Penyakit & Kelainan

Penyebab Haid Cuma 1 Hari dan Darahnya Sedikit

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Haid pada wanita dapat berbeda-beda satu sama lain, termasuk dalam hal lamanya siklus berlangsungnya. Ada yang berlangsung berhari-hari, ada juga yang terjadi hanya dalam waktu singkat, seperti satu hari saja [1].

Bagi sebagian wanita yang sering mengalami nyeri haid, mungkin haid hanya satu hari saja merupakan hal yang baik. Namun, perlu diketahui bahwa, haid yang hanya berlangsung satu hari saja ini bisa jadi berhubungan dengan kondisi medis tertentu [1].

Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan haid yang hanya berlangsung satu hari saja [2, 3, 4]:

1. Kehamilan

Kehamilan dapat menjadi salah satu penyebab haid yang berlangsung singkat yaitu satu atau dua hari saja. Haid yang terjadi pun mungkin akan cenderung lebih ringan daripada haid pada kondisi normal.

Untuk warna darahnya mungkin juga akan berwarna merah mudah lebih terang hinga coklat tua. Haid ini mungkin tidak dialami oleh semua wanita yang hamil.

2. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik atau kehamilan tuba merupakan suatu kondisi di mana sel telur telah dibuahi dan menempel pada saluran tuba, ovarium atau leher rahim, bukan pada menempel pada rahim.

Kehamilan ektopik ini dapat menimbulkan gejala berupa haid atau pendarahan ringan yang disertai dengan nyeri pada bagian panggul.

Sel telur yang telah dibuahi jika terus menempel dan tumbuh di saluran tuba maka saluran tuba dapat pecah dan mengakibatkan pendarahan yang lebih hebat.

3. Stres

Haid satu hari mungkin juga dapat disebabkan oleh stres. Mengingat, stres dapat mempengaruhi hormon hingga mempengaruhi siklus haid juga.

Oleh karena itu, ketika stres, seorang wanita mungkin akan mengalami perubahan siklus haid, seperti haid yang lebih pendek waktunya atau lebih ringan daripada kondisi normal.

Bahkan, ketika stres, wanita juga mungkin tidak mengalami haid sama sekali. Namun, jika stres reda maka siklus haid juga akan dapat kembali normal.

4. Penurunan Berat Badan Yang Signifikan

Berat badan yang turun secara drastis dapat juga menyebabkan haid yang tidak teratur, termasuk haid yang hanya satu hari saja berlangsungnya.

Berat badan yang turun secara drastis juga dapat mempengaruhi hal lain. Oleh karena itu, jika ingin diet sebaik melibatkan dokter agar tepat dalam pelaksanaan dan hasilnya.

5. Olahraga Berlebihan

Olahraga berlebihan juga dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya siklus haid wanita, termasuk membuat haid berlangsung hanya satu hari saja.

Mengingat, olaharaga berlebihan akan menguras dan membakar tenaga. Jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang cukup maka tubuh tidak akan memiliki energi yang cukup untuk menjalankan sistemnya, termasuk sistem reproduksi.

Bahkan tubuh mungkin akan mengalihkan nutrisi dari sistem reproduksi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setelah olahraga berlebihan.

Jika hal ini terjadi, maka hipotalamus mungkin akan memperlambat atau menghentikan pelepasan hormon pengontrol ovulasi. Jadi, siklus haid pun mungkin saja terpengaruh.

6. Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid merupakan suatu kondisi di mana tubuh memproduksi terlalu banyak hormon tiroid yang berperan penting dalam siklus haid.

Jika hormon tiroid berlebihan maka siklus haid mungkin dapat menjadi tidak teratur bahkan menjadi cenderung lebih pendek daripada ketika hormon tiroid normal.

Jika penyakit tiroid menjadi penyebab haid hanya satu hari maka gejala berikut ini mungkin juga akan terjadi [2]:

  • Penurunan atau penambahan berat badan
  • Sulit tidur, atau merasa sangat lelah
  • Detak jantung lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya

7. Penyakit Inflamasi (PID)

Penyakik inflamasi PID merupakan suatu kondisi di mana bakteri masuk ke vagina dan menyebar ke hari dan salurna genital bagian atas. PID diketahui dapat menular melalui hubungan seksual dan menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Dalam hal ini haid yang lebih pendek seperti hanya satu hari saja mungkin terjadi.

8. Gangguan Hipofisis Dan Kanker Rahim Atau Serviks

Gangguang hipofisis dan kanker rahim atau serviks diketahui dapat menjadi salah satu penyebab kurang umum dari terganggunya siklus haid. Artinya, jika seseorang memiliki kondisi tersebut maka haid sehari saja bisa terjadi.

9. Keguguran

Haid sehari saja mungkin merupakan keguguran yang disalahpahami. Mengingat, pendarahan yang terjadi mungkin tidak disadari oleh wanita sebagai keguguran karena tidak tahu bahwa dirinya hamil.

Adapun jika hal ini terjadi maka gejala tertentu mungkin akan muncul juga, seperti [2]:

  • Kram
  • Sakit perut atau panggul
  • Sakit punggung

10. Kontrol Kelahiran

Kontrol kelahiran baik yang menggunakan alat kontrasepsi IUD atau konsumsi pil KB hormonal diketahui dapat menyebabkan haid terjadi lebih pendek dari biasanya, termasuk jika hanya berlangsung satu hari saja. Mengingat, pil KB umumnya dapat menipiskan lapisan rahim sehingga siklus haid akan jadi lebih singkat.

11. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi obat-obatan berikut ini diketahui juga dapat mempengaruhi lama dan aliran haid, termasuk menjadikannya lebih pendek seperti sehari saja [2]:

  • Obat pengencer darah
  • Obat antipsikotik atau antidepresan
  • Obat steroid
  • Obat herbal, seperti ginseng
  • Obat tamoxifen (obat kanker payudara)

12. Menyusui

Wanita yang sedang menyusui umumnya juga dapat mengalami perubahan pada siklus haidnya. Oleh karena itu, haid dapat tertunda atau menjadi lebih ringan dan lebih pendek daripada sebelumnya.

Mengingat, hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI dapat mencegah haid terjadi.

Prolaktin, hormon yang membantu membuat ASI, juga mencegah terjadinya menstruasi.

13. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik merupakan suatu kondisi di mana hormon laki-laki diproduksi secara berlebihan hingga terjadi ketidakseimbangan hormon.

Ketika ketidakseimbangan terjadi, maka ovulasi akan tertekan dan siklus haid menjadi lebih pendek dan ringan. Jika kondisi ini yang menyebabkan haid sehari saja, maka gejala berikut mungkin akan menyertai [3]:

  • Kelelahan
  • Suara rendah
  • Suasana hati berubah-ubah
  • Tidak subur
  • Tidak haid sama sekali

14. Pubertas

Pubertas mungkin juga dapat menjadi penyebab haid yang hanya terjadi satu hari saja. Mengingat, kadar hormon masih dalam tahap yang berfluktuasi atau naik turun.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hormon akan menemukan pola yang lebih teratur. Dengan demikian, haid pun akan lebih teratur.

15. Perimenopause

Perimenopause merupakan suatu tahap di mana siklus haid akan menjelang akhirnya. Pada tahap ini, produksi hormon pun akan menurun hingga haid menjadi tidak teratur. Haid mungkin terjadi lebih pendek, seperti satu atau dua hari saja atau sebaliknya menjadi lebih lama daripada biasanya.

16. Gangguan Makan

Haid yang hanya sehari mungkin timbul akibat adanya gangguan makan yang terjadi pada wanita. Gangguan makan yang dimaksud dapat berupa pembatasan kalori yang ekstrim hingga produksi hormon reproduksi menjadi terganggu.

Selain itu, kadar lemak tubuh yang sangat rendah mungkin juga dapat menganggu keseimbangan hormonal yang berperan dalam siklus haid.

17. Kista Ovarium

Kista ovarium dapat juga menjadi salah satu penyebab haid hanya terjadi satu hari saja. Kista ovarium sendiri adalah suatu kondisi di mana terdapat kantong berisi cairan dalam ovarium.

Kista memang bukan kanker, namun kista dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan yang menganggu. Jika ukurannya besar dan pecah, maka kista ini dapat menyebabkan perut sakit juga.

18. Kegagalan Ovarium Prematur (POF)

Kegagalan ovarium prematur merupakan suatu kondisi di mana seorang wanita memasuki tahap menopause terlalu dini. Kegagalan ovarium prematur ini mungkin termasuk salah satu penyebab haid pendek hanya sehari yang jarang terjadi atau kurang umum.

Mengingat, pada kondisi ini, ovarium gagal memproduksi hormon hingga menyebabkan haid tidak teratur, menjadi lebih pendek atau bahkan berhenti sama sekali.

19. Sindrom Asherman

Kondisi langka atau tidak umum lain yang mungkin menyebabkan haid pendek sehari saja yaitu sindrom Asherman. Kondisi ini ditandai adanya jaringan parut yang berkembang di dalam rahim.

Jaringan parut tersebut dapat terjadi setelah seorang wanita menjalani operasi pembedahan tertentu. Adanya jaringan parut ini dapat menghalangi aliran darah haid, sehingga haid menjadi tidak teratur.

20. Stenosis Serviks

Penyempitan serviks yang terjadi secara abnormal merupakan salah satu kondisi langka yang dapat menyebabkan haid sehari saja. Adapun kondisi ini disebut juga dengan stenosis serviks.

Sebagaimana sindrom Asherman, stenosis serviks ini juga dapat terjadi setelah wanita menjalani prosedur operasi pembedahan tertentu.

Jika serviks menyempit, maka aliran darah haid akan terhambat hingga siklus haid menjadi tidak teratur bahkan mungkin terlewat.

21. Sindrom Sheehan

Sindrom Sheehan merupakan suatu kondisi di mana wanita mengalami kehilangan banyak darah ketika menjalani proses melahirkan.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami tekanan darah rendah parah ketika menjalani proses melahirkan.

Sindrom Sheehan ini dapat menganggu prosuksi hormon yang berperan dalam siklus haid. Oleh karena itu, siklus haid mungkin juga akan terganggu akibat adanya sindrom Sheehan ini.

Apakah Kondisi Ini Normal?

Secara umum, siklus haid yang normal akan terjadi setiap 28 hari sekali, namun juga bervariasi dengan selisih yang tidak terlampau jauh. Ada juga wanita yang mengalami haid setiap 21 hari atau 35 hari [2].

Untuk lamanya darah haid keluar juga bervariasi, umumnya darah haid keluar dalam rentang waktu tiga hingga lima hari. Namun, ada juga yang hanya satu atau dua hari saja dan ini masih dinilai normal [2].

Meskipun demikian, jika haid sebelumnya terjadi beberapa hari tiba-tiba berubah hanya sehari saja maka ini tidak dapat dikatakan normal lagi, karena penyebab tertentu mungkin mendasari [2].

Kapan Harus Kedokter ?

Wanita yang haid satu hari ketika hamil atau menduga dirinya hamil harus segera memeriksakan diri kedokter, karena mungkin penyebab lainnya dapat berhubungan dengan kehamilan bahkan keguguran [2, 4].

Namun, jika haid sehari terjadi pada wanita yang tidak hamil maka mungkin bisa menunggu hingga tiga bulan sambil mengevaluasi siklus haid [4].

Mengingat, dalam rentang tiga bulan tersebut mungkin siklus haid akan kembali normal. Namun, jika tidak maka sebaiknya memeriksakan diri kedokter [4].

Untuk mengevaluasi siklus haid, harap untuk memperhatikan tanggal mulai dan berhentinya haid. Kemudian, derasnya aliran juga perlu diperhatikan [4].

1. Melanie Winderlich & Pat F. Bass III, MD, MPH. When Is a Menstrual Period Too Short?. Everyday Health; 2010.
2. Julie Marks & Debra Sullivan, Ph.D., MSN, R.N., CNE, COI. A Period That Lasts 1 or 2 Days: What Could Cause This?. Healthline; 2019.
3. Stepfanie Romine & Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH. My Period Lasted for Just 1 Day — Should I Be Concerned?. Greatist; 2020.
4. Corinne O'Keefe Osborn & Valinda Riggins Nwadike, MD, MPH . What Causes Your Period to Be Shorter or Lighter Than Normal?. Healthline; 2018.

Share