan teksturnya renyah (tidak terlalu keras).
  2. Belilah kecipir dalam jumlah yang cukup (tidak berlebihan). Hal ini karena daya tahan simpannya tidak lama.
  3. Jika kecipir memiliki kotoran, bersihkan dengan menggunakan tissu agar tidak basah.
  4. Kecipir dibalut dengan menggunakan kertas agar menjaga kadar air dalam kecipir.
  5. Pisahkan kecipir dengan jenis sayuran lainnya.
  6. Simpan kecipir di dalam kulkas pada rak bagian bawah.

Tips Konsumsi Kecipir

Bagian polong kecipir merupakan bagian dari tanaman kecipir yang paling banyak dipasarkan dan dikonsumsi. Kecipir dapat dikonsumsi sebagai lalapan, direbus atau ditumis.

  • Sebagai Lalapan

Sebagai lalapan, kecipir sebaiknya dicuci hingga bersih agar terhindar dari kontaminanasi mikroorganisme. Kecipir dapat dipotong menjadi dua bagian. Lalapan kecipir dapat dikonsumsi bersama dengan sambal terasi [14].

  • Ditumis atau Direbus

Jika hendak ditumis atau direbus juga harus diawali dengan pencucian hingga bersih. Kecipir dipotong-potong lebih kecil lalu ditumis atau direbus, bisa juga sebagai tambahan sayur pada menu sup [14].

  • Untuk Anak-anak

Bagi anak-anak, kecipir dapat dikonsumsi dengan cara ditumis dengan penambahan bahan makanan yang disukai oleh anak-anak seperti sosis, bakso, atau telur agar menambah warna dan variasi dalam tumisan dengan bahan yang disukai anak.

Kecipir memang belum terlalu banyak yang tahu bagaimana mengonsumsinya. Namun, kecipir memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa diantaranya adalah meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan mata, kesehata jantung dan kehamilan, serta menurunkan berat badan.

1). Patrush Lepcha, Ashley N Egan, Jeff J Doyle, N Sathyanarayana. 2017. Plants Food for Human Nutrition 72(3):225-235. A Review on Current Status and Future Prospects of Winged Bean (Psophocarpus Tetragonolobus) in Tropical Agriculture
2). Alberto Stefano Tanzi, Graham Ewen Eagleton, Wai Kuan Ho, Quin Nee Wong, Sean Mayes, Festo Massawe. 2019. Planta 250(3):911-931. Winged Bean (Psophocarpus Tetragonolobus (L.) DC.) for Food and Nutritional Security: Synthesis of Past Research and Future Direction
3). Anuraga Jayanegara, Rakhmad P Harahap, Richard F Rozi, Nahrowi. 2018. Veterinary World 11(4):446-451. Effects of Lipid Extraction on Nutritive Composition of Winged Bean ( Psophocarpus tetragonolobus), Rubber Seed ( Hevea brasiliensis), and Tropical Almond ( Terminalia catappa)
4). Shyan Yea Chay, Wei Kiat Tan, Nazamid Saari. 2015. Journal of Microencapsulation 32(5):488-95. Preparation and Characterisation of Nanoliposomes Containing Winged Bean Seeds Bioactive Peptides
5). K Cerny, M Kordylas, F Pospĩsil, O Svãbensky, B Zajĩc. 1971. The British Journal of Nutrition 26(2):293-9. Nutritive Value of the Winged Bean (Psophocarpus Palustris Desv.)
6). Claudio Cabello-Verrugio, Felipe Simon, Capucine Trollet, Juan F Santibañez. 2017. Oxidative Medicine and Celluler Longevity 4310469. Oxidative Stress in Disease and Aging: Mechanisms and Therapies 2016
7). J M Dietz, S Sri Kantha, J W Erdman Jr. 1988. Plants Food for Human Nutrition 38(4):333-41. Reversed Phase HPLC Analysis of Alpha- And Beta-Carotene From Selected Raw and Cooked Vegetables
8). S S Kadam, D K Salunkhe. 1984. Critical Reviews in Food Science and Nutrition 21(1):1-40. Winged Bean in Human Nutrition
9). H FUKUDA. 1961. Nippon Gankai Gakkai Zassi 65:1897-906. On the Tonography of the Eyes With High Myopia and Pigmentary Degeneration of the Retina
10). Muhammad Saad Ahmed, Sana Ikram, Nousheen Bibi, Asif Mir. 2018. Molecular Neurology 55(5):4417-4427. Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome: A Premature Aging Disease
11). B V Mnembuka, B O Eggum. 1995. Plants Food for Human Nutrition 47(4):333-9. Comparative Nutritive Value of Winged Bean (Psophocarpus Tetragonolobus (L) DC) and Other Legumes Grown in Tanzania
12). S Charoenkiatkul, W Kriengsinyos, S Tuntipopipat, U Suthutvoravut, C M Weaver. 2008. Journal of Food Science 73(9):H218-21. Calcium Absorption From Commonly Consumed Vegetables in Healthy Thai Women
13). Ryo Okada, Eri Kiyota, Hiromitsu Moriyama, Toshiyuki Fukuhara, Rodrigo A Valverde. 2017. Virus Genes 53(1):141-145. Molecular and Biological Properties of an Endornavirus Infecting Winged Bean (Psophocarpus Tetragonolobus)
14). K Ikura, R Sasaki, H Chiba. 1983. Journal of Nutritional Science and Vitaminology 29(2):161-7. Quality Deterioration of Winged Bean During Storage

Share